Terjebak dalam keadaan yang sangat sulit seperti ini, seorang gadis kecil meronta ronta di hadapan kedua orang pria mesum di depannya.
"Ck, lepaskan aku bajingan!!."
"Hm, kau hanya perlu rileks saja gadis manis."
"Kita akan membuatmu melupakan segalanya dan menjadi budak yang patuh kepada tuannya, jadi tenanglah, hahaha."
Kedua preman yang terpesona akan keindahan tubuh dari Luna, mulai mendekat dan lebih dekat kearahnya.
"Lihat saja! Jika kalian menyetuh sesuatu yang tidak boleh di sentuh oleh sembarang orang... Kubunuh kalian, hah...!!!"
"Uwa, menakutkan. Kalau begitu, selamat menikmati...
...****************...
...----------------...
Lokasi pindah ke hutan atau lebih tepatnya adalah markas sementara dari Organisasi Black Hole yang di perintahkan untuk menangkap Luna.
Disana mereka sedang menyambut dua orang tamu yang datang ketempat mereka, yakni adalah Wild dan Count Claus.
Mereka berdua di persilahkan masuk kedalam tembok pertahanan dan di suguhi dengan teh dan berbagai macam makanan.
Count Claus dan Wild yang sedang duduk di salah satu rumah kayu, kini sedang berhadapan dengan salah satu petinggi di bawah perintah pemimpin grup tersebut.
Dia adalah seorang pria dengan banyak otot di lengan perut dan kakinya serta bertelanjang dada, seperti dia memperlihatkan tubuhnya yang kekar kepada mereka berdua.
Count Claus sama sekali tidak merasa ketakutan dan Wild dengan emosi yang di tahan sangat ingin sekali membantai seluruh orang yang berada di tempat ini.
Walaupun dia tidak memiliki bukti, tapi dia merasa sangat yakin bahwa orang orang di hadapannya ini adalah orang yang menculik Luna, adik kandungnya yaitu Luna.
"Jadi, apa anda memiliki urusan dengan kami. Tuan Count Laxion."
"Tentu saja, siapa yang menyuruh kalian untuk mengintervensi serta masuk kewilayah ku tanpa seizin?"
Count Claus menjawab dengan nada dan mata yang sangat tajam, mengarah kearah pria di berotot di hadapannya.
"Kami berada di luar wilayah anda tuan Count Laxion, dan kami juga tidak pernah menyentuh kota yang anda kelola..."
"Tidak, bukankah wilayah di sekitar kota tanpa hukum ini telah di berikan kepada keluarga Laxion oleh Yang mulia Ratu, tidak. Jika hanya kalian, ada kemungkinan kalau kalian tidak mengetahui hal seperti itu. Panggil sekarang pemimpin mu kesini, sebelum aku membakar seluruh markas kalian..."
Count Claus dengan aura yang meluap uap, mulai muncul percikan api di seluruh tubuhnya. Begitu juga dengan Wild di sampingnya, dia mencoba untuk mengeluarkan pedang dari sarungnya tetapi di masih di tahan oleh ayahnya.
"Kami mohon maaf Tuan Count Laxion, Tuan Kryaga sekarang sedang berada di markas yang lain. Jadi dia tidak bisa datang ketempat ini."
Count Claus menghela nafas dan melihat kearah salah satu Hanzo yang bersembunyi di balik bayang bayang.
Setelah pandangan mereka bertemu, Count Claus segera menganggukan kepalanya. Segera para Hanzo muncul dan mulai melakukan pembantaian sepihak entah itu di dalam bangunan rumah kayu, dan di luar bangunan, bahkan pembantaian itu mencapai seluruh orang yang berjaga di luar gerbang.
Hutan dengan banyaknya dedaunan hijau, sekarang terlihat banyak telah ternodai oleh cairan merah yang yang sangat kental.
Count Claus dan Wild berdiri atas rumah kayu tersebut dan menunggu laporan dari para Hanzo yang telah di perintahkan untuk mengitari seluruh wilayah yang telah di jadikan markas sementara oleh organisasi Black Hole.
Dari atas bangunan tersebut, terlihat jelas perbedaan kekuatan yang sangat tidak seimbang di antara kedua belah pihak, dan salah satu Hanzo datang ketempat mereka berdua dan langsung berlutut untuk memberikan laporan.
"Kami telah berhasil menyita seluruh perlengkapan, Artefak, alat sihir, senapan, dan seluruh alat perang di markas markas yang lain. Namun hanya ada satu tempat yang belum bisa kami tembus."
"Hm, Markas pertahanan terakhir kah? Atau ada sesuatu di sana yang bisa menghalangi serangan kalian."
"Ayah, izinkan aku untuk memimpin para Hanzo untuk menyerang markas tersebut..."
Wild menyarankan dirinya sendiri untuk melakukan penyerangan terhadap markas yang masih berdiri tersebut.
"Hm, itu terlalu berbahaya. Aku akan berasumsi kalau di sana ada seseorang yang memimpin mereka untuk melakukan intervensi di tempat ini."
"Karena itu ayah, tidak Tuan Count Claus El Laxion. Saya sebagai calon penerus dari keluarga Laxion, ingin mendapat pengalaman di medan tempurku sendiri Tuan. Tolong izinkan saya untuk melakukan ini."
Wild segera berlutut dan berbicara dengan nada formal kepada Count Claus untuk mendapatkan izin darinya.
"Dan juga tuan, sepertinya ada salat salah kelompok yang baru saja datang ketempat itu dengan membawa seorang gadis dengan rambut putih terurai panjang..."
"Apakah itu Luna..."
Count Claus melebarkan matanya, dan Wild langsung bertanya kepada Hanzo tersebut.
"Anda benar Tuan muda, dan kami telah mengirim lebih dari 10 Hanzo untuk menyelamatkannya. Tetapi kami masih tidak berhasil menembus pertahanan markas tersebut. Itu mengakibatkan 5 Hanzo terbunuh dan 5 lagi terluka sangat parah."
"Ini sangat parah, ada kemungkinan di sana terdapat seseorang yang memiliki code name Last Child. Kalau begitu Wild, aku tidak akan memberimu izin untuk menyerang sendiri..."
"Ayah... Kenapa?"
"Karna kamu adalah calon penerus ku, dari sini biar aku yang mengurus mereka. Kau kembalilah ketempat ibu, dan-"
"Tidak Ayah, karna aku calon penerus ayah lah. Maka aku menunjukan taring ku di sini agar nama dan wajahku bisa di ingat oleh mereka. Ini juga untuk pencegahan agar kejadian seperti ini tidak terjadi di masa depan."
"Tapi..."
"Ayah, tolong lah. Biarkan aku membuktikan diriku agar bisa membalas tentang apa yang telah aku lakukan kepada Luna sebelumnya. Aku ini ayah menyerahkan penyelamatan Luna di tangan ku."
Count Claus mulai menghela nafas setelah melihat putranya telah bertekad seperti itu, dia yang sebagai ayah dari kedua anaknya. Tidak ingin mereka kenapa napa, tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan anaknya yang telah bertekad seperti itu.
"Huh, baiklah... Aku akan mengerahkan penyelamatan ini kepadamu, tapi tetap saja kamu harus membawa personil sedikit lebih banyak. Jika kamu merasa tidak bisa menang-"
"Ayah tenang saja, aku tidak akan menahan diri untuk kali ini."
"Baiklah, Sekarang pergilah dan bawa kembali adikmu dengan selamat. Jika kamu mengacaukannya, kamu tahu kan apa yang akan ku berikan sebagai hukuman."
"Baik ayah! Terima kasih banyak."
Wild lalu pergi ke markas tersebut dan mulai melakukan penyerangan dengan di temani oleh 50 Hanzo yang ikut bersamanya.
...****************...
...----------------...
Klon Luna yang telah pergi meninggalkan Gua yang menjadi tempat tinggal calon anak buahnya, mulai terbang dengan kecepatan tinggi menggunakan tentakelnya.
Setelah mencapai perbatasan kota tanpa hukum, dia menemukan ada 5 orang yang mengejarnya.
Klon Luna tersebut berbalik, dan mulai mengunakan pesona dari tentakel 'Lust' untuk menghipnotis orang orang yang mengejarnya.
Itu lah sebabnya mengapa efek sampingnya aktif di rubuh asli Luna yang sedang di culik oleh ketiga preman di dalam kota tanpa hukum.
Luna masih belum mengetahui kalau setiap kali Klon nya, menggunakan kekuatan unik dari tentakel tersebut. Maka efek samping dari tentakel itu akan menimpa ke dalam tubuh aslinya.
Setelah mempesona kelima orang tersebut, Klon Luna mulai mengintrogasi kelimanya dia akhirnya membuat keputusan untuk ikut bersama dengan kelima orang tersebut.
"Hm, tim monyet kah. Aku sedikit merasa mereka memang mirip seperti monyet tapi. Ya sudah lah."
Luna bergumam dan membiarkan dirinya di bawa oleh salah satu dari mereka berlima.
Karna kelima pria tersebut adalah pria yang miliki wajah di atas rata, dia memilih di gendong oleh pria yang memiliki penampilan biasa saja. Karna di kehidupan sebelumnya dia sangatlah membenci pria tampan.
Setelah sampai di markas monyet, klon Luna mulai berhasil menghipnotis seluruh orang yang ada di markas monyet tersebut dengan pesona yang memancar keluar dari dalam tubuhnya.
Setelah di bawa Markas sementara lainnya, Luna Akhirnya melihat seseorang dengan wajah yang pernah dia lihat sebelumnya. Namun karna ingatan Luna untuk mengingat wajah dan nama seseorang sangatlah minim. Maka dia yang hanya Klon juga sama seperti tubuh aslinya.
"Jadi kau telah sampai ke tempat ini ya. Gadis tengik sialan."
Pria muda tampan berdiri di hadapan Luna dengan ekspresi yang semakin membuat Luna membenci pria itu.
"Lelaki dengan wajah cakep seperti dirinya memang harus musnah dari tempat ini. Tapi rasanya aku pernah bertemu dengannya. Hm dimana ya?" Gumam Klon Luna didalam pikirannya mempertanyakan apakah dia pernah melihat oria itu atau belum, setelah itu dia membalas ucapan pria tersebut.
"Siapa kau?"
Luna bertanya dengan Nada penasaran, karna dia merasa pernah bertemu dengan pria itu.
"Apa? Jangan bercanda! Aku pasti sangat trauma kan, karna waktu itu kau telah aku bunuh dengan sekali serangan..."
Pria itu marah dan mulai mengejek Luna yang sedang dalam keadaan terikat di hadapannya.
"Hah, bodo amat lah. Kalau begitu."
Luna menatap mata pria itu dengan mata merahnya, dan pupil mata pria tersebut berubah menjadi warna merah.
Itu artinya, pria tersebut telah terikat oleh pesona yang di pancarkan oleh klon Luna.
Setelah itu, pria tersebut berlutut di hadapan klon Luna.
"Eh, apakah kekuatan pesonaku ini sangatlah kuat hingga bisa membuat orang sepertinya jatuh dalam pengaruhnya?"
Luna bergumam seperti itu, dan dia mulai bisa merasakan kalau ada hawa keberadaan yang sedang masuk area markas pria tersebut.
"Hm, Hanzo kah. Apakah ayah telah melakukan gerakan, karna aku tidak ada di kamarku?"
Luna segera menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pemikirannya tentang hal itu.
"Pokonya aku harus membuat diriku seakan akan aku terlihat seperti di culik oleh mereka, aku juga tidak ingin ketahuan sering keluar malam sih. Dan mungkin aku juga ingin melihat pria ini bertarung dengan para Hanzo... Hehe, siapa yang akan menang? kalau begitu."
Luna tersenyum senang dan mulai memerintahkan pria tampan yang ada di hadapannya.
(Berdirilah ...)
"Baik Nyonya."
(Perintahkan bawahan mu untuk menjaga tempat ini, jangan sampai ada yang masuk ketempat ini tanpa seizin ku. Dan juga, jangan sampai kau membocorkan kalau aku yang memerintahkan mu.)
(Baik Nyonya...)
Pria itu segera berdiri dan mulai terbang ke atas markas tersebut, dia memerintahkan bawahannya untuk masuk kedalam mode siaga penuh untuk menghalang para Hanzo yang akan datang.
Perang Kecil tersebut, mengakibatkan 10 Hanzo yang menyerah tempat itu gagal menembus pertahanan markas.
5 dari mereka menjadi korban dan 5 lainnya terluka sangat parah.
tak lama kemudian, Luna merasakan hawa keberadaan yang sangat familiar untuknya.
"Ini? Kakak...!!!! Kenapa dia ada di tempat ini?"
...****************...
...----------------...
Ck, mereka benar benar melakukannya...
Aku merasa banyak sekali lengan yang menjamah keseluruh tubuhku, atau lebih tepatnya 4 tangan kotor ini. Namun itu sama saja sangat banyak...
Hm, kenapa efek Lust ini sangat kuat sekali sih. Memangnya apa yang telah membuatku seperti ini...
Luna segera menutup mata kirinya dan melihat kearah sudut pandang klon miliknya.
Hm, hmm... Kenapa dia sampai menggunakan pesona?!
Pantas saja efek sampingnya sangat terasa di tubuhku.
Kalau sudah begini. Aku yang sangat kerepotan kan...
Tenang lah Luna Tenanglah... Kau bisa menghadapinya,
Ini pertama kali efek samping Lust aktif, dan aku jadi tidak bisa memikirkan apa apa selain merasakan seluruh tubuhku yang sangat sensitif. Karena itulah aku tidak menyadari satu hal yang sangat penting.
Aku merasakan jika posisiku saat ini, kedua kakiku sedang di ikat menjadi satu dan kedua lenganku di ikat keatas kepalaku dan aku kini sedang terbaring di lantai.
Intinya yang aku bisa gunakan sekarang adalah kedua lutut ku dan mungkin kepala ku, tapi sepertinya aku akan mengurungkan mengunakan kepalaku untuk membalikan keadaan seperti ini.
Aku harus berpura pura melemaskan tubuhku dan membuat siasat agar mereka segera melakukannya, walaupun aku sangat najis sekali membayangkannya tetapi demi membalikan keadaan itu semua harus di lakukan.
Bagus, aku merasa mereka berdua sedang bersiap melepas celana mereka, dan aku merasakan salah satu dari mereka mulai sedikit membuka ikatan rantai di kakiku.
Oke, sekarang...
Setelah ikatan rantai di kakiku lepas, segera aku menendang kemaluannya.
Aaarrrgghhh...!!!
Walaupun aku tidak ingin berkomentar tentang ukurannya tapi.
Sangat Kecil...
Bahkan dalam keadaan tegangnya saja sangat kecil... Apakah dia tidak malu sebagai laki laki?
Setelah itu, aku melakukan gerakan sekali lompatan untuk bisa berdiri tegak.
Tiba tiba saja aku merasakan ada seseorang yang mengarahkan pedang tubuhku yang baru saja berdiri.
Tring...
Tentakelku?
Bagus sih jika dia bereaksi dengan serangan ini, tapi kenapa di baru bereaksi.
Sedangkan tadi dia hanya diam saja dengan posisi ku sedang di jamah oleh lengan kotor mereka. Tapi bodo lah tentang itu semua, Kalau begitu.
"Habisi dia..."
Aku memerintahkan tentakelku untuk menyerang orang yang tersisa, namun tentakelku tidak merespon keinginanku.
Apa yang sedang terjadi sih...
Tentakel ini menahan seluruh serangan dari orang ini, tapi tidak mau menyerang balik?
Ya, tidak peduli juga sih. Kalau begitu (Lepaskan ikatan rantai ini).
Aku lalu memerintahkan tentakelku, untuk melepaskan ikatan rantai, setelahnya rantai di kedua lengan lepas. Aku memerintahkan untuk menghancurkan kalung artifak ini.
"Kenapa...?! Kenapa aku tidak bisa menebas tubuhnya..."
Aku melihat kembali kearah pria yang sedang menyerangku, sementara si pemilik jonny Kecil sedang mengeliat karna telurnya mungkin pecah satu...
"Diam lah..."
Aku membuat pedang dari perubahan slime dan langsung menebas kedua lengan pria yang masih berdiri tersebut.
Slash...
"Aaarrrggg...!!! Tangan ku tangan ku...!!!"
"Tolong nona, aku mohon jangan bunuh aku... Aku tadi hanya bercanda... Aku hanya terhasut oleh dia..."
"Setelah keadaan terbalik, dan rekanmu telah di lumpuhkan dengan kedua tangan putus. Sekarang kau memohon kepada ku untuk mengampuni nyawamu? Jangan membuatku tertawa..."
Aku menghampiri pria tersebut dengan nafsu membunuh yang kuat, tapi aku tiba tiba saja kepikiran sesuatu yang sangat pas untuk mereka berdua...
Hm, ini mungkin akan sangat menarik... Hihihi...
...****************...
...----------------...
"Ck, kenapa dia bisa terlepas dari keduanya ... Padahal aku baru saja ingin menjadi penyelamat untuknya..."
Sesosok orang yang melihat Luna berhasil keluar dari keadaan terjepit tadi, mulai bergumam di atap gudang tersebut
Pria tampan dengan Rambut hijau zamrud, dengan mengenakan rompi hitam dengan baju berwarna hijau.
Dia adalah salah satu dari Kaisar Kota tanpa Hukum yang telah memerintahkan para penculik tersebut untuk mempermainkan perasaan Gadis berambut putih yang di sebut sebagai Ratu Vampire tersebut.
Dia adalah Marcus, pemimpin bisnis penjualan budak.
Dia sangatlah percaya diri dengan wajah tampannya, kalau dia pasti akan bisa memikat hati Luna.
Setelah sekian lama menunggu, dia melihat pertarungan, atau lebih tepatnya adalah pembantaian sepihak dari Luna.
Dimata kedua siku dan lutut mereka di di potong dan di biarkan begitu saja hingga lawannya mati kehabisan darah.
"Seramnya bukan main main..."
Marcus mulai bergumam setelah melihat keadaan para bawahannya yang berakhir mengenaskan..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Rei
udah kecil di tendang lagi🗿
2024-02-27
1