Wow... Adalah kata yang ku ucapkan, setelah masuk ke dalam gereja yang berada di wilayah kekuasaan Keluarga Laxion.

Kesan yang aku miliki tentang gereja ini adalah, ruang berkilauan dan terlihat sangat bersih. Kebanggaannya adalah seperti tempat suci, tidak akan ada di tempat lain selain gereja ini.

Aku dan Ayahku kini telah sampai di gereja ini untuk melihat Kekuatan Ilahi yang ku miliki.

Sebenarnya ini sudah kedua kali aku datang kesini, Luna yang di masa lalu dan Luna yang sekarang adalah aku sendiri.

Dimasa lalu Luna belum bisa mendapatkan Kekuatan Ilahi dan di paksa untuk di asingkan ketika umurnya telah sampai di usia 16 tahun.

Sepertinya usia 16 tahun di dunia ini telah dianggap sebagai orang dewasa,

"Tuan Qount Claus, Apakah ada sesuatu masalah? Sehingga membuat anda untuk datang ke gereja yang rendah ini?"

Beberapa Biarawati datang menemui Ayahku dan bertanya kepadanya, sementara aku melihat sekitar ruangan Gereja ini.

"Ah, tidak ada masalah apa apa. Saya hanya ingin mengecek kembali Kekuatan Ilahi Luna anakku sekali lagi."

"Oh, jadi seperti itu ya, tuan. Baiklah kalau begitu, Silakan saya antar ke altar pengecekan datanya."

Salah satu Biarawati tersenyum kepada Ayahku dan menawarkan diri untuk mengantar aku dan ayahku ke tempat pengecekan Kekuatan Ilahi.

Setelah sampai di lantai 2 bawah tanah, sebuah altar yang terlihat megah dengan berwarna putih silver bercorak emas yang sangat mengesankan tepat berada di hadapan Luna.

Aku sedikit curiga dengan apa yang ada di tengah tengahnya, terlihat ada seberkas cahaya di tengah altar itu muncul dari bawah menjulang ke atas. Di atasnya telihat seperti ada sebuah lingkaran sihir yang sering kulihat di anime di kehidupanku sebelumnya.

"Oya, Tuan Count Claus. Sungguh sebuah kehormatan anda datang ketempat ini. Saya mendoakan agar keluarga anda di berkati dengan kesehatan penuh dari sang Dewa."

Seseorang wanita lagi dengan pakaian Uskup datang dan menyapa ayahku lagi.

Hm, aku mengerti jika gender wanita bisa di jadikan peran utama untuk menyambut seorang pria. Tapi ini bukan lelucon lagi. Apakah di gereja ini tidak ada pekerja Laki laki? Sejauh yang aku lihat, aku tidak bisa menemukan pria di gereja ini

Setelah ayahku menjelaskan apa yang dia inginkan, Uskup itu memerintahkan Biarawati tadi untuk mengajakku masuk kedalam altar cuci itu.

Biarawati itu juga membimbingku untuk menyentuh cahaya yang menjulang tinggi itu. Aku yang selalu waspada dengan apa yang akan terjadi kedepannya, mengetesnya dengan kedua tentakelku terlebih dahulu. Purity, dan Kindness. Karena Tentakel itu melambangkan Kemurnian dan Kebaikan.

Setelah tidak terjadi apa apa, aku segera mengulurkan lenganku kearah cahaya itu.

Tiba tiba saja cahaya putih tersebut berubah warna menjadi Biru, aku sedikit terkejut dengan perubahan itu.

"Perubahan Warna seperti itu adalah menunjukkan jika seseorang tersebut memiliki sifat baik atau jahat. Jika warnanya sekarang adalah biru, maka nona muda adalah orang yang baik. Beda cerita jika perubahan warnanya menjadi merah."

Aku menganggukan kepalaku, dan mulai berkonsentrasi ke dalam pikiranku.

Terlihat sebuah Lambang 3d yang muncul di cahaya yang menjulang tinggi itu.

"I-ini?."

"Tidak mungkin."

"Apa yang sebenarnya Terjadi? Bukankah masa kebangkitan kekuatan Ilahi adalah sampai di usia 10?"

Ayahku tampak senang, tapi berbeda dengan Uskup dan Biarawati disana.

"Luna akhirnya kita tidak perlu membuat persiapan untuk pengasingan mu lagi sayang."

Entah mengapa Ayahku terlihat sangat senang dan bergembira.

"Tunggu Tuan Qount Claus. Ini adalah fenomena yang sangat aneh. Bagaimana bisa seseorang di usia lanjut remaja bisa membangkitkan kekuatan Ilahinya?"

"Itu benar nyonya Uskup, Kita mungkin akan melakukan tahap lanjutan untuk mengeceknya. Dan juga, Kekuatan Ilahi miliknya adalah jenis Kelas baru!"

Setelah melakukan beberapa metode yang cukup lama, akhirnya aku di bebaskan oleh Uskup yang bekerja di sana.

∆∆∆

Ketika sampai di rumah kediaman Laxion, Claus menceritakan tentang Kekuatan Ilahi Luna yang bangkit.

Setelahnya Luna dan keluarganya melakukan perayaan untuknya, perayaan besar dari jam 12 siang sampai jam 9 malam.

Ketika semuanya selesai dan seluruh anggota keluarga Luna tertidur, seperti biasa melakukan perburuan bandit dan melakukan beberapa Eksperimen tentang kekuatan ilahinya.

Ketika dia masuk ke dalam Kota tanpa Hukum, banyak sekali tatapan tatapan yang membuat Luna sedikit Gelisah.

"Oy, walaupun aku dulu pernah menjadi laki laki, tapi sekarang aku hanya gadis di bawah umur. Bukankah aku masih belum memiliki daya tarik apapun untuk orang dewasa seperti kalian! Dan juga tatapannya mereka semua mengarah ke area dadaku."

Luna sedikit mempercepat langkahnya, dan dia merasakan kalau dia di ikuti lagi. Seperti biasa Luna masuk kedalam Gang sempit yang tidak terlihat banyak orang. Setelah itu, dia bersembunyi di area yang agak gelap mengunggu para penguntit yang mengikutinya.

Selang tak beberapa lama, sekitar 10 pria dewasa berusia 20 tahun hingga 40 tahun melewati tempat Luna bersembunyi. Tak membuang waktu lama, Luan membunuh seluruh pria itu dengan tentakelnya.

"Huh, ini akan menjadi tempat yang agak sulit untukku bergerak. Apakah aku harus mengitari area luar tembok saja ya."

Setelah Luna bergumam dia kemudian berjalan kembali meninggalkan para mayat penguntit itu di tempatnya.

Luna keluar gang dan mendapati sebuah pasar yang buka di tengah malam, Luna berjalan jalan di tengah keramaian pasar.

Banyak sekali orang yang menyenggolnya untuk mendapat kesempatan menyentuh dadanya di baik gaun hitamnya.

"Bukankah ini yang di namakan pelecehan Asusila. Meraba raba di daerah yang tidak boleh disentuh "

Setelah membebaskan diri dari keramaian pejalan kaki, Luna masuk kedalam gang lagi untuk mengecek berapa uang yang telah dia dapatkan dari para peraba itu.

Luna tidaklah sebodoh itu di raba oleh pria pria bajingan lainnya, dia menyempatkan dirinya untuk mencuri seluruh uang dan harta milik peraba itu.

"129 Koin emas dan 200 koin perak kah, ada juga beberapa koin tembaga dan perunggu. Yah, itu adalah bayaran yang pantas untuk para bajingan seperti kalian."

Di dalam gang itu, Luna menggunakan tentakelnya untuk memanjat keatas rumah.

"Ini lebih praktis dari pada panjat tebing dengan bantuan alat."

Luna lalu melihat kedalam salah satu kaca jendela di gedung yang di panjat, dia menemukan seorang laki laki yang sedang berhubungan tubuh dengan salah satu pelacur di distrik tersebut.

"Pria yang sangat kasar, bukankah wanita itu sudah babak belur di hantam oleh tinjunya."

Luna melihat adegan yang sangat pahit, ketika seorang gadis terlentang dengan terus dihujam oleh pukulan pria gendut sembari di setubuhi.

Luna mengabaikan mereka berdua karna menurut dia itulah pekerjaan seseorang, mereka bekerja seperti itu karna mereka membutuhkannya.

Luna juga tidak ingin merendahkan profesi seseorang yang sudah mereka tetapkan, karna pada dasarnya semua profesi, baik itu Biarawati atau PSK itu setara satu sama lain.

Karena itu dia mengabaikan wanita tersebut dan terus memanjat gedung tinggi.

Ketika Luna hendak mencapai atap gedung, dia melihat sebuah pertarungan yang terlihat sengit, antara seseorang yang menggunakan Tubuh lendir dan seorang Petarung.

"Tubuh lendir? Slime? Akan lebih bagus jika aku bisa menggunakan itu.

Slime itu membentuk Zirah dan pedang siap untuk menghadapi lawannya yang terlihat sangat berpengalaman bertarung.

Luna yang memperhatikan itu merekam seluruh pertarungan mereka dengan Pemahaman dan mulai bisa mengikuti gaya bertarung mereka berdua. Dari yang dia dengar dari percakapan mereka, sepertinya mereka sedang bertarung untuk melebarkan wilayah kekuasaan tuannya.

"Umbrela dan Marcus kah, kalau tidak salah Umbrela adalah bisnis PSK dan Marcus adalah bisnis perdagangan budak."

Pertarungan sengit itu, mulai mencapai akhir di mana pihak Marcus yang akan kalah. Sedangkan seorang dengan kemampuan Slime itu hendak mengakhiri pertarungan tersebut dengan pedang slime nya.

Luna lalu merasakan ada seseorang dari belakang Seorang Slime tersebut muncul secara tiba tiba.

Orang Slime itu di tebas di bagian Lehernya dengan sekejap mata.

"Apakah kau baik baik saja?"

"Ya, aku hanya sedikit lelah setelah bertarung dengannya."

"Dia itu hampir sama denganmu, salah satu petinggi milik Kaisar Umbrela. Jadi wajar saja dia sangat kuat."

Luna mendengarkan percakapan mereka berdua, dan tanpa dia sadari Luna kini terjebak dalam situasi pertempuran antara Kaisar Umbrela Vs Kaisar Marko yang beraliansi dengan Marcus.

"Petinggi kah, kalau begitu."

Luna mengarahkan tentakelnya kearah mereka berdua dan mencoba untuk menusuknya, tapi mereka berdua menghindar dari tentakelnya. Orang yang telah bertarung dengan manusia Slime itu sedikit terluka akibat terkena tentakel Luna.

"Siapa kau?"

"Do, jangan meladeninya, dia memiliki sesuatu yang sangat berbahaya. Aku tidak mengetahui apa itu, tapi dia sepertinya bukan dari pihak manapun.

Kedua orang itu mulai memasang posisi bertahan mutlak untuk melawan Luna. Tanpa menunjukan dirinya Luna terus menghujamkan tentakelnya ke arah mereka.

Mereka bisa menghindari dengan sangat lincah dan tepat menggunakan intuisi mereka, karna tentakel Luna tidak bisa di lihat oleh sembarang orang.

Ketika keduanya terus menghindari para tentakel itu, tanpa mereka sadari mereka telah terjebak oleh perangkap yang di atur oleh Luna.

Jlebb...

Luna tiba tiba saja muncul di belakang salah satu dari mereka berdua dan menusuk punggung dan tepat sekali mengenai jantungnya, Rekannya yang lain sangat terkejut dengan apa yang muncul secara tiba tiba.

Mengorbankan temannya yang di bunuh oleh Luna, pria yang satunya melarikan diri dari tempat kejadian.

Luna hanya melihat orang tersebut lari dengan melompati beberapa gedung tinggi.

"Kabur kah. Ya, aku tidak perduli juga sih. Ehh..."

Ketika Luna memperhatikan salah satu tentakelnya mengeliat hebat, dia langsung memejamkan matanya untuk mencari tahu apa yang terjadi.

"Anger, tidak. Wrath..."

Salah satu tentakelnya yang bernama Wrath sepertinya terpengaruhi oleh area sekitar peperangan ini.

"Padahal mereka mengadakan perang senyap dan tidak menunjukan diri mereka saat bertarung. Apakah mereka tentakel ini busa merasakan aura membunuh yang di sembunyikan dengan baik? Tapi dari pada memikirkan hal itu, mungkin aku juga harus memburu mereka untuk memuaskan rasa haus darahnya."

Setelah berkata seperti itu, Luna mulai mencari pertarungan yang tersembunyi di balik bayang bayang.

Mencampuri pertarungan mereka dan membunuh orang orang itu, tanpa memandang bulu.

Tidak hanya hari ini saja, setiap kali dan setiap pertempuran yang terjadi. Luna selalu ikut masuk kedalam pertempuran antara Empat Kaisar itu. Tidak Hanya Umbrela Vs Maco dan Markus, dia juga mengincar anak buah Gideon yang telah melancarkan mata mata untuk mengawasinya.

Keempat Kaisar di kota tanpa hukum itu mulai mewasdapai pegerakan Luna. dia juga kini telah mendapat julukan yang di sebarkan di antara para penduduk kota itu. Nama julukannya adalah-.

∆∆∆∆

"Apakah dia mulai mencampuri lagi peperangan ini?"

"Ya, Big Mom. Sepertinya memang sangat menyukai pembunuhan dan pembantaian."

Dipuncak menara berwarna Putih. Lebih tepatnya adalah di Markas besar Kaisar Umbrella.

Seorang wanita dengan tubuh langsing sempurna, dengan payudara besar dan pinggul yang menggoda. Wanita itu sedang duduk di kursi yang dibuat seperti singgasana Kaisar sedang menerima laporan dari salah satu bawahannya.

Dia adalah Umbrella. Salah satu dari keempat Kaisar di dalam kota tanpa hukum. Kekuatan tempur tentaranya hampir setara dengan 1 buah negara kecil dan mungkin mengunggulinya.

Karena itulah kerajaan kerajaan lain di sekitar kota tanpa hukum ini tidak ingin mengusik dan malah bertransaksi dengannya.

Dia sudah mendengar kabar tentang Luna yang selalu saja mengacaukan perang perebutan wilayah di dalam kota ini selama seminggu terakhir, dan itu membuatnya menggelengkan kepala dan mulai memantau kehadiran Luna. Namun, dia sama sekali belum menemukan penampakan Luna yang kini menjadi target buruannya.

"Ya, dia memanglah kuat. Aku sendiri tidak tahu mengapa dia menyembunyikan indentitasnya, tapi. Setiap orang pasti memiliki kelemahan."

"Baik, Big mom. Kalau begitu, saya dan yang lainnya akan mengirimkan bala bantuan untuk terus memantau pergerakannya."

Setelah mendapatkan Izinnya, bawahan itu pergi dari ruangan itu. Menyisakan Umbrella yang sedang duduk dan berpikir.

"Siapa dia sebenarnya, tidak. Jika aku bisa menemukannya, tak peduli dia pria atau wanita. Aku akan pastikan membunuh dan memenggal kepalanya. Lihat saja-"

∆∆∆

Ditempat lain, di sebuah ruangan dengan cahaya yang sedikit redup, seorang pria berotot sedang duduk sembari meminum Alkohol.

"Dia benar benar telah menghabisi orang yang aku perintahkan untuk mengikuti jejaknya ya... Sungguh orang yang menarik."

Pria itu menaikan kakinya diatas meja dan menenggak lagi botol alkoholnya. Orang yang dimaksud olehnya adalah Luna.

Pria berotot besar itu adalah Gideon, sama seperti Umbrella, ia juga adalah salah satu dari Kaisar di kota tanpa hukum ini.

Beberapa hari terakhir dia mengetahui kalau ada seseorang misterius telah mengacau di wilayah kekuasaannya. Awalnya dia mengira, bahwa salah satu dari ketiga rivalnya yang melakukan itu. Tapi dia mulai menyadarinya, kalau mereka bukanlah pelakunya karna mereka sendiri sedang terlibat perang perebutan wilayah kekuasaan.

"Mungkin aku sendiri yang akan turun tangan untuk menemukan. Tunggu saja ketika kita bertemu-"

∆∆

dilain tempat lagi, atau lebih tepatnya di daerah kekuasaan Marco dan Marcus.

Terlihat dua orang sedang duduk di meja bundar kecil, mereka juga sedang membahas tentang apa yang telah di lakukan oleh Luna. Karena dia selalu mengacaukan peperangan nya dengan Umbrella.

"Kita tidak bisa diam saja Kakak, orang ini sangatlah berbahaya..."

"Benar, dari salah satu anak buah ku. Orang ini adalah Wanita sekitar usia 12 tahun, tapi itu masih tidak bisa di identifikasi karena dia belum pernah terlihat lagi setelah itu."

Anak buah Marco yang telah melarikan diri dari Luna, di saat Luna membiarkannya pergi. Anak buah itu telah melaporkan Luna kepada tuannya.

"Kalau itu gadis kecil, aku ingin sekali mendapatkannya dan menjinakan nya kak. Dia pasti akan laku di pasaran, terlebih lagi di usia yang sedikit agak matang seperti itu."

Setelah Marcus berkata demikian, Marco mulai menganggukan kepala dan menyetujui ide adiknya.

"Mungkin sebentar lagi rute pelariannya akan habis, dan setelah itu kita akan menemuinya secara langsung."

"Hahaha, itu semua berkatmu, kak. Kau telah menyebarkan informasi itu kepada kedua bajingan itu, kan."

"Tentu saja. Gadis ini terlihat sangat berpengalaman dalam bertarung dan sangat kuat juga. Aku bukan lah orang bodoh yang akan melawannya sendirinya."

"Kau benar kakak. Aku ingin segera menemukannya dan menjadikannya budak peliharaan yang jinak. Hahaha."

"Apakah nama julukannya sudah sangat sempurna? Aku ingin meminta pendapatmu."

"Itu sangatlah sempurna untuk membuatnya terkenal dan menjadi buruan kedua bajingan itu."

"Hahaha, karna dia memiliki mata merah darah. Yang bisa aku pikirkan hanya lah nama itu."

"Namun, nama itu sedikit berlebihan ..."

"Pokonya dia harus dijinakan terlebih dahulu, di saat berikutnya."

"Ya, aku benar kak. dia harus membayar tentang apa yang dia telah lakukan."

(Anggap aja Umbrella, Gideon, sama Marco dan Marcus.)

""""Ratu Vampir..."""""

Keempat Kaisar itu menyebutkan nama julukan Luna di kota tanpa hukum

∆∆∆

Disisi lain. Luna kini sedang beristirahat di rumahnya, dia sendiri tidak tahu kalau dirinya telah di targetkan oleh Keempat Kaisar di kota tanpa hukum tersebut.

"Selanjutnya adalah menghitung penghasilanku selama dua satu minggu ini."

Luna mengeluarkan seluruh penghasilan yang dia dapatkan ketika berburu bandit di kota tanpa hukum tersebut.

"9, 18, 90, 585,225 koin emas. Huh, ini terlalu banyak! Bahkan lebih banyak dari uang yang di berikan oleh ayah."

Luna menghitung seluruh penghasilannya, setelah di keluarkan dari tentakel Greedy nya.

"Dengan ini mungkin aku bisa membuat perusahaan datang yang bagus untuk menghancurkan kerajaan ini. Tapi untuk melakukan itu, aku juga butuh pasukan dan bawahan setia. Terlebih lagi Kekuatan Ilahi ku adalah kelas Commander, yang berarti aku bisa menggunakan itu untuk memimpin pasukan ku sendiri. Sekarang yang jadi masalahnya adalah. Bagaimana aku menemukannya."

Kelas Commander adalah kekuatan yang bersifat sebagai pemimpin atau berkuasa didalam suatu kelompok, pasukan, dan kumpulan orang lainnya.

Luna yang sekarang memiliki 2 Kekuatan Ilahi.

Pertama adalah kekuatan ilahi yang dimiliki oleh Luna sebelumnya, Yakni adalah Kelas pemahaman.

Kedua adalah kekuatan ilahi yang dimiliki oleh Luna saat ini, Yakni adalah kelas Commander.

Luna sendiri mengerti tentang hal itu, karenanya dia saat ini ingin menyembunyikan kekuatannya agar tidak di ketahui oleh banyak orang. Saat ini, menurut Luna, hanya ada satu pihak yang telah mengetahui kalau dia memiliki dua kekuatan ilahi, mereka adalah.

"Gereja kah... Tapi karna aku telah membereskan mereka. Jadi untuk saat ini aku masih aman, namun aku tidak tahu kedepannya.

∆∆∆

"nyonya, Uskup. Apakah kita akan melaporkan ini kepada pihak kerajaan?"

"Ya... Tapi nanti saja, Kita juga harus menyelidiki anak itu. Karena sangat berbahaya jika keluarga Laxion sampai mengetahui kalau kita telah berkhianat kepada mereka."

"Keluarga Laxion adalah bangsawan tingkat menengah nyonya Uskup. Mereka tidak akan berani macam macam dengan gereja."

Biarawati di sampingnya adalah orang yang ikut melihat kekuatan ilahi Luna, dia menyarankan untuk segera melaporkan perihal ini pihak kerajaan.

"Kalau begitu, Aku akan memerintahkan mu untuk melaporkan itu. Setelah itu, Aku akan segera mengirim mu ke gereja lain. Karena akan sangat berbahaya jika berurusan dengan keluarga Laxion itu."

Uskup yang telah mengetahui rumor tentang keluarga Laxion sana sekali tidak mau berkhianat kepada mereka.

"Sudah cukup nyonya Uskup. Setelah aku melaporkan ini kepada pihak kerajaan, aku akan melaporkan mu juga untuk turun dari jabatan Uskup."

Biarawati itu pergi dari ruangan Uskup tersebut, sesaat pintu telah di tutup. Uskup wanita itu, mati dengan kepala remuk, kedua bola matanya mencuat keluar dari tempatnya dengan otak yang terlihat meleleh di sekitar leher dan pakaiannya.

"Satu kelar, tinggal yang satu lagi kah."

Luna terus mengintai Biarawati yang keluar dari ruang Uskup tadi.

Setelah Luna mendengar pembicara Biarawati itu dengan Biarawati lain, Luna akhirnya mengerti tentang apa yang akan dia lakukan selajutnya.

Luna mulai mencuci semua orang yang telah berkerja di gereja ini dengan jangka waktu pendek mengunakan tentakel Laziness yang telah berubah menjadi Sloth.

Tujuannya hanya satu, dia hanya ingin membunuh Biarawati itu. Luna lalu telah melakukan rencana tuduhan, kalau Biarawati tersebut telah membunuh Uskup gereja ini dan dia langsung di hukum oleh para staff gereja lainnya. Setelah rumor itu mulai menyebar, Luna yang saat ini sudah berada di titik aman.

Terpopuler

Comments

RATU REINKARNASI

RATU REINKARNASI

🤨

2024-04-25

1

RATU REINKARNASI

RATU REINKARNASI

panggil fbi

2024-04-25

0

Ndaka

Ndaka

ada pedo, lari~

2024-02-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!