Malam itu Kayra tidak bisa beristirahat dengan tenang, banyak hal yang membuatnya gelisah. Sampai pagi menjelang pun Kayra masih belum bisa memejamkan matanya.
"Huhhhh ... Mana ada kuliah pagi, ini mata gak mau meren juga, hiks ... Hiks .. Semua gara-gara cowo arogan itu ! " Kayra merasa tak nyaman saat ada di kamar itu.
Saat waktunya tiba, Kayra pun bersiap untuk keluar kamar karna ia harus segera pergi dari rumah itu menuju kost'an nya. Bagaimana dia mau kuliah sementara diapun belum belum sempat mandi dan berganti pakaian.
Keadaan rumah masih sepi, suasana nampak masih tenang. Kayra berjalan dengan perlahan karna yang dia tahu hanyalah pintu utama saat dia datang ke rumah itu. Ia tidak bermaksud untuk kabur tapi entah pada siapa ia harus mengutarakan niatnya untuk pergi dari rumah itu.
"MAU KEMANA KAMU ? " Tanya tegas dari arah belakang, membuat langkah kecil Kayra terhenti.
Kayra berbalik badan, dan ia melihat seorang wanita sedang berkaca pinggang melihat tajam ke arahnya.
"A-anu Bu, Saya ....... " Belum juga Kayra menjawab dan ingin menjelaskan. Datanglah sosok perempuan muda yang mendekat pada Ibu Maya, Ibu dari Mayor Raka.
"Siapa dia Bu ? " Tanya heran Sonia sama-sama melihat ke arah Kayra yang kini sedang berpenampilan kusut.
Saat Ibu Maya ingin menjelaskan pada anaknya, tiba-tiba sosok Gagah datang dengan seragam lengkap beserta atribut tertempel di bagian pundak dan juga bagian kemeja depannya di lengkapi Topi baret merah yang terselip di salah satu pundaknya.
"Ehmm .... " Sosok Laki-laki yang semalam sangat melekat di pikiran Kayra kini muncul di hadapannya dengan wajah yang tidak merasa bersalah sama sekali.
"Kakak ? " Sapa Sonia memeluk tubuh kekar itu.
"Manja, sudah besar kamu tuh ! " Dengus Raka namun dengan gerakan mengacak pangkal rambut Sonia.
Kayra melihat pemandangan itu dengan terus mematung di tempat ia berdiri saat itu.
"Bang, ini tuh bagaimana sih konsepnya ... Dia mau kemana ? Ko kaya maling saja mengendap-endap, bukannya dia mau bekerja di sini. " Bisik Ibu Maya bertanya pada Mayor Raka.
Raka seketika melirik ke arah Kayra, namun lirikannya di balas tatapan tajam oleh Kayra karna merasa kesal terhadapnya.
"Nanti saya jelas kan Bu ! yang jelas dia itu tidak akan seharian bekerja di sini. Dia akan bekerja pada malam hari saja, biar Bi Sari yang akan membagi tugasnya dengan dia. " Jelas Mayor Raka lalu duduk di kursi meja makan.
Tatapan Ibu Maya dan juga Sonia kini saling terpaut, tatapan yang berarti bahwa mereka tidak mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Raka.
Keduanya paham jika Raka paling tidak suka membahas hal apapun di meja makan, oleh karena itu baik Sonia ataupun Ibu Maya memilih untuk menyimpan terlebih dahulu rasa penasarannya itu.
"Bibi kemana Bu ? " Tanya Sonia saat sadar di meja makan tidak ada satupun menu makanan untuk sarapan di pagi hari itu.
"Coba saya cek dulu ke kamar Bibi, " Sambung Sonia kembali.
Beberapa detik Sonia pun kembali, dengan wajah yang khawatir. " IBu ... Kakak ! Bibi kayanya sakit deh, "
"Ya sudah biarkan BI Sari istirahat, Kamu bisa kan menyiapkan menu makanan untuk pagi hari ini ? " Tanya Ibu Maya menatap Kayra.
Kayra bingung, karna memang ia tidak tahu menu makanan apa yang harus ia buat.
"Ayo ikut saya ! " Perintah Raka, berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah dapur.
Kayra menemukan kesempatan untuk berbicara dengan Raka, untuk itu Kayra mengikuti langkah Raka tanpa ada pertanyaan atau penolakan dari mulutnya.
Saat Kayra merasa keberadaannya sudah jauh dari Ibu Maya dan juga Sonia, Kayra memegang lengan Raka tanpa ijin terlebih dahulu.
"Pak .. Anda berpikir tidak, saya itu seorang mahasiswi bagaimana anda berpikir bahwa saya harus bekerja di sini ! Jangan kan untuk menyiapkan makanan untuk beberapa orang, untuk saya sendiripun kadang tidak sempat karna harus segera pergi bekerja ataupun kuliah. " Cerca Kayra menekan nada bicaranya.
Mayor Raka hanya menukik kan kedua alisnya, "Kamu itu sekarang terikat perjanjian dengan saya, dan kamu harus tahu saya melakukan ini bukan tanpa alasan ! "
Jawab Mayor Raka berkaca pinggang di hadapan Kayra.
"Ya Alloh Pak, i-iya saya tahu saya salah karna telah menghancurkan ponsel anda ! Tapi bagaimana dengan kuliah saya pekerjaan saya Pak, " Dengan wajah memelas bercampur emosi Kayra perlihatkan di hadapan Raka.
Tanpa Kayra pikir, Raka sudah memperhitungkan semuanya. Baik dari jem kerja Kayra, jam kuliah Kayra sampai Jam kerja di rumahnya pun sudah Raka pikirkan.
"Heh ... Wanita cerewet, jam masih setengah enam. Sekarang ayo siapkan menu makanan yang sudah tercatat di buku kecil itu, di sana ada beberapa menu makanan yang harus di siapkan sesuai hari dan jamnya. Ayo cepat ! Jika kamu bisa menghargai waktu, waktu pun akan sebaliknya menghargai kamu. Kuncinya di siplin ! Paham ? " Jelas Raka bersikap seolah Kayra sedang berlatih militer.
"Euuhhhhh ... Jika saya wanita cerewet, Anda laki-laki Arogan yang sangat saya benci Pak ! " Kayra mengepalkan tangannya dan menghentakkan kakinya di hadapan Raka, lalu ia mengambil buku kecil yang ada di atas lemari es itu.
Raka tersenyum dalam hatinya melihat tingkah konyol yang di tunjukan oleh Kayra padanya. "Kita lihat saja sampai kapan kamu bersikap seperti ini pada saya. Semakin kamu benci saya semakin keras kemauan saya untuk kamu tetap berada di rumah saya ini. "
Raka pun pergi meninggalkan Kayra seorang diri di dalam dapur.
Kayra membaca isi buku itu, ternyata di pagi hari itu menu makanannya hanya Roti gandum utuh, telur rebus beserta sayuran yang sudah di siapkan oleh BI Sari di dalam lemari Es.
"Waktu memang masih pagi, tapi bagaimana bisa aku sampai di kampus jika aku belum mandi lalu mengganti pakaian. Sungguh merepotkan Bapak tentara satu ini, " keluh Kayra dengan tangan terus menyiapkan menu makanan itu.
"Silahkan Bu, " Ucap Kayra saat dia menyiapkan beberapa menu makanan di atas meja yang sudah di nantikan oleh Mayor Raka dan juga Sonia.
Tatapan Raka begitu tajam ke arah Kayra, namun Kayra enggan melihatnya.
"Emm ... Maaf Bu, Apa saya sudah boleh pergi ? " Tanya Kayra ragu.
Ibu Maya terdiam, " Kamu itu bekerja pada Raka anak saya, bukan pada saya ! Maka tanyakan saja pada Raka. " Jawab Ibu Maya membuat Kayra yakin bahwa keluarga Raka kali ini akan membuatnya selalu kesal dan muak.
"Baik Bu, " Jawab Kayra kini beralih ke arah Mayor Raka.
Perasaan malas membelenggu dalam diri Kayra ketika ia harus terlihat sopan di hadapan semuanya, Raka tak memperdulikan langkah Kayra yang sedang mendekat padanya.
Sebelum Kayra ingin meminta ijin pada Mayor Raka, Kayra melihat sekilas wajah Ibu Maya dan juga Sonia. Setelah itu ia baru berbicara pada Mayor Raka.
"Pak .. Boleh saya pergi sekarang ? " Nada bicara Kayra sangat berbeda sekali dengan nada bicara saat di dalam dapur tadi.
Perasaan Kayra tak menentu saat itu, perasaan yang di dominan dengan perasaan kesal yang begitu besar pada Mayor Raka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Pinky Gadis
kan hrsnya kayra lg hamil kok mlh bgni
2024-08-05
0
Pinky Gadis
kok jdi alur ceritanya brbh sih
2024-08-05
0
Kinara Zahida
suka ceritanya tapi bisa tdk jgn lama2 update nya soalnya bikin penasaran aja
2024-04-13
1