Cladia hanya bisa menarik nafas panjang melihat ruang kerja yang disediakan pihak Bumi Asia selama dia bekerja di kantor mereka.
Bagaimana tidak, kemarin dia membayangkan akan ditempatkan di ruangan yang langsung digunakan bersamaan dengan asistennya dan team dari pihak Bumi Asia, kenyataannya memang asistennya dan team dari pihak Bumi Asia ditempatkan dalam satu ruangan, sedangkan dia, ditempatkan di ruang kaca yang merupakan ruang meeting pribadi CEO Bumi Asia, yang lokasinya jelas-jelas di dalam ruang kerja CEO Bumi Asia, Ornado Xanderson.
Mengetahui itu Cladia buru-buru menemui James, berusaha untuk membantunya memindahkan lokasi kerjanya.
“James, tidak bisakah kamu membantuku? Agar aku diberikan tempat kerja bersama dengan asistenku dan team dari Bumi Asia?” James terdiam sejenak, seolah-olah sedang memikirkan jalan keluar.
“Tidak bisa, aku rasa ini keputusaan terbaik, karena ada beberapa hal yang kamu perlu langsung koordinasikan dengan Ornado, dan ada hal yang lebih baik tidak didengar langsung oleh team kita sebelum team menagemen atas, kamu dan Ornado melakukan evaluasi dan memutuskan untuk di acc. Lagipula kamu perlu area yang tenang dan menjamin privasimu supaya bisa konsen dalam bekerja.” James menjelaskan alasan kenapa Cladia ditempatkan di lokasi yang dekat dengan Ornado.
“Kalau begitu adakah ruangan lain yang setidaknya tidak di dalam ruangan Ornado?” James mengernyitkan alisnya, pura-pura tidak mengerti dengan permintaan Cladia.
“Memang kenapa dengan ruangan itu? Apa kamu takut Ornado membuatmu tidak bisa konsentrasi dalam bekerja? Jangan takut, kita sudah sama-sama dewasa, kita harus bersikap profesional. Tenang saja, toh kamu tidak sendiri, sesekali aku juga akan di kantor itu,” James tersenyum, berusaha menenangkan Cladia, walaupun James tahu dengan pasti, siapa yang pada akhirnya nanti tidak akan dapat bersikap profesional dalam bekerja di ruangan itu, yang pasti bukan dia atau Cladia.
James teringat kejadian kemarin setelah meeting selesai, sejak diputuskan Cladia berkerja di kantor Bumi Asia kemaren, detik itu juga Ornado langsung memerintahkan untuk mempersiapkan ruangan itu untuk Cladia, ruangan yang selama ini hanya boleh digunakan untuk meeting pribadi Ornado.
Tapi, dengan kekuasaan Ornado, siapa yang berani menentang perintahnya? Walaupun itu tidak seperti biasanya.
Mendengar penjelasan James yang panjang lebar, akhirnya Cladia memutuskan untuk menyerah meminta James mengganti ruangan yang akan dia pakai.
“O, lebih baik sekarang kita ke ruangan team kita dulu, supaya aku bisa mengenalkanmu dengan beberapa orang perwakilan dari Bumi Asia.” James berjalan diikuti oleh Cladia.
“Pagi semua,” James langsung menyapa semua orang yang sedang sibuk bekerja di salah satu ruangan yang terletak tidak jauh dari ruangan CEO, tapi yang jelas ruangan itu benar-benar terpisah dari ruangan CEO.
Mendengar sapaan James, semua yang ada di ruangan itu segera bangkit berdiri dan membalas sapaan dari James.
“Pagi Pak James,” James langsung berjalan ke bagian depan ruangan, Cladia melirik sekilas ke para anggota rapat, ternyata selain Amalia asisten yang dibawanya, masih ada satu orang lagi yang dia kenal, Robi. Laki-laki itu langsung tersenyum melihat kedatangan Cladia di ruangan itu.
“Ok, hari ini mari kita mulai meeting kita dengan saling memeprkenalkan diri kalian, untuk beberapa waktu ke depan kita akan saling bertukar pikiran, jadi saya harap semuanya bisa kompak. Disini kita saling mendukung dan berusaha melakukan yang terbaik untuk kerjasama kita ke depan. Ok?” James menepukkan kedua telapak tangannya, kemudian mempersilahkan mereka saling memperkenalkan diri. Beberapa saat kemudian terdengar suara panggilan telpon dari hp James.
“O, ok, aku akan serahkan filenya sekarang,” James menutup telponnya, memandang ke arah Robi yang baru saja memperkenalkan diri.
“Maaf, saya harus pergi sebentar, kalian lanjutkan perkenalannya, saya akan segera kembali,” James berlari-lari kecil meninggalkan ruangan tersebut.
“Ada apa Ad? Ada sesuatu? Tidak biasanya kamu menyuruhku menyerahkan filemu, biasanya cukup dengan menyuruh Fred, sekretarismu,” James menyodorkan file yang dia bawa ke arah Ornado dan langsung sadar ada yang tidak beres melihat wajah Ornado yang tidak seperti biasanya.
“Apa Cladia sudah bertemu dengan anggota team dari kita?” James mengangguk, matanya mulai menyelidik ke wajah Ornado yang tampak kurang senang hari ini, padahal dengan kehadiran Cladia di kantor hari ini, seharusnya sepanjang hari ini suasana hati Ornado pasti baik.
“Kenapa kamu juga memilih Robi dari sekian banyak karyawan kita untuk bergabung dengan team Cladia?”
Ah, ternyata itu penyebabnya, James langsung ingat tentang peristiwa waktu wisuda beberapa waktu yang lalu. Walaupun tidak ada kata-kata Robi yang dapat diartikan bahwa laki-laki itu menyukai Cladia, tapi sebagai sama-sama pria Ornado pasti tahu dari tatapan Robi saat memandang Cladia terlihat jelas bahwa Robi benar-benar menyukai Cladia.
“Ad, Robi adalah salah satu karyawan marketing kita dengan bakat yang menonjol. Sebelum menikah dengan Cladia kamu belum pernah mengurus kantor disini, karena itu kamu belum tahu tentang kinerja Robi. Belum 3 tahun dia bergabung bersama kita, dia banyak memberikan gebrakan di bagian marketing yang cukup mengejutkan banyak orang. Kinerjanya selama satu setengah tahun terakhir ini benar-benar memacu karyawan yang lain, Setiap bulan selama satu setengah tahun ini belum pernah dia melewatkan targetnya. Performanya perlu diacungkan jempol,” Ornado memandang tajam ke arah James mendengar James mempromosikan Robi seperti itu.
“Aku CEO dari perusahaan ini, yang sudah menghasilkan omzet trilyunan karena keputusan-keputusanku, dan dalam kepemimpinanku selama ini tidak ada proyek yang merugi,” James menatap ke arah wajah Ornado yang biasanya tidak pernah memamerkan kemampuan dan kekayaannya di hadapannya.
“Apa yang kamu takutkan? Jangan-jangan kamu berpikir dia akan merebut Cladia darimu? Yang benar saja Ad,” James tertawa, Ornado melotot mendengar perkataan James, James buru-buru menghentikan tawanya menyadari tatapan tajam dari Ornado, bagaimanapun James hafal betul dengan karakter saudara sepupunya yang satu ini setelah 15 tahun bergaul dengannya, pandangan matanya barusan bukan main-main, kalau dia tetap menentangnya, dia tahu ada resiko besar yang harus ditanggungnya.
“Ad, aku belum lama mengenal Cladia, tapi melihat dari karakternya, dia bukan orang yang gampang dirayu dan gampang jatuh cinta dengan sembarang orang. Apalagi sekarang dia adalah istrimu, aku pikir tidak akan ada orang bodoh yang nekat, berani merebut istri dari Ornado Xanderson. Tenang saja, selamanya dia akan tetap jadi milikmu,” James menepuk bahu Ornado berusaha memadamkan pandangan tajam Ornado.
“Memang siapa yang berani berbuat begitu? Aku cuma takut Cladia merasa tidak nyaman bekerja dengan Robi,” Sejujurnya James ingin tertawa mendengar alasan dari Ornado tapi ditahannya, dia belum mau mati sekarang.
“Setahuku Robi dan Cladia kuliah di kampus yang sama, ikatan almamater kadang membuat kita lebih nyaman dan aku rasa Cladia juga akan bersikap profesional, percayalah, aku memberikan team yang terbaik dari kita untuk memastikan kesuksesan kerjasama ini,” Ornado sedikit memalingkan mukanya ke samping, menghindari tatapan James, yang walaupun dengan bibir nya yang tidak tertawa, Ornado sadar saat ini pasti James sedang menertawakannya dalam hati karena sikap posesifnya terhadap Cladia.
“Ehm, apakah kamu sudah mengajak Cladia bekerja di ruang meeting kantorku?” Ornado segera mengalihkan pembicaraan.
“Karena telponmu tadi aku meninggalkan dia di ruang team kita supaya mereka bisa saling mengenal satu sama lain,” Badan Ornado segera bergerak ke samping, kakinya melangkah lebar bersiap untuk sedikit berlari, dengan sigap James mencekal lengan Ornado.
“Tenang Ad. Please, kendalikan dirimu. Aku akan kesana sekarang dan mengantar Nyonya Xanderson ke ruanganmu, ok?” Ornado menarik nafas panjang dan melepaskan cekalan tangan James, tanpa berkata apa-apa dia membalikkan badan berjalan menuju arah yang berlawanan dengan James.
Ah, Cladia Sanjaya. Benar-benar wanita hebat, bisa menundukkan Ornado hanya dengan menyebutkan namanya saja dan dalam sekejap bisa membuat seorang Ornado Xanderson menjadi seperti orang bodoh.
James berkata dalam hati sambil tersenyum.
Cladia meletakkan tas yang dibawanya ke atas meja sambil memperhatikan sekelilingnya, setelah mengantarnya ke ruangan itu James segera pergi meninggalkannya sendiri. Cladia memandang sebuah kursi kosong di belakang sebuah meja besar di ruangan sebelah tempat sekarang dia berada, dan bisa ditebak, itu pasti adalah kursi yang biasanya dipakai Ornado.
Untung saja dia tidak disini, jadi aku bisa bekerja dengan tenang.
Cladia berbisik dalam hati, dan langsung mengambil posisi duduk dan membuka notebooknya.
Dalam beberapa saat Cladia bisa bekerja dengan tenang sampai dia merasa ada sepasang mata yang mengawasinya. Cladia mengangkat wajahnya dan mengalihkan pandangannya dari notebooknya.
Mata Cladia langsung bertabrakan dengan mata Ornado yang ternyata sudah duduk di kursi kerjanya dengan posisi kedua tangannya yang ada di atas meja menopang dagunya, entah untuk berapa lama dia sudah ada disitu mengawasinya.
Ornado sendiri sebenarnya, saat Cladia masuk ke ruangannya dia sedang ada di kamar mandi kantornya, saat dia keluar dari kamar mandi dia sudah melihat Cladia yang begitu konsen dengan notebooknya sehingga tidak mendengar langkah-langkah kakinya yang berjalan mendekati meja kerjanya.
Awalnya dia berencana mendekati Cladia, tapi akhirnya dia memilih untuk duduk di kursinya sambil memandangi Cladia yang ada di ruang meeting kantornya yang hanya dipisahkan olah kaca.
Ornado langsung tersenyum begitu mata mereka bertemu, dan langsung bangkit dari duduknya, berjalan ke arah Cladia.
Ah, kenapa juga dia kesini, Cladia berkata dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.
“James bilang dia sudah mengenalkanmu dengan anggota team kami,”Cladia hanya menjawab dengan anggukan mendengar pertanyaan Ornado, Ornado yang berdiri di belakang Cladia yang sedang duduk di depan notebooknya sedikit membungkukkan badannya untuk melihat apa yang ada di layar notebook Cladia.
“Apakah ini rancangan gelang yang akan dipamerkan?” Tangan kanan Ornado menunjuk ke arah layar notebook.
“Iya, Niela yang merancangnya, dia salah satu designer andalan perusahaan kami.”
“Cantik, biar aku lihat design kalung yang menjadi pasangan gelang ini,” Ornado menggerakkan badannya ke depan untuk lebih membungkuk, tangan kirinya menopang di atas meja, sedang tangan kanannya langsung bergerak memegang kursor notebook di depan Cladia, menggeser posisi gambar-gambar didalam layar notebook, membuat posisi Cladia seolah-olah dalam pelukan Ornado.
Walaupun tubuh mereka tidak bersentuhan tapi posisi mereka yang begitu dekat membuat jantung Cladia berdetak keras, untuk sementara waktu Cladia hanya bisa diam tidak bergerak sedikitpun untuk menghindari tubuh mereka bersentuhan.
Cladia bisa mencium dengan jelas wangi parfum dari tubuh Ornado. Kondisi sedekat itu dengan Ornado, yang bisa diingatnya adalah waktu Ornado mencium keningnya di pernikahan mereka, tapi….., Cladia bergidik ketika mengingat bahwa mereka pernah lebih dekat daripada sekedar ciuman di kening. Walaupun saat itu Cladia tidak dapat mengingatnya karena dalam pengaruh obat tidur, membayangkan apa yang pernah terjadi malam itu, saat Ornado menjadikan dia sebagai miliknya seutuhnya, hal itu spontan membuat keringat dingin mulai membasahi kening Cladia.
Ornado melirik sekilas ke arah wajah Cladia yang mulai menegang, buru-buru Ornado memaksa badannya untuk menjauhi Cladia, walaupun dalam hati sebenarnya dia masih mau berlama-lama dalam posisi itu, bisa menghirup bau wangi rambut dan tubuh Cladia, mendengar suara nafasnya yang lembut di dekat telinganya, yang seolah-olah menjadi obat penenang bagi Ornado.
“Cantik, aku paling suka dengan design yang menampilkan bentuk bulu merak ini, terkesan mewah dan eksotis,” Cladia sedikit menarik nafasnya lega setelah Ornado sedikit menjauh darinya.
“Ok, aku tidak akan mengganggumu lagi, lanjutkan pekerjaanmu,” Ornado berjalan menjauh, tapi baru tiga langkah, Ornado berhenti dan membalikkan badannya, memandang ke arah Cladia.
“Cla, apa kamu yakin tidak ingin mendaftar sebagai salah satu model untuk menampilkan design itu? Sepertinya dengan kecantikan dan bentuk tubuhmu kamu tidak akan kalah dengan model profesional,” Cladia melotot mendengar candaan Ornado yang sedikit tertawa geli setelah mengatakan hal itu.
“Tenang saja, tentu saja aku tidak rela istriku dengan pakaian pesta dan perhiasan cantiknya dijadikan tontonan bagi banyak orang,” Ornado langsung berbalik dan berjalan kembali menuju ke kursi kerjanya, tanpa memperdulikan wajah Cladia yang merah padam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Eko Arini
sweet dan sabarnya luar biasa ad ini
2022-05-02
0
Yenny Fransisca
duhh..pengen meluk tp ga bisa..hrs sabar tahan diri terus ornado..😝😁...itu rasa gimanaaaaa gitu...😝🤣😁
2021-07-16
3
💕 Pengembara Cinta💕
bang Ad lovee u very muchh😍😍😍
2021-02-03
1