Epilog.

Istana utama Kerajaan 2 tahun sebelum Luna di bunuh dan bereinkarnasi.

"Black Knight, mau kemana kau?"

Terlihat di sebuah tempat latihan istana utama, Black Knight yang berjalan ke arah gerbang keluar.

Dia memiliki tubuh yang tegap dan tinggi 180cm dengan badan tertutup zirah berwarna hitam.

Ketika dia hendak membuka gerbang, dia di tanya oleh salah satu Knight yang berjaga di pintu gerbang.

"Aku mendapatkan cuti selama seminggu. Jadi aku berpikir untuk pulang ke rumahku."

"Hm, kalai tidak salah rumahmu itu berada di dekat ibu kota ya?"

"Ya, karna aku sudah lama tidak pulang. Rumahku mungkin sekarang sudah berdebu. Jadi aku memutuskan untuk membersihkannya."

"Kalau begitu hati hati di jalan."

"Ya."

Setelah pembicaraan mereka selesai, Black Knight mulai bergegas untuk keluar dari gerbang.

Di perjalanan di jalan ibu kota, dia melihat ada sebuah keributan di sebuah rumah milik penduduk ibu kota. Seluruh barang perabotan rumah tersebut hancur, jendela kaca dan tembok rumah itu pecah dan retak retak.

Black Knight ingin menghampiri rumah itu tapi dia mengurungkannya, karena ramai sekali orang di sana. Dia juga melihat beberapa Knight di yang mengatur para warga untuk tidak mendekat dan karna ini adalah situasi darurat.

"Aku sedang cuti sekarang... Jadi tidak ada kewajiban untuk aku membantu."

Setelah bergumam Black Knight lalu melanjutkan perjalanannya, namun dia menghentikan langkahnya karna di dalam rumah tersebut.

"Tolong! Tolong! Tuan Knight...!!! Jangan bawa istri dan anak saya...!!!"

"Tidak... Kebijakan Raja adalah adalah suara surga... Kau seharusnya bersyukur karna telah mendapatkan berkahnya."

"Tapi, tuan-."

Bugh...!!!

Pukulan keras di layangkan keatas pria paruh baya tersebut hingga terpental dan menghancurkan pintu rumahnya.

"Istri dan anak mu akan segera mendapatkan berkah agar bisa mengandung gen makhluk agung. Apakah kau mengerti...!! Kau seharusnya bersyukur untuk itu!!"

Tak lama berselang Seorang wanita usia 30 tahun dan seorang anak usia 10 tahun keluar dengan kedua lengannya terikat kebelakang, belum lagi matanya di tutupi oleh kain hitam dengan sangat erat.

Mereka berdua di bawah dan di naikan ke gerobak yang di tarik oleh 4 laki laki yang telanjang dada.

Setelah mereka berdua naik ke gerobak tersebut, sang kusir memecut keempat laki laki itu dan mereka segera menarik gerobak tersebut dengan kecepatan sedang.

Black Knight yang melihat kejadian itu mulai berjalan kembali menuju kerumahnya di dekat alun alun ibu kota.

"Kejamnya, Huh." Ucapnya sembari mengeluh dengan perilaku para Knight barusan.

"Semenjak Pangeran Wi_____ merebut tahta kerajaan. Ibu kota menjadi sangat suram... Banyak sekali Penduduk miskin yang kelaparan, dan keluarga yang sederhana juga dipaksa untuk berpisah dari keluarganya."

Black Knight memikirkan situasi kerajaan yang sekarang, telah menjadi sangat tenang.

Sejak anak Raja terdahulu merebut tahta ayahnya sendiri, dia mulai melakukan hal yang seenaknya.

Tidak hanya melakukan hal yang kejam seperti memisahkan keluarga bahagia, Raja sekarang bahkan terus menambah kekacauan dengan kenaikan pajak untuk tinggal di dalam ibu kota.

Jika sebelumnya adalah 1 koin brozen untuk satu hari tinggal di ibu kota, sekarang menjadi naik 10 koin brozen untuk 1 hari tinggal. Belum lagi jika ada seseorang yang tidak bisa membayar pajak tersebut.

Untuk laki laki akan di paksa berkerja tanpa di bayar untuk membangun station kereta sihir yang baru menjadi topik pembicaraan, untuk perempuan harus dimasukan kedalam istana harem untuk menghibur sang Raja dan Knight yang berprestasi.

Setelah Black Knight selesai membersihkan rumahnya yang terlihat berdebu tebal, dia melihat jam menunjukan kearah jam 4 sore.

Dia beristirahat sejenak dan mengingat kembali kejadian 3 tahun lalu ketika dia pertama kali memasuki istana harem kerajaan.

"Aku tidak menyangka Raja itu meminta ibunya sendiri untuk menjadi permaisuri... Belum lagi dia terus menambah permaisurinya hingga sekarang ada lima permaisuri di istana utama. Tapi sejauh yang aku lihat, aku belum pernah melihat Nyonya Umbrella di istana. Kira kira dia di bawa kemana ya..."

Black Knight yang mengingat kejadian itu mulai merasa kasihan dengan Permaisuri ketiga Sang Raja, yang mana dia adalah ibu kandung sang Raja itu sendiri.

Ketika dia ingin memasak makanan, dia melihat sesuatu di bawah yang terselip di atas di kaki meja kayunya.

"Ini..."

...****************...

...----------------...

Slash...

Slash...

Slash...

Daging manusia berwarna dengan darah tersebar di segala penjuru lokasi pertarungan antara Gideon melawan Marco.

Gideon tanpa rasa lelah sedikitpun berhasil menebas seluruh tubuh ganda Marco dengan pedang besarnya, sementara Marco yang hanya menerima tubuh ganda nya cincang oleh Gideon hanya tersenyum dan tidak menunjukan dirinya yang asli.

"Gideon, pastinya sangat berat untukmu bukan? Jika kau tidak menghianati kerajaan, kau pasti akan hidup bahagia sekarang bukan?"

Slash...

Salah satu tubuh ganda Marco yang mengajaknya berbicara langsung ditebas olehnya.

"Sialan... Tidak ada habisnya..."

"Haha... Kau tidak perlu bergerak seperti orang yang tidak waras Gideon. Aku sendiri yang akan menghampirimu..."

Tring...

Crak...

Tubuh Ganda Marco yang hendak menusukan belati ke bagian punggung Gideon, bisa di tangkis dengan baik oleh Gideon dan juga menebasnya secara langsung.

"Humuh humuh, kau tidak akan bisa bisa membunuhku hanya dengan pedangmu saja. Ah dan juga, Artifak instan Death juga tidak akan mempan padaku loh."

"Jadi kau mengetahuinya ya... Kau pasti orang dari istana utama kan?"

Kalung permata berwarna merah di leher Gideon adalah artifak yang bisa membunuh seluruh orang yang di benci olehnya.

Tidak memandang logika dan segalanya, selama Gideon membenci seseorang, dia akan bisa untuk membunuh siapa saja yang dia benci. Tidak hanya itu, Artifak itu juga bisa membunuh seluruh kerabat lawannya dengan sekali di aktifkan.

"Hm... Sepertinya aku sudah waktunya kau tahu ya..."

Tubuh ganda Marco yang baru saja berbicara dengannya mulai mengandakan dirinya menjadi lebih dari seribu dan perlahan mulai berjalan kehadapan jangkauan pedangnya.

Ketika Gideon menebas Tubuh ganda tersebut, tubuh Marco langsung mengeluarkan asap dan meledak langsung di hadapannya.

"Manusia peledak kah. Dengan menciptakan seribu tubuh seperti itu, apakah kau ingin menghancurkan kota ini hah...?!"

"Hah, memangnya aku perduli dengan itu? Kota ini adalah kota sampah yang harus segera dimusnahkan... Kau tahu itu, ini semua demi sang Raja, Makhluk agung."

Duar...

Duar...

Duar ...

Tubuh ganda Marco meledakan satu persatu dan membuat keributan di lokasi pertempuran mereka berdua.

Gideon terbang kelangit untuk menghindari ledakan tersebut menggunakan Item sihir.

"Hahahaha..."

Tubuh ganda Marco yang tersisa mulai terbang dan segera mengejar Gideon di udara.

Duar...

Setiap Tubuh Ganda Marco yang berhasil mendekat ke jangkauan tebasan pedang Gideon mulai meledak dan membuat Gideon sedikit kewalahan.

Disisi lain Umbrella yang sedang melawan Marcus mulai terganggu akibat ledakan yang di ciptakan oleh Marco.

Ledakan tubuh ganda itu sampai ke lokasi tempat keduanya bertarung dan ada juga beberapa bangunan yang hancur akibat ledakan tersebut.

Marcus memanfaatkan ledakan itu untuk bisa melarikan diri dari Umbrella, namun dia tidak menyadari kalau Luna sudah menyiapkan jebakan untuknya.

Slash ...

Lengan kiri Marcus terpotong oleh sesuatu yang tidak bisa di lihat oleh dirinya sendiri, setelah itu Marcus merasakan ada sesuatu yang mengikat kakinya.

"Benang sihir... Sial....!!!"

Crak...

Kaki kanannya terpotong dan membuat dirinya kehilangan keseimbangan.

Aarrrgghhh...

Teriakan putus asa terdengar dari mulut Marcus, dan tiba saja Umbrella muncul di hadapannya.

"Lock On."

Sembari mengangkat lengan kiri yang memegang sabitnya ke atas, Umbrella mulai mengayunkannya kearah bawah.

Slash...

Tidak hanya itu, Umbrella juga menebasnya dengan serangan beruntun dan membuat tubuh Marcus ter cincang menjadi potongan kecil kecil.

Wajah Umbrella terciprat sedikit darah Marcus, membuat dirinya tampak menyeramkan jika dilihat oleh orang lain.

"Aku memang bilang kepadanya untuk tidak ikut campur dalam pertarunganku dengan si tikus kembar ini, tapi aku tertolong karna jika aku hanya sendiri ada kemungkinan tikus ini akan kabur." Gumamnya kepada Luna atau biasa yang dia sebut 'Ratu Vampire'.

"Baiklah sekarang tinggal satu tikus lagi..."

Setelah berkata seperti itu, dia menghilang dari tempatnya berdiri dan menuju ketempat Marco.

Terpopuler

Comments

Ndaka

Ndaka

akhirnya sampai sini juga wkwk

2024-02-29

0

Cloe Char

Cloe Char

jebakan mematikan

2024-02-19

0

Riru Saya hebat

Riru Saya hebat

bang tutorial jadi gadis gimana bang

2024-02-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!