Ornado membuka pintu penghubung kamarnya perlahan begitu mendengar suara ketukan dari kamar sebelah. Ornado sedikit menaikkan alisnya karena merasa heran, tetapi senyumnya langsung mengembang melihat Cladia yang sudah berpakaian rapi berdiri di balik pintu yang baru dibukanya.
"Maaf mengganggumu Al," Cladia yang melihat kondisi Ornado masih memakai piyama langsung menundukkan kepala untuk mengurangi rasa canggungnya.
"Tidak, tidak mengganggu, tumben pagi-pagi sekali kamu sudah rapi?" Ornado buru-buru membenarkan posisi 2 kancing bagian atas piyamanya yang terbuka sambil mengamati Cladia yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
Cantik, Ornado berbisik dalam hati.
"Pagi ini aku berangkat duluan, Kak Jeremy mengajak makan pagi bersama, katanya ada yang harus dibicarakan masalah perusahaan, aku akan berangkat menggunakan mobilku sendiri, " Ornado menggerakkan sedikit kepalanya ke samping. Setelah kejadian gelas pecah , berapa lama ini Cladia selalu berangkat ke kantor bersama Ornado, karena sebenarnya lokasi perkantoran mereka searah. Walaupun selama di dalam mobil Cladia tidak pernah mengeluarkan suara, selalu duduk menjauh bagi Ornado tidak masalah selama Cladia masih mau bersama dengannya dalam satu mobil, paling tidak setiap pagi dia bisa mencuri pandang untuk menikmati keberadaan Cladia di sampingnya.
"Oke, tapi walaupun kamu pakai mobilmu sendiri, aku keberatan kalau kamu menyetir sendiri, pakai sopir yang sudah aku sediakan untukmu," Cladia menggangguk pelan, tanpa berkata-kata lagi Cladia menutup pintunya.
Dengan senyum tersipu-sipu Ornado berjalan dengan pelan ke arah kasurnya dan menghempaskan tubuhnya ke kasur dengan posisi tangannya terlentang.
Ini pertama kalinya kamu mengetuk pintu kamarku dan berinisiatif mengajakku bicara duluan, kamu membuatku seperti anak usia puber yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Bagaimana kamu bisa membuat seorang Xanderson tergila-gila kepadamu? Kamu membuatku melakukan hal yang tidak masuk akal bagi seorang Xanderson, Ornado berkata dalam hati, senyum tersipu-sipu masih tampak jelas di wajahnya.
Dengan perkembangan yang ada, aku yakin tidak lama lagi aku akan berhasil membawamu dalam pelukanku, Ornado bangkit dari tidurnya, dengan sedikit bersiul dia berjalan ke arah kamar mandi.
©©©©©©©
"Kak, bisakah Kakak mengirim orang selain aku?" Cladia memandang Jeremy dengan pandangan memohon. Jeremy hanya tersenyum mendengar permintaan Cladia, sebentar kemudian dia mengangkat bahunya.
"Menurutmu siapa yang lebih baik dari kamu untuk maju mewakili perusahaan kita untuk membicarakan kontrak kerjasama dengan Bumi Asia?" Cladia menggigit bibir bawahnya. Belum berapa lama dia bergabung dengan perusahaan Sanjaya, dia tahu dengan kemampuannya dia tidak akan mengalami kesulitan untuk menghadapi meeting besar dengan para petinggi perusahaan Bumi Asia, tapi masalahnya adalah CEO Bumi Asia yang harus dia hadapi. Bagaimanapun akan lebih baik jika dia menghadapi orang lain, tapi menghadapi Ornado Xanderson....Melakukan banyak diskusi, banyak bertukar pendapat, banyak melakukan kontak mata, bahkan akan ada banyak acara dimana mereka harus sama-sama hadir disana, rasanya akan sulit baginya.
"Apa yang kamu takutkan? Aku juga akan mendampingimu kan? lagipula apakah tidak lebih mudah menghadapi suamimu sendiri daripada orang yang belum kamu kenal?" Cladia menatap Jeremy tanpa tahu harus menolak dengan cara bagaimana. Apapun jawaban yang dia berikan untuk menolak tugas itu membuat Cladia berpikir ulang untuk mengatakannya, takut kalau hal itu justru akan membuat Jeremy mengetahui ada sesuatu yang tidak beres antara dia dan Ornado.
"Kak, apa Al tahu kalau besok yang akan Kakak ajak untuk mewakili perusahaan kita adalah aku?" Jeremy tersenyum geli mendengar pertanyaan Cladia.
"Tentu saja dia tidak tahu, kalau dia tahu pasti beberapa hari ini di tempat tidur kalian dia akan memaksamu membicarakan masalah kontrak ini. Kerjasama kali ini benar-benar akan mempengaruhi masa depan perusahaan kita, karena Ad membantu peluncuran perhiasan terbaru kita dengan menggunakan Amadea sebagai model. Kamu tahu sendiri, Amadea artis terpopuler di Itali saat ini, kalau bukan karena dia juga terikat kontrak dengan Gup Xanderson mungkin kita tidak akan mendapatkan kesempatan sebesar ini." Jeremy mendekati Cladia yang masih berdiri di seberang meja kerja Jeremy.
"Aku sengaja tidak memberitahunya, supaya di tempat tidur dia tidak mengganggumu dengan masalah pekerjaan, banyak hal yang lebih penting lainnya yang bisa kalian lakukan," Wajah Cladia langsung memerah mendengar perkataan Jeremy.
"Jadi kapan aku akan dengar kabar baik tentang calon keponakanku? Pewaris Xanderson selanjutnya?" Mata Cladia langsung membeliak, Jeremy memeluk bahu Cladia.
"Kamu masih muda, tapi Ornado sudah cukup umur dan siap untuk menjadi seorang papa, sepertinya kamu harus mulai memikirkan apa yang barusan aku katakan," Jeremy mengelus pundak Cladia lembut, sedangkan Cladia hanya terdiam.
"Ah, jangan terlalu dipikirkan, kita bahas dulu persiapan meeting kita dengan Bumi Asia." Jeremy berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba tegang, Cladia buru-buru mengangguk.
©©©©©©©
Cladia yang berdiri disamping Jeremy menarik nafas panjang sebelum memasuki gedung perkantoran Bumi Asia yang tampak megah. Dengan sigap 4 orang membukakan pintu untuk mereka.
"Selamat datang," bergegas 2 orang pria dan seorang wanita yang berpakaian rapi dan sepertinya merupakan bagian dari managemen Bumi Asia menyambut Cladia dan Jeremy, serta mengarahkan mereka ke arah lift.
"Bapak Xanderson sudah menunggu di ruang meeting," Begitu mereka keluar dari lift mereka langsung diarahkan ke sebuah pintu besar dan ketiga orang dari Bumi Asia tersebut langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Cladia dan Jeremy untuk masuk.
Ornado tampak duduk di ujung meja meeting bagian timur, di sebelah selatan tampak seorang wanita cantik dengan rambut bewarna pirang dengan mata bewarna coklat , dilihat dari wajah dan warna kulitnya, wanita itu jelas-jelas bukan orang Asia.
Apakah itu Amadea? cantik sekali, aslinya jauh lebih cantik dari yang terlihat di tv dan foto, Cladia berkata dalam hati sambil mengamati wanita cantik yang duduk tidak jauh dari Ornado.
Begitu mendengar ada suara langkah kaki orang memasuki ruangan meeting Ornado langsung mengangkat kepalanya, dia sedikit terkejut melihat siapa yang datang bersama Jeremy, berusaha untuk menahan senyum lebarnya karena dia tidak ingin orang lain sadar saat ini dadanya tiba-tiba berdegup karena melihat wanita yang sedang berjalan ke arah meja meeting bersama Jeremy. Ornado merapikan berkas yang baru dibacanya dan bangkit dari duduknya, disusul oleh wanita yang duduk tak jauh darinya.
"Silahkan, ini Nona Amadea, baru mendarat tadi pagi di Indonesia. Nona Amadea, mereka adalah perwakilan dari perusahaan Sanjaya, CEO Jeremy Sanjaya dan Ibu Cladia Sanjaya, tangan kiri Ornado menunjuk ke arah Jeremy dan Cladia, Amadea berjalan mendekati mereka.
"Senang bertemu dengan anda Bapak Sanjaya, dan Ibu Cladia," Tangan Amadea menjabat tangan Jeremy, kemudian menjabat tangan Cladia dengan hangat, sebentar matanya memandangi Cladia dari atas ke bawah sambil tersenyum, seolah sedang memastikan sesuatu tentang Cladia. Melihat gerakan tubuh Cladia yang mulai merasa jengah karena tindakan Amadea, Ornado berjalan mendekat ke arah mereka dan memegang lembut lengan Amadea.
"Jangan membuat tamu kita merasa tidak nyaman Amadea," Ornado menarik lengan Amadea dan mengajaknya menjauhi Jeremy dan Cladia.
Amadea? cara Ornado memanggil Amadea dan tindakan Ornado yang dengan santai menarik lengan Amadea mengesankan hubungan mereka cukup dekat satu dengan yang lain, bukan sekedar hubungan bisnis, apalagi Ornado memanggilnya tanpa embel-embel nona, hal itu membuat Cladia sedikit terganggu namun Cladia berusaha untuk tidak memikirkan kejadian barusan.
"Silahkan duduk, kita masih ada waktu 10 menit sebelum meeting kita mulai," Ornado mempersilahkan para tamunya untuk duduk, sebentar kemudian tampak seseorang mengetuk pintu ruang meeting, tak lama kemudian muncul James yang langsung melangkah menuju ke depan. Ornado kembali bangkit berdiri, sebentar merapikan jasnya.
"Selamat pagi semua, dalam meeting ini kita akan membahas rencana kerjasama kita, Bumi Asia dan Sanjaya Coorporation untuk peluncuran design perhiasan dan peluncuran design pakaian pesta terbaru. Nona Amadea akan di endorse langsung oleh Grup Xanderson untuk mempromosikan secara eksklusif perhiasan sekaligus design fashion terbaru yang akan diadakan 3 bulan lagi di Itali yang selanjutnya akan berlanjut diadakan promo di 5 kota besar dunia lainnya. Untuk selanjutnya secara detail rencana kerjasama kita akan dijelaskan oleh Bapak James Xanderson".
Untuk beberapa saat terbersit rasa kagum di hati Cladia melihat bagaimana sosok Ornado berdiri di depan untuk memimpin meeting. Aura wibawa kepemimpinan laki-laki itu benar-benar terasa pekat. Dengan wajah tampan dan aura menyilaukan itu, sudah berapa banyak wanita yang bertekuk lutut di hadapannya? Apa termasuk Amadea juga? Cladia yang sedari tadi memandang ke arah Ornado saat membuka meeting menjadi sedikit salah tingkah ketika pandangan mata mereka bertemu, dengan buru-buru Cladia mengalihkan pandangannya ke arah James. Ada senyum yang tersungging di sudut bibir Ornado melihat tingkah Cladia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Susanti
ada secercah harapan.. dan seperti nya Cladia mulai sedikit terpesona.. 😁😁😊😊😊..
2022-10-12
0
Alexandra Juliana
Sdh mulai ada rasa cemburu di hati Cla...🤭🤭
2022-10-10
0
Nailott
semngst ys thor novelnyw bagus
sku baru bacs ni ,my wild season1,yg season 2udsh selesai.
2022-08-14
0