"Youm, apakah kau serius tentang ini?"
"Maafkan saya Yang mulia. Kukira gadis kecil ini turun langsung ke tempat kejadian."
Di ruangan yang terlihat sangat redup, seseorang yang terlihat mengenakan jubah hitam mewah sedang duduk di atas singgasana dan menegur seorang pria tampan yang berlutut di hadapannya.
Terlihat juga sepotong gundukan partikel sihir kecil yang kian lama kian memudar karna tertiup oleh angin.
"Dan kau juga telah kehilangan kedua tikus yang kabur itu."
"Maafkan saya Yang mulia."
Orang itu menegurnya bukan hanya karna tertipu oleh gadis kecil yang melawannya, tetapi juga kehilangan kedua target pengejaran secara bersamaan.
Awalnya misi dari pria itu adalah untuk membawa kakak beradik kemarin tetapi, dia di gagalkan oleh klon Luna yang datang untuk menjemputnya.
Setelah bertarung dan pria itu mengira dirinya telah menang dari klon Luna, pria itu mengabaikan misi aslinya dan kembali ke markas organisasinya dengan membawa kepala klon Luna. Akan tetapi setelah di serahkan kepada atasannya, kepala itu berubah menjadi partikel sihir dan sedikit demi sedikit memudar tertelan udara.
"Aku tidak ingin tahu, pokoknya kau harus menebus kesalahanmu itu."
"Saya siap menerima perintah apapun dari anda Yang mulia."
Pria itu tertunduk dan menyesali apa yang telah dia lakukan.
Bisa bisanya dia melupakan misi utamanya?
Kenapa aku sebodoh itu hingga bisa tertipu?
Pertanyaan seperti itu tidak pernah padam dari pikirannya, jika dia di izinkan. Pria itu mungkin akan membunuh dirinya sendiri untuk menebus kesalahannya, tapi metode itu dilarang karna itu hanyalah metode untuk melarikan diri dari masalah.
"Kalau begitu, bawa gadis kecil yang asli itu kesini dan kedua tikus yang dia pelihara. Aku tidak ingin ada kegagalan dalam penebusan mu kali ini. Apakah kau paham?"
"Siap Yang mulia, saya akan mencurahkan nyama, jiwa, dan raga saya untuk menyelesaikan misi ini. Saya mohon undur diri untuk segera menyelesaikan misi ini."
Orang yang sedang duduk di singgasana itu mengangguk dan pria itu mulai berdiri dan berjalan menuju keluar.
"Tunggu...!"
Pria itu berhenti dan hendak ingin berbalik, tapi dia di tahan oleh perkataan dari orang yang sedang duduk tersebut.
"Jangan berbalik dan dengarkan aku. Bawalah beberapa pasukan Elite C class, karena musuh kita di tempat itu bukan hanya si gadis kecil tetapi juga pasti ada keterlibatannya dengan keempat bajingan itu."
"Siap Yang mulia."
Pria itu kemudian membuka pintu besar dan keluar dari ruangan itu.
...****************...
...----------------...
"Si Ratu vampire telah kembali?"
"Ya tuan, dia sepertinya telah membuat base di suatu tempat di wilayah kekuasaan Laxion."
Di tempat lain, khususnya di ruang kediaman perusahaan dagang budak.
Terlihat marcus dan anak buah wanitanya yang kembali dengan kegagalan dalam misi berburu manusia di wilayah keluarga Laxion.
"Hm, kalau tidak salah dia telah di bunuh oleh salah satu Last Child kerajaan tapi. Dia masih hidup kah."
Marcus yang selalu memata matai pergerakan dari organisasi ibukota yang sedang bertransaksi dengannya, mendapati laporan kalau Luna "Ratu Vampire." Telah terbunuh oleh salah satu Last Child dari organisasi lawannya.
"Hm, kalau begitu terus lah berhati hati. Kau tidak akan bisa menang melawan Ratu Vampire itu, hindari sebisa mungkin apapun itu pertarungan bersekala besar atau kecil."
"Tapi yang mulia, mungkin dengan ini aku akan bisa-"
"Itu hanya akan menambah durasi pertarungannya saja, hasilnya tetap saja kalau kau lah yang akan mati. Jadi hindari sebisa mungkin."
Wanita itu hendak mengeluarkan sesuatu seperti permata yang berkicau di saku celananya dan berkata kalau dia mampu mengalahkan Luna dengan itu, tapi ucapannya di potong oleh Marcus yang sangat berhati hati dengan ancaman Luna.
"Hm, tenangkan lah pikiranmu dan lihat apa yang telah menimpa para bawahanmu kemarin. Apakah kah bisa melihat Ratu itu ketika membunuh mereka? Atau kau bisa melacak serangan yang membunuh mereka dengan persepsi mu? Didunia yang di penuhi oleh keajaiban seperti ini, kau harus lebih berhati hati dengan nyawamu."
"Baik, tuan."
"Hah, ya sudah lah. Terus awasi sekitar wilayah kita, karna musuh kita sekarang bukan hanya Ratu Vampire itu tetapi ada Organisasi di ibu kota juga yang akan datang ketempat ini."
"Siap..."
Wanita itu segera menghilang dari ruangan, dan kembali ketempat nya berjaga. Setelah wanita itu pergi, situasi di ruangan itu sangat hening dan hanya ada satu orang yang terduduk di sana sembari menyesap teh nya.
"Last Child kah... Itu memang benar, kau harus mengeluarkan mereka untuk menangkap Ratu Vampire ini. Hm, kurasa aku harus mengadu mereka dengan yang lain.
Marcus tersenyum kecil dan sembari melihat kearah alat sihir yang berbentuk map dengan beberapa ketiga objek yang bergerak di dalamnya.
...****************...
...----------------...
di sebuah goa di salah satu lokasi yang dekat dengan hutan tempat Luna sebelumnya terbunuh dan bereinkarnasi, terdapat 14 orang dari kisaran umur 12 tahun sampai 20 tahun, pria dan wanita.
Salah satu dari mereka ada yang terbangun setelah beberapa minggu di buat tertidur di laboratorium.
"Aduh, kenapa aku bisa ada di tempat seperti ini."
Dia adalah pria dengan umur 20 tahun dengan latar belakang acak.
Dia lalu mengingat terakhir kali dia di vonis tidak memiliki kekuatan ilahi dan di jual oleh orang tuanya kepada organisasi gelap.
"Kau sudah bangun."
"Siapa?"
Terlihat seorang gadis kecil di sudut pandangnya, gadis kecil yang aneh yang sedang duduk melayang di atas tanah.
"Aku bukan lah siapa siapa bagi dirimu, kau juga tidak perlu mengetahui diriku ini siapa. Yang terpenting adalah kau telah selamat dari dari mereka yang telah menggunakan dirimu sebagai objek percobaan."
"Objek percobaan?"
Pria itu bingung dengan apa yang di ucapkan oleh gadis tersebut, dia benar benar tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan nya.
"Maaf nona, tapi aku hanyalah orang biasa tanpa kekuatan ilahi. Jadi aku belum pernah mendengar kata kata seperti 'obyek percobaan.' Saya memang sangat berterima kasih kepada anda, karna telah menyelamatkan saya. Tapi saya benar benar tidak mengetahui apa yang anda bicarakan."
Gadis itu terlihat sedikit bermasalah entah kenapa, setelah wajah gadis itu sudah tenang. Dia mengeluarkan alat sihir yang memperlihatkan layar 3 dimensi dan didalam layar itu ada gambar dirinya yang telah di masukan kedalam Aquarium besar.
"Ini..."
"Itu adalah dirimu sebelumnya, dirimu hampir mati saat itu dan aku secara tidak sengaja menyelamatkan mu."
Pria itu terkejut dan sedikit mengingat kembali masa lalu nya setelah dia di jual oleh orang tuanya sendiri.
Rasa sakit dan penderitaan yang di terima olehnya kala itu sangat membekas di hatinya, dia bahkan hampir menyerah dengan hidupnya dan mulai kehilangan akal sehatnya.
Dia merasa ingin segera mereka mengakhiri hidupnya akan tetapi, mereka malah mempermainkannya dan menyembuhkannya kembali. Setelah di sembuhkan pria itu di siksa kembali dan perputaran itu tidak pernah berhenti dalam waktu yang lama.
"A-aku... Kenapa kau menyelamatkan aku... Seharusnya..."
"Diamlah!"
Gadis itu memotong ucapannya yang terbata bata, dengan nada yang sangat dingin.
"Dengan aku menyelamatkanmu, aku bisa menggunakan mu untuk kepentingan pribadiku. Jadi untuk bayaran karna telah di selamatkan, aku ingin kau menjadi bawahan ku."
"Memangnya aku akan menerima itu hah..."
"Ya, aku sangat mengerti kalau kau tidak akan menerimanya. Aku juga bisa membunuh sekarang jika kau memang menginginkannya. Tapi..."
Gadis itu mulai menaikan nadanya menjadi lebih dingin dari pada sebelumnya, dia memancarkan aura yang sangat tidak menyenangkan bagi pria itu.
"Kenapa... Kenapa aku bisa takut kepada gadis kecil ini..."
Gadis yang sedang duduk melayang itu mulai berdiri, namun tetapi saja, dia masihlah melayang di udara.
"Apakah kau akan membiarkan mereka menginjak injak mu seperti sebelumnya?"
Satu kalimat gadis itu membuat emosi pria itu sedikit naik.
"Apakah kau ingin mereka meremehkan mu seperti sebelumnya?"
"Tentu saja aku tidak mau...!!!"
Itu yang ingin di ucapkan pria tersebut, namun kata kata itu tidak bisa terucap dari mulutnya, dia merasa seperti sedang di tekan oleh gadis kecil di depannya.
"Katakan kepadaku! Apakah kau ingin mereka melakukan hal kejam sama seperti sebelumnya?
Tiga kalimat itu saja sudah cukup untuk membuat emosi pria itu memuncak dan di tambah oleh kata rasa amarah yang sangat mendapat dari dalam diri pria tersebut.
"Tentu saja aku tidak akan mau kejadian seperti itu terulang kembali."
"Benar, karna itulah kita harus melawannya."
Seperti membaca pikirannya, gadis itu berkata demikian yang membuat pria itu terkejut.
"Aku tidak membaca pikiranmu, namun itu tersirat di dalam dirimu. Aku akan katakan sekali lagi... Jadilah bawahan ku dan kita akan membalas apa yang telah mereka lakukan "
"Baiklah kalau seperti itu, aku akan menjadi bawahanmu. Tetapi, ini hanya sampai kita menghancurkan mereka saja kan."
Pria itu menegaskan kalau hubungan mereka akan berakhir setelah semuanya selesai. Dia tidak ingin melakukan sesuatu yang lain selain untuk menghancurkan mereka yang telah membuatnya menderita sebelumnya.
"Ya, aku tidak peduli dengan apa yang akan kau lakukan setelah kita menghancurkan mereka. Dan juga, aku ingin kau menyakinkan mereka semua untuk ikut membantu."
"Rekan yang mendapatkan derita yang sama, mungkin akan membantu dari pada merekrut orang lain yang lebih kuat ya... Aku mengerti."
"Hm, dan aku akan menunjuk mu dan wanita yang sedang berpura pura tertidur disana. Aku akan membagi kalian untuk memimpin 2 kelompok dengan 6 anggota dan 1 pemimpin."
Gadis itu menatap kearah seorang wanita yang sedang terbaring dan mendengarkan apa yang telah di bicarakan oleh mereka berdua.
Wanita dengan umur 18 tahun tersebut mulai menunjukan dirinya dan terduduk di tempatnya, dan dia mengangguk diam.
"Apakah anda benar benar ingin menghancurkan mereka, wahai penyelamatku."
Wanita itu bertanya kepada kepada gadis kecil tersebut dengan nada yang sedikit memendam kemarahan didalam setiap kalimatnya.
"Tentu saja. Jika kau tidak keberatan untuk menjadi bawahan ku, maka itu semua akan terwujud. Kau tenang saja dan turuti lah perintahku, dengan begitu kita bisa menghancurkan mereka semua.
"Apakah ucapanmu tidak terlalu arogan, bagaimana mungkin gadis kecil."
Bumm...
Gadis kecil itu mengeluarkan hawa membunuh yang sangat pekat, aura membunuh yang sangat kental dengan dendam dan derita yang tercampur didalamnya. Bahkan lebih parah dari pada yang mereka berdua dapatkan setelah mereka di jual kepada orang orang itu.
Keduanya terdiam dan tidak bisa terpaku di tempatnya, namun tiba tiba aura itu menghilang dalam sekejap dan gadis itu mulai tersenyum.
"Oh iya, aku punya hadiah untuk kalian..."
Gadis itu mengeluarkan dua orang pria dengan pakaian yang sering di lihat oleh keduanya.
"Hah, kenapa aku berada di tempat ini."
"Kenapa sih, kau berisik sekali..."
Kedua pria dengan pakaian profesor yang di keluarkan oleh gadis tersebut merasa heran, mengapa mereka ada di tempat yang gelap dan lembab seperti ini.
Pria dan wanita sebelumnya mulai terlihat bersemangat dan sesi penyiksaan pun di mulai saat itu juga.
...****************...
...----------------...
Yo, aku adalah Luna El Laxion yang asli loh.
Setelah aku bernegosiasi dengan nenek tua di toko obat dan ramuan itu.
Sekarang aku dalam perjalanan kembali ke rumah. Seperti saat aku keluar rumah dengan Alison si Knight, aku juga pulangnya bersama dengannya.
Karena akan aneh jika aku atau hanya dia yang kembali kerumah bukan.
Setelah mencapai gerbang, aku berpisah dengannya dan langsung menuju kekamar.
Mandi dan memakai baju tidur, aku langsung keruang makan untuk makan malam bersama ibuku. Setelah itu, aku pergi kekamar lagi dan mulai memikirkan tentang rencana masa depanku untuk menghancurkan kerajaan ini.
Pertama pembuatan organisasi ku telah masuk ketahap pelatihan, dan bisnis sampingan ku untuk menyamarkan identitas telah selesai.
"Selanjutnya adalah membuat namaku terkenal di dunia bawah kah. Darkness kah? Atau mungkin Lucifer kah? apa yah yang paling cocok untuk julukan ku..."
Aku memikirkan nama julukan ku sendiri sembari bersiap untuk pergi ke lautan hutan tempat para monster itu berada.
Dan inilah mengapa aku bertemu dengan Naga, setelah aku mengalahkannya. Tiba tiba saja pria botak berotot mulai menyerangku.
Scene aku putar kembali ke bab 7, saat aku berhadapan dengan salah satu kaisar dari kota tanpa hukum.
Kalau tidak salah, namanya adalah Goudoh atau Gidaon apapun itu. Yang terpenting adalah dia adalah pemimpin yang membuat bisnis dengan menyewakan jasa tentara bayaran.
Akan lebih bagus jika aku merebut tahta dari salah satu kaisar kota tanpa hukum ini, tapi aku tidak ingin merebut posisinya.
Jika harus memilih aku ingin merebut tahta Marco atau Marcus apalah itu aku lupa namanya, karna mereka adalah organisasi yang berhubungan langsung dengan organisasi yang mengendalikan kerajaan di belakang layar.
Aku ingin memotong sumber kekuatan mereka dari akarnya, dan akar mereka adalah kedua orang itu.
Wussshh...
Gidaon ini lumayan kuat ternyata, dia bisa menepis seluruh serangan yang aku lancarkan dengan tentakelku.
Walau hanya sepuluh yang ku lancarkan dia berhasil menahan 9 dari mereka, dan yang satunya lagi berhasil melukai lengan kirinya.
Dari bahu ke lengan kanannya hampir putus karna terkena tentakelku.
"Hahahaha..."
Dia tertawa... Apakah dia sudah kehilangan akal?
"Ternyata memang benar dan seperti yang rumor itu katakan, kau memiliki kekuatan aneh kah?"
Hm, rumor? memangnya aku pernah berbuat sesuatu, sehingga ada orang yang membuat rumor tentangku?
"Dan sekarang aku telah di kalahkan, apa yang akan kau lakukan kepadaku sekarang, Ratu Vampire..."
Apa...?! Ratu... Vampire...? Apa itu...?
"Apa yang kau maksud?."
Untuk lebih jelasnya aku bertanya kepadanya, tentang apa yang dia maksud itu.
"Jangan berpura pura bodoh, bukankah kau sendiri yang menyatakan dirimu adalah Ratu Vampire ketika kau membantai seluruh anak buah ku di salah satu di kota tanpa hukum?"
Menyatakan? Apa yang dia maksud? Dari awal aku tidak pernah mengusik wilayahnya, atau mungkin aku secara tidak sengaja menyerangnya ya.
"Terserah kau saja. Dari awal aku tidak tertarik denganmu."
"Apa yang kau katakan? Apakah kau ingin mengampuniku hah..."
Ck, dia keras kepala sekali. Mungkin aku harus membuat penawaran.
"Aku tidak tertarik untuk berkelahi denganmu, tujuan utamaku adalah si kembar itu. Kau mengerti kan apa yang aku maksud? Dan aku tidak ingin kau terlibat ketika aku menghancurkan mereka."
"Hm, mereka berdua kah. Mereka hanyalah sampah di mataku."
Kalau begitu mungkin akan bagus jika dia tidak ikut campur dengan perburuan ku.
"Aku ingin kau bekerja sama denganku, sebagai ganti dari nyawamu itu. Bagaimana."
Memberikan penawaran jujur adalah moto ku, tapi ini tidak akan bisa semudah itu.
"Maksudmu kau ingin mengadu dombaku kepada dua orang brengsek itu? Jika memang benar aku akan menolak."
"Bukan itu yang aku maksud, aku hanya ingin mengetahui metode... Tidak, tidak perlu di pikirkan. Jika kau ingin pergi dari sini maka pergilah, dan seperti yang aku katakan. Aku tidak tertarik kepadamu."
"Ck, apakah kau orang yang akan melepaskan mangsa begitu saja? Itu terlalu naif menurutku. Bagaimana jika setelah ini aku akan mencampuri urusanmu dengan si kembar itu."
Sialan... Apa yang dia ingin lakukan?
"Jika itu terjadi aku tidak akan memberimu kesempatan lagi... Sekarang enyah lah dari hadapanku...!!!"
Pria botak yang sangat menyebalkan itu meludah kesamping dan mengaktifkan alat teleportasi nya, dan dia menghilang dari hadapanku.
"Tapi Ratu Vampire kah."
Aku bergumam tentang apa yang di katakan oleh Gidaon itu tentang julukan yang telah di terapkan untukku.
Yah, mungkin itu juga tidak apa apa sih.
Dan juga, pemilik kekuatan ilahi tipe pemahaman adalah manusia yang di juluki vampire.
Jika di pikir pikir lagi, mereka mendapat kata vampire itu dari siapa ya?
Dunia fantasi yang aku tinggali sekarang ini memang tidak ada yang lain selain manusia, mungkin ada Homunculus tapi setelah bertarung dengan mereka. Aku lebih menafsirkan kalau mereka adalah boneka dari pada ras. Ya itu tidak lah terlalu penting untuk di pikirkan.
"Selanjutnya adalah Naga disana ya..."
Menjadi Dragon Slayer mungkin akan terlihat bagus di mata orang orang, tapi mungkin aku akan menggunakannya untuk menjadi metode pelatihan para calon anak buah ku nanti.
Aku terbang menghampiri Naga itu, dia ternyata masih beristirahat di tempatnya terjatuh tadi...
"Oy Dragon..."
"Hiiih."
"Hiiih?"
"Tidak, aku mohon untuk kau mengampuni nyawaku nona kecil."
"Baiklah, tapi kau harus menjadi peliharaan ku, tidak. Peliharaan itu terlalu mewah, bagaimana dengan menjadi budak ku."
"Bu-budak katamu...!!!"
Naga itu terlihat terkejut setelah mendengar peryataan ku.
"Ini bukan lah penawaran yang adil, itu kan yang kau maksud. Aku tidak akan melakukan penawaran kepadamu yang dengan bodohnya telah mencari gara gara denganku."
Naga itu terlihat termenung dengan kata kataku barusan, tapi aku tidak lah perduli akan hal itu.
"Jadi apa jawabannya, Slave or Dead...!!!"
...****************...
...----------------...
Di tempat lain muncul seseorang yang bisa dengan jelas kalau orang itu sedang terluka parah.
Pria botak berotot, pemilik gelar sang Kaisar Kota tanpa hukum bernama Gideon.
"Ara ara... Apakah kau telah di kalahkan?"
Gideon di sapa oleh seorang wanita cantik dengan mata emas yang duduk di salah satu kursi di ruangan Gideon.
"Big- tidak. Umbrella kah, kau mulai berani ya karna telah masuk ketempat ku..."
"Janganlah bersikap so cool di hadapanku, apa lagi dengan lukamu yang sangat parah itu."
Umbrella dengan julukan Big Mom, salah satu dari keempat Kaisar di Kota tanpa hukum ini. Dia dengan santai berjalan kearah Gideon dan memegang luka di bahu kanannya.
Setelah beberapa detik kemudian, luka yang sangat parah tersebut mulai menutup dan semakin lama kelamaan luka tersebut mulai menghilang seperti ilusi semata.
"Kau ingin bertanya tentang Ratu Vampire itu kan?"
"Jika kau sudah mengerti, maka ini akan menjadi lebih mudah. Tapi, ada satu hal lagi yang ingin aku inginkan sebagai balasan ini."
Gideon yang mengerti tentang itu segera duduk di sofa dan menaikan kakinya ke atas meja, setelah itu dia mengambil botol minuman beralkohol dan meminumnya langsung dari botol tersebut.
Umbrella mendekat dan mulai duduk di atas tubuh Gideon dan mulai menaikinya seperti menaiki kuda.
"Apakah kau masih marah kepadaku Gideon? Tentang masalah kala itu."
Sembari bertanya tentang masa lalu mereka, Umbrella segera melumat bibir Gideon dengan penuh nafsu di benaknya.
"Bukan berarti aku masih marah tentang hal itu, tapi aku mulai berpikir kalau hubungan kita memang sudah tidak bisa di perbaiki lagi."
Setelah melepaskan ciuman panas dari umbrella, Gideon membalas ucapannya dengan pemikirannya sendiri.
"Apakah aku sudah tidak berarti lagi untukmu? Bukan kah kamu sendiri yang menjanjikan untuk terus mencintaiku saat itu. Apakah kamu melupakannya?"
Nada dan gaya bicara Umbrella berubah menjadi manja setelah dia merasakan ada sesuatu milik Gideon yang sedikit terbangun di bawah sana.
"Huh, mana mungkin aku melupakan hal itu. Tapi itu sudah berlalu dan kini kita harus mengambil jalan kita masing masing."
Gideon membalasnya dan mulai memeluk tubuh Umbrella dengan lembut serta melepaskan bra yang di kenakan nya.
"Hm, baik lah Gideon. Tapi aku... Hmm..."
Ucapan Umbrella tertahan karna permainan yang di lakukan oleh Gideon membuatnya kenikmatan.
Setelah itu, kalian mengerti kan apa yang terjadi. Mereka melakukan aktifitas dewasa seperti sepasang suami istri, tapi karna keadaan mereka yang telah berpisah. Mungkin bisa di anggap jatah mantan.
1 Jam kemudian.
"Apakah dia memang sekuat itu?"
Umbrella yang dalam keadaan tanpa mengenakan pakaian setalah mandi, mulai bertanya untuk mengkonfirmasi tentang kekuatan Luna si Ratu Vampire yang di jelaskan oleh Gideon di tengah tengah aktifitas mereka.
"Ya, jangan sampai kau menghadapinya, tidak. Aku lebih menyarankan agar kau tidak terlibat dengannya."
Gideon yang telah mengetahui kekuatan Luna menyarankan, atau lebih tepatnya adalah memperingati Umbrella untuk tidak terlibat si Ratu Vampire.
"Target buruan dia adalah mereka berdua ya."
"Ya, bukan kah itu akan menjadi keutungan bagimu. Kau akan kehilangan pesaing mu di bidang prostitusi bukan begitu."
"Ya, kau benar. Kalau begitu, aku mungkin akan menemuinya dan menawarkan sedikit bantuan kepadanya."
"Terserah mu saja."
Umbrella tersenyum dan sedang memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya, sebaliknya Gideon menggelengkan kepalanya dan mulai meminum alkoholnya kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
RATU REINKARNASI
julukan mu di dunia kegelapan atau biasa kita panggil dunia bawah
2024-04-26
0
Rei
ternyata dalang di balik organisasi yang di lawan oleh MC adalah seorang dewa🗿
2024-02-27
1
Rei
udah dapet julukan ratu vampir aoakakak
2024-02-27
2