BAB 18.

"Mayor Raka ? " Tebak Geri.

Kayra menatap Geri dengan tatapan tak percaya.

"Pak Geri kenapa tahu ? " tanya Kayra.

"Siapa yang tak tahu Mayor Raka, dan maaf saya sempat melihat kalian saat di depan pengadilan waktu itu. " jelas Geri.

Geri tak menyangka bahwa kehidupan Kayra begitu sangat rumit. Awalnya Geri mengira bahwa Kayra hamil di luar nikah. Karna memang yang Geri tahu Kayra belum menikah.

"Ya sudah sebelum kamu kembali ke bandung, kamu boleh tinggal di apartemen saya. " Geri berniat baik pada Kayra.

Tidak mungkin Geri membiarkan Kayra seorang diri di Ibu Kota.

Kayra pun dengan berat hati menerima tawaran Geri untuk tinggal di apartemennya, Kayra lebih memilih untuk menjauh terlebih dahulu dari keluarga Raka terlebih pada Raka.

"Berkembang lah dengan baik Nak, jangan hiraukan apapun itu. Ibu akan menjadi Ayah dan Ibu yang terbaik untuk kamu. " Batin Kayra mengelus perutnya yang sudah sedikit kelihatan buncit.

Dua pekan pun berlalu, dimana Raka sudah kembali dari tugasnya.

Raka tidak bisa menghubungi siapapun saat di luar negri, ponselnya tiba-tiba bermasalah. Raka masuk ke dalam rumah.

Namun sayang seseorang yang dia cari ternyata tidak ada di dalam rumah itu.

"Bi ... Istri saya mana ? " Tanya Raka pada bi Ima.

"Bi-bibi tidak tahu Den. " Jawab bi Ima tidak berani menatap Raka.

Bi Ima memang dapat ancaman dari Bu Helma, jika saja dia berani mengatakan hal tentang Kayra. Maka dia akan di keluarkan dari pekerjaannya.

"Bibi sudah ku anggap sebagai orang tua ku, bibi jangan takut. Katakan Istri ku dimana. " Ucap tegas Raka.

"Cari siapa ? " pertanyaan itu terlontar dari mulut Bu Helma dari belakang.

Raka terdiam,

"Bang, kamu menikahi dia hanya nikah secara agama. Tidak perlu berlebihan seperti itu. " tutur Bu Helma.

Raka mengusap kasar wajahnya.

"Apa yang ibu katakan ? Dia hamil Bu, dia hamil anak Raka. " ucap kesal dan lelah Raka.

"Anak kamu ? Anak kamu, kamu bilang ? yakin kamu ? " ucap keras ibunya.

"Kenapa ibu bilang seperti itu, "

"Kalau memang itu anak kamu, kenapa dia tidak kembali ke rumah ini. Kenapa dia memilih pergi dengan laki-laki yang sering mengantarnya pulang. Dan sekarang coba kamu lihat, di mana dia ? " racun dari perkataan Bu Helma terus memaksa Raka agar mau terpengaruh oleh ucapannya.

Raka keluar kembali dari rumah itu, Bu Helma mencegah Raka namun Raka Tak mau memperdulikan ibunya.

Raka masuk kembali ke dalam mobilnya, berniat mencari Kayra di kantor tempat ia bekerja.

Namun saat Raka sampai di sebrang kantor itu, Raka melihat Kayra keluar dan masuk ke dalam mobil bersama dengan Geri.

Raka mengikuti kemana mobil itu pergi, terkejut lah Raka saat melihat mobil itu terparkir di sebuah Apartemen. Kayra keluar di ikuti Geri di belakangnya.

Geri bermaksud untuk mengambil satu berkas yang sudah di kerjakan oleh Kayra, setelah itu Geri akan pergi. Namun Raka berpikiran beda saat itu.

Amarahnya tersulut saat itu juga, Raka mengikuti mereka sampai di satu kamar yang beberapa pekan ini di tempati oleh Kayra.

Beberapa waktu Kayra dan Geri berada di dalam kamar itu, saat Raka ingin masuk ke dalam kamar itu. Terlihat Geri keluar di iringi kata terima kasih dari Kayra.

Raka bersembunyi di lorong gedung apartemen itu. Setelah Geri tidak ia lihat. Raka pun mengetuk pintu kamar Apartemen itu.

Kayra yang belum jauh dari pintu itu terpaksa harus mendekati pintu itu lagi. " Kenapa Pak Geri kembali, apa ada yang tertinggal ? " Gumam Kayra.

Kayra membuka pintu itu dan berkata, " Ada yang tertinggal ya Pak ... "

Mata Kayra membulat sempurna, bibirnya seketika Kaku saat melihat yang mengetuk pintu itu ternyata Raka suaminya bukan Pak Geri atasannya.

Raka masuk tanpa di persilahkan masuk oleh Kayra, " Mas ... "

Kayra menutup pintu itu, dan melihat Raka sedang berkaca pinggang membelakanginya.

"Mas ... Sudah coba untuk tidak percaya dengan apa yang Ibu katakan tentang kamu, tapi sekarang Mas melihat dengan mata kepala Mas bahwa kamu memang bersama laki-laki itu. " ucap dingin Raka, mencoba menahan emosinya.

Tubuh itu sangat Kayra rindukan, namun sayang ia tak berani memeluknya terlebih saat mendengar nada bicara Raka seperti sedang kesal dan marah.

"Memang apa yang Ibu katakan tentang ku ? " Tanya Kayra berjalan hendak melewati tubuh Raka, yang masih berdiri berkaca pinggang di tempat yang sama.

Raka menarik tangan Kayra, terlihat perut Kayra yang sudah mulai membesar.

"Apa Mas memang harus percaya pada perkataan ibu sekarang. " Tanya Raka mengeratkan genggamannya.

Kayra merasakan genggaman itu sangat kuat. Sehingga ia merasakan sakit di pergelangan tangannya.

"Mas, apa yang Mas tanyakan itu sungguh membuat ku sakit hati. Apa tidak ada perkataan lain saat kita baru saja bertemu ? Aku diam bukan berarti aku tidak mempunyai pertanyaan pada kamu Mas. Tapi apa pantas kamu bersikap seperti ini pada ku ? " tutur Kayra.

" Sekarang katakan, itu sebenarnya anak siapa ? Sejak kapan kamu tinggal di Apartemen ini bersama dia, Hah ? " Raka sudah tak bisa Manahan amarahnya.

Kayra yang dari tadi menahan emosinya, kini menjadi benar-benar emosi saat mendengar pertanyaan Raka.

Kayra menatap Raka dengan penuh rasa kekecewaan, "Cukup Mas. Dengar, Anggap saja anak yang ada di dalam kandungan ku itu bukan anak kamu. Puas kamu ? Sekarang kamu pergi, dengarkan apa yang di katakan oleh Ibumu itu. Cepat pergi jangan ganggu aku. " Kayra mendorong Raka dengan satu tangannya Kayra merasa sakit hati saat itu.

"Mas benar-benar kecewa Kay, setelah apa yang kita lalui selama ini. Ini yang kamu lakukan sama Mas. " Ucap Raka kecewa dengan ucapan Kayra.

Kayra tertawa dalam tangisannya. " Kecewa kamu bilang ? Kamu pikir aku tidak kecewa dengan sikap kamu Mas, Kamu yang mengantarkan ku ke rumah sakit waktu itu lalu kamu meninggalkan aku begitu saja tanpa ada kabar sedikitpun. Apa kamu pikir aku tidak kecewa, Hah ? Sekarang kamu sebagai seorang suami masih berani mempertanyakan ini anak siapa. Wow .... (Kayra bertepuk tangan ) memang Mas pikir selain tidur sama Mas aku tidur sama siapa lagi, Hah ? " jawaban Kayra benar-benar terdengar bergetar saat itu.

Deraian air mata tak bisa di tahan oleh Kayra, dia benar-benar kecewa pada Raka sampai perutnya terasa sakit saat itu.

Namun Kayra terus mendorong tubuh Raka sampai benar-benar keluar dari kamar apartemen itu. Kayra mengunci pintu itu lalu ia menangis sambil menahan sakit di dalam perutnya.

Raka merasa frustasi saat itu. Jika saja Geri masih ada mungkin Geri yang akan menjadi tempat amarah Raka.

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

ibumu kerjanya ngapain ampe ngandelin anak. ortu gk bertanggung jawab

2024-05-21

0

anindita

anindita

lanjut up yg bnyak

2024-04-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!