"Cla, kamu kenapa?" Tante Ema mendekati Cladia dan memeluk tubuhnya, dengan matanya Tante Ema memberi isyarat pada Ornado untuk meninggalkan mereka berdua.
"Tante, aku takut sekali, kenapa Al melakukan ini padaku tante?" Tante Ema mengelus rambut Cladia lembut.
"Ad tidak akan pernah menyakitimu Cladia, dia sangat mencintaimu, sangat...., bahkan lebih dari yang dapat kamu bayangkan," Cladia menatap wajah Tante Ema dengan wajah sedih.
"Tidak! Tidak benar tante, Al mau menyakitiku seperti laki-laki itu, laki-laki jahat itu tante!" Cladia berkata dengan masih terisak-isak.
"Tenang Cla, Ad sudah pergi, lebih baik mau tidur, tante akan menemanimu disini," Tante Ema membetulkan posisi bantal, membantu Cladia untuk kembali pada posisi tidur.
Bodoh, kenapa aku tidak dapat menahan diriku, Ornado memaki dirinya sendiri dalam hati.
Ornado menyandarkan badannya di dinding kamarnya, dekat dengan pintu penghubung kamar mereka, tangan kanannya memegang dahinya. Dari perkataan Cladia yang barusan dia dengar, saat ini dia benar-benar menyesali apa yang barusan dia lakukan. Andai saja dia bisa menahan dirinya, Cladia tidak akan mengalami hal buruk seperti ini.
©©©©©©©
"Ad...." Suara lembut Tante Ema membangunkan Ornado dari lamunannya, Ornado yang berdiri menatap keluar jendela kamarnya dengan tangan terlipat kedepan menoleh memandang tantenya.
"Bagaimana dengan Cladia tante?" Tante Ema berjalan mendekati Ornado, matanya ikut memandang keluar jendela, terlihat lampu-lampu taman yang menerangi taman mawar, lampu-lampu yang berjajar rapi di sepanjang jalanan setapak di taman. Pemandangan yang indah, tapi Tante Ema tahu keindahan pemandangan itu tidak akan bisa menghibur Ornado saat ini.
"Dia sudah tidur kembali, kenapa kamu belum tidur Ad?" Ornado menundukkan kepalanya menggerakkan kedua tangannya ke saku celana kerjanya yang sedari tadi belum sempat digantinya.
"Bagaimana aku bisa tidur melihat keadaan Cladia seperti itu tante?" Tante Ema memegang bahu Ornado lembut.
"Aku benar-benar bodoh, tidak berpikir panjang, tapi aku....." Ornado terdiam sesaat.
"Aku benar-benar hanya ingin dia selalu ada di sampingku, aku ingin...." Ornado mendongakkan kepalanya sambil memejamkan matanya, matanya terasa lembab, tapi dia buru-buru menarik nafas dalam-dalam, membuka matanya kembali dan memandang keluar jendela lagi, menahan agar matanya tidak mengkhianatinya dengan mengeluarkan airmata.
"Apa cintaku salah? Aku mencintainya tante, terlalu mencintainya, apa yang akan terjadi padaku kalau aku kehilangan dia tante, bagaimana aku menjalani hidupku tanpa dia?" Ornado kembali memejamkan matanya. Tante Ema memandang sedih ke arah Ornado. Seorang Ornado Xanderson, siapa yang tidak kenal nama ini di dunia bisnis internasional? Kalau dia mau apapun yang dia inginkan di dunia ini tidak ada orang yang dapat merebutnya darinya, pria tampan dengan harta berlimpah, pria yang dihormati dan dikagumi karena kesuksesannya, salah satu orang penting dengan usahanya yang berperan besar menggerakkan perekonomian dunia, impian bagi banyak wanita, musuh bagi para pria yang iri pada kesuksesannya, tapi yang dilihatnya saat ini hanya seorang pria putus asa yang merasa tidak mampu melakukan apa-apa saat wanita yang dicintainya menderita. Wanita yang merupakan dunianya.
"Ini semua bukan salahmu, kamu sudah berusaha menjaga Cladia dengan baik. Kalau bukan karena Ola dan Yati, ini tidak akan terjadi."
"Tidurlah Ad, bukan hanya Cladia, kamu juga butuh istirahat, aku akan menemani Cladia untuk berapa sementara ini," Ornado membiarkan Tante Ema kembali ke kamar Cladia, sedang dia sendiri berjalan ke arah kasurnya, merebahkan badannya yang serasa tidak bertenaga. Matanya berkeliling memandangi seluruh sudut kamarnya.
Kamar ini, didesign khusus untuk menyenangkanmu, aku mendatangkan arsitek terbaik dari Itali, seharusnya kamar ini tidak membuatmu ketakutan, Ornado berkata dalam hatinya, menarik nafas panjang dan menarik selimutnya.
"Selamat malam Cladia, semoga mimpi indah," Ornado bergumam lirih dan memejamkan matanya, berusaha untuk menenangkan hatinya dan tidur.
©©©©©©©
"Aku harus bicara denganmu Ad!" Ola berlari mengejar Ornado yang berjalan memasuki ruang kerjanya.
"Ad!" Ola meraih tangan kanan Ornado, Ornado segera membalikkan badannya, tangan kirinya segera bergerak melepaskan tangan Ola dari tangan kanannya.
"Kamu sudah tahu sejak awal kalau bukan karena papa aku tidak akan membantumu. Sesuai perjanjian awal, begitu rumahmu yang diberikan papa selesai kamu harus segera meninggalkan rumahku. Dan besok lusa adalah deadline nya, tapi aku mau besok kamu sudah meninggalkan rumah ini. Aku sudah cek ke bagian developer, mereka sudah siap," Mata Ola menatap Ornado, berusaha mencari cara bagaimana mengubah keputusan Ornado.
Rumah mewah dan usaha cafe? Huh, kamu pikir aku akan puas dengan hanya mendapatkan itu? Kalau aku mendapatkanmu, bukan hanya itu yang akan kudapatkan, semua kekayaan, semua fasilitas mewah milik Grup Xanderson akan jadi milikku, Ola berkata dalam hati.
"Ad..." Ola merendahkan nada suaranya, sadar kalau Ornado tidak akan mengubah keputusannya kalau dia bersikap kasar, dengan segera dia harus mengubah taktiknya.
"Maafkan aku, mungkin selama ini aku selalu mengganggumu, tapi Ad, aku melakukan semua itu karena aku mencintaimu," Ola mendekati Ornado perlahan, karena kejadian kemaren malam, pagi ini dia sengaja mempersiapkan diri menghadapi Ornado dengan memakai pakaian yang menggoda, menunjukkan lekuk-lekuk tubuhnya.
"Ad, kamu tahu kan sejak lama aku mencintaimu," Ornado menatap Ola dengan tajam.
"Ola, kamu tahu aku tidak pernah mencintaimu, seumur hidupku aku hanya pernah mencintai Cla..." Ola meletakkan jari telunjuknya ke bibir Ornado dengan lembut.
"Aku tidak keberatan menjadi yang kedua, aku rela." Ornado buru-buru menyingkirkan jari tangan Ola dari bibirnya.
"Ad, aku bisa menjadi sekedar simpananmu kalau kamu mau, tidak perlu surat nikah, tidak perlu pengakuan masyarakat, asal aku bisa bersamamu," Mata Ornado melotot mendengar perkataan Ola.
"Apa maksudmu Ola? Aku tidak akan pernah menduakan Cladia! Tidak akan! Sebaiknya kamu buang jauh-jauh pikiran kotormu itu!"
"Ad, bagaimanapun kamu adalah laki-laki normal yang butuh kehangatan, dengan senang hati aku akan memberikan apa yang Cladia tidak bisa berikan padamu," Ola mendekatkan dadanya ke dada Ornado, laki-laki itu segera mundur dan membuang mukanya. Ola tidak menyerah, dia berusaha mendekati Ornado, tangannya berusaha menyentuh wajah Ornado, tapi tangan Ornado dengan sigap menangkap tangan Ola.
"Hentikan Ola! Jangan menyentuhku!" Ornado sedikit mendorong bahu Ola sehingga mundur ke belakang.
"Sepertinya ada satu hal yang perlu aku jelaskan ke kamu, supaya kamu berhenti. Bagiku, pernikahanku dengan Cladia bukan sekedar tentang sex. Itu penting, tapi bagiku yang paling penting adalah keberadaan Cladia di sisiku. Kalau aku menikah hanya untuk mengejar sex, aku bisa mendapatkan dimana saja dan kapanpun dengan siapapun, tanpa harus menikah dengan Cladia." Tatapan tajam Ornado yang bercampur dengan kemarahan membuat Ola sedikit menunduk dan mundur dua langkah karena kaget.
"Berhentilah sebelum aku membalas apa yang sudah kamu lakukan kepada Cladia tadi malam," Ornado berjalan ke arah pintu keluar ruangan kerjanya, sebelum mencapai pintu keluar, Ornado menghentikan langkahnya sesaat dan menoleh ke arah Ola yang masih dalam posisi terdiam membelakanginya.
"Bagiku, menikahi Cladia adalah sesuatu yang sudah kutunggu selama 15 tahun. Bagiku tidak akan pernah ada penyesalan menjadikan Cladia istriku. Menurutmu? apakah kamu pantas menggantikan posisi wanita yang sudah aku tunggu selama 15 tahun? " Tanpa menunggu jawaban Ola, dengan cepat Ornado mengalihkan pandangannya dan melangkah meninggalkan ruang kerjanya. Kedua tangan Ola menggenggam erat, hidungnya mengeluarkan dengusan kemarahan.
"Aku tidak akan membiarkanmu lepas Ad, tunggu sampai aku membuatmu bertekuk lutut di hadapanku," Ola berkata lirih dengan penuh kemarahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Dasar wanita murahan..
2022-10-10
0
Nailott
sabar al ,semiga cla ,crpat menyadari betapa al. sangat tskut kehilanganmu karena tersmst mencintaimu
2022-08-14
0
Nailott
dassr wanita. sinting. si ola ,hajar al usir aja. al. sebeldeh
2022-08-14
0