Pertandingan babak kedua pun berlangsung dengan cara yang sama seperti kemarin, namun sekarang aku berada di posisi yang sangat menjengkelkan.
"Pangeran After, bukan kah sebenar lagi anda akan bertanding, mengapa anda masih duduk di kursi ini?"
Aku kini hanya duduk berdua dengan pangeran After yang lumayan pemaksa hari ini.
"Hm, nona Luna tidak perlu mengkhawatirkan saya. Walaupun saya sekarang masih berada di tempat ini, saya pasti akan memenangkan pertandingan nanti dan akan masuk ke 4 besar. Anda tunggu dan lihatlah pertandingan saya nanti."
Siapa juga yang mengkhawatirkan mu bodoh.
Ya, itu sih yang aku ingin katakan. Tapi untuk menjaga formalitas mungkin ada baiknya untuk tetap bersamanya.
"Apakah anda yakin akan kemenangan anda Pangeran After?"
"Ya, saya sangat yakin. Karna saya adalah murid unggulan di sekolah juga sih. Hm, aku juga bisa mengalahkan Kakakmu itu dengan mudah loh. Jika kamu tidak keberatan sih, hehe."
Sesungguhnya itu memang benar sih, tekhnik gaya berpedang Kerajaan memanglah sangat berbeda dan sedikit kuat dari pada bangsawan lainnya. Tapi tetap saja.
Ini bukan karna aku memilih Kakakku atau sebagainya, tapi tentang kegigihan seseorang.
kakakku yang seperti itu, jika di bandingkan dengan Pangeran After ini. Menurutku akan setara satu sama lain, tapi aku mungkin akan sedikit mencoba untuk melawannya.
Aku mengulurkan tentakelku untuk memanjang dan menembus lantai VIP ini ketempat para penonton rakyat biasa.
Lalu setelah itu aku membuat Clone dari Slime perubah bentuk, setelah itu aku bergegas memasuki ruang persiapan peserta.
Aku melihat kalau lawan yang akan bertanding dengan Pangeran After adalah anak bangsawan Tingkat Baron.
Aku tidak begitu ingat tentangnya namun pasti ada kata mules mules gitu di belakangnya.
Clone ku berada di koridor dan mengamati area sekitar dengan tentakelku.
"Bagus ketemu."
Dia sepertinya sedang bersama dengan teman perempuannya, dan terlihat dia sedang berciuman dengan sangat panas.
Apakah dia akan baik baik saja selama pertandingan? tidak.
Aku pernah mendengar kalau seseorang akan menjadi semangat dan rileks untuk bekerja ketika mendapatkan hal hal seperti ini, terlebih lagi itu harus dilakukan sebelum bekerja.
Yaa, bukannya aku peduli juga sih.
"Elimes, apa kau ingin minuman aku belikan minuman dingin?"
"Ya, boleh Char. Tolong ya."
"Oke."
Setelah pacarnya pergi dia terlihat sendiri dan mulai bersantai untuk beristirahat. Aku penasaran mengapa dia bisa sempat berciuman di tempat publik seperti itu tanpa ada yang mengetahuinya.
Ya, itu tidak lah penting. Yang terpenting adalah.
"Intinya adalah aku harus mengalah kah. Huh, pangeran After memang seenaknya saja."
Hm, tunggu dulu?
Harus kalah?
"Jika aku melawannya, maka dia akan mengancam untuk mengusir orang tua ku dari pusat. Huh, sungguh apa yang akan di harapkan dari orang seperti itu. Jika dia benar benar menjadi Raja."
"Huh, sangat menyebalkan."
"Eh, apa yang kamu katakan nona Luna?"
Tubuh asliku di kursi VIP bergumam sendiri setelah melihat keluhan dari lawan yang akan menghadapi Pangeran After.
"Tidak tidak Pangeran After. aku hanya ingin sedikit haus."
"Kalau begitu biar saya yang menuangkan teh untuk anda."
Apakah dia ingin mendapat kesan baikku? Atau dia ingin menjebakku? Aku tidak mengerti tentang dia, namun aku tahu satu hal kalau dia terlibat dengan orang yang aku selamatkan lusa kemarin.
Mereka Vampir? Tidak.
Walaupun dunia ini adalah dunia fantasi seperti di novel novel, tapi dunia ini hanya memiliki 2 Ras saja. Pertama adalah manusia, yang kedua adalah Homunculus. penampakannya seperti manusia dengan kekuatan tempur terkuat, mereka diciptakan oleh manusia untuk menjadi mesin tempur.
Aku mengetahui hal itu dari perpustakaan kediamanku. Dikatakan di buku sejarah kalau Bangsa Iblis, Vampir atau semacamnya tidak ada didunia ini.
Jadi sangat meragukan jika mereka Vampir.
Mungkin itu adalah manusia yang berbeda atau semacam untuk membedakannya dari manusia, atau mereka Homunculus. Tetapi Humunculus tidak akan memiliki kesadaran dan hanya akan patuh kepada tuannya.
Masih banyak yang harus aku selidiki di Kerajaan ini.
Mungkin aku akan menanyakan kepada mereka berdua nanti setelah bertemu lagi di kota tanpa hukum.
Untuk saat ini, jika orang orang yang mengejar mereka hanyalah kelas Knight biasa dan Kapten. Tentu saja mereka akan menang.
Mungkin butuh 1 minggu jika berjalan kaki dari ibu kota ke kota tanpa hukum, tapi mengingat mereka adalah orang orang yang sedikit kuat. Mereka pasti akan baik baik saja.
Untuk sekarang aku harus segera menyingkir dari pangeran sialan ini, tapi bagaimana ya.
(Pertandingan ke terakhir adalah Pangeran After Vs Tuan muda Elimes.)
"Kalau begitu, aku akan bertanding dulu ya."
"Ah ya Pangeran. Semangat lah."
Jika ini adalah novel tentang percintaan. Pola seperti ini tidak akan selesai dalam waktu cepat.
Mungkin aku akan menafsirkannya seperti ini. Dikatakan bahwa seorang laki laki populer di sekolah akan merasa bosan ketika dia melihat wanita yang mudah ditaklukan. Namun untuk sebaliknya, dia akan terus mendekati wanita yang sulit untuk di taklukan.
Jika aku masuk dalam alur seperti itu, ini akan sangat merepotkan.
Apakah aku harus mencoba menjilatnya seperti wanita lain, tapi harga diriku akan jatuh saat itu juga.
(Pertandingan dimulai.)
Slash...
sorakan para penonton berhenti dalam sekejap, mereka melihat sesuatu yang tidak bisa diprediksi.
Baron Elimes yang memiliki kekuatan yang amat besar kalah dalam sekejap oleh Pangeran After.
"Kekuatan ancaman kah, memang sangat berpengaruh."
Aku tidak jadi untuk menyamar menjadi Tuan muda Elimes karna dia dan keluarganya mungkin akan mendapat masalah jika aku mengalahkan pangeran After.
Maka dari itu aku mengurungkan niatku dan mulai menggunakan Clone ku untuk berkeliling ibu kota.
Pangeran itu juga rupanya menggunakan pola MC MC lainnya yang di babak penyisihan pertama dia bertarung dengan sengit dan di babak kedua ini dia bisa menang dalam sekali serang.
Dan sekarang pangeran After melihat kearah ku dan tersenyum kemenangan, entah mengapa senyumnya sangat mirip dengan dia yang ada di mimpiku kemarin malam.
Dan setelah itu semi final akan di lakukan setelah makan siang, namun ini adalah hari yang sangat tidak beruntung bagiku karna Pangeran After mengajakku makan bersama.
Huh, sungguh merepotkan.
"Nona Luna, mengapa kamu menutup sebelah matamu yang indah itu?"
"Oh tidak, ini sepertinya mataku kemasukan debu jalanan. Maafkan saya pangeran after."
"Tidak, kamu tidak perlu meminta maaf untuk itu. Bagaimana apakah makanan di sini sangat enak? Kalau tidak, kita bisa pindah lagi ke restoran ternama lainnya."
Yah dan seperti itulah hari ini berjalan hingga petang pun tiba.
Di pertandingan semi final, Kakakku berhasil masuk kefinal dan akan menghadapi pangeran After di babak final nanti.
...----------------...
...****************...
Clone.
Setelah Luna tidak jadi untuk menggantikan Tuan muda Elimes.
Luna bergegas untuk berkeliling ke setiap pelosok ibu kota, dia menjadi bahan perhatian orang orang karna mereka mungkin merasa heran.
Mengapa ada anak perempuan dengan pakaian mewah di tempat seperti ini?
Apakah dia anak bangsawan?
Mengapa anak bangsawan bisa berjalan sendiri tanpa pengawal?
Berbagai pertanyaan dari setiap penduduk kota yang melihatnya pun terdengar oleh Luna sendiri.
"Ya, Aku memang seharusnya menyamar sih. Akan aneh jika aku terus berjalan seperti ini di hadapan banyak orang. Apalagi dengan gaun yang mencolok ini."
Ia mampir ke toko pakaian dan melihat banyak sekali pakaian biasa yang di gantung di toko tersebut. Walaupun bukan setingkat para bangsawan, tetapi pakaian di sini lumayan bagus jika di bandingkan dengan toko baju di wilayahnya sendiri ataupun di kota tanpa hukum.
"Pelanggan terhormat. Terima kasih karna anda telah datang ke toko rendahan seperti ini. Adakah yang bisa saya bantu?"
Penjaga toko datang menghampiri Luna dan mencoba untuk menawarkan jasanya untuk mencari pakaian.
"Hm, aku ingin 3 pakaian yang sedang pajang di jendela dan aku ingin pakaian yang menggambarkan seorang petualang dan tentu saja yang seukuran dengan saya."
Luna memesan seluruh pakaian yang terlihat agak mahal di depan, walaupun ukurannya terlihat berbeda dari ukuran tubuhnya tetapi dia tidak perduli akan hal itu. Yang terpenting baginya adalah baju yang terakhir yang dia ingin kenakan.
"Oh, terima kasih banyak Nona muda. Kalau begitu kami akan segera membungkusnya untuk anda. Ngomong ngomong pakaian petualang seperti apa Nona? ada banyak sekali pakaian untuk seorang petualang?"
"Hm, terima kasih. Pokoknya yang mana saja, asalkan jangan terlalu memamerkan kulit dan terlihat biasa saja."
"Baiklah Nona muda, tolong ikuti saya ke tempat pakaian itu dan saya juga perlu mengukur tubuh anda."
Setelah itu, Luna mengikuti pelayan tersebut dan ikut memilih pakaian yang di inginkan olehnya.
Alhasil dia mengenakan pakaian berwarna putih dengan jubah hitam, di tambah topi kerucut yang memperlihatkan bahwa dia adalah seorang penyihir.
(Kalo kurang jelas, kek gini aja. Ku kasih ilustrasi karakter Elaina dari anime Majo no tabi tabi.)
Luna sebenarnya ingin memakai pakaian untuk seorang Petarung wanita, namun pakaian itu banyak sekali terlihat memamerkan perut dan dadanya, untuk bagian bawahnya hanya celana hotpants yang amat ketat.
Luna tidak tertarik dengan yang terbuka seperti itu dan memilih pakaian dengan jubah seperti penyihir.
"Terima kasih atas kunjungannya."
Setelah membayar seluruh baju dengan 2 koin emas, Luna bergegas keluar dari toko dan melambaikan lengannya kearah penjaga toko.
"Bagus. Dengan ini aku tidak terlalu mencolok, toh banyak sekali orang orang yang memakai pakaian seperti ini di ibu kota."
Ketika Luna berjalan santai, dia mendapati suara suara dari dalam bawah tanah.
"Saluran air? Hm, aku sedikit penasaran sih. Tapi di mana tempat masuknya ya?"
Luna mencari tempat untuk masuk ke dalam saluran air dan menemukan jembatan besar yang ada di sekitarnya.
"Itu dia."
Setelah melihat sekeliling dan tidak ada yang memperhatikannya, Luna melompat dan setibanya di bawah dia melayang di udara karna tidak mau kakinya menyentuh lantai yang terlihat kotor.
Luna berjalan di pinggir sungai kotor dan masuk ketempat saluran air yang terlihat seperti labirin.
...----------------...
...****************...
"Tuan, apakah ini sudah cukup?"
"Ya, letakan bahannya di Aquarium kaca itu. Setelah kita menelitinya kita akan membedah tubuhnya."
Di tempat dengan cahaya redup di kedalaman bawah tanah ibu kota.
Terlihat ada beberapa orang dengan pakaian peneliti sedang mengurus sesuatu untuk melakukan eksperimen yang sangat kejam terhadap manusia.
Ada lebih dari 10 mayat pria dan wanita dewasa yang sedang di awetkan serta beberapa anak remaja yang telah kehilangan sebagian anggota tubuhnya dan di biarkan saja di dalam kurungan.
Kali ini mereka hendak membawa seorang wanita remaja kisaran 17 tahun dan memasukannya kedalam Aquarium untuk berhasil menelitinya.
Wanita itu dibiarkan begitu saja berdiri di aquarium tersebut dengan dipasangkan berbagai selang di setiap lubang di tubuhnya agar bisa menghirup oksigen yang di berikan oleh sebuah alat.
Setelah itu, Aquarium tersebut di isi air hingga membuat wanita tersebut tenggelam di dalamnya.
"Bagus, beri dia code name Vampir220."
"Oke, kalau begitu aku akan mengambil beberapa yang lain ya."
"Ya, hati hati. Mereka adalah sekelompok bajingan yang sering kali menghianati orang orang yang bertransaksi dengannya. Jangan sampai lengah dan memberi mereka celah."
"Oke... Prof, Liuner."
Setelah pembicaraan itu, mereka berpisah.
Scene memperlihatkan si profesor bawahan yang hendak keluar dari ruangan itu.
Dia melepas jasnya dan mulai berjalan ke pintu keluar dengan bersiul pelan.
Dia sangat menikmati pekerjaan barunya yang sangat santai dan gajih yang besar. Profesor itu bersyukur kepada dirinya sendiri.
Dia membawa sekitar 5 pengawal untuk ikut bersamanya melewati lorong dengan santai. Kemudian dia mulai bertanya kepada pengawalnya untuk membuat suasana baik.
"Tuan kapten, terima kasih atas kerja keras anda karena telah melindungi ku hingga sekarang ini."
"Ahaha, tak perlu berterima kasih. Kami hanya menjalankan perintah dari sang pangeran. Jadi jangan terlalu di pikirkan." Balas Kapten Knight kepada dia kembali.
"Tapi jika bukan karna anda yang melindungi ku maka semuanya tidak akan seperti ini. Ngomong ngomong, bagaiman dengan pencarian tikus yang kabur lusa kemarin?" Dia menanyakan menanyakan tentang pengejaran kedua orang yang di selamatkan oleh Luna lusa malam saat itu.
"Sepertinya mereka telah sampai di luar ibu kota tuan. Maafkan rekan saya yang sangat bodoh hingga melepaskannya begitu saja." Kapten Knight itu menundukan kepalanya untuk meminta maaf tentang rekanya yang telah mati di perjalanan dalam pencarian mereka berdua.
"Kemana mereka berdua bergerak?"
"Dari yang terlihat terakhir kali sih, mereka menuju kearah barat."
"Barat ya, apakah tujuan mereka adalah rumah mereka? Atau desa mereka? Hm, jika di lihat dari geografis peta kerajaan, mungkin mereka akan menuju ke dua tempat."
Profesor yang di kawal itu mulai mengingat kembali peta dan membaca arah tempat yang akan di tuju oleh kedua orang yang kabur dari sana.
"Jika anda bisa menebak mereka pergi kemana, bolehkan anda memberitahu kami tujuan mereka tuan?"
"Ada kemungkinan dua tempat. Pertama adalah wilayah Count Laxion dan yang kedua adalah kota hantu yang tidak memiliki hukum itu."
Kapten Knight dan beserta keempat bawahannya terkejut mendengar kata kota hantu. Kota tanpa hukum tempat yang Luna gunakan untuk mencari uang dan berlatih.
"Bukankah tempat itu sangat berbahaya? Bukan hanya dengan di pimpin oleh 4 Kaisar yang memiliki kekuatan yang di luar nalar manusia, tapi kroco kroco kecil di sana juga bisa setingkat dengan ku dan melebihi Knight biasa dalam hal kemampuan. Mengapa mereka pergi ketempat itu?"
Kapten Knight itu menceritakan tentang seberapa berbahayanya kota hantu tersebut dan betapa banyaknya orang orang kuat di sana.
"Maka dari itu, kita tidak boleh membiarkan tikus itu pergi kesana. Aku ingin kalian mengejar para tikus itu sebelum mereka tertangkap oleh si bajingan Marco itu."
"Siap tuan, setelah kami mengetahui lokasi yang mereka tuju. Kita bisa menghadang mereka dan mengepung mereka."
"Bagus, tapi jangan lupa. Kalian juga harus membuat rencana cadangan jika mereka mengubah arahnya ke wilayah Count itu. Tim Hanzo mereka juga sama berbahaya, bahkan satu orang saja bisa menghabis 100 orang dari kalian."
"Oh, Pasukan Hanzo itu kah. Itulah yang membuat Tuan Count Claus menjadi naik jabatan bangsawan tingkat tinggi. Mereka berhasil menahan 10.000 pasukan Kekaisaran dan bernegosiasi dengan keempat Kaisar di kota hantu itu yah."
"Ya, itulah sebabnya kalian harus berhati hati."
Tanpa di sadari oleh mereka, Luna berada di belakang mereka dan mengikuti mereka dengan berjalan santai.
Luna membunuh senyap orang di urutan paling belakang setiap kali bawahan dari Kapten Knight tersebut yang telah merasakan keberadaan dirinya, dia juga menghilangkan mayat mereka dengan memberinya kepada tentakel Gluttony untuk di makan dan di cerna agar menambah stamina nya.
"Hm, Hanzo kah. Aku pernah melihatnya di setiap pelosok wilayah kekuasaan ayahku, tapi menurutku kemampuan mereka hanyalah sebatas itu saja. Apakah mereka melebih lebihkan kekuatan para hanzo itu?"
Luna sering sekali melihat anggota hanzo di wilayahnya dan menafsirkan kalau hanzo tidaklah begitu kuat seperti yang kapten Knight itu katakan.
Itu sih baginya, tetapi pada kenyataannya, para hanzo yang di latih oleh ayah Luna adalah pasukan elite kecil yang bahkan 200 saja di antara mereka bisa meratakan negara kecil di dunia ini. Sangat kejam dan tidak memiliki rasa kemanusiaan.
Ketika mereka hampir tiba di permukaan saluran bawah tanah, Luna membunuh anak buah terakhir dari Kapten Knight dia juga mulai ikut dalam pembicaraan mereka berdua.
"Berarti Vampir yang di sebutkan itu hanya code name saja? Dan mereka adalah pemilik kekuatan ilahi tipe Pemahaman yang. Apakah seperti itu tuan prof?"
"Itu benar, mereka hanyalah bahan untuk kita bisa mengambil inti dari kekuatannya dan menjadikannya artefak-"
Profesor itu memotong ucapannya karna terkejut dengan suara anak perempuan yang tiba tiba terdengar daei belakang
Kapten Knight mulai melompat mundur dan mendorong prof itu untuk menjaga jarak dari Luna.
"Siapa kau? Dan dimana anak buah ku?"
"Hm, pertanyaan ku hanya di jawab setengah, jadi aku juga akan memberikan setengah dari mereka saja deh."
Setelah Luna berbicara seperti itu, dia melemparkan kepala keempat anak buah Kapten Knight itu.
Hih...
Prof itu terkejut berbeda dengan Kapten Knight yang telah mengaktifkan Artefak di zirah, pedang dan kalung serta gelang dan cincinnya. Kapten Knoght itu mengerti kalau gadis itu sangat kuat.
"Tuan Prof, sebaiknya anda tetap di belakang saya. Jangan sampai menjauh dari saya apapun yang terjadi."
"Ba-baik..."
"Apakah rapat strategy nya sudah selesai? Kalau begitu majulah! Atau kamu mau aku yang maju?"
"Diam kau bocah tengik, jangan besar kepala dulu karna kau telah membunuh seluruh anak buah ku. Aku tidak akan, bisa, kamu, kalah, kan." Ucapan Kapten itu terbata bata di bagian akhir karna dadanya langsung di tusuk oleh tentakel Luna.
"Hoaa, huh, apakah ini film drama? Ingin bertarung saja harus banyak berbicara seperti itu. Bodoh kah?"
Luna berbicara sembari menguap dan menutup mulutnya yang kecil dengan jari jari mungil.
"To-tolong jangan bunuh saya."
Luna lalu memperhatikan orang yang terakhir yang telah membeberkan seluruh informasi informasi penting milik organisasinya.
"Aku tidak akan membunuhmu, kalau kamu mau memberi aku lebih banyak infomasi lagi. Aku sangat suka Informasi seperti itu."
"Ba-baik aku akan memberimu informasi yang kamu inginkan, ta-tapi aku mohon untuk tidak membunuhku..."
Luna mulai mendekat kearah Pria itu dengan melayang sekitar 5 cm di atas lantai. Setelah hampir mendekati kearah pria itu, si pria tersenyum dan mengeluarkan botol gas beracun.
"Becanda... Rasakan ini..."
Dia melemparkannya kearah Luna dan asap berwarna keunguan menyebar ke seluruh tubuh Luna.
"Itu adalah racun yang bahkan bisa melumpuhkan seekor Naga hahahaha. Kau akan pingsan setelah menghirupnya dan aku akan memberikanmu untuk menjadi bahan ekperimen selanjutnya bocah, Hahahaha."
Tawa pria itu terdengar di seluruh lorong bawah tanah tersebut, setelah dia melihat bayangan anak kecil di dalam asap beracun itu mulai terjatuh ketanah.
Pria itu mulai berdiri dengan kedua kakinya untuk memastikan gadis kecil itu sudah pingsan atau hanya jatuh kelelahan.
"Oy bocah, apakah kau sudah tidur disana."
"Tidak, aku belum tidur loh."
"Hm, kenapa belum-"
Pria itu terkejut setelah mendengar suara dari belakang dirinya dan melompat hingga tercebur ke sungai yang sangat kotor di saluran air.
"Ke-kenapa?"
"Baiklah. Sesi tanya jawab akan segera di mulai."
Luna mengangkat kedua kaki pria itu dari sungai kotor, dan menggantung nya secara terbalik serta menanyai seluruh pertanyaan yang masih membuatnya penasaran.
3 jam berlalu dan pria itu juga mulai mati melemas karna darah yang terkumpul di kepalanya, setelah itu Luna memberikan mayatnya kepada tentakelnya untuk di ekstrak menjadi stamina nya. Luna lalu berjalan menuju kearah yang telah di beri tahu oleh pria barusan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
RATU REINKARNASI
ah... aku suka ini membayangkan nya saja membuat musuh bergidik ngerik☠️
2024-04-26
1
RATU REINKARNASI
skill pasif emang berguna
2024-04-26
0
marrydiana
mampor sampai sini dulu thor, nanti dilanjut lagi
feedback juga di karya aku ya😁
2024-02-26
0