[ Not Edited ]
“Sihir yang dia gunakan memang tergolong dalam sihir kelas atas, tapi hanya beberapa orang jenius yang dapat menguasainya sampai sekuat ini. Ini adalah sihir penghenti ruang «Ruimte Rusten», jadi kekuatan apapun tak dapat menggagalkan sihir.”
“Jadi dengan cara kita dapat lolos dari perangkap ini?”
“Mudah, sebenarnya sihir ini lebih mudah dipatahkan daripada sihir satunya. Caranya adalah kita harus melepas kontak langsung dengan si pengguna—“
“—Tapi mengapa aku masih tak dapat bergerak, padahal dia tidak menyentuhku?” Sanggahku terkejut.
“—Sssttt, jangan memotong pembicaraan dan dengarkanlah baik-baik.”
(Maaf... Kebiasaan burukku selalu muncul ketika keadaan genting seperti ini...)
“Maksudku adalah ketika si korban
menyentuh media yang disentu oleh si penggguna. Dan saat ini kita terhubung olehnya melalu media tanah, aku juga tak mengira bahwa tanah juga dapat dijadikan sebagai media penghubung. Kukira hanya benda-benda yang pada umumnya saja.....”
“Jadi yang harus kita lakukan adalah menyuruhnya melompat ataupun terbang?” Dengan polosnya aku bertanya.
“Bodoh! Tak mungkin dia mau menuruti perkataan kita.” Balas Adellia.
“Benar sekali, apalagi kalian berdua juga tidak mempunyai kemampuan atau sihir untuk terbang.”
“Lantas bagaimana?” Seru Adellia.
“Mungkin kalian akan membutuhkanku, jadi memohonlah.... Hahahaha....”
“Jangan bercanda disaat seperti ini Kek!” Sanggah Adellia.
“Untung saja posisiku sekarang adalah duduk dengan tangan yang menyentuh tanah, jadi akan kugunakan kekuatan penuh dari «Akik Steen» milikku untuk meluluh lantakkan tanah sekitar, setelah itu kalian semua akan terbebas dari sihir, dan saat dia berada di udara seranganlah dia dengan tombakmu, Adellia ataupun dengan pedangmu.... Sebelum itu aku harap kalian dapat mengalihkan perhatiannya. Sekian....”
***
DAKK!!!
“Ugghhh!!!”
Sebuah tendangan menghatam perutku dengan keras dan tampak senyum licik di balik wajahnya yang berwarna putih mayat.
“K-Kau!!!”
“Maaf, tadi kakiku bergerak sendiri dan terlebih lagi berani sekali kau tak mendengarkanku sama sekali.” Sungguh protes yang tak masuk akan sama sekali.
“Itu bukan urusanmmu!”
“Hoi-hoi-hoi ternyata ada seorang Elf di sini? Gak biasanya kalian seperti ini. Siapakah namamu!?” Tanyanya sambil mencengkram rahangku kuat-kuat.
“Na-namaku adalah Tyaga, Tyaga Nasution....”
“Nama yang cukup menarik, tapi sekali sampah tetap akan menjadi sampah!”
Sampah! Sampah! Sampah! Itulah kata yang terucap dari mulutnya diselingi dengan pukulan-pukulan.
Sayangnya pukulan tersebut tidak lebih sakit dari pukulan Zardock. Benar apa yang dikatakan Adellia, dia masih belum terbiasa dengan tubuh palsu sehingga kekuatannya tidak dapat maksimal.
“Huft..... Ternyata pukulanku masih terlalu lemah, sungguh beruntung kau hari ini.”
“Baru tahu kau!? Serangan seperti itu cuman terasa geli, jadi pulang dan berlatihlah lebih keras!....” Ejekku.
“Banyak bicara juga kau!”
Karena kesal dengan gaya bicaraku dia langsung menendang kepala lalu tanpa henti memukul wajahku.
“Uggghhh!!! Uwahh!!!”
(Lama sekali si Kakek, kalau seperti ini terus, lama-kelamaan aku bisa mati di tangan orang ini..... Apalagi aku tak dapat memanggilnya dengan teknik telepati.....)
“Hey kau!! Hentikan sekarang juga!!” Bentak Adellia.
Dia mungkin merasa iba karena sedari tadi aku dipukuli tanpa belas kasihan.
“Hoi-hoi-hoi akhirnya kau angkat bicara nona manis. Bagaimana, apa kau masih menolak ajakanku?”
“Jangan berharap hal itu akan terjadi., karena sebentar lagi aku akan kembali mengirimmu ke dunia asalmu berada, jadi bersiaplah!”
“Kau yakin dapat mengalahkanku?“
“—Ya, aku sangat yakin!”
Dia kemudian mengambil pedang yang tergeletak di tanah dan menempelkannya di leher Adellia, satu gerakan saja sudah dapat membunuhnya.
“Dasar sampah!!!”
Keringat dingin semakin deras menghiasi wajah Adellia, ekspresinya kian lama kian panik. Kami berdua hanya dapat berserah dan menunggu perintah selanjutnya dari Kakek, itupun kalau masih sempat.
“T-Tunggu....”
Dengan secuil keberanian aku melontarkan sepatah kata.
“Diam kau! Aku juga akan membunuhmu jadi bersabarlah dan tunggu giliranmu nanti.”
“—Khh, sialan.”
“Bagaimana menurutmu, nona manis? Bukannya kau selalu melindungi mereka? Tapi lihat mereka, tak ada satupun dari mereka yang merelakan diri untuk menggantikan kau. Malah bocah sialan itu yang menahanku dengan ocehannya, apalagi dia bukan bagian dari pasukan ini. Sungguh miris sekali keadaan dunia sekarang!”
“Jangan dengarkan dia, Adellia!!”
“M-A-T-I-L-A-H”
(Kumohon cepatlah Kakek......)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya
* Follow akun penulis
* Berkomentar yang baik dan bijak
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes
* Favorit (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
# Terimakasih banyak gaes, see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Eka Hafiz Alfarizi
nama elf-nya Indonesia banget ya...
kayak ada marga2nya gitu😊
2020-09-05
1
ARSY ALFAZZA
Dukungan mendarat 😇🤗👌
2020-08-17
0
Riyah Harun
namamnya tyaga nasution?lha elfnya orang mana thor? padanga aja kali ya?
2020-07-06
0