PAGI PERTAMA DI RUMAH BARU

“Oooo, rupanya pengantin baru kita tidak bangun kesiangan?” Dengan santai Ola berkata sambil berjalan ke arah meja makan, Cladia memilih tidak ambil perduli dengan suara yang baru dia dengar.

“Masih pengantin baru, tapi aku dengar gosip dari pelayan kok kalian sudah pisah ranjang pagi tadi? Hanya sekedar gosip atau fakta Ad?” Ornado langsung menatap wajah Ola dengan tatapan tajam, menunjukkan rasa tidak sukanya, sedang Cladia langsung bangkit berdiri sambil mengangkat piringnya.

“Permisi, lebih baik aku makan di kamar, tidak terbiasa makan sambil ditemani suara sumbang burung berkicau. Sakit di telinga,” Dengan santai Cladia berjalan meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya, mata Ola langsung terbeliak mendengar perkataan Cladia.

“Kamu…!” Ola berteriak dengan wajah merah padam, dia langsung membanting serbet di tangannya dan membatalkan niatnya untuk makan.

Ornado dan Tante Ema tersenyum melihat kejadian itu. Paling tidak hati Ornado merasa lebih tenang, dengan kejadian itu dia yakin Cladia akan mampu menangani Ola.

Dia cukup tangguh.

Ornado berkata dalam hati sambil tersenyum, melanjutkan makan paginya, seolah-olah barusan tidak terjadi apa-apa.

“Ad, sebenarnya apa benar kalian pisah kamar?” Tante Ema berkata pelan setelah yakin tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.

“Iya tante, dia masih marah padaku gara-gara kejadian semalam,” Tante Ema mengernyitkan dahinya.

“Marah? Kamu bersikap kasar padanya?” Ornado langsung mengangkat wajahnya mendengar pertanyaan tantenya, dan langsung meletakkan sendok garpu dan pisau di tangannya, menghentikan makannya.

“Kasar? Yang benar saja tante, bagaimana mungkin aku bertindak kasar kepada bunga mawarku?” Ornado memasang senyum menggoda di wajahnya, membuat Tante Ema tertawa terkikik.

“Lalu kenapa dia marah?” Ornado sedikit mengernyit dahinya dan menaikkan alis kanannya.

“Itu juga yang jadi pertanyaanku tante, okelah anggap dia melupakan aku karena sudah lama berpisah, dia belum bisa mencintaiku, tapi….. aku tidak bisa menjelaskan, aku merasa ada yang aneh dengan Cladia. Sejak kami bertemu hampir 4 bulan lalu, dia seperti benar-benar menjaga jarak denganku, seperti aku ini orang yang mengerikan. Padahal dalam ingatanku, aku tidak pernah sekalipun melakukan hal yang buruk kepadanya,” Ornado sekilas menggigit bibir bawahnya, berusaha mengingat-ingat dan menemukan jawaban dari pertanyaannya sendiri.

“Bahkan aku ingat dengan pasti, sejak bertemu lagi dengannya, baru kemarin di hari pernikahan kami aku menyentuh tangannya, itu pun aku bisa dengan jelas melihat dia tidak nyaman, sepertinya dia takut padaku.” Tante Ema menopangkan dagunya pada kedua tangannya, mencoba mencerna kata-kata Ornado.

“Lalu apa rencanamu selanjutnya?” Ornado kembali meraih pisau dan garpunya untuk melanjutkan makannya.

“Aku akan cari info ke Jeremy, dia pasti lebih banyak tahu dibanding aku, tadi pagi aku sudah minta waktunya untuk kami bertemu setelah makan pagi. Aku khawatir kejadian 5 tahun lalu masih mempengaruhi Cladia,” Tante Ema menghela nafas panjang.

Cerita tentang apa yang menimpa teman Cladia 5 tahun lalu Tante Ema sedikit banyak juga sudah mendengar dari Ornado.

“Kalau mendengar cerita dari Jeremy 5 tahun lalu, itu benar-benar masa-masa yang sulit buat Cladia, kasihan sekali,” Tante Ema menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tante, aku minta tolong agar masalah ini tidak ada seorangpun yang tahu, termasuk Cladia, kejadian 5 tahun lalu tidak perlu Cladia tahu bahwa aku juga tahu, bahkan aku yang mengirim orang mencari Edo yang sempat melarikan diri ke Belanda, dan aku sengaja mengatur agar hakim memberikan hukum yang seberat-beratnya pada Edo,” Tanpa sadar Ornado menggenggam pisau di tangan kanannya dengan erat. Andaikata saat itu dia sendiri yang menangkap Edo, bisa dipastikan laki-laki itu akan mendapat banyak hadiah patah tulang darinya.

“Aku menyesal sekali 5 tahun lalu aku tidak bisa menemani Cladia menjalani masa-masa sulitnya, tapi memang saat itu kondisi papa yang kritis di rumah sakit tidak memungkinkan untuk aku pergi meninggalkan Italia,” Tante Ema meraih tangan Ornado, menepuk-nepuknya dengan lembut.

“Kamu sudah melakukan yang terbaik yang kamu bisa Ad, yang penting sekarang kamu sudah memiliki Cladia, gadis impianmu, dulunya aku sempat khawatir padamu, karena tidak ada satupun gadis yang kamu dekati, seolah-olah kamu tidak memiliki ketertarikan dengan gadis,” Mata Ornado membeliak mendengar perkataan tantenya, tidak menyangka tantenya sempat berpikir aneh tentang dia.

“Yang benar saja tante, aku laki-laki normal, benar-benar normal." Tante Ema tertawa mendengar Ornado menekankan kata-kata normal.

“Dan aku sudah membuktikannya semalam,” Tawa Tante Ema langsung meledak mendengar bisikan Ornado.

“Aku ke atas dulu tante,” Ornado bangkit berdiri, mendekati tantenya, kedua tangannya menyentuh bahu tantenya, mengelusnya dengan lembut dan mencium puncak kepala wanita itu.

Wanita itu sejak 15 tahun lalu memutuskan untuk merawatnya, bagi Ornado Tante Ema sudah seperti mamanya sendiri.

Banyak pengorbanan yang sudah dilakukan tante Ema untuknya, termasuk keputusannya untuk tidak mau menikah demi merawat Ornado.

Tangan kanan Tante Ema meraih tangan Ornado yang masih di bahunya dan menepuk-nepuknya lembut.

“Nanti makan malam kita bertemu lagi tante,” Ornado berkata sambil melangkahkan kakinya ke arah tangga.

©©©©©©©

“Cla,” Ornado mengetuk pintu penghubung kamarnya dengan kamar yang saat ini ditempati Cladia. Dia sengaja tidak mau mengetuk pintu kamar bagian depan, untuk menghindari rumor tambahan  yang disebarkan para pelayan.

“Ada perlu apa?” Cladia membuka pintu, namun hanya seperempatnya saja, seolah dengan tegas memberi tanda pada Ornado agar Ornado tidak melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar.

“Mendadak aku harus keluar menemui seseorang, siang nanti aku tidak bisa menemanimu makan, makan malam nanti kita bertemu di meja makan,” Cladia hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara, karena kalau boleh jujur dia justru merasa senang Ornado baru kembali nanti malam,dengan begitu dia tidak perlu harus terus berakting menjadi istri yang baik bagi Ornado di depan banyak orang.

“Kalau siang nanti kamu butuh ditemani, kamu bisa mencari Tante Ema, sebisa mungkin kamu hindari Ola dan Tante Yati. Ada baiknya kamu keluar masuk kamar melalui pintu kamar kita, supaya orang tidak menyebarkan gosip yang tidak-tidak.” Cladia menengadahkan wajahnya menatap wajah Ornado.

Perbedaan tinggi badan mereka yang lebih dari 12 cm membuat Cladia harus sedikit mendongak saat berbicara dengan Ornado.

Jujur saja Cladia kurang senang dengan perkataan Ornado terakhir, tapi pada akhirnya Cladia harus mengakui bahwa apa yang dikatakan Ornado ada benarnya.

“Kalau sudah cukup bicaranya, aku tutup pintunya,” Tanpa menunggu jawaban dari Ornado, Cladia langsung menutup pintu di depannya dan menguncinya, tapi sebentar kemudian langsung terdengar suara ketukan lagi.

Dengan sedikit gemas Cladia membuka lagi pintu di depannya.

“Ada apalagi?” Dengan ogah-ogahan Cladia memandang Ornado.

“Kenapa pintunya kamu kunci?” Cladia membeliakkan matanya, menunjukkan rasa jengkel dengan pertanyaan Ornado.

“Supaya kamu tidak sembarangan masuk lagi,” Dengan ketus Cladia menjawab pertanyaan Ornado.

“Ooo, karena itu ya? Kalau begitu kunci saja, semua pintu ruangan di rumah ini, aku punya cadangannya kok,” Tanpa menunggu reaksi Cladia yang dapat dipastikan dipenuhi amarah, Ornado langsung berjalan dengan cepat keluar kamar dengan wajah menahan tawa.

Dengan bergegas setelah Ornado pergi Cladia membuka satu persatu semua laci meja dan lemari, sibuk mencari kunci cadangan yang dikatakan Ornado barusan, sampai tidak menyadari Ola sudah berdiri di depan pintu kamar dengan satu tangannya berkacak pinggang.

“Hei! Apa yang kamu lakukan? Mencuri ya?” Reflek Cladia memandang Ola dan menghentikan kesibukannya, menarik nafas sebentar dan menegakkan badannya menghadap Ola.

“Mencuri? Bukannya aku yang harusnya bertanya kenapa kamu ke kamar kami?” Mata Ola membeliak mendapat serangan balik dari Cladia.

“Kamar kalian? Ini kamar Ornado!” Cladia berjalan mendekati Ola yang masih berdiri di dekat pintu.

“Ooo, sepertinya kamu lupa siapa Ornado. Ornado suamiku, jadi kamar ini juga kamarku, adalah sesuatu yang aneh kalau aku mengambil sesuatu dari kamarku sendiri tapi dibilang mencuri,” Cladia berkata sambil menahan untuk tidak menelan ludahnya, karena baginya menyebut Ornado sebagai suaminya, benar-benar membuatnya merasa bersalah pada Ornado, seolah hanya memanfaatkan nama itu, mengakuinya sebagai suami saat dia dalam kondisi terjepit saja.

“Suami? Kamu yakin kamu menganggap Ornado sebagai suamimu? Dengar ya! Aku akan membuktikan bahwa kamu tidak mencintai Ornado, bahwa kamu hanya memanfaatkannya saja, aku tidak tahu apa niatmu sampai kamu mau menikah dengan Ornado, tapi aku akan membuat dia pergi dari kamu! Karena cuma aku yang pantas menjadi Nyonya Xanderson!” Ola mengarahkan telunjuknya ke arah Cladia, dan langsung berbalik pergi setelah selesai mengucapkan ancamannya.

Cladia buru-buru menutup pintu kamarnya setelah Ola pergi, dengan langkah gontai dia berjalan ke arah jendela, dibukanya tirai jendela kamar Ornado, matanya langsung terbeliak.

Dari jendela itu Cladia dapat melihat pemandangan taman di bawah, penuh dengan bunga mawar beraneka warna yang disusun rapi. Di bagian utara ada mawar putih disusun berbentuk bulan sabit, di sebelah barat mawar merah muda disusun berbentuk lingkaran, di sebelah timur mawar bewarna peach membentuk segienam, di sebelah selatan mawar oranye dengan bentuk bintang, tepat di bagian tengah bunga mawar yang bewarna merah tertanam rapi, disusun sehingga membentuk hati, di tengah bagian mawar merah yang berbentuk hati ada mawar kuning disusun rapi membentuk huruf C, dan Cladia dapat memastikan huruf C itu dimasudkan untuk menyebutkan dirinya.

Tanpa disadarinya, air mata Cladia menetes.

“Maaf Al, maaf…..” Cladia berkata lirih.

“Tapi aku benar-benar tidak bisa Al…. Aku takut……takut sekali....” Cladia berbisik pelan, telapak tangan kanannya menyentuh kaca di depannya.

Terpopuler

Comments

Susanti

Susanti

semoga Cladia bisa segera sembuh dari trauma nya... 😢

2022-10-11

0

Fatmawati Wati

Fatmawati Wati

smg kamu lekas sembuh cla n sadar bhw al sgt menyayangimu 😍

2022-01-26

1

Ririn Satkwantono

Ririn Satkwantono

pintar jg s Al..... mncuri MP... klo gk dia lakukan mlm itu... pasti gk akan dapat MP.... lha cladia kn pasti gk mau, klo dia dlm keadaan sadar... tp skrg mlh dijauhi deh... semangat.bc lg😁😁

2021-07-14

1

lihat semua
Episodes
1 BERUSAHA MELARIKAN DIRI
2 CALON SUAMI YANG TELAH DITETAPKAN
3 H - 7
4 HARI PERNIKAHAN (1)
5 HARI PERNIKAHAN (2)
6 PULANG KE RUMAH BARU
7 RENCANA CLADIA YANG GAGAL
8 JADILAH MILIKKU SEUTUHNYA
9 PAGI PERTAMA DI RUMAH BARU
10 TRAUMA MASA LALU
11 BERUSAHA MENYEMBUHKANMU
12 GADIS PILIHANKU
13 BERUSAHA MENGHANCURKANMU
14 KERJASAMA BUMI ASIA DAN SANJAYA
15 MENJADI PERWAKILAN SANJAYA
16 KUNJUNGAN ALBERTO
17 SEKANTOR
18 MENGHARAPKAN KESEMPATAN
19 GOSIP
20 MENYUSULMU
21 SELALU INGIN DEKAT DENGANMU
22 MENGHADIRI PESTA DENGANMU
23 SESEORANG YANG MENGERIKAN
24 TEMANI AKU MALAM INI
25 MULAI MENCARIMU
26 MERINDUKANMU
27 INGIN SELALU BERSAMAMU
28 PERTANDINGAN RENANG
29 YO TE AMO
30 TRUE OR FALSE
31 SESUATU YANG ANEH PADAKU
32 BERTEMU SAHABAT LAMA
33 HAMIL
34 BELAJAR MENCINTAIMU
35 KEBIASAAN BARU (1)
36 KEBIASAAN BARU (2)
37 PERCAYA PENUH
38 PERTEMUAN KEMBALI
39 INGIN MENCOBA
40 LELANG
41 PASAR MALAM
42 MIMPI BURUK
43 AJAKAN KE ITALIA
44 MAKAN SIANG KELUARGA
45 PERTEMUAN DENGAN JAMES
46 RENCANA UNTUK ULANG TAHUN ORNADO
47 PERTEMUAN DENGAN LAUTAN GEMILANG
48 JAUH DARIMU
49 STUDIO TARI PRIBADI
50 MENCOBA BERDANSA DENGANMU
51 PESTA KEJUTAN UNTUK ORNADO
52 MENGAKUI IKATAN YANG ADA
53 MULAI NYAMAN DALAM PELUKANMU
54 SEBUAH CIUMAN UNTUK ORNADO
55 INGATAN YANG MENGUSIK HATI
56 ISTI (IKATAN SUAMI TERGILA-GILA ISTRI)
57 PESTA BARBEQUE
58 BERHARAP KECURIGAAN ITU BENAR
59 MENGUNJUNGI RUMAH SAKIT LAUREL
60 POSSO AMARTI AL?
61 MENIKMATI KEBERADAANMU
62 UNDANGAN REUNI SMP
63 AJAKAN ROBI UNTUK BERTEMU
64 KEMBALI KE KANTOR BUMI ASIA
65 AJAK AKU KE ITALIA
66 MENIKMATI WAKTU BERSAMA SAHABAT
67 MENIKMATI LANGIT ITALIA BERSAMAMU
68 MAKAN BERSAMA DI ROMA
69 MANSION KELUARGA XANDERSON
70 FANS BERAT CLADIA
71 PERSIAPAN PESTA
72 YOU LOOK SO BEAUTIFUL IN WHITE
73 WAWANCARA DENGAN ORNADO
74 BISAKAH KITA MENCOBANYA MALAM INI?
75 SATU SATUNYA PRIA YANG AKU INGINKAN
76 BERWISATA DENGANMU
77 VENESIA KOTA ROMANTIS
78 JEMBATAN BRIDE OF SIGHS
79 PERUBAHAN TEMPAT REUNI
80 REUNI
81 JEBAKAN PUTRI
82 CLADIA MENGHILANG
83 ROBI DAN OLA
84 PENGORBANAN ORNADO
85 PERMINTAAN MAAF AMALIA
86 BIARKAN WAKTU BERHENTI SESAAT
87 INGIN SEGERA PULANG
88 MELEPASKAN MAAF
89 TAMU TAK DIUNDANG
90 BALAS DENDAM EDI
91 MENANTIMU BANGUN KEMBALI
92 INGATAN YANG HILANG
93 BERUSAHA MENGINGATMU
94 BERUSAHA MEMBUATMU TERINGAT KEMBALI
95 APAPUN, ASAL KAMU BAHAGIA
96 PRIA DALAM MIMPI
97 UNDANGAN DARI LAUREL
98 SERPIHAN INGATAN
99 INGATAN YANG KEMBALI
100 TAKDIRMU ADALAH DI SISIKU
101 PENGUMUMAN
102 INFO NOVEL BARU
103 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BERUSAHA MELARIKAN DIRI
2
CALON SUAMI YANG TELAH DITETAPKAN
3
H - 7
4
HARI PERNIKAHAN (1)
5
HARI PERNIKAHAN (2)
6
PULANG KE RUMAH BARU
7
RENCANA CLADIA YANG GAGAL
8
JADILAH MILIKKU SEUTUHNYA
9
PAGI PERTAMA DI RUMAH BARU
10
TRAUMA MASA LALU
11
BERUSAHA MENYEMBUHKANMU
12
GADIS PILIHANKU
13
BERUSAHA MENGHANCURKANMU
14
KERJASAMA BUMI ASIA DAN SANJAYA
15
MENJADI PERWAKILAN SANJAYA
16
KUNJUNGAN ALBERTO
17
SEKANTOR
18
MENGHARAPKAN KESEMPATAN
19
GOSIP
20
MENYUSULMU
21
SELALU INGIN DEKAT DENGANMU
22
MENGHADIRI PESTA DENGANMU
23
SESEORANG YANG MENGERIKAN
24
TEMANI AKU MALAM INI
25
MULAI MENCARIMU
26
MERINDUKANMU
27
INGIN SELALU BERSAMAMU
28
PERTANDINGAN RENANG
29
YO TE AMO
30
TRUE OR FALSE
31
SESUATU YANG ANEH PADAKU
32
BERTEMU SAHABAT LAMA
33
HAMIL
34
BELAJAR MENCINTAIMU
35
KEBIASAAN BARU (1)
36
KEBIASAAN BARU (2)
37
PERCAYA PENUH
38
PERTEMUAN KEMBALI
39
INGIN MENCOBA
40
LELANG
41
PASAR MALAM
42
MIMPI BURUK
43
AJAKAN KE ITALIA
44
MAKAN SIANG KELUARGA
45
PERTEMUAN DENGAN JAMES
46
RENCANA UNTUK ULANG TAHUN ORNADO
47
PERTEMUAN DENGAN LAUTAN GEMILANG
48
JAUH DARIMU
49
STUDIO TARI PRIBADI
50
MENCOBA BERDANSA DENGANMU
51
PESTA KEJUTAN UNTUK ORNADO
52
MENGAKUI IKATAN YANG ADA
53
MULAI NYAMAN DALAM PELUKANMU
54
SEBUAH CIUMAN UNTUK ORNADO
55
INGATAN YANG MENGUSIK HATI
56
ISTI (IKATAN SUAMI TERGILA-GILA ISTRI)
57
PESTA BARBEQUE
58
BERHARAP KECURIGAAN ITU BENAR
59
MENGUNJUNGI RUMAH SAKIT LAUREL
60
POSSO AMARTI AL?
61
MENIKMATI KEBERADAANMU
62
UNDANGAN REUNI SMP
63
AJAKAN ROBI UNTUK BERTEMU
64
KEMBALI KE KANTOR BUMI ASIA
65
AJAK AKU KE ITALIA
66
MENIKMATI WAKTU BERSAMA SAHABAT
67
MENIKMATI LANGIT ITALIA BERSAMAMU
68
MAKAN BERSAMA DI ROMA
69
MANSION KELUARGA XANDERSON
70
FANS BERAT CLADIA
71
PERSIAPAN PESTA
72
YOU LOOK SO BEAUTIFUL IN WHITE
73
WAWANCARA DENGAN ORNADO
74
BISAKAH KITA MENCOBANYA MALAM INI?
75
SATU SATUNYA PRIA YANG AKU INGINKAN
76
BERWISATA DENGANMU
77
VENESIA KOTA ROMANTIS
78
JEMBATAN BRIDE OF SIGHS
79
PERUBAHAN TEMPAT REUNI
80
REUNI
81
JEBAKAN PUTRI
82
CLADIA MENGHILANG
83
ROBI DAN OLA
84
PENGORBANAN ORNADO
85
PERMINTAAN MAAF AMALIA
86
BIARKAN WAKTU BERHENTI SESAAT
87
INGIN SEGERA PULANG
88
MELEPASKAN MAAF
89
TAMU TAK DIUNDANG
90
BALAS DENDAM EDI
91
MENANTIMU BANGUN KEMBALI
92
INGATAN YANG HILANG
93
BERUSAHA MENGINGATMU
94
BERUSAHA MEMBUATMU TERINGAT KEMBALI
95
APAPUN, ASAL KAMU BAHAGIA
96
PRIA DALAM MIMPI
97
UNDANGAN DARI LAUREL
98
SERPIHAN INGATAN
99
INGATAN YANG KEMBALI
100
TAKDIRMU ADALAH DI SISIKU
101
PENGUMUMAN
102
INFO NOVEL BARU
103
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!