Jodoh Abdi Negara

Jodoh Abdi Negara

BAB 2.

"Lah memang cantik. " Jelas Rian yang merasa perkataannya itu benar.

"Ya memang cantik. " Jawab Raka beranggapan bahwa semua wanita itu memang cantik, " kenapa tidak kamu pacari ? "

Rian pun memperhatikan salah satu jari nya, terlihat sebuah cincin polos putih melingkar di jarinya.

"Oh ya sampai lupa kalau bocah ini sudah bertunangan. " Dengus Raka.

"Sudah 28 tahun kok masih di anggap bocah sih Bang. " Pungkas Rian tegas.

" Iya di mata orang lain kamu memang sudah dewasa, di mata Abang kamu tetap saja bocah yang selalu menangis saat bermain kalah. " Raka mengingatkan masa kecil Rian.

Mereka pun kembali tertawa.

"Memangnya kalau kamu belum bertunangan kamu mau sama dia ? " Tanya Raka.

"Jelas mau lah Bang. Kalau Ibu tahu pasti Ibu lebih setuju Rian sama dia di bandingkan sama Ria. " Jawab Rian membuat Raka tak percaya.

"Ibu itu ? Kamu bilang mau sama dia ? "

"Iya Kek ... Sebentar. " Teriak keras Kayra dari luar yang menjawab sahutan Kakek Rusman dari dalam rumahnya.

Seketika Raka menoleh ke arah sumber suara, terlihat Kayra sedang melepaskan pakaian taninya yang berupa kemeja milik kakeknya, sepatu boots nya dan juga penutup kepalanya.

Terlihat kini seorang gadis muda sedang mengingat rambut panjangnya dsn menyeka debu yang menempel di pakainya.

Wajah Kayra kini terlihat jelas meski terlihat di atas balkon oleh Raka.

"Hahaha ... Cantik kan Ibu itu ? " ujar Rian menggoda Raka.

"Abang kira tadi Ibu-ibu tani loh Yan, makanya abang menyela perkataanmu. " Jawab Raka.

"Dia cucuk Kakek Rusman. Tipi ian tidak tahu siapa namanya, dia jarang ada di rumah Kakek Rusman. " Jelas Rian.

"Oh ... " Jawab Raka.

" Cuma Oh saja Bang ? "

"Lantas apa yang harus Abang Jawab ? "

"Ya cari tahu dong dia siapa, dia gadis baik Kok Bang. Mana ada gadis sekarang yang mau mencari rumput membantu kakeknya. " Sambung Rian.

"Ah diam saja kau bocah. " Dengus Raka.

Rian tertawa, " Kalau kagum ya bilang saja Bang. "

Raka pun terdiam, sesekali dia melirik Kayra yang hendak masuk ke dalam rumah Kakek Rusman.

Di hari libur panjangnya itu Raka habiskan di kota kembang bandung, ia mempunyai 4 hari libur saat itu.

Di satu kesempatan Raka sedang duduk di sebuah kursi dan meja tunggu yang ada di depan bengkel. Ia melihat Kayra baru saja datang dari kampusnya.

Kayra menyempatkan diri untuk pulang terlebih dahulu ke rumah Kakeknya karna waktu kerjanya di Cafe masih 7 jam lagi.

Saat memasuki halaman bengkel menuju rumah Kakeknya, Kayra tak sengaja tersandung sehingga buku yang ia dekap terjatuh ke atas tanah.

Raka sigap berjalan ke arah Kayra dan membantu mengambilkan buku itu.

Raka sekilas membaca judul buku tebal milik Kayra, buku itu tentang Hukum rupanya.

" Dia kuliah ? " Batin Raka.

"Ya ampun, terima .... " Ucapan Kayra terhenti saat melihat sosok Raka berdiri tegap di hadapannya sambil memberikan sebuah buku tebal.

Tatapan Raka dan Kayra terkunci. Sampai terdengar suara usil dari Rian menekan klakson sebuah mobil yang ada di dalam bengkel itu.

Kayra pun langsung mengambil buku itu dan menundukkan kepalanya. " Terima kasih ... Pak. "

Kayra pun berjalan tanpa menunggu jawaban Raka, ia berjalan melewati tubuh Raka Sampai-sampai baik Raka ataupun Kayra mampu mencium aroma wangi dari tubuh mereka masing-masing.

Raka menoleh ke arah Rian mendapatkan senyuman dari sikap usilnya itu.

Raka menggelengkan kepalanya, saat mendapatkan sikap usil dari adiknya itu.

Raka seketika merasa bosan jika harus terus berada di dalam bengkel. Karna semua pekerjaan baik mengecek laporan dan lainnya sudah selesai.

Raka berjalan ke sekitar bengkel itu, ia melihat Kakek Ruslan sedang menganyam sebuah bambu tipis yang Raka pun tidak tahu akan di buatkan apa bahan benda itu.

"Pak Raka, silahkan duduk Pak. Sudah lama sekali saya tidak melihat Pak Raka. " Sapa Kakek Ruslan membersihkan tempat duduk yang akan di duduki Raka.

"Tidak usah di bersihkan Kek, ini kan sudah bersih. " Ucap Raka yang mengingat bahwa terakhir dia bertemu dengan Kakek Ruslan itu saat dirinya hendak berangkat ke luar negri untuk pendidikan militernya.

Raka duduk di samping Kakek Ruslan, Raka menanyakan kabar Kakek Ruslan yang kini sudah sangat terlihat tua jauh sebelum Raka melihat Kakek Ruslan beberapa tahun kebelakang.

Perbincangan pun terjalin antara Kakek Ruslan dan juga Raka.

"Neng buat kan Kopi. " Teriak Kakek Ruslan.

Raka tersenyum di sudut bibirnya.

"Tidak usah Kek. " Ucap Raka padahal dalam hatinya itu adalah salah satu tujuan Raka mendekati Kakek Ruslan.

Sebuah gelas berisikan kopi panas yang masih terlihat kepulan asapnya Kayra bawa dari dapur Kakeknya menuju halaman depan rumahnya.

Langkah Kayra terhenti saat melihat punggung dan pundak yang lebar duduk di samping Kakeknya.

Kayra menghela nafas dan melanjutkan langkahnya.

"Ini Kek. " Ucap lembut Kayra hadir di antara Kakek dan Raka.

"Silahkan di minum Pak. " Tutur Kakek Ruslan .

"Iya kek, maaf merepotkan. " Jawab Raka memperhatikan sosok Kayra.

Kayra pun kembali berjalan ke dalam rumahnya. Sesekali Kayra menoleh ke arah Raka begitu pun Raka sesekali menoleh ke arah Kayra.

"Dia cucuk Kakek, cuma dia satu-satunya cucuk yang perduli sama Kakek. Yang lain pada sibuk dengan urusannya. " Jelas Kakek Ruslan memperkenalkan cucuknya.

Raka menganggukkan kepalanya, sambil menyeruput kopi hangat buatan Kayra.

"Dia kuliah Kek ? " Tanya Raka.

" Iya Pak, dia kuliah. Semester Akhir, dia juga kerja mungkin hari ini dia kerja bagian malam i pulang terlebih dahulu. " Jawab Kakek Ruslan.

"Kerja dimana Kek ? " Tanya Raka ingin tahu banyak tentang Kayra.

"Di sebuah tempat yang semua orang meminum kopi atau makanan lainnya. " jawab Kakek Ruslan.

"Cafe ? " sambung Raka.

"Iya Pak. " Jawab Kakek Ruslan.

Raka pun mendapatkan informasi tentang Kayra.

Raka pun pamit kepada Kakek Ruslan, karna ia ada janji ada makan bersama dengan kakaknya.

Kakek Ruslan tidak tahu siapa Raka sebenarnya, yang ia tahu bahwa Raka adakah pemilik bengkel itu.

Saat malam tiba Raka mendapatkan ajakan dari Rian untuk datang ke sebuah Cafe.

Raka seakan lupa bahwa Kayra pun bekerja di sebuah Cafe. Raka memenuhi ajakan adiknya itu.

Tanpa di duga Raka mendapati Kayra bekerja di cafe itu.

"Bukanya itu cucuk Kakek Ruslan ya Bang ? " Tanya Rian pada Raka yang langsung menoleh kearah yang di maksud oleh Rian.

Raka memperhatikan Kayra, Kayra sangat berpenampilan beda sekali. Yang sebelumnya Raka melihat Kayra dengan pakaian tertutupnya. Kini Raka melihat Kayra mengenakan Dress selutut dengan apron menutupi bagian baju depannya di sertai sebuah syal menutupi sebagian rambut di kepalanya.

Terpopuler

Comments

Irmha febyollah

Irmha febyollah

kayak mayor Teddy ya kk😁

2024-05-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!