Kayra tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kenapa tidak tidur ? takut ? " tanya Raka dengan nada sedikit menggoda Kayra.
Kayra hanya tersipu malu tanpa mau menjawab ucapan Raka.
Suasana di dalam mobil seketika hening ...
"Mau kemana Mas ? " Tanya Kayra memberanikan diri, berusaha memecahkan keheningan di dalam mobil itu.
"Emm ... Rian memberikan hadiah untuk kita, Saya pun tidak tahu hadiahnya apa. Kita coba datangi saja lokasi yang dikirimkan oleh Rian. " jelas Raka.
"Hadiah ? Mas ulang tahun ? " tanya polos Kayra.
*Bukan hadiah ulang tahun Neng ... "
Kayra merasa geli saat Raka memanggilnya dengan sapaan Neng.
"Terus hadiah apa ? "
"Hadiah pernikahan. " jawab cepat Raka.
Seketika Kayra terdiam, diam Kayra benar-benar tanpa suara.
Raka menoleh ke arah Kayra dan tersenyum tipis. Ciri khas Raka selalu menggelengkan kepalanya lucu. Karna Raka mempunyai pipi yang sedikit cabi sehingga saat menggelengkan kepalanya, pipinya ikut bergerak.
"Kenapa ... ? Bukan kah kita sudah menikah ? " tanya Raka.
Kayra gugup dan langsung membuang muka ke arah lain.
Raka kembali tertawa kecil melihat tingkah istrinya itu. Raka mengacak rambut Kayra gemas.
Perlakuan kecil Raka itu membuat Kaya tersenyum bahagia, Raka sudah mulai berani atas diri Kayra terlebih saat mereka sudah melakukan sentuhan bibir satu sama lain.
Raka sudah menyiapkan beberapa makanan untuk Kayra, Raka yakin Kayra belum sempat Sarapan. Raka menyuruh Kayra untuk memakan Roti tebal yang sudah ia beli saat Kayra di dalam kampus.
Kayra menuruti perintah Raka walaupun sebelumnya Raka terus memaksa Kayra untuk sarapan memakan roti itu.
"Mas mau ? " Tanya Kayra.
Raka menggelengkan kepalanya. Namun Kayra dengan berani menyodorkan roti empuk itu ke hadapan wajah Raka.
Roti itu belum sama sekali di makan oleh Kayra, karna Kayra mau Raka lah yang mengingat roti itu terlebih dahulu.
Mau tidak mau Raka harus menggigit rati itu, barulah Kayra mau memakannya.
"Itu bekas gigitan Mas loh, kamu tidak jijik ? " Tanya Raka.
"Bukan kah Mas Raka ini suami aku ? Kenapa harus merasa seperti itu ? " Jawab Kayra ringan.
Kini Raka yang di buat diam oleh ucapan menohok Kayra.
Raka seketika tersedak karna sudah menelan roti itu tanpa mengunyahnya. Kayra langsung mengambil air mineral yang ada di dalam botol kemasan. Ia langsung membuka penutup botol itu lalu mengarahkan nya ka arah mulut Raka.
Sikap lembut Kayra dan sikap sigap Kayra mampu mencerminkan sosok istri yang baik dan pengertian.
"Walaupun sebenarnya kita memang belum percaya bahwa pernikahan ini memang sudah terjadi. " Ucap Kayra sambil menutup botol air mineral itu.
"Kita pikirkan nanti, " jawab Raka.
Kayra pun menganggukkan kepalanya.
Seketika tubuh Kayra merasakan hawa dingin mulai menelusup ke celah-celah tubuhnya.
"Lembang. " ucap kecil Kayra.
Seketika Raka tersenyum, dan lagi-lagi menggelengkan kepalanya. " Dasar bocah ingusan, bisa-bisa dia menyuruh ku datang ke tempat seperti ini. " ucap kecil Raka yang bisa di dengar oleh Kayra.
Kayra mengusap kedua lengannya.
"Ada jaket di belakang pakai saja, itu baru kok belum sempat Mas pakai. " tutur Raka.
Kayra menoleh ke arah belakang, ada sebuah jaket tebal bertuliskan nama Raka. Itu jaket seragam Raka yang akan Raka pakai saat berdinas di saat acara tertentu.
Saat itu Kayra sadar jika sosok laki-laki yang menikahinya itu adalah seorang Abdi negara. Kayra sebelumnya tidak pernah terpikir jika dia akan berjodoh dengan seorang abdi negara.
"Jaketnya kebesaran ya ? " tanya Raka memperhatikan Kayra saat mengenakan jaket itu.
Kayra menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah tidak apa-apa, jaket itu mampu menutupi tubuh kamu dari penglihatan laki-laki lain. " sambung Raka.
Kayra tersenyum, " Maksudnya ?"
"Tidak, tubuh kamu tidak akan terlihat oleh siapapun. Tubuh kecil kamu itu termakan oleh jaket itu. " Jelas Raka mengatai tubuh kecil Kayra.
Kayra memang berperawakan kecil, berat badannya memang hanya 57 kg saja. Tapi karna Kayra tingginya 154 cm membuatnya terlihat sedikit kurus.
Tapi Raka sangat menyukai tubuh mungil Kayra.
Kayra hanya mengerucutkan bibirnya kala Raka mengatainya kecil. Raka kembali tertawa dan mengacak rambut Kayra.
Maps yang terlihat di ponsel Raka pun terhenti di sebuah Villa yang ada di kota Lembang.
"Ya ampun bocah, ko sempat-sempatnya berpikir hal ini. " ucap Raka mengingat keusilan Rian.
Raka dan Kayra keluar dari dalam mobil, Kayra mengikuti langkah Raka dari belakang.
Sesampainya di dalam Villa, Raka dan Kayra di sambut hangat oleh heningnya suasana di dalam Villa itu.
"Rumah siapa ini Mas ? " Kayra merasa takjub akan interior rumah itu.
"Ini Villa Kay, Villa yang sengaja di booking oleh Rian untuk hadiah pernikahan kita. " jawab Raka membuat napas Kayra terasa penuh seketika.
Sebuah hiasan bertuliskan "Happy wedding" menyambut Raka dan juga Kayra.
Mata Kayra sangat takjub kala membuka sebuah kamar utama di dalam Villa itu. Kayra terdiam kala melihat sebuah hiasan memenuhi kamar itu.
Raka seketika penasaran akan hal apa yang Kayra lihat sehingga Kayra kagum dan membungkam mulutnya.
"Oh ... " ucap Raka berdiri di samping Kayra.
Kayra menoleh ke arah Raka. Kayra belum mau berdekatan dengan Raka, Kayra langsung menghindari Raka dan berjalan ke arah lain.
Sebuah hidangan lezat sudah tersaji di sana, sehingga Kayra dan Raka pun memutuskan menikmati hidangan itu terlebih dahulu.
Raka dan Kayra membaca sebuah kartu ucapan, dimana di sana tertera nama Rian dan juga calon istrinya.
"Ya Alloh baik banget A Rian. " puji Kayra.
Raka menaruh kartu ucapan itu. " Panggilnya tidak usah pake A, Rian aja .. Lagian di sana kan tertulis nama calon istrinya juga kenapa hanya nama Rian yang kamu sebut, pake A segala. "
Gerutu Raka membuat Kayra tersenyum tak percaya. Rupanya Raka cemburu jika Kayra memanggil adik nya itu dengan Sapaan " A "
Raka bangkit dari duduknya, dan masuk ke dalam kamar utama. Disana hanya ada satu kamar. Rian sengaja memasang Villa dengan satu kamar.
Cuaca sangat mendukung di hari itu, di waktu sore menjelang malam daerah itu di guyur hujan.
Raka lebih dulu masuk ke dalam kamar, dan Raka pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Raka mengenakan pakaian ganti berupa piyama tidur yang di siap kan oleh Rian dan calon istrinya. Saat berada di dalam kamar mandi terdapat sebuah handuk dan 2 kotak persegi.
Di masing kotak itu bertuliskan nama "Bang Raka " dan satu kotak berwarna pink bertulisan nama " Kak Kayra. "
Pikir Raka kedua kotak itu berisikan pakaian tidur dan pikiran Raka memang benar, namun Raka tak bisa menduga pakaian tidur seperti apa yang di hadiah kan calon istri Rian ke pada Kayra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments