TRAUMA MASA LALU

"Siang Ad,"  Ornado yang beberapa saat sebelumnya sempat melamun langsung menoleh mendengar sapaan dari Jeremy.

"Ada sesuatu yang serius antara kamu dan Cladia? Kenapa hari ini kamu tiba-tiba minta pertemuan di luar rumah?" Jeremy menarik kursi dan segera duduk di hadapan Ornado.

"Tadi malam Cladia berusaha memberiku obat tidur,"

"What? Serius?" Ornado hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan kaget dari Jeremy.

"Kenapa Cladia bertingkah aneh begitu? Lalu apa yang terjadi?"

"Tidak sengaja aku memainkan gelas minumku sewaktu Cladia ke kamar mandi. Aku juga tidak sadar, ternyata air yang seharusnya aku minum tertukar dengan milik Cladia, akhirnya dia meminum air yang mengandung obat tidur."

"Hahahahahah, artinya senjata makan tuan," Jeremy tertawa geli.

"Jangan menertawakan dia Jer, dia benar-benar marah sekarang," Wajah tanpa senyum Ornado segere menghentikan tawa Jeremy. Dia tahu Cladia memang keras kepala, tapi dia bukan tipe orang yang akan menyakiti atau mengambil keuntungan dari orang lain, kenapa sampai dia berani memberi obat tidur ke Ornado? sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.

"Hah? Kenapa dia harus marah?" Jeremy meletakkan kedua tangannya di atas meja.

"Karena semalam ada sesuatu yang terjadi diantara kami, aku mengambil hakku sebagai suami saat dia tertidur. Pagi tadi dia langsung pergi ke kamar lain dengan marah. Tidak tahu apa yang dilakukannya di kamar mandi, tapi aku menunggunya selama satu jam lebih baru dia keluar dari kamar mandi. Hampir saja aku mendobrak pintu kamar mandi, curiga dia pingsan di kamar mandi," Ornado menarik nafas panjang, Jeremy terdiam, mencoba menerka apa yang terjadi dengan Cladia.

"Ad, aku belum bisa memastikan apa yang terjadi dengan Cladia, tapi.... aku merasa ini ada hubungannya dengan kejadian 5 tahun lalu," Ornado mengangguk pelan mendengar perkataan Jeremy.

"Kejadian 5 tahun lalu sebenarnya aku ingin tahu dengan detail, yang bisa menjelaskan tentu saja Cladia sendiri, tapi aku tidak mungkin menanyakannya pada Cladia, itu sama saja dengan membongkar lagi sampah yang sudah terkubur rapat, aku tidak mau menyakitinya. Sebenarnya Jer, apa yang terjadi 5 tahun lalu pada Cladia? Bagaimana kondisinya saat itu?" Jeremy mengerutkan keningnya dan menarik nafas panjang.

"Setelah kejadian itu, butuh dua tahun untuk Cladia pulih. Sejak kejadian itu Cladia lebih banyak mengurung diri di kamar, kehilangan sahabatnya dengan cara yang begitu sadis dan terjadi di depan matanya, tentu saja itu berat bagi Cladia, apalagi saat itu usianya masih sangat muda, belum sampai 20 tahun. Dalam waktu 2 tahun itu aku banyak membawa Cladia mencari terapis terbaik. Pertemuannya dengan Niela merupakan salah satu obat terbaik bagi Cladia. Dengan kehadiran Niela, Cladia mulai bisa memulihkan kondisinya, dia mulai mau membuka dirinya lagi kapada dunia luar, kembali bisa tersenyum, bersosialisasi lagi,"

"Jujur saja saat 6 bulan lalu aku menyampaikan surat wasiat mama tentang perjodohan kalian awalnya Cladia terlihat terpukul, dia banyak berdiam diri untuk beberapa waktu, aku pikir saat itu dia hanya perlu bertemu denganmu lagi untuk membantunya mengingat kenangan kalian semasa kecil, aku menganggap perpisahan selama 15 tahun lalu bisa terbayar dengan cepat saat kamu muncul di hadapannya, aku tidak menyangka tidak sesederhana itu," Ornado mengernyitkan dahinya sekilas, kepalanya bergerak sedikit ke samping.

"Jer, aku merasa penolakan Cladia terhadap aku bukan sekedar karena dia tidak mencintaiku, tapi sepertinya dia benar-benar takut padaku, apa mungkin dia......"

"Ada kemungkinan Cladia mengalami phobia terhadap laki-laki karena kejadian itu," Niela menyambung perkataan Ornado. Ornado Dan Jeremy langsung menoleh ke arah Niela.

"Maaf, kalian berdua terlalu serius membicarakan masalah Cladia, sampai tidak sadar aku sudah lama berdiri ikut mendengarkan," Niela langsung duduk, tangannya langsung mengambil gelas di depannya dan meminumnya, apa yang baru mereka bicarakan tentang Cladia cukup membuatnya terkejut.

"Tidak mungkin, setelah kejadian itu hubunganku dengan Cladia baik-baik saja," Jeremy menyanggah pendapat Niela, Niela menatap mata Jeremy tanpa senyum.

"Tentu saja, kamu kakak kandungnya, sejak orangtua kalian meninggal kamu yang selalu menjaga dan melindunginya. Bagi Cladia satu-satunya pria yang tidak akan mungkin menyakitinya adalah kamu. Aku juga baru menyadari ini, selama 3,5 tahun mengenal Cladia, aku tidak pernah melihat dia dekat dengan pria manapun, padahal dia belum tau tentang perjodohannya dengan Ornado, jadi sebenarnya saat itu belum ada alasan bagi Cladia untuk menjaga jarak dengan pria." Mendengar perkataan Niela ada sedikit senyum yang tersungging di bibir Ornado, ternyata dia adalah yang pertama dan satu-satunya pria yang pernah dekat dengan Cladia.

"Dan kalau boleh dikata, banyak laki-laki yang cukup berusaha menarik perhatian Cladia, tapi Cladia tidak pernah menanggapi,"  Niela melanjutkan perkataannya, tentu saja perkataan terakhir Niela cukup membuat mata Ornado sekilas sedikit berubah lebih tajam.

"Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menolongnya? Ad, kamu mencintainya kan?" Jeremy bertanya sambil mengamati wajah Ornado yang sedikit kaget dengan pertanyaan Jeremy yang tiba-tiba terkesan menuntut. Kalau dia tidak mencintai Cladia, mana mungkin dia mau menikahinya, walaupun dengan alasan surat wasiat atau apapun, sebenarnya dengan mudah Ornado mencari alibi untuk membatalkan pernikahannya, tapi masalahnya, sejak 15 tahun lalu tidak ada yang bisa menggantikan posisi Cladia di hati Ornado, jangankan menggantikan, menggesernya saja belum pernah ada yang berhasil.

"Ad, apa kamu akan menceraikannya kalau dia tidak dapat disembuhkan?" Kali ini pertanyaan Jeremy benar-benar membuat Ornado tersentak kaget.

"Dalam mimpipun aku tidak pernah ada niat untuk melepaskan Cladia. Jangan pesimis Jer, aku pasti dapat menaklukkan mawar liarku, aku akan melakukan apapun untuk membuatnya sembuh," Jeremy tersenyum lega mendengar janji Ornado barusan.

"Sebenarnya kondisi Cladia ini aku sudah curiga pasti berhubungan dengan kejadian 5 tahun lalu. Minggu depan aku sudah emngaturkan James untuk ke Indonesia dengan temanku John dari Amerika, dia psikiater hebat, aku harap dia dapat membantu Cladia. Untuk sementara ini, aku minta tolong kalian tidak mengatakan apapun kepada Cladia, pura-pura saja tidak tahu, jika dia sadar kita tahu kondisinya, takutnya itu justru akan membuat dia kehilangan kepercayaan dirinya, akan lebih sulit untuk membantunya pulih." Niela dan Jeremy menganggukkan kepala mereka sebagai tanda setuju atas perkataan Ornado.

"Tenang saja Ad, kamu akan membantumu, apapun yang kau lakukan untuk Cladia, aku akan mendukungmu, kebahagiaan kalian juga kebahagiaanku," Ornado tersenyum, meraih minuman di depannya dan dengan pelan meminumnya.

"Ah, ada satu hal lagi yang mau kusampaikan ke kamu Jer. Cladia memintaku untuk tidak mengajaknya bekerja di Bumi Asia, dia minta untuk bekerja denganmu di Perusahan Sanjaya, bagaimana menurutmu?" Jeremy tersenyum, adik kecilnya itu tetap saja bersikap begitu, mau memulai segala sesuatu dari awal, sebenarnya bagus, tetapi kalau dipikir-pikir seharusnya sekarang dia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Ornado agar mereka bisa semakin dekat.

"Aku pikir itu ada baiknya untuk sementara, supaya dia juga tidak terlalu terintimidasi. Di rumah mungkin dia sudah berusaha menghindari Ornado, kalau di tempat kerja dia harus kontak lagi dengan Ornado, sepertinya ini bukan saat yang tepat, biarkan dia bisa bernafas dulu." Niela ikut memberikan pendapatnya, dan itu diterima baik oleh Ornado maupun Jeremy.

©©©©©©©

"Tante, maaf, aku terlambat, apa kalian sudah makan malam?" Tante Ema yang sedang duduk membaca majalah mengangkat wajahnya.

"Kamu sudah datang Ad, barusan kami selesai makan, tapi sepertinya Cladia masih tidak enak hati, dia makan sedikit sekali," Ornado mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Tante Ema.

"Aku ke atas dulu tante," Dengan langkah cepat Ornado menaiki tangga menuju kamarnya dan langsung mengetuk pintu sebelah selatan.

"Cla, sudah tidur?" Cladia menarik nafas panjang sebelum akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar.

"Ada perlu apa?" Perkataan Cladia langsung disambut senyuman dari Ornado.

"Ada sesuatu yang mau kusampaikan. Aku harus tetap berdiri disini atau aku boleh masuk?" Cladia menatap dalam-dalam wajah Ornado yang masih tetap dengan senyum tampannya.

"Terserah kamu, rumah ini juga rumah kamu sendiri, asal jangan macam-macam sama aku," Cladia beringsut melangkah menjauhi pintu kamar dan membalikkan tubuhnya untuk membelakangi Ornado. Ornado melangkah masuk ke kamar tesebut.

Toh, kalaupun aku mengunci kamar ini kamu tetap akan bisa masuk, Cladia mengeluh dalam hati, mengingat kunci yang dia cari belum ketemu membuat dia sedikit takut membayangkan jika benar-benar Ornado ke depannya berlaku seenaknya.

"Terimakasih Cla," Ornado memasukkan kedua tangannya di saku, Cladia berdiri membelakangi Ornado.

"Kamu berencana bekerja dengan Jeremy, hari ini Jeremy dan aku sudah berdiskusi, kalau memang itu bisa membuat kamu nyaman, kami mempersilahkan kamu kerja disana, tapi itu hanya sementara, karena tempatmu yang sebenarnya ada di Grup Xanderson, saat kamu sudah siap aku harap kamu akan kembali bersamaku membesarkan Grup Xanderson," Cladia menarik nafas panjang.

"Terimakasih buat pengertianmu, kalau sudah tidak ada lagi yang dibicarakan, lebih baik kamu keluar, aku mau istirahat," Cladia berkata dengan tetap membelakangi Ornado, sebentar tanpa sadar tangan Ornado hendak meraih tangan Cladia, tapi Ornado buru-buru membatalkan niatnya, ditahannya kuat-kuat keinginannya untuk menyentuh Cladia.

"Cla, aku minta maaf untuk kejadian kemaren malam," Ornado berkata dengan lembut.

"Jangan munafik! Kamu menginginkannya kan? Semua laki-laki sama! Aku benci kaum kalian!" Cladia membalikkan tubuhnya sehingga wajahnya berhadapan dengan Ornado, ujung hidung Cladia basah oleh bintik-bintik keringat akibat menahan emosinya.

"Cla..." Tangan Ornado terangkat siap untuk memeluk Cladia, dengan sigap Cladia surut beberapa langkah ke belakang, Ornado buru-buru menurunkan tangannya.

"Aku benar-benar minta maaf Cla, kamu harus percaya padaku, kalau kamu menceritakan kondisimu, aku tidak akan melakukan hal itu. Bagiku yang sudah menunggumu selama 15 tahun, tidak akan sulit untuk menunggu sedikit lebih lama lagi," Cladia terdiam sesaat, dipandanginya wajah Ornado yang terlihat lesu.

"Kamu sudah tau ada yang tidak beres denganku kan? Apapun boleh kamu lakukan, tapi jangan membuat Kak Jeremy susah, jangan membuatnya dalam posisi yang sulit, jangan menghancurkannya karena aku," Cladia berkata dengan nafas sedikit tersengal-sengal untuk menahan tangisnya.

"Cla, aku mencintaimu, percayalah padaku, aku tidak akan pernah menyakitimu, masalah kondisimu ini aku berjanji tidak akan membiarkan seorang pun tahu, termasuk Jeremy," Ornado berkata sambil tangan kanannya membentuk V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, menyatakan janji, tapi tangan kirinya yang ada di belakang punggungnya, dengan sengaja mengambil posisi ibu jari tersisip di tengah-tengah untuk menyatakan bahwa dia tidak bersungguh-sungguh dengan janjinya. Bagaiman dia bisa berjanji sedang sebagian orang-orang terdekatnya sudah mengetahui kondisi Cladia, dan dia membutuhkan bantuan mereka untuk memulihkan kondisi Cladia.

"Kamu masih marah Cla? Aku Akan berusaha menyembuhkanmu, aku akan melakukan apa saja untuk menyembuhkanmu," Melihat Cladia yang sudah mulai tenang, Ornado sedikit mendekat ke arah Cladia.

"Aku berjanji tidak akan menggunakan hakku sebagai suamimu sampai kamu benar-benar siap menerimaku seutuhnya," Ornado berkata lembut sebelum membalikkan badannya dan meninggalkan Cladia yang akhirnya tidak sanggup lagi menahan air matanya untuk turun membasahi pipinya.

Terpopuler

Comments

Nailott

Nailott

senengnya. al. jafi istrimu prngertian bangt sams clads ,sabar ya al,semogw cla cepat sembuh

2022-08-14

0

Eko Arini

Eko Arini

nah bagus kl ada kejujuran di dlm hub dekat. ad sdh cerita ke jeremy begitupun sebaliknya, jd ga ada salah paham. kl pun ad ga jujur ke cla, msh bs dipahami krna kondisi mental cla yg blm stabil, itupun ketidakjujuran yg berniat baik demi kesembuhan cla

2022-05-02

0

rudy adji

rudy adji

❤️❤️❤️❤️

2022-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 BERUSAHA MELARIKAN DIRI
2 CALON SUAMI YANG TELAH DITETAPKAN
3 H - 7
4 HARI PERNIKAHAN (1)
5 HARI PERNIKAHAN (2)
6 PULANG KE RUMAH BARU
7 RENCANA CLADIA YANG GAGAL
8 JADILAH MILIKKU SEUTUHNYA
9 PAGI PERTAMA DI RUMAH BARU
10 TRAUMA MASA LALU
11 BERUSAHA MENYEMBUHKANMU
12 GADIS PILIHANKU
13 BERUSAHA MENGHANCURKANMU
14 KERJASAMA BUMI ASIA DAN SANJAYA
15 MENJADI PERWAKILAN SANJAYA
16 KUNJUNGAN ALBERTO
17 SEKANTOR
18 MENGHARAPKAN KESEMPATAN
19 GOSIP
20 MENYUSULMU
21 SELALU INGIN DEKAT DENGANMU
22 MENGHADIRI PESTA DENGANMU
23 SESEORANG YANG MENGERIKAN
24 TEMANI AKU MALAM INI
25 MULAI MENCARIMU
26 MERINDUKANMU
27 INGIN SELALU BERSAMAMU
28 PERTANDINGAN RENANG
29 YO TE AMO
30 TRUE OR FALSE
31 SESUATU YANG ANEH PADAKU
32 BERTEMU SAHABAT LAMA
33 HAMIL
34 BELAJAR MENCINTAIMU
35 KEBIASAAN BARU (1)
36 KEBIASAAN BARU (2)
37 PERCAYA PENUH
38 PERTEMUAN KEMBALI
39 INGIN MENCOBA
40 LELANG
41 PASAR MALAM
42 MIMPI BURUK
43 AJAKAN KE ITALIA
44 MAKAN SIANG KELUARGA
45 PERTEMUAN DENGAN JAMES
46 RENCANA UNTUK ULANG TAHUN ORNADO
47 PERTEMUAN DENGAN LAUTAN GEMILANG
48 JAUH DARIMU
49 STUDIO TARI PRIBADI
50 MENCOBA BERDANSA DENGANMU
51 PESTA KEJUTAN UNTUK ORNADO
52 MENGAKUI IKATAN YANG ADA
53 MULAI NYAMAN DALAM PELUKANMU
54 SEBUAH CIUMAN UNTUK ORNADO
55 INGATAN YANG MENGUSIK HATI
56 ISTI (IKATAN SUAMI TERGILA-GILA ISTRI)
57 PESTA BARBEQUE
58 BERHARAP KECURIGAAN ITU BENAR
59 MENGUNJUNGI RUMAH SAKIT LAUREL
60 POSSO AMARTI AL?
61 MENIKMATI KEBERADAANMU
62 UNDANGAN REUNI SMP
63 AJAKAN ROBI UNTUK BERTEMU
64 KEMBALI KE KANTOR BUMI ASIA
65 AJAK AKU KE ITALIA
66 MENIKMATI WAKTU BERSAMA SAHABAT
67 MENIKMATI LANGIT ITALIA BERSAMAMU
68 MAKAN BERSAMA DI ROMA
69 MANSION KELUARGA XANDERSON
70 FANS BERAT CLADIA
71 PERSIAPAN PESTA
72 YOU LOOK SO BEAUTIFUL IN WHITE
73 WAWANCARA DENGAN ORNADO
74 BISAKAH KITA MENCOBANYA MALAM INI?
75 SATU SATUNYA PRIA YANG AKU INGINKAN
76 BERWISATA DENGANMU
77 VENESIA KOTA ROMANTIS
78 JEMBATAN BRIDE OF SIGHS
79 PERUBAHAN TEMPAT REUNI
80 REUNI
81 JEBAKAN PUTRI
82 CLADIA MENGHILANG
83 ROBI DAN OLA
84 PENGORBANAN ORNADO
85 PERMINTAAN MAAF AMALIA
86 BIARKAN WAKTU BERHENTI SESAAT
87 INGIN SEGERA PULANG
88 MELEPASKAN MAAF
89 TAMU TAK DIUNDANG
90 BALAS DENDAM EDI
91 MENANTIMU BANGUN KEMBALI
92 INGATAN YANG HILANG
93 BERUSAHA MENGINGATMU
94 BERUSAHA MEMBUATMU TERINGAT KEMBALI
95 APAPUN, ASAL KAMU BAHAGIA
96 PRIA DALAM MIMPI
97 UNDANGAN DARI LAUREL
98 SERPIHAN INGATAN
99 INGATAN YANG KEMBALI
100 TAKDIRMU ADALAH DI SISIKU
101 PENGUMUMAN
102 INFO NOVEL BARU
103 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 103 Episodes

1
BERUSAHA MELARIKAN DIRI
2
CALON SUAMI YANG TELAH DITETAPKAN
3
H - 7
4
HARI PERNIKAHAN (1)
5
HARI PERNIKAHAN (2)
6
PULANG KE RUMAH BARU
7
RENCANA CLADIA YANG GAGAL
8
JADILAH MILIKKU SEUTUHNYA
9
PAGI PERTAMA DI RUMAH BARU
10
TRAUMA MASA LALU
11
BERUSAHA MENYEMBUHKANMU
12
GADIS PILIHANKU
13
BERUSAHA MENGHANCURKANMU
14
KERJASAMA BUMI ASIA DAN SANJAYA
15
MENJADI PERWAKILAN SANJAYA
16
KUNJUNGAN ALBERTO
17
SEKANTOR
18
MENGHARAPKAN KESEMPATAN
19
GOSIP
20
MENYUSULMU
21
SELALU INGIN DEKAT DENGANMU
22
MENGHADIRI PESTA DENGANMU
23
SESEORANG YANG MENGERIKAN
24
TEMANI AKU MALAM INI
25
MULAI MENCARIMU
26
MERINDUKANMU
27
INGIN SELALU BERSAMAMU
28
PERTANDINGAN RENANG
29
YO TE AMO
30
TRUE OR FALSE
31
SESUATU YANG ANEH PADAKU
32
BERTEMU SAHABAT LAMA
33
HAMIL
34
BELAJAR MENCINTAIMU
35
KEBIASAAN BARU (1)
36
KEBIASAAN BARU (2)
37
PERCAYA PENUH
38
PERTEMUAN KEMBALI
39
INGIN MENCOBA
40
LELANG
41
PASAR MALAM
42
MIMPI BURUK
43
AJAKAN KE ITALIA
44
MAKAN SIANG KELUARGA
45
PERTEMUAN DENGAN JAMES
46
RENCANA UNTUK ULANG TAHUN ORNADO
47
PERTEMUAN DENGAN LAUTAN GEMILANG
48
JAUH DARIMU
49
STUDIO TARI PRIBADI
50
MENCOBA BERDANSA DENGANMU
51
PESTA KEJUTAN UNTUK ORNADO
52
MENGAKUI IKATAN YANG ADA
53
MULAI NYAMAN DALAM PELUKANMU
54
SEBUAH CIUMAN UNTUK ORNADO
55
INGATAN YANG MENGUSIK HATI
56
ISTI (IKATAN SUAMI TERGILA-GILA ISTRI)
57
PESTA BARBEQUE
58
BERHARAP KECURIGAAN ITU BENAR
59
MENGUNJUNGI RUMAH SAKIT LAUREL
60
POSSO AMARTI AL?
61
MENIKMATI KEBERADAANMU
62
UNDANGAN REUNI SMP
63
AJAKAN ROBI UNTUK BERTEMU
64
KEMBALI KE KANTOR BUMI ASIA
65
AJAK AKU KE ITALIA
66
MENIKMATI WAKTU BERSAMA SAHABAT
67
MENIKMATI LANGIT ITALIA BERSAMAMU
68
MAKAN BERSAMA DI ROMA
69
MANSION KELUARGA XANDERSON
70
FANS BERAT CLADIA
71
PERSIAPAN PESTA
72
YOU LOOK SO BEAUTIFUL IN WHITE
73
WAWANCARA DENGAN ORNADO
74
BISAKAH KITA MENCOBANYA MALAM INI?
75
SATU SATUNYA PRIA YANG AKU INGINKAN
76
BERWISATA DENGANMU
77
VENESIA KOTA ROMANTIS
78
JEMBATAN BRIDE OF SIGHS
79
PERUBAHAN TEMPAT REUNI
80
REUNI
81
JEBAKAN PUTRI
82
CLADIA MENGHILANG
83
ROBI DAN OLA
84
PENGORBANAN ORNADO
85
PERMINTAAN MAAF AMALIA
86
BIARKAN WAKTU BERHENTI SESAAT
87
INGIN SEGERA PULANG
88
MELEPASKAN MAAF
89
TAMU TAK DIUNDANG
90
BALAS DENDAM EDI
91
MENANTIMU BANGUN KEMBALI
92
INGATAN YANG HILANG
93
BERUSAHA MENGINGATMU
94
BERUSAHA MEMBUATMU TERINGAT KEMBALI
95
APAPUN, ASAL KAMU BAHAGIA
96
PRIA DALAM MIMPI
97
UNDANGAN DARI LAUREL
98
SERPIHAN INGATAN
99
INGATAN YANG KEMBALI
100
TAKDIRMU ADALAH DI SISIKU
101
PENGUMUMAN
102
INFO NOVEL BARU
103
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!