Cladia melirik jamnya, jam 16:50, ah, dia menarik nafas panjang. Dan sebelum dia sempat berdiri untuk mencari alasan pergi, pintu rumahnya sudah terbuka, paman, bibi, dan sepupu-sepupunya berhamburan masuk ke ruang keluarga, yang artinya, dia tidak akan pernah bisa lagi menghindari pernikahan ini, membayangkan itu tiba-tiba tangan Cladia menjadi dingin, dadanya merasa sesak, dan bayangan kejadian 5 tahun lalu kembali melintas di otaknya, dan itu cukup membuat Cladia menggigil ketakutan.
Jeremy yang awalnya begitu serius membicarakan tentang persiapan pernikahan adiknya langsung memutar kepalanya ke arah Cladia, karena mata Ornado yang sedikit membeliak saat melihat Cladia yang tiba-tiba menggigil.
"Cla, kamu tidak apa-apa?" Jeremy sebagai kakak yang sudah 8 tahun selalu setia menjaga adiknya sejak kematian kedua orangtuanya langsung memegang bahu Cladia. Cladia seperti seorang yang sedang menghadap pintu neraka, dan tiba-tiba ada tangan kakaknya yang menyeretnya kembali menjauhi pintu itu.
"Tidak, tidak apa-apa kak, kalian lanjutkan saja, aku cuma merasa agak kurang sehat." Cladia memandang Jeremy, berusaha meyakinkan agar kakaknya tidak perlu kuatir tentangnya.
"Ah, besok hari wisudamu, kamu harus benar-benar jaga kesehatanmu." Tante Indah yang sedari tadi serius ikut mendengarkan pembicaraan tentang pernikahan keponakannya memandang Cladia dengan tersemyum.
"Besok masih hari wisudamu, belum hari pernikahanmu, kok sudah tegang duluan?" Mendengar candaan tantenya Cladia hanya bisa memaksakan senyumnya, berbeda dengan Ornado yang berusaha keras menahan senyumnya, karena dia tahu betul, kalo sampai dia tersenyum dia akan mendapatkan bonus pelototan mata dari Cladia.
Ornado teringat 3 bulan lalu, saat pertama kalinya dia menginjakkan kaki di rumah calon istrinya ini. Saat itu dia juga bersama James datang ke rumah ini. Saat pertama kali mengetuk pintu, yang membukakan kebetulan Cladia sendiri.
Begitu melihat gadis itu Ornado sebenarnya ingin langsung memeluknya, tapi Cladia langsung mundur dengan kedua tangan membuat tanda stop di depan dada Ornado.
"Hai, kamu siapa? Kok tiba-tiba mau nyelonong aja?" James yang berdiri di belakang Ornado sontak menahan tawa.
Hah, sepertinya calon istri big boss bukan orang yang mudah ditangani.
James membatin dalam hati. Pelan, James maju ke depan.
"Selamat sore nona Cladia, perkenalkan, saya James, asisten pribadi tuan Ornado Xanderson" James, mengarahkan tangan kanannya ke arah Ornado, menunjukkan bahwa pria yang disampingnya bernama Ornado Xanderson, dan itu cukup membuat Cladia mundur beberapa langkah, karena masih jelas diingatannya sebulan lalu kakaknya Jeremy menjelaskan tentang wasiat yang berisi perjanjian perjodohan antara dia dan laki-laki yang dinamakan Ornado Xanderson.
"Cladia, siapa yang datang?" Suara Jeremy memecah suasana hening di antara Cladia dan dua tamunya.
"Eh, ah, maaf, aku mau ke dalam." Cladia buru-buru membalikkan badan dan berencana berjalan dengan cepat ke arah kamarnya di lantai 2, namun tangan Jeremy lebih cepat dari gerakan Cladia.
"Eh, tunggu Cla, yang ditunggu sudah datang, kamu mau kemana?" Kedua tangan Jeremy memegang bahu Cladia, memutar badan gadis itu dan membiarkan dia berhadap-hadapan lagi dengan Ornado.
"Maaf Ad, inilah akibatnya gara-gara sejak papa mama tidak ada aku terlalu memanjakan Cladia, jadi sedikit seenaknya sendiri." Mendengar kata-kata Jeremy, Ornado hanya tersenyum tipis tanpa melepaskan pandangan matanya dari wajah gadis di depannya.
Setelah sekian lama, akhirnya kita bertemu kembali Cladia, gadisku tercinta.
Ornado berkata dalam hati sambil menggelengkan kepalanya di depan Jeremy.
" Tidak apa-apa, sejak 15 tahun lalu kami baru bertemu lagi, mungkin dia sudah lupa denganku." Ornado tersenyum ke arah Jeremy.
Dengan jelas Ornado ingat, 15 tahun lalu saat dia harus kembali ke Itali, Cladia kecil dulu dengan erat memeluk kakinya dan menangis sejadi-jadinya karena tidak mau melepasnya pergi.
Begitu juga Ornado yang saat itu sudah lebih mengerti karena perbedaan 6 tahun usia mereka berdua, berusaha melepas tangannya dari genggaman papanya agar bisa tetap bersama Cladia.
"Ad, lepaskan Cladia, kalau nanti kamu sudah menjadi pria dewasa yang bisa membahagiakannya, kembalilah kesini untuknya, untuk membuatnya bangga padamu" Tuan Alberto Xanderson berbisik ke telinga anak laki-laki satu-satunya dengan lembut, yang akhirnya membuat Ornado membungkuk mendekati wajah Cladia.
"Aku akan kembali padamu Cladia." Cladia kecil yang saat itu masih berumur 6 tahun hanya memandang bingung ke arah Ornado, tapi entah kenapa saat itu akhirnya dia melepaskan tangannya dan membiarkan Ornado pergi.
Dan ingatan itu sepertinya hanya Ornado saja yang masih bisa mengingatnya dengan baik, tidak dengan Cladia.
"Ah, salahku juga, seharusnya setiap aku melakukan perjalanan bisnis ke Itali aku membawanya supaya kalian bisa lebih sering bertemu, tapi apa daya, adikku ini benar-benar gadis rumahan, tidak ada yang bisa membuatnya tertarik membantuku dalam urusan bisnis." Jeremy tertawa kecil yang disambut cubitan di pinggangnya oleh Cladia.
"Aduh, untung saja Ornado tau kalau aku ini kakakmu Cla, kalau tidak, bisa-bisa mukaku hancur karena dipikir aku mengganggu calon istrinya," Cladia semakin melotot mendengar gurauan kakaknya.
"Jangan merendah, kamu juga pemegang sabuk hitam taekwondo, aku mana berani main-main dengan juara nasional taekwondo Indonesia," Mendengar omongan Ornado, Jeremy tertawa, mengingat 15 tahun lalu sebelum Ornado kembali ke Italia, mereka sama-sama menekuni taekwondo.
Kalo saja dia bukan pewaris satu-satunya grup Sanjaya, yang harus menjalankan bisnis keluarganya sejak orangtuanya meninggal, mungkin saat ini dia bisa menjadi atlet taekwondo dunia dengan bakatnya. Tapi apapun itu bagi Jeremy hidup harus dijalani dengan tawa dan semangat, bukan untuk disesali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Uni Alif Mahmud
sukses terus untuk mu Author 🤲🤲 Maaf sebelumnya Mampir juga yah di karya tamat ku. Single Parent rebutan para CEO Tampan dan Masihkah harus memilihmu sayangku. dari Author Munira 🙏🙏
2023-04-17
0
Nailott
apa saat ornado dstsngkali ini clsfia dudaj mengsldmi traumw saat temsnya yg diperkosa dsn dibunuh
2022-08-13
0
norliani2R
hadir
2022-04-24
0