Jam menunjukkan pukul 11 malam ketika Ornado melihat jam yang ada di tangan kirinya, sekilas diliriknya wajah Cladia yang sudah mulai menunjukkan wajah lelah. Ornado melihat sekeliling, sebagian besar tamu undangan sudah meninggalkan gedung itu, paling tidak sebentar lagi dia bisa membiarkan Cladia beristirahat.
Jeremy dan Niela yang sedari tadi sibuk melayani para tamu melangkah ke arah Ornado dan Cladia mengikuti Alberto yang juga berjalan ke arah mereka berdua.
"Pa, bagaimana rencana papa malam ini? mau menginap di rumah kami?" Alberto langsung menggeleng mendengar pertanyaan Ornado.
"Maaf Ad, besok papa harus kembali ke Itali jam 4 pagi, tidak mungkin kita berdua meninggalkan perusahaan terlalu lama. Apalagi James juga ada disini. Lebih nyaman papa tinggal di hotel, hanya perlu sopirmu bantu antar papa ke bandara besok pagi. Dua minggu lagi papa berjanji akan kembali mengunjungi kalian berdua," Ornado mengangguk mendengar permintaan papanya.
"Aku juga akan kembali besok Ad, aku dan Afro akan ikut bersama paman berangkat ke Itali besok pagi, kalo ada apa-apa aku akan secepatnya info ke kamu, masalah kerjasama dengan Nona Amadea, aku dan Afro akan menyelesaikannya untukmu. Setelah semua beres kamu tinggal menandatangani kontrak kerja kita, aku akan info saat semua sudah siap, jadi kamu bisa berangkat ke Itali tanpa harus menunggu lama disana. Untuk saat ini kami tidak akan mengganggumu dengan masalah pekerjaan," James menimpali perkataan Alberto sambil tersenyum menggoda ke arah Ornado.
James mendekatkan wajahnya ke telinga Ornado, dan berbisik dengan pelan.
"Nikmati saja waktu yang sudah kamu tunggu selama 15 tahun ini," James sengaja menyenggolkan bahu kanannya ke bahu kanan Ornado. Mendengar bisikan James, Ornado hanya tersenyum sambil tangan kanannya meninju pelan ke bahu kiri James untuk membalas godaannya.
"Sebaiknya kamu segera ajak Cladia pulang Ad, biar kami yang menyelesaikan urusan disini, aku tidak mau adikku pingsan di hari pernikahannya karena terlalu lelah," Jeremy berkata sambil menarik tubuh Cladia dan memeluknya dengan erat, seolah tidak mau melepaskannya. Setelah dia melepaskan pelukannya, kedua tangan Jeremy memegang kedua bahu Cladia.
"Ah, akhirnya datang juga hari ini, aku harus rela melepas adik kecilku," Jeremy tersenyum memandang wajah Cladia dalam-dalam, paling tidak dia tahu dengan pasti, dia tidak menyerahkan Cladia ke tangan yang salah.
"Oke, Niela dan aku akan mengurus sisanya disini, kalian bisa pergi beristirahat, Mr. Alberto dan James mungkin juga harus pergi sekarang mengingat besok pagi-pagi sekali kalian harus terbang kembali ke Itali," mendengar perkataan Jeremy, James dan Afro menjabat tangan Ornado dan memeluknya sekilas untuk berpamitan.
"Ayo, kita pulang," Tante Ema, adik kandung dari mama Ornado yang selalu setia membantu merawat Ornado sejak mamanya meninggal menyentuh tangan Cladia mengajaknya keluar dari ruangan pesta, Niela dan Rena segera membantu mengangkat ujung gaun pengantin Cladia.
©©©©©©©
"Masuklah ke mobil sayang," Tante Ema membantu Cladia membuka pintu mobil.
Setelah membantu Cladia duduk di mobil, Tante Ema memegang pintu mobil bagian atas untuk menutupnya, tangan Cladia tiba-tiba menarik tangan Tante Ema.
"Tante Ema, tidak ikut bersama kami?" Tante Ema tersenyum mendengar pertanyaan polos Cladia, sekilas diliriknya senyum di wajah Ornado yang sudah duduk di sebelah Cladia.
"Tentu saja tidak sayang, tante akan naik mobil lainnya, kita bertemu nanti di rumah. Jangan kuatir, Ornado tidak akan menggigitmu, dia sudah jinak," Tante Ema tertawa kecil dan segera menutup pintu mobil.
Begitu pintu mobil ditutup, Cladia reflek merapatkan tubuhnya ke pintu mobil, menjauhkan jarak duduknya dengan Ornado. Sepanjang jalan mereka berkutat dengan pikirannya sendiri-sendiri sambil berdiam diri, Ornado juga tidak ingin mengusik Cladia yang berkutat dengan lamunannya.
Tangan kanan Ornado bertumpu pada pintu mobil, dia mengarahkan pandangan matanya keluar jendela, terus terang saja, pikirannya sedikit terganggu dengan Ola, anak dari sepupu mamanya dan Tante Yati adik dari mama Ola yang selama ini merawat Ola sejak mamanya sakit-sakitan.
Masalah Ola dan Tante Yati sebenarnya Ornado sudah membicarakan hal itu pada Jeremy dan Cladia, tapi tetap saja Ornado merasa tidak tenang. Kedua orang itu sementara akan tinggal di rumah mereka sebelum rumah yang dia siapkan untuk mereka jadi. 6 bulan lalu saat mama Ola meninggal Alberto berjanji akan membantu Ola dan Tante Yati untuk mencarikan pekerjaan dan membelikan rumah untuk mereka dapat melanjutkan hidup. Untuk itu papanya minta Ornado membantu.
Yang membuat Ornado merasa tidak nyaman, papanya menganggap mereka berdua orang yang baik dan perhatian dengan keluarganya, sehingga papanya sendiri memohon bantuan Ornado untuk mengijinkan mereka tinggal sementara di rumah Ornado. Rumah yang selama 2 tahun ini telah disiapkan Ornado untuk menyambut pernikahannya dengan Cladia, kalau bukan karena papanya yang meminta, Ornado tidak akan mengijinkan mereka tinggal disana, apalagi Ornado tahu Ola yang sedari dulu berusaha mendapatkan hatinya dan lagi Tante Yati yang seringkali berlagak jadi orang kaya dan banyak menghabiskan uang untuk mabuk-mabukan dan berjudi. Karena alasan itu juga suaminya tidak tahan dan menceraikannya.
Sekali Ornado sempat minta papanya untuk mereka tidak tinggal di rumahnya, tapi demi persaudaraan papanya meminta Ornado bersabar, toh 10 hari lagi rumah mereka sudah siap, dan rumah Ornado bagi papanya lebih dari cukup kalau hanya untuk menampung mereka, tidak akan menghabiskan sepersekian space rumahnya, kalaupun mau dengan rumah sebesar itu adalah hal mudah untuk membuat mereka tidak saling bertemu. Apa salahnya membantu keluarga sendiri. Ornado tidak menyalahkan papanya karena kebaikannya, cuma kadang Ornado merasa tidak nyaman. Hal itu juga yang membuat Ornado juga belum pernah menempati rumah tersebut, dia memilih tinggal di hotel selama dia ada di Indonesia, menunggu saat Cladia sudah ada bersamanya baru dia akan tinggal disana juga.
Ornado merasakan firasat tidak enak, karena jelas-jelas baik Ola dan Tante Yati tidak menyukai Cladia, terbukti dengan mereka tidak mau menghadiri undangan pernikahannya dengan Cladia.
Ah, tinggal 10 hari lagi dan mereka akan segera meninggalkan rumahku, aku akan selalu melindungi Cladia, Ornado berkata dalam hati sambil sedikit menahan nafasnya.
Sama dengan Ornado, Cladia berkutat dengan pikirannya sendiri, dia benar-benar berharap dia bisa menemukan cara terbaik untuk menghadapi Ornado setelah sampai di rumah. Sedari tadi kedua tangannya sibuk meremas-remas gaun pengantin yang dikenakannya, keringat dingin terus membasahi telapak tangannya. Sempat dalam pikirannya dia berencana menceritakan dengan jujur kondisinya kepada Jeremy dan Ornado, tapi baginya itu justru akan menyusahkan Jeremy, dan kemungkinan Ornado akan menganggapnya sebagai gadis gila yang memiliki kelainan mental, kalau sampai berita itu tersebar, Cladia yakin hal itu akan mempengaruhi kondisi Grup Sanjaya. Bagi Cladia, apapun pandangan Ornado tentang dia tidak penting, tapi menyakiti dan menyusahkan Jeremy, rasanya itu adalah hal yang mustahil untuk dia lakukan, dia tidak akan pernah membuat kakaknya menderita.
"Cla, kita sudah sampai rumah," Suara Ornado membangunkan Cladia dari lamunannya, perjalanan selama 45 menit bagi Cladia seperti hanya berapa detik saja. Cladia langsung tergagap, dengan sigap sopir segera membukakan pintu untuk Ornado, dan Ornado segera berlari-lari kecil membukakan pintu mobil untuk Cladia. Tante Ema yang juga baru sampai segera membantu Cladia turun dan menjinjing gaun pengantinnya.
"Ooo, akhirnya kalian benar-benar menikah juga?" Ola menyambut kedatangan mereka di ruang tamu dengan posisi melipat kedua tangannya di depan dan dengan tatapan sinis.
"Ola, bersikaplah sopan sedikit, dimana Yati?" Tante Ema menarik tangan Ola agar tidak menghalangi jalan Ornado dan Cladia. Ola langsung menepiskan tangan Tante Ema dari tangannya.
"Tante Yati belum pulang, untung saja, kalo tidak istri barumu akan kena damprat!" Telunjuk tangan Ola menunjuk ke arah Cladia. Ornado menarik nafas panjang, berusaha menahan amarahnya.
"Istri baru? Rasanya kurang tepat, yang benar, satu-satunya istriku, seperti aku, posisi Cladia di rumah ini adalah tuan rumah, dan kamu harus menghormati dia seperti kamu menghormati aku," Ornado menatap tajam ke arah Ola, sedang Cladia tetap diam tidak perduli, dia lebih memikirkan bagaimana dia akan menjalani malam ini.
"Cla, lebih baik kita masuk..." Cladia menoleh, Ornado yang hendak menggandeng tangan Cladia membatalkan niatnya setelah melihat Cladia menjinjing gaun pengantinnya dengan kedua tangannya.
" Hei! Kalian!" Ola berteriak histeris, Tante Ema segera menyambar tangan Ola yang hendak meraih tangan Ornado.
"Ola! Hentikan! Jaga sikapmu kalo kamu tidak ingin diusir dari rumah ini!" Dengan mendegus kesal Ola melepaskan tangan Tante Ema dari tangannya dengan kasar dan dengan langkah cepat dia menuju kamarnya dan menutup pintu kamarnya keras-keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Ibelmizzel
Ola gak sadar dia itu numpang.
2022-11-27
0
Susanti
ada saja pengganggu... hadeeeuugh sok banget di olala..
2022-10-11
0
Alexandra Juliana
Ga tau malu si Ola udh numpang, belagu lagi..dasar g tau diri
2022-10-09
0