“Ok, review kita hari ini cukup, kita sudah fix dengan susunan acara dan para model yang akan kita pakai, segera buat proposal resmi untuk mengajukan kontrak dengan para supermodel yang sudah kita tetapkan hari ini, hubungi juga team dari Itali untuk mempersiapkan segala sesuatunya, dua minggu lagi mereka akan datang bergabung dengan kita,” James menutup meeting pagi itu, Cladia masih merapikan file-file di depannya ketika tiba-tiba saja Ornado sudah ikut hadir di ruangan itu dan langsung berjalan kearah Cladia.
“Setelah ini Ibu Cladia bisa langsung kembali ke kantor, ada sesuatu yang perlu kita bicarakan,” Cladia mengangkat wajahnya memandang Ornado, dengan ibu jari tangannya Ornado memberi kode pada Cladia agar keluar dari ruangan itu.
“Baik pak, saya akan menyusul kesana,” Setelah menjawab Cladia kembali merapikan file-file di depannya, Ornado membalikkan badannya dan meninggalkan ruang meeting dengan diikuti pandangan dari Robi yang terus memperhatikannya sejak Ornado muncul di ruangan itu.
Kalau dilihat sepertinya dia bukan orang jahat, tapi aku tidak perduli, selama Cladia tidak ingin bersamanya, berarti dia bukan pria baik-baik, Robi berkata dalam hati.
“Aku kembali dulu. Amalia, kalau ada sesuatu yang perlu kita bicarakan hubungi aku, sampai ketemu di café siang ini,” Amalia langsung mengangguk mendengar perintah Cladia dan langsung mendekati Cladia.
“Baik Bu Cladia,” Tangan Amalia segera mengambil semua file yang sudah dirapikan Cladia dan membantu membawakannya.
“Tolong kamu serahkan File-file itu kepada Bapak Fred, supaya dia bisa meletakkan di ruanganku, aku mau ke toilet sebentar.” Amalia mengangguk dan hanya melirik melihat Cladia berbelok ke kanan menuju toilet staff.
©©©©©©©
"Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri Pak Ornado mendatangi ruang meeting mereka dan mengajak Bu Cladia ke kantor beliau."
“Benar pasti ada sesuatu dengan Ibu Cladia,” Cladia membatalkan gerakan tangannya yang sudah siap untuk membuka pintu toilet mendengar ada yang menyebutkan namanya.
“Sejak kedatangan Ibu Cladia Pak Ornado bersikap aneh,”
“Dengar-dengar sejak bekerja dengan team kita dua hari ini setiap pagi dia selalu datang bersama dengan Pak Ornado, berarti selain berduaan di kantor, mereka berduaan juga di dalam mobil Pak Ornado,”
“Betul, selama ini Pak Ornado tidak akan membiarkan sembarang orang masuk ke ruangan pribadinya apalagi bekerja disana kalau bukan Pak James atau Pak Afro.”
“Belum lagi sepertinya Pak James juga memberikan perlakuan istimewa kepada Ibu Cladia, kalau bukan karena punya hubungan khusus dengan Pak Ornado tidak mungkin Bu Cladia mendapat keistimewaan seperti itu.”
“Pak Ornado baru saja menikah, kok bisa-bisanya memperlakukan wanita lain dengan istimewa seperti itu,”
“Dengar-dengar dia adalah adik kandung Pak Jeremy Sanjaya, tapi percuma juga punya wajah cantik dan kaya kalau hobinya merebut suami orang, lagipula dibandingkan dengan kekayaan Grup Xanderson, perusahaan Sanjaya tidak ada apa-apanya walaupun di negara ini mereka cukup besar.”
“Betul, pasti Ibu Cladia itu orang ketiga dalam pernikahan Pak Ornado, mungkin karena Ibu Cladia makanya Pak Ornado sampai sekarang belum pernah memperkenalkan istrinya kepada orang lain. Dengar-dengar pernikahan mereka sangat sederhana, tidak banyak orang yang diundang, padahal orang sekaya Pak Ornado, harusnya pernikahannya diadakan besar-besaran,”
"Mungkin Pak Ornado sengaja tidak mau mempublikasikan istrinya karena dia berselingkuh,"
“Kasihan sekali ya istri Pak Ornado, baru menikah sudah ada orang ketiga,”
Ah, dasar mulut tukang gosip, tidak tahu apa-apa juga seenaknya bicara, Cladia membuka pintu toiletnya, otomatis 3 orang wanita yang barusan membicarakannya dengan Ornado langsung tersentak kaget dan gugup.
“Ibu…Cladia.” Cladia tersenyum manis sambil dengan sengaja memperlihatkan cincin di jari manisnya.
“Seperti Pak Ornado, status saya juga sudah menikah, bukan selingkuhan orang. Kalau saja semangat bekerja kalian sebesar semangat bergosip kalian perusahaan ini akan sangat beruntung memiliki karyawan seperti kalian,” Tanpa menunggu balasan jawaban dari mereka Cladia berjalan keluar meninggalkan kamar mandi, membuat ketiga orang itu menjadi salah tingkah dan merasa bersalah, mereka langsung sibuk saling menyalahkan satu dengan yang lainnya.
Ah, benar-benar menjengkelkan! Siapa yang jadi selingkuhan siapa? Cladia mengomel dalam hati, dengan langkah-langkah cepat dia berjalan menuju kantor Ornado, dengan cepat membuka pintu dan masuk tanpa melihat-lihat sehingga menabrak Ornado yang kebetulan mau keluar dari ruangan mencarinya karena sejak tadi Cladia belum kembali ke kantornya.
“Ah,” Cladia berteriak kaget, reflek Ornado memegang bahu Cladia yang baru saja menabraknya, menjaga keseimbangannya agar tidak jatuh, Cladia buru-buru mundur ke belakang, melepaskan diri dari tangan Ornado.
“Kenapa Cla? Kamu darimana saja? Apa ada sesuatu yang terjadi?” Cladia memegang keningnya yang sedikit sakit karena menabrak dada Ornado, sambil meringis menahan sakit Cladia mendongak memandang Ornado.
“Tidak apa-apa, benar-benar lidah tidak bertulang tapi tajamnya mengalahkan pedang,” Ornado mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Cladia.
“Ah, sudahlah, tidak perlu dibahas,” Ornado sedikit mengangkat bahunya, walaupun dia tidak mengerti apa yang dikatakan Cladia dia memilih untuk tidak bertanya.
“Al, bisakah mulai besok aku pindah ke ruangan lain?” Mata Ornado langsung menatap tajam ke arah Cladia mendengar pertanyaan itu.
“Ada apa? Apa yang barusan terjadi? Ada yang salah?” Cladia menarik nafas dalam-dalam, bagaimanapun rasanya masih jengkel mengingat dia dituduh sebagai perebut suami orang.
“Sepertinya beberapa orang salah paham dengan statusku, mereka menganggapku mendapatkan perlakuan istimewa dengan bekerja dalam satu ruangan denganmu. Ada yang berpikir aku adalah selingkuhanmu,” Mendengar penjelasan Cladia, Ornado langsung meletakkan tangan kanannya di mulutnya yang tertawa geli.
“Hanya masalah itu? Kenapa tidak kamu jelaskan ke mereka yang menuduhmu sebagai wanita idaman lain bahwa kamu memang benar istriku?” Cladia hanya menunduk sambil menelan ludah mendengar pertanyaan Ornado.
“Kalau kamu mau, dalam waktu kurang dari 5 menit aku akan adakan meeting besar untuk seluruh karyawan dan membawamu ke hadapan mereka untuk mengenalkanmu sebagai istriku, supaya mereka tidak bisa merendahkanmu lagi. Kamu tidak perlu mendengar mereka bergosip lagi tentang kamu,” Cladia langsung mendongak memandang wajah Ornado, dari tatapan matanya Cladia tahu pasti bahwa saat ini Ornado benar-benar serius dengan perkataannya, Cladia langsung menggelengkan kepalanya cepat-cepat.
“Jangan, jangan lakukan itu, aku belum siap,” Ornado menarik nafasnya, rasanya ingin sekali tangannya mengelus pipi Cladia yang memerah karena perkataannya barusan.
"Ah, kamu bilang ada sesuatu yang perlu kita bicarakan?" Cladia langsung berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Ok, lupakan perkataanku barusan, kita cari udara segar, ayo kita keluar, aku mau mengajakmu ke butik resmi kami untuk supaya kamu bisa memilih gaun untuk undangan pesta pertunangan anak dari salah satu klien kami. Besok kamu temani aku ke pesta itu,” Cladia terdiam sesaat tidak menjawab.
"Tapi Al, selama ini aku jarang ikut pesta, membuatku tidak nyaman harus bersosialisasi dengan banyak orang," Cladia mulai meremas ujung pakaiannya untuk mengurangi rasa gugupnya.
"Banyak orang sudah mendengar tentang pernikahan kita, tapi mereka belum tahu seperti apa sosok istriku. Acara pesta seperti ini sebenarnya bukannya mereka benar-benar ingin aku bergabung dalam pesta mereka, tapi mereka ingin tahu siapa dan seperti apa istriku, jangan heran kalau mereka nantinya akan mencari kesempatan untuk mendekatimu, berharap melalui kamu mereka bisa mendapat keuntungan dari Grup Xanderson." Cladia memandang Ornado, tampaknya tidak seindah yang dibayangkan banyak orang kehidupan orang sukses seperti Ornado, bahkan orang lain sibuk mencari kesempatan untuk mengusik kehidupan pribadinya demi mendapatkan keuntungan. Dunia Ornado merupakan dunia yang keras, tidak seindah kelihatannya. Banyak orang yang berusaha memanfaatkan Ornado untuk mengejar keuntungan pribadi mereka, dan bagi yang iri atau tidak suka, mereka berusaha menjatuhkannya.
"Kalau kamu tidak mau tidak apa-apa, aku akan minta James untuk mewakiliku kesana,"
"Tidak, aku akan menemanimu," Jawaban Cladia yang cepat cukup mengagetkan Ornado, Cladia mengalihkan pandangan matanya dari wajah Ornado, bagaimanapun kondisi hubungan mereka saat ini, pada kenyataannya dia adalah istri Ornado, dia hanya ingin membantu Ornado, tidak mau ke depannya Ornado jadi bahan pembicaraan orang lain, tidak mau orang mencari kelemahan Ornado melalui cerita kehidupan pribadinya.
“Aku akan cek sebentar email ku sebelum pergi,” Ornado mengangguk mendengar ucapan Cladia yang langsung berjalan ke arah notebooknya. Begitu Cladia menjauh, Ornado segera mengambil hpnya, buru-buru menuliskan pesan kepada James.
Ah, pasti ada yang sudah berani mengusik Nyonya Xanderson, James tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Ornado kepadanya.
Selidiki siapa yang berani bergosip bahwa Cladia adalah selingkuhanku, temukan segera, berikan surat peringatan atas dasar menyebarkan gosip yang dapat mengganggu kinerja karyawan lain dan mulai besok umumkan bahwa kedepannya siapapun tidak boleh mempertanyakan keputusanku sebagai CEO di perusahaan ini. Fasilitas apapun, kepada siapapun aku memberikan itu adalah hak mutlakku sebagai CEO di perusahaan ini. James mematikan layar hpnya dan langsung menuju ke ruangan HRD (Human Resource & Development).
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Susanti
cepat tanggap dan siaga dengan... itulah Ornado . 👍👍😁😁
2022-10-13
0
Nailott
benar benar mulut wanita tuksng gosip mungkin mereka udah tinngal saysng dg pekrjaannya di bumi asia,
2022-08-14
0
♈⛎♎ chann💫💫
mampir kembali ka err lanjut
2021-08-25
0