BAB 4.

Kayra pun menjauh dari pelukan Raka, " Anda tidak apa-apa kan Pak ? Kemeja anda berdarah. Anda terluka Pak. "

Kayra merasa khawatir.

" Tidak apa-apa ini hanya luka goresan kok. Yang penting kamu aman. " Jawab Raka.

Kayra menatap malaikat penyelamat nya saat itu, Kayra tidak tahu apa jadinya jika Raka tidak ada. Mungkin kini Kayra sudah memakai pakaian pengantin untuk di nikahi oleh laki-laki tua itu.

Kayra mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres luka Raka.

" Ini yang saya takutkan Pak, saya takut ada yang terluka dan itu gara-gara ingin menolong saya. " Ucap Kayra membasuh darah segar yang ada di perut Raka.

Raka menatap wajah Kayra dalam, gadis polos itu berhasil menghidupkan kembali rasa cinta dari dalam hati Raka yang sudah ia bunuh beberapa tahun kebelakang.

" BANG .... ? " Teriak Rian syok melihat Raka berada di belang cafe itu.

Raka menjatuhkan pundaknya kesal. " Ya ampun kenapa ni anak datang di waktu yang tidak tepat sih. HAH ? " Dengus Raka kesal dalam hatinya.

Kayra mencoba menjelaskan, namun lengannya di genggam erat oleh Raka.

Rian menatap lengan Raka yang menyentuh lengan Kayra. Rian tidak paham dengan apa yang sudah terjadi antara Raka dan juga Kayra.

" Jangan melihat seperti itu, tidak ada apa-apa Kok. " Ucap Raka datar namun terdengar tegas.

"Kamu pulang jam berapa ? " Tanya kecil Raka.

"10 Pak, " jawab Kayra.

"Emang saya setua itu yah ? " Sambung Raka berhasil membuat Kayra tersenyum tipis.

"Saya tunggu kamu di parkiran cafe ini, kita pulang bersama. " Ucap Raka membuat Kayra menatap wajah Raka kembali.

" Tidak usah Pak , eh ... Mas saya bisa pulang sendiri Kok. " Jawab Kayra tidak mau merepotkan.

"Ini perintah, saya tidak suka jika seseorang yang sedang saya lindungi membantah ucapan saya. " Jelas Raka membuat Kayra semakin tak percaya.

"Tapi Mas. "

" Panggilan mas, lebih baik di banding Bapak. " Jelas Raka berlalu meninggalkan Kayra.

Kayra masuk kembali ke dalam cafe itu melalui pintu belakang, sementara Raka dan juga Rian berjalan menuju mobilnya.

" Kita tunggu Kayra pulang Yan , kita malam ini tidur di bengkel saja. " Imbuh Raka baru merasakan perih di bagian tubuhnya.

" Oh jadi dia namanya Kayra, emmm .. Kayra dan Rian namanya cocok ya Bang ? " Goda Rian ingin melihat reaksi Raka.

"Jangan macam-macam Yan. " Jawab tegas Raka.

Ria tertawa. " Iya ... Iya, nama Kayra cocoknya sama Raka deh. "

Raka menggelengkan kepalanya dengan senyuman samar di wajahnya.

" Wajah Abang lucu ya kalau sedang jatuh cinta. " Goda Rian.

"Yan ... Sudah-sudah, " pekik Raka tidak mau di goda lagi oleh adiknya itu.

Tiba-tiba suara ponsel Raka berdering, tanda ada panggilan masuk.

Raka sudah yakin bahwa yang menelpon dirinya itu adalah seorang bos dari para preman itu.

Raka mengangkat sambungan telpon itu, lalu ia keluar dari dalam mobil agar Rian tidak mendengar pembicaraannya . Benar saja dugaan Raka, " Saya akan membereskan masalah ini. "

Sambungan telpon itu terputus saat Raka menyuruh orang itu datang ke sebuah tempat, dimana di sana adalah Markas TNI di kota bandung.

Raka dan Rian hanya perlu waktu satu jam untuk menunggu Kayra.

Kayra menghampiri Raka yang sedang bersandar di belakang mobil putih itu.

Dengan langkah Ragu dan malu Kayra menghampiri Raka, baru saja Kayra ingin berucap Raka sudah mendahuluinya.

"Sudah pulang ? " Sapa Raka. " Ayo naik mobil. "

" Apa sebaiknya saya pulang pake ojeg online saja Pak, saya tidak enak. " Ucap Kayra.

"Saya sudah menunggu kamu satu jam lebih loh Kay. " Ujar Raka memasukan ponselnya ke saku celananya.

Kayra terdiam, dengan satu gerakan tangan Raka. Kaki Kayra pun melangkah mengikuti langkah Raka.

Kayra semakin canggung saat melihat Rian ada di dalam mobil itu.

"Sudah tidak apa-apa anggap saja dia supir online. " Ujar Raka membuat mata Rian membulat sempurna.

"Mas ... " Bisik kecil Kayra merasa tidak enak hati.

Rian semakin tak percaya setelah mendengar panggilan Mas dari mulut Kayra untuk Abangnya itu.

Saat Raka hendak duduk di samping kemudi Rian, " Maaf Tuan di belakang saja duduknya. Saya kan supir. "

"Oh baiklah, terimakasih Pak. " Jawab Raka sangat meladeni godaan Adiknya itu.

Raka pun duduk di samping Kayra, perjalanan kali itu sangat hening. Tidak ada yang berbicara sedikitpun.

Kayra sekilas menoleh ke arah lengan Raka yang semakin terlihat memar akibat perkelahian tadi. Kayra sangat merasa bersalah sekali.

Hari itu pun berlalu.

Raka sudah bertemu dengan orang yang memerintahkan para preman untuk membawa Kayra.

Raka menggelengkan kepalanya karna nominal hutang Ayah Kayra hanya 50 juta, tapi Ayah Kayra tega memberikan Kayra sebagai bayarannya.

Raka tidak begitu percaya dengan ucapannya, Raka memeriksa semua bukti yang di bawa orang itu.

Ternyata benar Ayah Kayra terlilit hutang sampai nominalnya mencapai 50 juta

Bos para Preman itu seketika terdiam, saat Raka dengan seragam kebesarannya duduk di hadapannya.

"Anda sadar tidak atas perilaku anda ini bisa melanggar hukum ? " Tanya tegas Raka.

"Saya hanya menagih janji seseorang yang sudah meminjam uang pada saya, dan semua itu ada perjanjiannya. Jadi dimana salah saya ? " Jawab berani laki-laki tua itu.

"Salah anda memaksa wanita untuk anda nikahi, anda itu sudah tua Pak. " Ujar Raka.

Laki-laki Tua itu pun tidak terima di nasehati oleh Raka. Laki-laki tua itu pun pergi.

"Anda melupakan ini Pak. " Ucap Raka menghentikan laki-laki tua itu.

Sebuah cek bertuliskan nominal 50 juta tercatat di sana.

Laki-laki tua itu pun pergi dengan cek 50 juta itu.

"Dasar laki-laki bodoh, mana mungkin saya mau melepaskan ikan segar. "

Ternyata dugaan Raka salah, meskipun hutang sudah di bayarkan para Preman itu akan tetap mendapatkan tugas untuk membawa Kayra ke hadapan bos nya itu.

Hari itu Tiba dimana Raka harus kembali ke Ibu kota untuk tugasnya. Setelah mengantar Kayra saat itu Raka belum menemui Kayra kembali.

Kayra di hadapkan oleh tugas penelitian di kampusnya, sehingga dia belum sempat pulang ke rumah Kakek Ruslan.

Saat Kayra pulang ke rumah Kakek Ruslan, Kayra mendapati sepucuk surat.

Dimana di sana tertulis, " Kamu sudah aman. Jika ada apa-apa hubungi nomor saya. " Sebuah beberapa digit nomor pun tertulis di sana, namun Kayra lebih fokus pada nama yang tertulis di bawah tulisan itu.

"Raka. " Ucap kecil Kayra dengan senyuman bahagianya.

Singkat cerita, Kayra pun beraktivitas seperti biasanya selang beberapa minggu dari kejadian itu. kayra mendapatkan masalah kembali. Para preman itu menggangu Kayra kembali.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!