"Ck, kenapa dia bisa terlepas dari keduanya ... Padahal aku baru saja ingin menjadi penyelamat untuknya..."
Sesosok orang di atas atap bergumam sembari melihat Luna berhasil keluar dari keadaan terjepit tadi.
Dia adalah Marcus, pemimpin bisnis penjualan budak.
"Seramnya bukan main main..."
Marcus bergumam bergumam kembali setelah melihat keadaan para bawahannya yang berakhir mengenaskan.
"Sungguh, menakutkan bukan..."
Duaarr....
Suara tiba tiba saja muncul dari atas kepalanya, terlihat seorang wanita dewasa dengan memegang sabit besar dan menghantamkannya ke atas kepada Marcus.
Marcus dengan sigap menghindari sabit itu dan mulai mundur kebelakang, Marcus lalu menatap seorang wanita tersebut dan ternyata dia adalah Umbrella. Musuh bebuyutannya.
Marcus mengalihkan pandangannya kearah Luna akan tetapi pandangannya tidak menemukan apapun lagi di tempat itu, bahkan kedua anak buahnya pun sudah tidak ada lagi.
"Heh, beraninya kau mengalihkan pandangan dari ku ya. Hiyat..."
Slasshh...
Umbrella tidak menerima Marcus mengalihkan pandangan darinya dan menghilang di tempatnya berdiri, setelah itu Umbrella muncul di sisi kanan Marcus dan berhasil menebas lengan kanannya.
"Ck, perempuan gila..."
"Siapa yang kau sebut gila..."
Umbrella masih tidak menerima ucapan Marcus dan mulai menghilang kembali, karna Markus kali ini tidak lengah dia jadi bisa mengetahui lokasi kemunculan Umbrella.
"Kanan, tidak kiri." Gumamnya di dalam pikiran Marcus sembari menyiapkan pedangnya.
Tring...
Sosok Umbrella muncul di sebelah kiri, setelah beradu pedang dia menghilang lagi dan muncul di belakang Marcus.
Marcus berhasil bertahan meski lengan kanannya hilang, dia juga menggunakan kekuatan ilahinya dan membuat pedang 5 pedang melayang untuk pertahanannya.
Namun tetap saja karna luka yang dia dapatkan, dia masih tetap terkena oleh serangan Umbrella yang melakukan gerakan menghilang muncul, dan menghilang muncul kembali.
Di sisi lain, Luna menjauh dari tempat itu.
Dia mendapati bahwa dirinya sedang di kejar oleh beberapa orang di belakangnya.
"Mungkin mereka hanyalah umpan, tapi."
Luna tiba tiba kepikiran ide yang sangat menarik dan ingin mencobanya kepada mereka yang mengejarnya.
Dia terus lari dan melompat di atas gedung dengan menggunakan tentakelnya, dia tidak terbang karna dia tidak ingin musuhnya mendapat informasi lebih tentangnya.
Luna tiba tiba masuk kesalah satu jendela di hotel cinta yang dia lalui.
Terlihat di dalam ruangan kamar itu ada 3 wanita yang sedang dalam keadaan lelah dan memar memar.
Luna lalu mendobrak pintu kamar itu hingga hancur dan keluar dari kamar tersebut.
Orang orang yang mengikutinya mulai masuk ke dalam kamar dan mengejar Luna yang kini sedang berlari di koridor gedung itu.
Banyak staff dan penjaga gedung tersebut yang mencoba untuk menghadang Luna, tapi di tengah kepungan penjaga. Luna menghilang dari dari sudut pandang penjaga hotel tersebut.
"Hm, sepertinya aku berhasil menipu mereka kah..."
Luna bergumam di luar hotel tersebut dan melihat ke satu arah, atau lebih tepatnya kearah orang yang sedang bersembunyi di sekitarnya.
"Sebaiknya kau keluar, bentuk penyamaranmu sangatlah buruk sekali..."
Luna mengucapkan kata kata provokasi kepada orang yang bersembunyi tersebut.
"Hebat hebat..."
Tiba tiba saja sebuah tiang berubah bentuk menjadi seseorang yang sangat asing bagi Luna.
"Salam kenal mungkin, apakah kau sudah mengetahui ku?"
"Tidak, wajahmu terlihat sangat pasaran. Jadi aku tidak yakin pernah melihatmu atau tidak, tapi rumor mengatakan. Kalau kau ini adalah salah satu Kaisar kah..."
Luna bisa menebak orang tersebut, karna orang itu sangat mirip sekali dengan orang yang sedang mengawasinya di atas atap gudang tadi.
Sebelum Luna melarikan diri, dia melihat sekilas wajah dari Marcus di atap gudang. Karna Marcus sekarang dengan bertarung dengan Umbrella, itu berarti orang yang ada di tempat ini adalah.
"Marco Al Lavinas... Senang berkenalan denganmu."
"Al, Kerajaan suci? Kenapa orang dari Kerajaan suci ada di kota tanpa hukum?" Gumam Luna setelah mendengar nama lengkap dari Marco di depannya.
Luna tidak berpura pura tidak acuh dengan ucapan Marco dan hendak melarikan diri kembali namun dia dia hadang oleh Marco yang lain.
"Hm, hahaha... Apakah kamu terkejut?"
Luna melihat ada 2 3 5 orang yang memiliki wajah yang mirip seperti Marco.
"Jadi, apakah mereka adalah klon? atau tubuh ganda? tidak peduli sebanyak apapun kau mengandakan diri, kau tidak akan bisa mengalahkanku."
Luna mencoba untuk berbicara baik baik kepada Marco, tetapi Marco sepertinya tidak memperdulikan itu.
"Baiklah, bagaimana kalau kita mulai."
kelima Marco mengeluarkan artifak berbentuk gelang di tangan mereka dan mulai menembakan Artifak tersebut kesekeliling Luna.
Tiba tiba saja penghalang muncul di sekeliling Luna guna untuk menghalangi Luna agar tidak kabur, semakin lama penghalang tersebut semakin menghitam dan mengecil hingga seukuran kotak Rubik.
Setelah itu, Marco menggenggamnya kotak tersebut dan memasukannya kedalam cincin penyimpanan nya.
Sesaat setelah itu, Marco mencoba untuk memerintahkan tubuh ganda nya untuk membantu Marcus yang sedang kesulitan. Namun ketika ke empat tubuhnya melompat ke gedung tiba tiba saja kepala mereka terpenggal oleh sesuatu yang sangat cepat.
"Ck, otak otot sialan."
Taaa ...
Bum ...
Pedang besar yang di pedang oleh orang besar dan berotot dengan serangan cepat hendak menghantam kepala Marco dari atas.
Marco dengan sigap menghindar dan mulai mengubah sekitarnya menjadi bentuk tubuhnya.
"Mereka semua tidak akan berpengaruh dihadapan ku."
Orang yang menebas seluruh tubuh ganda nya itu adalah Gideon, dia yang tidak memiliki urusan apapun dengan pertempuran ini di paksa untuk ikut campur oleh Umbrella di perjanjian kala itu.
Slash...
Slash.
Pemandangan pembantaian terlihat di gang tersebut dengan darah yang berceceran dimana mana.
"Ck, keras kepala sekali kau ini hah..."
Crak...
Salah satu tubuh ganda Marco yang berbicara segera di tebas dengan mudahnya oleh Gideon.
Berbeda dari Klon Luna yang hanya memiliki kekuatan 30% saja dari tubuh aslinya.
Tubuh ganda milik Marco sedikit berbeda karna memiliki kekuatan yang setara dengan tubuh aslinya.
Walaupun seperti memiliki kelebihan, tubuh ganda Marco hanya memiliki satu otak saja. Yakni adalah Marco yang asli.
Berbeda dari Klon Luna, klon Luna memiliki kesadaran sendiri dan bisa mengambil tindakan sendiri.
"Yah, setiap kekuatan itu. Pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing." Gumam seorang gadis yang sedang bersembunyi di kamar ketiga gadis tadi.
"Terima kasih kak..."
Luna berterima kasih kepada seorang gadis remaja sekitar umur 18 tahun di kamar itu.
"Tidak masalah, sangat wajar jika membantu orang lain." Gadis tersebut merasa tidak keberatan setelah membantu Luna.
"Hm, kalau begitu sebagai balasannya. Aku akan menyembuhkan luka mu ya."
"Apakah itu benar, kalau begitu tolong sembuhkan mereka berdua. Aku tidak perlu."
"Mereka berdua?"
Gadis itu menunjuk kearah kedua perempuan yang terlihat sama dengannya, tidak hanya mereka tidak mengenakan pakaian. Tapi terlihat jelas kalau tubuh mereka sudah tidak terlihat utuh lagi.
Daun kuping kiri dan kanan mereka sobek, salah satu mata mereka buta. Belum lagi jari jari tangan dan kaki mereka sudah hilang beberapa.
"Penyiksaan macam apa yang mereka terima di tempat ini."
Luna merasa tidak sangar sedih ketika melihat mereka berdua.
"Mereka adalah adik adikku, ketika rumah kami didatangi perampok. Mereka membunuh kedua-"
"Jangan katakan lebih jauh, baiklah aku akan menyembuhkan mereka."
Luna menghentikan cerita gadis tersebut, karna itu hanya akan membuat mereka berdua menjadi sedih termasuk Luna juga.
Setelah itu, Luna mengarahkan salah satu tentakelnya kearah untuk menyentuh ketiga gadis tersebut.
Tentakel yang dia gunakan adalah Kindness. Yakni 'kebaikan', itu adalah Tentakel yang bisa mendeteksi niat baik dan buruk mereka. Jika mereka memiliki hati yang baik, maka tentakel tersebut bisa memberikan penghilang rasa sakit dan sedikit demi sedikit akan meregenerasi tubuh mereka bertiga.
Namun jika hati mereka bertiga buruk, tentakel tersebut masih tetap meregenerasi. Tetapi tentakel tersebut akan memberikan sedikit hukuman seperti, akan membuat rasa sakit yang sangat besar dalam proses penyembuhannya.
Luna telah menguji cobanya kepada para profesor yang dia culik dan sekarang telah menjadi samsak tinju untuk menghibur calon anak buah Luna di masa depan.
"Sepertinya mereka bertiga memang baik, kalau begitu mungkin aku akan menawarkan sesuatu untuk menyelamatkan mereka dari pekerjaan seperti."
Setelah berpikir seperti itu, Luna segera mempercepat regenerasinya dengan tentakel Purity.
"Ini, sembuh...?"
"Jariku tumbuh kembali...?"
"Eh, keajaiban...!!!"
"Sut... kalian bertiga, jangan berisik..."
Luna menghentikan kegembiraan mereka dengan memotong ucapannya.
"Kalian bertiga, aku memiliki penawaran khusus untuk kalian. pakah kalian mau mendengarkannya?"
Setelah membicarakan penawaran tersebut, Luna memasukan mereka bertiga kedalam tentakel Greedy dan menyimpan mereka di ruang tanpa batas.
...****************...
...----------------...
Disisi lain Klon Luna masih terpukau setelah melihat pertempuran antara Pria benang dari organisasi Black Hole melawan Kakaknya Wild El Laxion.
Pertempuran mereka sangat sengit bahkan tidak ada celah sama sekali.
Jika ada orang bodoh yang mencoba untuk masuk dalam pertarungan mereka berdua, ada kemungkinan orang bodoh tersebut akan langsung ter cincang.
"Menakjubkan, ini berbeda dari kompetisi kemarin. Kakak sepertinya melepas pembatas kekuatannya untuk bertarung secara sungguh sungguh dengan musuhnya."
Luna lalu mengalihkan pandangannya kearah lain dan melihat para pasukan organisasi sedang beradu pedang dan tembakan satu sama lain.
"Perang... Wih keren. Tapi, jika melihat kak Wild yang sedang melepas pembatas kekuatannya.
Luna kembali melihat pertempuran Wild dengan pria benang tersebut, dia lalu memikirkan tentang kekuatan Wild.
"Bagiku yang sekarang, mungkin masih belum bisa menandingi kak Wild yang melepas pembatasnya. Aku pasti menang telak jika di bantu oleh Tentakel ini, tapi jika tanpa tentakel. Aku mungkin akan di pecundangi olehnya..."
Hahaha.
"Kak Wild...! Semangat...!"
Luna berteriak kepada Wild yang kini sedang bertarung dengan pria benang tersebut.
...****************...
...----------------...
Pov Wild El Laxion.
"Kak Wild...! Semangat...!"
Wah, Luna memberiku semangat.
Entah kenapa aku menjadi semakin bersemangat.
Baiklah, untuk menjawab kata kata Luna, aku aku harus memenangkan pertandingan ini.
Saat berikutnya, aku mundur dengan melompat kembali kebelakang.
Saat aku melakukannya, sesuatu seperti benang yang tak terlihat keluar dari tanah tempat kakiku akan akan mendarat.
Kekuatan bajingan ini adalah benang, jadi aku harus berhati hati jika jarak aku dengannya sedikit jauh.
Aku mundur setengah langkah. Harus dikatakan bahwa aku tidak memperkirakan
gerakan pertamanya datang dari tempatku mendarat.
benang itu terbelah menjadi dua, menyerbu ke arahku dari kedua sisi.
Langkah pertama adalah mengamati.
Aku ingin menilai kecepatan, mobilitas, dan kapasitas penghancurannya.
Untuk alasan ini, aku menghindari benang di sisi kiriku, lalu memblokir yang datang dari sisi kanan dengan pedang di tangan kananku.
Dampaknya lumayan kuat, jika serangan itu aku terima secara langsung, pasti benang itu cukup untuk membunuhku.
Kedua benang itu mulai terbelah lagi dan lagi, mungkin ada seribu benang tak terlihat sekarang, dan semuanya terlihat dangat tajam seperti jarum.
Seluruh benang itu mengarah ke arahku, dan mulai berkumpul di bawah kakiku,
Aku mencoba untuk mengumpulkan Aura yang kental di pedangku dan melenyapkan semuanya benang itu.
"Sekelompok lalat tidak akan pernah bisa menjatuhkan Naga, camkan itu baik baik di kepalamu." Kataku padanya.
Pria sialan yang telah menculik Luna, aku bahkan sampai merasa rugi karna telah mengucapkan kata kataku barusan.
Bagus, setelah aku membaca aliran pergerakan benang benang ini. Aku sekarang mengetahui bagaimana cara untuk mengakhiri pertempuran ini.
Kesunyian pecah ketika serangkaian benang setebal batang kayu meledak dari tanah.
Totalnya ada sembilan.
Aku bisa menghindari yang lebar, tapi mereka bisa berubah bentuk seperti tentakel dan terus datang mencoba menusukku dengan benang tersebut.
Aku terus mengamati sambil memutari lokasi tersebut, pria keparat itu sepertinya adalah penyihir yang hanya diam di satu tempat saja.
Setelah aku menyesuaikan kecepatan benangnya aku berusaha untuk mengumpulkan aura di pedang ku, dan mulai menghancurkan 3 benang yang sangat tebal tersebut.
Benang lainnya mencoba untuk menusukku dari belakang, tapi aku dengan sigap menghindarinya dan mulai melakukan serangan balik dan menghancurkan 4 benang lainnya.
Sekarang tersisa empat benang lagi, namun.
Traak...
Dua benang di hancurkan oleh pedang yang tiba tiba muncul di belakangku.
Aku melihat kearah pedang itu di lemparkan, ternyata itu adalah Luna.
"Semangat...! Kak...!"
Ah, indahnya. Aku sangat senang sekali di semangati oleh adikku. hihi.
Aku berdiri dan sedikit mengeluarkan senyuman, seketika kedua benang tersisa datang dari kedua sisiku.
"Lemah ..."
Aku melakukan gerakan cepat dengan menghancurkan kedua benang tersebut, dan aku ingin segera mengakhiri pertarungan ini.
Segera aku melompat kearah pria bajingan itu, dan terlihat pedang artifak muncul di tangannya.
Itu membelah ke arahku, aku dengan sigap menangkis tebasan itu dengan pedang yang di lapisi oleh Aura ku serta melakukan serangan balik.
"Kakak, ambil ini."
Aku mendengar dari belakang Luna melemparkan sebuah pisau hitam, mungkin seukuran belati.
Ketika aku menerimanya, tekstur dari belati ini sangat elastis sekali hampir mirip seperti Slime namun sangat kuat.
Tanpa berpikir panjang aku langsung menebas leher pria itu hingga terpental kebelakang.
Tubuhnya terjatuh seperti boneka yang sudah di putus talinya.
Aku segera menghampiri Luna dan memeluknya.
"Luna, maafkan aku karna terlambat untuk menyelamatkanmu..."
"Tidak apa apa kak. Terima kasih karna telah menyelamatkanku."
Aku memeluknya lebih erat, karna aku sekarang benar benar tidak ingin kehilangan kepercayaannya lagi.
"A-au... Sakit kakak, lepaskan aku..."
"Ahhh, maaf maaf Luna. apakah kamu terluka? di bagian mana kamu terluka adikku?"
"Aku tidak terluka sama sekali kak, jadi jangan terlalu cemas seperti itu."
"Untuk lebih amannya, aku akan mengendong mu hingga kerumah."
"Itu memalukan kak ih.."
"Tidak pokoknya harus..."
"Moh..."
Tidak perduli dengan penolakannya, yang terpenting aku bisa menyelamatkan adikku satu satunya.
...****************...
...----------------...
Jika melihat dari segi kekuatan, maka Kak Umbrella dan Gidaon sangatlah pantas untuk menjadi Kaisar di Kota tanpa hukum ini.
Sedangkan untuk si kembar itu,
Lemah.
Aku melihat pertarungan mereka menggunakan tentakelku di kamar hotel tempat ketiga gadis tadi.
"Hm, seperti ada yang kurang. Aku butuh manisan dan teh hangat..."
Tapi kekuatan ilahi milik si Marco ini lumayan menarik juga...
Membuat tubuh ganda dengan kekuatan yang sama dengan tubuh aslinya. Jika saja itu di terapkan kepada Klon ku, mungkin aku tidak perlu memperkuat daya rahan klon ku lagi ya.
Hehehe, sangat praktis jika aku mengatakannya seperti itu.
Aku sih, sebenarnya sangat tidak tertarik dengan kursi tahta kaisar atau apapun seperti yang di tawarkan oleh kak Umbrella sebelumnya.
Tapi aku mungkin akan menempatkan Darkness untuk itu dan aku harus menciptakan lagi satu karakter lagi kah.
Jika Darkness akan memimpin ketujuh Iblis. Maka aku juga harus menciptakan pemimpin ketujuh Malaikat kah. Nama apa yang bagus untuk pemimpinnya ya...
Setelah lelah memikirkan tentang nama karakter, Luna mulai fokus untuk melihat kedua pertarungan yang masih tersisa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Ndaka
nambah anak buah lagi
2024-02-27
0
Rei
thor saran sedikit dari aku. mending identitas Luna sebagai darkness itu penampilannya jangan sama kek Luna, di bedain dikit pake keterampilan apalah gitu. jadinya ketika ada orang lain yang lihat wajah Luna, mereka tidak akan tahu/curiga tentang identitasnya sebagai sebuah pemimpin organisasi.🙏😁
2024-02-27
2