"Apakah ada yang ditanyakan dari penjelasan barusan?" James mengakhiri penjelasannya dan mematikan layar di sampingnya, Cladia menaikkan tangan kanannya ke atas.
"Silahkan Ibu Cladia," Begitu James menyebut nama Cladia, Ornado yang awalnya konsen melihat ke arah James segera memutar badannya sehingga pandangannya langsung bertumpu pada Cladia.
"Setiap negara memiliki wanita cantik dengan ciri khas mereka masing-masing akibat perbedaan gen yang ada, designer perhiasan kami, perusahaan Sanjaya lebih menonjolkan ciri khas Asia pada design kami, sedangkan designer fashion dari Grup Xanderson lebih mengutamakan ciri khas Eropa. Kita berusaha menyatukan perbedaan ciri khas kita. Memilih Nona Amadea sebagai brand ambrassador merupakan pilihan tepat, orang akan langsung mengarahkan pandangannya terhadap popularitas Nona Amadea, tapi maaf, dengan rencana membuat event promosi di 5 kota besar dunia lainnya dengan wanita yang berbeda karakter, apakah akan jadi keputusan tepat jika semua model yang akan kita gunakan adalah para model dari Itali semuanya? Bagaimana kalau untuk para model kita ambil beberapa dari berbagai ras yang berbeda," James memandang ke arah Ornado seolah meminta ijin untuk menjawab pertanyaan Cladia. Sekilas Ornado melirik jam di tangan kirinya.
"Pertanyaan barusan bagus sekali, kita harus memikirkan apa yang dikatakan Ibu Cladia, setelah makan siang kita akan lanjutkan pembicaraan kita," Ornado bangkit berdiri sambil tangannya mempersilahkan tamunya untuk meninggalkan ruang meeting.
"Bapak James akan menunjukkan tempat makan siang kita," Setelah memberikan info tempat makan siang mereka, Ornado berjalan mendekati Cladia yang berjalan sedikit di depan Jeremy dan berusaha berjalan beriringan dengan Cladia. Setelah mereka berjajar Ornado mendekatkan kepalanya ke arah telinga Cladia.
"Pertanyaan bagus Cla, apakah kamu belum ada rencana untuk bergabung dengan Grup Xanderson?" Jeremy yang ada tepat di belakang mereka berdua ikut mendekatkan kepalanya di antara mereka.
"Dalam waktu dekat ini jangan mencoba merampok SDM terbaikku Bapak Xanderson," Mendengar perkataan Jeremy, Ornado langsung menoleh, memandang Jeremy dan tertawa kecil.
"Tidak apa-apa, cepat atau lambat dia harus kembali ke tempat dimana seharusnya dia berada, sampai saat itu tiba aku akan membiarkan dia membantu membesarkan perusahaanmu, jadi saat dia meninggalkan perusahaanmu dia tidak berhutang apapun padamu," Ornado memeluk pundak Jeremy dengan masih tertawa, sekilas Ornado melirik ke arah Cladia yang tersenyum mendengar candaan mereka, jika saja siku Jeremy tidak bergerak ke arah pinggangnya bisa dipastikan sepanjang mereka berjalan Ornado tidak akan mengalihkan pandangannya matanya dari wajah Cladia.
"Ad," Amadea mendekati Ornado dan langsung meraih lengannya dan sedikit menariknya sehingga menjauhi Cladia, Cladia cukup kaget melihat tindakan Amadea yang tiba-tiba itu, tapi dengan cepat Cladia berusaha mengendalikan sikapnya agar tidak terlihat keterkejutannya.
"5 hari ini aku tinggal disini, ini pertama kalinya aku mengunjungi kota ini, apa kamu tidak mengantarku jalan-jalan? Diluar jam kerja kita bisa menghabiskan waktu menikmati kota ini, ajak aku berkeliling, sepertinya orang-orang di kota ini memang menarik," Amadea menoleh sekilas ke arah Cladia dan mengerlingkan mata ke arahnya, Cladia hanya bisa membalasnya dengan senyuman tidak tahu apa maksud kerlingan dari Amadea kepadanya. Ornado memegang tangan Amadea yang melingkar di lengan kanannya, menepuk-nepuknya lembut, menunjukkan mereka punya hubungan yang cukup dekat.
Ah, ada apa denganku, Cladia berkata dalam hati sambil sedikit mengalihkan pandangannya dari Ornado dan Amadea, ada sedikit rasa nyeri di hatinya melihat perlakuan lembut Ornado kepada Amadea, dan Cladia tidak dapat mengartikan apa yang sedang terjadi pada dirinya, kenapa dia merasa tidak nyaman melihat peristiwa itu.
"Jangan khawatir, James akan mengantarmu, toh, dia tinggal di hotel yang sama denganmu, kapanpun kamu bisa minta dia mengantarmu kemana saja," Mendengar jawaban Ornado Amadea memberengut manja.
"Kenapa sekarang susah sekali meminta waktumu barang sedikit saja," Amadea bergelayut manja di lengan Ornado, Ornado tersenyum, dari wajahnya tampak tidak ada penolakan dengan tindakan Amadea, berbeda sekali dengan dia memperlakukan Ola selama yang Cladia tahu. Kalau hubungan Amadea dan Ornado seperti hubungannya dengan Jeremy, Cladia akan maklum dengan tindakan manja Amadea, tapi selama ini yang dia tahu Ornado adalah anak tunggal dari Tuan Alberto jadi tidak mungkin Amadea adalah adik Ornado. Xanderson lain yang dia kenal adalah James dan Afro. Apalagi di belakang nama Amadea adalah De Luca, Amadea De Luca, bukan Xanderson.
"Aku tahu, tampaknya sekarang sudah ada orang lain yang menghabiskan waktumu, sehingga aku sudah tidak dapat mengambil lagi waktumu seperti dulu," Amadea berkata sambil menoleh memandang Cladia, begitu juga Ornado, laki-laki itu langsung mengikuti Amadea, menggerakkan kepalanya ke samping memandang Cladia, namun beberapa detik yang lalu Cladia sudah memutuskan untuk tidak terpaku dengan kemesraan mereka sehingga saat Amadea dan Ornado menoleh ke arahnya, Cladia sedang konsen dengan handphonenya, dengan wajah tetap datar tanpa ekspresi, seolah tidak mendengar apa yang barusan dikatakan Amadea kepada Ornado dengan manja.
"Ke depannya kita akan pikirkan apa yang tadi sempat diusulkan oleh Ibu Cladia, kita akan pertimbangkan untung rugi, konsekwensi yang harus dihadapi jika kita menjalankan ide dari Ibu Cladia, tapi masalah itu harus kita bicarakan secara detail, tidak cukup satu dua hari kita mengerjakan perubahan sebesar itu," James menghentikan kata-katanya, matanya memandangi semua orang yang duduk di ruang meeting bersamanya. Saat dilihatnya semua orang mengangguk setuju dengan yang barusan dia katakan, James mengarahkan pandangannya ke Ornado. Ornado memutar kursinya, sehingga badannya yang awalnya menghadap James yang berdiri di samping kirinya jadi menghadap ke para anggota meeting.
"Team marketing dan perencanaan kita disini akan membicarakan detail rencana tersebut, dua hari lagi akan ada team dari Itali juga yang akan menyusul kesini, tapi team kami disini tidak bisa mengerjakannya tanpa bantuan dari pihak Sanjaya, karena pembicaran tentang detail harus dilakukan oleh kedua pihak yang berkepentingan langsung, supaya pada saat event kita pastikan semua dapat berjalan lancar, kedua belah pihak sama-sama diuntungkan." Ornado memandang ke arah Jeremy, meminta persetujuan atas apa yang barusan dia katakan.
"Itu ide yang bagus, memang seharusnya begitu," Ornado tersenyum mendengar jawaban Jeremy, sekilas matanya melirik ke arah Cladia yang tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak.
"Kalau begitu untuk menghemat waktu, bagaimana kalau dari pihak Sanjaya mulai besok mengirimkan perwakilannya kesini dan kita bisa mulai menyiapkan detail yang harus dikerjakan. Untuk ruangan perwakilan dari pihak Sanjaya kami pihak Bumi Asia akan membantu menyediakan fasilitas ruangan khusus." Cladia memandang ke arah Jeremy, matanya memberi kode agar Jeremy tidak menyebutkan namanya untuk mewakili pihak Sanjaya, tapi tampaknya kode yang diberikan Cladia tidak diperdulikan oleh Jeremy.
"Orang terbaik yang bisa Sanjaya kirim ke Bumi Asia adalah Ibu Cladia, kalau Bapak Xanderson tidak keberatan mulai besok Ibu Cladia bersama satu asisten dari Sanjaya bisa mulai bekerja di Bumi Asia sampai detail pembicaraan tentang kontrak kita selesai, Ibu Cladia akan memliki otoritas penuh sebagai perwakilan dari Sanjaya untuk memutuskan segala hal yang dianggap penting dalam event ini, mohon pihak Bumi Asia membantu Ibu Cladia selama bergabung disini," Ornado tersenyum sambil menyatukan kedua telapak tangannya di atas meja.
" Oke, kalau begitu kita sudah mencapai kesepakatan untuk apa yang harus kita kerjakan besok. Untuk hari ini kita akhiri meeting kita sekarang, besok kita akan lanjutkan bersama team yang sudah kita sepakati hari ini," Semua anggota meeting mengangguk dan segera membereskan berkas-berkas di depan mereka.
"Thank u," Ornado menggerakkan bibirnya tanpa suara ke arah Jeremy, tanpa diketahui Cladia. Jeremy dan Ornado saling mengerlingkan matanya sebelum akhirnya mereka berdua keluar dari ruang meeting.
"Kak, tidak bisakah aku digantikan orang lain, bagaimanapun aku baru saja masuk ke perusahaan," Jeremy tersenyum sambil memandangi wajah adiknya.
"Ayolah Cla, jangan merendah, secara resmi kamu baru bergabung dengan perusahaan, tapi kenyataannya kamu sudah membantu kakak sejak 2 tahun lalu," Cladia menarik nafasnya.
"Tapi kak, aku tidak mau kehadiranku di Bumi Asia jadi pembicaraan banyak orang, memanfaatkan koneksi," Jeremy memegang tangan Cladia.
"Dasar wanita, terlalu banyak pakai perasaan, apa yang kamu takutkan? Tentang hubunganmu dengan Ad? Pernikahanmu hanya dihadiri saudara dekat dan kolega yang benar-benar dekat, tidak akan banyak orang tahu kamu istri Ornado Xanderson, bahkan di lingkungan Bumi Asia, merekayang bekerja disana hanya tahu CEO mereka sudah menikah, tapi tidak ada info jelas menikah dengan siapa dan wanita yang bagaimana. Walaupun sebenarnya kamu terpilih mewakili Sanjaya karena mampu, memang kenapa kalau orang tahu kamu adalah istri Ornado? Apa menjadi istri Ornado adalah sesuatu yang memalukan?" Cladia terdiam, tentu saja bagi banyak wanita menikah dengan Ornado adalah hal yang membanggakan, bukan memalukan.
"Kamu sendiri yang tidak mau pernikahanmu di rayakan dengan megah, padahal pihak Grup Xanderson hanya memiliki Ornado sebagai pewaris tunggalnya, mereka ingin pesta mewah untuk mengumumkan kepada dunia siapa istri dari Ornado Xanderson. Kalau bukan karena kamu yang bersikeras aku yakin sekarang seluruh dunia sudah tahu kamu adalah istri dari Ornado Xanderson karena pernikahan kalian pasti akan menghebohkan dunia. Kalau saja dia menikahi wanita lain, pasti beda ceritanya" Jeremy menggerakkan tangannya ke arah kepala Cladia, dan sedikit mengacak-acak rambutnya, Cladia memilih tersenyum karena tidak mungkin lagi dia mundur, paling tidak dia akan berusaha yang terbaik untuk Sanjaya, untuk masa depan kakaknya, yang saat ini adalah satu-satunya pria yang disayanginya.
"Aku antar kamu pulang sekalian ya Cla, biar sopir yang nanti mengantar mobilmu ke rumah, tolong ke rumah Nyonya Cladia," Jeremy memberikan perintah kepada sopirnya.
"Selamat sore Nyonya, selamat datang, dua orang pelayan membukakan pintu untuk Cladia yang baru saja diantar Jeremy, sedang Jeremy langsung pulang setelah Cladia turun dari mobil.
Begitu memasuki pintu rumah Cladia melihat 3 sosok pria sedang duduk sambil mengobrol santai di ruang tamu, Ornado, James, dan......Alberto Xanderson, mertua laki-lakinya.
"Apa kabar Tuan Alberto?" Cladia tersenyum dengan sedikit membungkukkan badannya untuk memberikan hormat, Alberto lagnsung tertawa mendengar sapaan Cladia.
"Cladia, apa yang sudah dilakukan Ornado padamu sampai kamu memanggil mertuamu sendiri dengan sebutan tuan?" Cladia sedikit tersentak menyadari kesalahannya.
"Tidak, tidak pa, maaf, aku masih belum terbiasa," Cladia buru-buru tersenyum untuk menutupi kegugupannya, Ornado melambaikan tangan ke arah Cladia, kemudian menepuk-nepuk sofa dimana dia duduk untuk memberikan kode pada Cladia agar duduk di sampingnya.
"Sore pa, kapan datang?" Begitu Cladia duduk di samping Ornado, dia kembali menyapa Alberto, sedangkan Alberto sendiri kembali tertawa.
"Senang sekali bisa mengunjungi kalian berdua, aku bersama James dan Amadea dengan jet pribadi baru mendarat tadi pagi. selama 5 hari disini aku tidak mau tidur di hotel, aku mau menikmati keindahan rumah yang khusus Ornado siapkan selama 2 tahun untuk istrinya," Cladia sedikit kaget dengan perkataan mertuanya, bukan tentang rumah megah yang saat ini dia tinggali, tapi tentang info bahwa ternyata Amadea berangkat ke Indonesia bersama dengan mertuanya dan James menggunakan jet pribadi, yang pasti tidak semua orang bisa memakai fasilitas itu, berarti memang benar hubungan Amadea dan Ornado bukan sekedar hubungan bisnis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Susanti
hmmmmmmmmmm... mulai ada nada" cemburu dihati Cladia.. 😁😁.. lanjut baca aah
2022-10-12
0
Alexandra Juliana
Kamu sdh ada rasa cemburu Cla...😁😁
2022-10-10
0
Alexandra Juliana
Jgn² Ad sengaja bersikap spt itu kpd Amadea biar melihat reaksi Cla..Daaannn berhasil Cla agak cemburu🤭🤭🤭
2022-10-10
0