[ Not Edited ]
“Bukan begitu, tapi tubuhku tak dapat bergerak sedikitpun. Apa kau tak merasakannya?” Tanyanya penuh ketakutan.
(Tu-tunggu.... Tubuhku juga tak dapat bergerak!)
“Kenapa ini!?” Kini, aku juga mulai panik.
“—Kan, mungkin dia telah melakukan sesuatu dan tak sedikit dari kita yang menyadarinya.”
“Apa kita akan seperti ini terus? Sampai nanti satu persatu dari kita dibantai olehnya.”
“Aku masih memikirkan rencana selanjutnya, terlebih lagi dia juga tampak kesusahan mengendalikan tubuh palsunya.”
“Maksudmu?—”
“Energi spiritual yang kurasakan darinya sangatlah kuat bahkan lebih kuat dariku, tapi ketika melihat fisik dan uaranya dia terkesan lemah.” Jelas Adellia.
“Bukannya itu malah menguntungkan bagi kita?”
“Aku masih belum yakin akan hal itu, hanya saja perasaanku mengatakan kita tak akan menghadapinya sekarang. Meskipun begitu, pertama-tama kita harus memikirkan cara agar dapat bergerak lagi.”
“Ya, aku juga memikirkan itu.”
“—Sssttt, dia datang.”
Seketika mata orang pucat itu tertuju tajam pada kami dan perlahan-lahan mendekati kami dengan senyuman lebar yang aneh.
“Hoi-hoi-hoi, kenapa kalian berdua malah berbicara sendiri.”
“I-itu bukan uru—!!“ Ucapku membentak
“—Khh, diamlah!!”
Adellia mencegahku untuk menanggapi perkataan orang misterius itu.
“HAA!! Kenapa kau menyuruhnya untuk diam, gadis cantik. Parasmu sangat menawan dan terlebih lagi apakah ini yang disebut dengan senjata dari «Qua»?”
“—Khh!!!” Pekik Adellia.
“Bagaimana kalau kau ikut denganku dan aku akan menjadikanmu permasuriku kelak. Hmmm... Dan terlebih lagi aku tak akan membunuhmu lho....!!” Ajakan licik orang misterius itu.
“Aku lebih memilih mati terhormat daripada harus mengkhianati seluruh pasukanku!!”
“Hoi-hoi-hoi, gadis yang menarik. Kalau kubunuh mereka apa kau masih bersikeras untuk menolakku..!! Sangat disayangkan kalau aku membunuhmu sebelum kunikmati tubuhmu.” Seraya mengelus rambut Adellia dan bermain-main dengan kunciran mungil.
“Lepaskan tanganmu dariku!! A-atau—“
“Atau apa!?—"
PLAK!! Tamparan keras menghujam deras ke pipi putih Adellia, hingga berbekas warna merah yang tak kunjung sirna.
"—Kau bahkan tak dapat bergerak! Senjata ini cukup menarik juga, kalau aku menghancurkannya bagaiamana dengan reaksimu? Katanya jika senjata yang terlahir dari «Qua» telah dihancurkan maka tuannya akan merasakan sakit yang sangat luar biasa. Betulkan!?” Imbuhnya.
“Jangan pernah sekali-kali kau menyentuh «Ganjur»-ku.”
“Eh itukah nama dari tombak ini, kalau dipikir-pikir senjatamu termasuk langkah dan terlebih lagi kaukan seorang kesatria? Kenapa kau dapat mengendalikan «Qua». Huft... Ternyata setelah berpuluh-puluh tahun lamanya kalian telah bertambah kuat ya.....”
(Berpuluh-puluh tahun? Sebenarnya siapakah dia...!? Mungkinkah dia...!?)
Pertanyaan-pertanyaan mulai timbul dalam pikiranku, sayangnya aku sama sekali tak mengerti dengan dunia ini. Hanya beberapa kisah yang kutahu dari cerita Kakek Hisyam, itupun banyak yang telah lupa.
(Ahhh! Tak perlu memikirkan itu lagi, lebih baik sekarang memikirkan bagaimana cara untuk terlepas dari sihir aneh ini....)
“Hallo, Adellia? Duhai anak muda yang kutak tahu namamu? Apa kalian dapat mendengar suaraku?”
(Suara ini.... Ini adalah suara Kakek Hork)
“Apa kau dapat mendengarmya juga?”
Adellia mengangguk mendengar bisikanku.
“I-iya Kek, kami mendengarmu.”Jawab kami serentak.
“Aku menggunakan teknik telepati untuk berbicara dengan kalian berdua dan ada beberapa hal yang ingin kusampaikan, jadi tolong dengarkan baik-baik.”
“Bagaimana dengan keadanmu Kek?”Tanyaku.
“Di sini aku juga tengah terperangkap oleh sihirnya, tak kusangka dia dapat menggunakan sihir dengan jangkauan sejauh ini. Mungkin tak ada satupun dari kita yang lolos dari sihir ini.”
“Memangnya dia memakai sihir apa Kek? Bahkan kekuatanku juga tak dapat melepaskan sihir ini.” Sekarang giliran Adellia yang bertanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo sobatt pembaca sekalian!! yang sudah membaca novel ini maupun sekadar mampir, saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih jika kalian memberikan dukungan dengan cara di bawah ini:
* Dukung penulis dengan memberikan tips / vote seadanya
* Follow akun penulis
* Berkomentar yang baik dan bijak
* Always like and share in your social media
* Bintang limanya ya gaes
* Favorit (Ini yang paling penting wkwkwkwk)
Bantuan kalian sangatlah berarti untuk Author, karena setiap support yang kalian berikan dapat menambah semangat author dalam melanjutkan cerita ini!! Dukung terus ya gaesss.... :D
# Terimakasih banyak gaes, see you on the next chapter.... ^_^
WA : 08973952193
IG : bayusastra20
email : bayu_sastra20@yahoo.co.id
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
San Jaya
Narasi pas Adellia ditampar juga hiperbola.
----
"... senjatamu termasuk langkah"?
Typo terdeteksi.
----
Dan untuk chapter ini kurasa terlalu bertele-tele
2020-07-04
0
Honey
Siapakah pria misterius ini? Apakah dia tokoh jagat atau justru tokoh baik?
Ish.
2020-07-03
0
Miss R⃟ ed qizz 💋
first coment
2020-02-27
1