Kompetisi Final festival Academy dimulai.
Pertarungan antara kakakku vs Pangeran After.
Suasana yang sangat ramai dan diminati oleh para penonton, terlebih lagi keduanya adalah siswa unggulan yang sangat terkenal di sekolahnya.
""Pangeran After...! Semangat...!""
Teriakan dari kursi penonton wanita terdengar jelas bahkan hingga ke ruang VIP.
""Wild...! Hajar tukang harem itu...!"
"Ayo Wild...! Semangat...!"
Sebaliknya para lelaki mendukung kakakku untuk mengalahkan pangeran after.
Hm, jika memang omongan kasar seperti para lelaki itu bisa di maafkan. Berarti si pangeran ini cukup toleransi juga kan?
Aku tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam Academy mungkin ada perselisihan yang amat rumit disana.
Atau mungkin ada faksi faksi di sana, tapi itu bukanlah urusanku.
Sepertinya Pangeran After juga terlihat tidak mengancam kakakku, dan sepertinya ini akan menjadi pertandingan yang sangat sengit.
Kakakku terlihat sangat percaya diri dengan kekuatannya, dan pangeran After juga terlihat sudah sangat bersiap siap.
(Pertandingan dimulai.)
Mari kita lihat siapa yang akan menang di sini, tentunya aku sama sekali tidak peduli siapa yang akan menang. Yang terlebih penting adalah akhirnya aku akan bisa memahami tekhnik berpedang ala keluarga Kerajaan.
Tapi, entah mengapa kakakku kali ini sangat berjuang keras untuk menang. itu di karenakan tadi pagi di penginapan.
...----------------...
...****************...
Mundur sedikit, ketika di Luna baru terbangun di pagi hari.
"Hari ini sangatlah indah, mungkin besok atau mungkin lusa aku kembali kekediamanku kah. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mereka berdua."
Luna bergumam tentang ingin bertemu dengan kedua kakak beradik yang telah di selamatkan olehnya saat itu.
Luna kini melihat mereka masih berjalan kearah kota tanpa hukum, mereka berdua banyak sekali di kejar oleh Knight Kerajaan dan terkadang di kepung dari berbagai arah.
Tapi sang kakakku yang sangat peduli dengan adiknya telah memburu balik Knight tersebut dengan kekuatan yang sangat besar.
"Kekuatan pemberian tentakelku sepertinya sangat OP di tambah lagi dengan disatukan oleh kekuatan modifikasi dari laboratorium itu. Dia bisa membantai seluruh musuhnya."
Tok...
Tok...
Tok...
Pintu kamar Luna di ketuk oleh seseorang dan ketika Luna membuka pintu tersebut, muncul kakaknya yang sudah bersiap dengan seragam sekolahnya.
"Kenapa?"
"Sebenarnya saat ini aku belum pernah kontak lagi dengannya sejak kejadian saat aku memukuli seorang Knight yang masuk kedalam sepuluh terkuat di keluargaku."
Setelah terdiam sejenak, Wild mulai membuka pembicaraan dengan Luna.
"Luna, aku tahu kamu pasti masih membenciku karna telah membuatmu menderita dari dulu hingga sekarang."
"Bukan berarti aku membencimu atau apapun itu sih, tapi untuk saat ini aku mungkin harus diam dan menerima apa yang ingin dia katakan selanjutnya."
"Aku juga tidak memintamu untuk memaafkan ku tentang semua itu, tapi kumohon. Aku tidak ingin ada jarak lagi di antara kita, aku ingin membangun hubungan seperti saat kita masih kecil dulu."
"Hm, sepertinya dia memang serius. Toh tidak ada gunanya lagi juga sih, yang terpenting saat ini adalah aku tidak ingin dia menggangu urusan di masa depanku."
"Huh, sebenarnya sih, tidak apa apa. Aku sama sekali tidak marah kepadamu kakak."
"Tidak, itu saja tidak mencukupi untuk membalas apa yang telah aku lakukan kepadamu saat itu. Aku mohon beri aku hukuman yang pantas untuk kakak bodoh mu ini!"
"Hm, ini tidak akan berarti dalam waktu cepat kah. Memang benar sih, hukuman adalah pilihan yang cocok untuk metode penyesalan. tapi apa yang akan ku lakukan ya?"
Luna memegang dagunya dan mulai berpikir hukuman apa yang cocok untuk kakaknya, agar dia berhenti melakukan hal tak berguna seperti ini.
"Apa saja. Kamu bisa sebutkan itu. Aku akan menjalani semua hukuman yang akan kamu berikan kepadaku."
"Hm, baiklah aku akan meminta 2 hal."
Luna akhirnya telah mendapat ide untuk mengakhiri drama perseteruan antara kakak beradik ini.
"Yang pertama adalah, aku melarang kakak untuk ikut campur dalam urusan pribadi di masa depan."
Luna menyebutkan apa yang di inginkan nya yang pertama.
"Karna akan merepotkan untuk membalas dendam kepada Kerajaan ini, jika dia ikut campur di dalamnya."
"Yang kedua?"
Wild menerima apa yang di minta oleh adiknya itu, dan mulai bertanya tentang permintaan kedua darinya.
"Hm, Kakak tahu sendiri kan. Kalau aku saat ini sering sekali di dekati oleh Pangeran After?"
"Ya, aku sering melihatnya. Luna, apakah kamu tertarik dengannya. Ini bukan karna aku melarang kamu untuk dekat dengan siapapun, tapi kalau untuk pangeran After. Aku menyarankan untuk jangan menerimanya, dia selalu saja menggunakan dan memperalat wanita yang suka kepadanya."
Wild mulai memberi peringatan tentang kelakuan pangeran After di Academy yang dia ketahui.
"Bukan berarti aku tertarik atau apapun, hanya saja. Hm, bagaimana ya. kakak akan melawannya di babak final nantikan?"
"Oh, aku mengerti maksudmu. Kamu ingin aku mengalahkannya untuk membuat dia berhenti agar tidak mendekatimu lagi kan. Baiklah kalau seperti itu, sebenarnya aku memang dari dulu ingin sekali membalas dendam padanya... Dan mungkin sekarang saat yang tepat."
"Hoho, dia sepertinya sangat bersemangat. Aku penasaran tentang kata balas dendamnya itu, tapi bodoh amat lah. Yang terpenting adalah dia bisa mengalahkannya dan membatasi jarak di antara pangeran sialan itu denganku."
"Tapi apakah tidak apa apa? Bukannya dia adalah putra mahkota? Akan sangat repot jika kamu sampai mengalahkan dia loh..."
Benar, Putra Mahkota adalah seseorang yang harus di hormati dan di hargai. Mau itu baik atau buruk, jika kamu ingin menghindari masalah yang lebih merepotkan. Maka lebih baik untuk tidak berurusan dengannya. Tapi jawaban Wild sangat tak terduga bagi Luna.
"Kerajaan ini tidak akan maju jika dia yang menjadi Raja selanjutnya Luna. Apakah kau tidak mempelajari kalau di Kerajaan ini ada 5 putra/putri mahkota?"
"Lima, itu terlalu banyak kan?"
"Aku tidak tahu loh, ayah dan ibu tidak pernah menceritakan soal itu kepadaku..."
Luna membalas kakaknya karna dia memang tidak mengetahui sistem dari keluarga kerajaan.
Walaupun Luna menegaskan akan membalas dendam kepada kerajaan ini, tapi untuk sekarang Luna belum terfokus untuk mengetahui semua itu.
Langkah pertama untuk itu adalah dia ingin membuat sekutu atau organisasi yang sangat kuat untuk bisa menandingi pasukan Homunculus kerajaan yang terkenal sangat tangguh. Jadi dia belum mengetahui tentang hal itu sama sekali.
"Yang mulia Raja kini mempunyai 5 permaisuri dan 45 selir untuk menyebarkan benih anggota kerajaan. mereka yang terkuat dan cerdas akan terpilih untuk menjadi Putra/putri mahkota dan akan melakukan suksesi untuk menjadi raja."
"Hm bukankah, tidak."
"Dunia ini mungkin akan sangat berbeda dari Anime atau novel yang aku baca di kehidupan sebelumnya."
"Sepertinya kamu masih belum mengerti ya. Kalau begitu akan aku jelaskan nanti saat kita sudah pulang ke rumah."
"Itu benar dah. Aku juga tidak peduli dengan keluarga kerajaan ini atau sebagainya."
"Hm, apakah kakak bisa menang?"
"Tentu saja."
Wild menjawab dengan percaya diri sembari membusungkan dadanya agar terlihat gagah.
"Hm, mungkin ku memberikannya semangat untuknya. Kebetulan aku juga ingin sekali melihat pangeran sialan itu kalah dari pertandingan ini."
"Kalau begitu, berjuang lah Kak Wild."
Luna tersenyum dengan memiringkan kepalanya dan membuatnya terlihat sangat imut.
"Eh, ah ya. Aku akan berjuang. Aku tidak akan membiarkan pangeran harem itu merebut adik kesayanganku."
...----------------...
...****************...
Begitu pertandingan di mulai. Wild segera melompat dan menyerang pangeran. Dia sangat menyadari keahlian sang pangeran setelah 1 tahun bersamanya, dan dia tahu rahasia kekuatannya adalah kecepatan tebasannya yang sangat luar biasa.
Wild menggunakan setengah dari kekuatannya untuk mengukur kewaspadaan dan reflek sang pangeran yang sangat cepat.
Wild mengerti kalau dia terlalu meremehkan pangeran, namun dia tetap menjaga untuk tidak menggunakan kekuatan penuhnya dari awal.
Dibawah tekanan ayunan pedang Wild, pangeran masih bisa menghindarinya dengan gerakan santai dan mulai mengukur sejauh mana Wild bisa menyerangnya secara beruntun
Wild berpikir kalau sang pangeran mulai terjepit dan mulai menutup jarak di antara mereka dalam sekejap.
"Haaaah !"
Wild mengeluarkan teriakan perang dan menebas pangeran, dia mulai berpikir kalau tidak mungkin si pangerang ini bisa menghindar lagi. Dia menahan tebasan Wild dengan pedangnya sendiri, namun itu dalam diprediksi oleh Wild.
Adu pedang yang sangat sengit pun di terjadi saat itu juga, mereka berdua menggunakan persepsi dan prediksi yang tepat sehingga membuat pertarungan itu menjadi lebih sengit lagi.
"Aku sudah mengira kalau dia cepat, tapi aku tidak percaya dia bisa menambah kecepatannya lagi."
Pangeran sedikit mundur dan mulai kehilangan keseimbangan, Wild memanfaatkan itu dan mulai melakukan tebasan pengakhiran.
Wild sedikit menurunkan pertahanannya dan mulai bergerak menyerang dan menebas kepala sang pangeran.
"Menang, tidak... Belum."
Wild masih memiliki keraguan di dalam hatinya, karna dia bisa memprediksi gerakan apa yang akan dilakukan oleh sang pengeran.
Dan benar saja ketika Wild menebasnya, tubuh sang pangeran menghilang menghilang dan muncul dari belakangnya.
Mata para penonton tidak bisa mengikuti gerakannya, namun Luna dan beberapa orang kuat saja yang bisa melihat gerakan itu.
Wild berbalik dan menangkis serangan balik sang pangeran dengan gemilang, namun sebagai bayarannya dia harus sedikit terpental kebelakang.
"Kecepatan ini, sama ketika terakhir kali aku di kalahkan olehnya. Tapi maaf pangeran, karna aku sudah melatih diriku untuk menghadapi gerakan yang lebih cepat dari itu. Maka itu tidak akan berguna untuk kedua kalinya."
Sang pangerang tak membuang waktu dan mulai menyerang Wild dengan serangan beruntun yang sangat cepat.
Pertandingan mulai berubah ke sisi sang pangeran yang mulai mendominasi, sementara Wild hanya fokus kepada pertahanan dan prediksi serangan lawannya.
...****************...
...----------------...
Kembali ke hari saat klon Luna menjelajahi saluran air bawah tanah.
"Oh, jadi ini tempatnya kah."
Luna akhirnya menemukan Laboratorium tempat yang telah di tunjukan oleh Profesor saat itu.
Ketika Luna membuka pintunya, disana terdapat.
"Kosong! Apa artinya ini?"
Luna bergumam dan masuk kedalam ruangan yang sangat gelap dan kosong, tidak ada barang satu pun, tidak ada seorangpun didalamnya.
"Apakah profesor tadi berbohong? Tapi."
Scene kembali ke kamar penginapan Luna yang heran dengan apa yang di lihat oleh klon nya karna tidak bisa melihat apa apa.
Dia masih menutup mata kirinya sebagai ganti untuk melihat dari sudut pandang klon tersebut.
"Hm, sepertinya aku harus bereksperimen tentang ini. Mungkin ini di sebabkan oleh sistem pertahanan Laboratorium atau memang benar profesor tadi membohongiku. Tapi."
Luna berpikir keras tentang apa yang dia temukan ini, dia merasa ada yang aneh dengan ruangan itu.
Triiing...
"Oh, tentakel ku, tidak. Tentakel klon bereaksi terhadap serangan yang entah dari mana. Apakah ini sistem dari pertahanannya juga?"
Luna lalu menambahkan kekuatan dari tentakel Purity kedalam mata kirinya, setelah itu dia menutuo mata kanannya dan membuka mata kirinya.
"Oh... Ini."
Scane kembali kepada klon Luna di tempat kejadian pertama.
"Jadi mereka menggunakan Invisible sebagai sistem pertahanan kah, sungguh menakutkan. Kalau aku Knight biasa atau orang yang tersesat di tempat ini. Aku mungkin akan mati tanpa aku sadari."
Luna melihat banyak sekali tentara dengan senjata laras panjang sedang menembakinya.
"Suaranya tidak terdengar, dan nafsu membunuh mereka juga tidak ada terasa sama sekali."
Luna berusaha untuk menusuk salah satu dari tentara yang sedang menembakinya dengan senjata yang mirip seperti senjata Kar98, namun tidak terjadi apa apa kepada tentara itu.
"Kalau begitu, aku mungkin perlu menghapus seluruh ruangan ini atau mungkin perlu mengambil sesuatu seperti kunci yang di simpan oleh salah satu di antara mereka."
Luna berjalan kearah berlawanan dan mulai menyebarkan ke 14 tentakelnya untuk memeriksa lokasi di di sekitarnya, dia akhirnya menemukan seorang profesor yang di ruangan sebelah dan mencoba untuk mengambil alat seperti remote control di sakunya. Namun seberapa keras dia mencoba, dia tetap tidak bisa memegangnya.
"Memang benar, sepertinya mereka ada di dimensi lain. Sementara mereka bisa melihat, mendengar, dan menyerangku, tetapi aku tidak menyentuh mereka."
Luna lalu mulai mendapatkan ide baru, san mulai berkonsentrasi dengan keahlian perubahan bentuk slime nya yang dia pahami dari seseorang yang pernah dia lihat di Kota tanpa hukum.
"Pada dasarnya Kekuatan Ilahi ada berasal dari sihir, tak peduli seseorang yang tidak memiliki kekuatan ilahi tipe penyihir pun. Mereka masih memiliki sihir, walau hanya sedikit."
Setelah itu selesai mencapai 20% perubahan slime, dia mulai menyalurkan slime nya ke pada ke 14 tentakelnya yang membuat tentakelnya bisa terlihat oleh semua orang.
Setelah itu, dia mulai menyerang para tentara itu dan berhasil melukainya.
"Tembak..."
"Percuma! Peluru mu tidak akan bisa menembus pertahanan ku, Horaaaaa..."
Dia langsung mengarahkan tentakelnya untuk membantai para tentara di ruangan itu dan dia berhasil mendapatkan kunci dari sistem pertahanan Laboratorium tersebut.
Luna memberikannya kepada Tentakel Gluttony untuk mengekstraknya kedalam tubuh klon Luna agar dia tidak perlu menggunakan Slime nya lagi.
Melihat sekitar dia menemukan beberapa manusia yang telah mejadi mayat, ada juga seorang remaja pria/wanita yang termutilasi namun masih hidup.
Sementara ada 4 orang yang masih dalam kondisi utuh sedang di tengelam kan di Aquarium khas penelitian.
"Apakah ini Film tentang Eksperimen manusia kah? Aku berarti telah masuk kedalam rute penyusup ya. Hm, mereka semua sepertinya pemilik kekuatan ilahi tipe pemahaman sam seperti Luna yang sebelumnya."
Luna sudah mengerti sekarang, mengapa si pemilik kekuatan ilahi tipe pemahaman selalu saja di asingkan dan biarkan.
Itu semua terjadi untuk si pihak yang mengusirnya bisa mendapatkan hak nya untuk menculik mereka yang di asingkan dan di usir.
Mungkin jika orang tua Luna sebelumnya tidak ikut bersamanya ke tempat pengasingan, Dia juga akan berakhir seperti mereka.
"Aku sepertinya harus bersyukur dan berterima kasih kepada orang tua ku karna telah ikut bersamaku untuk di asingkan dari bangsawan pusat ibu kota."
Luna segera menghancurkan keempat Aquarium itu dengan tentakelnya dan berhasil membawa ke empat orang yang telah terbebas dari Aquarium itu.
"Hm, dari denyut nadinya dia masih hidup tapi dalam kondisi sekarang ya. Dan untuk yang lainya di sana. Apa yang harus aku lakukan ya?"
Luna melihat seluruh orang di dalam sel kurungan dan tidak memiliki bagian tubuh yang lengkap.
"Maaf tapi, sepertinya aku harus menggunakan kata kata itu untuk menyelamatkan kalian semua."
Luna mengarahkan tentakel Gluttony kepada orang orang di dalam sel kurungan itu dan memakannya.
"Kematian terkadang bisa menyelamatkan seseorang dari siksaan dunia. Maka dari itu aku harus menyelamatkan kalian agar kalian tidak bisa melupakan penderitaan yang telah kalian hadapi.
Luna memakan mereka semua dan mengekstrak mereka untuk menambah energi sihirnya.
"Sebagai bayaran untuk ini, aku akan membalas apa yang telah mereka lakukan kepada kalian. tidak hanya profesor profesor gila ini, tapi kepada seluruh orang yang telah menyakiti kalian. Aku bersumpah untuk itu."
Setelah Luna menyantap habis mereka semua. Ia pergi ketempat Laboratorium lainnya di dimensi yang berbeda itu.
Jika membandingkan jarak antara tempat Laboratorium pertama dan ketempat laboratorium lainnya, semuanya tampak sangat jauh jika melewatinya dengan rute di dimensi yang nyata. Tetapi jika melewati rute dimensi buatan ini, semuanya berjarak sangat dekat dan hanya harus melewati satu pintu saja.
Karena di laboratorium itu tidak ada orang yang sangat setara dengan kekuatan Luna. Ia dengan mudahnya menghancurkan mereka dengan sangat cepat.
Dia berhasil menyelamatkan 10 orang yang sedang di bawa oleh tentakelnya, dan Luna terus saja menghancurkan seluruh Laboratorium yang di lewatinya.
"Hm, ini sangat mudah. Sekarang baru juga jam 23. Tapi aku telah menghabiskan lebih dari 50 Laboratorium ini, dan juga.
Luna melihat orang orang yang telah di lilit oleh tentakelnya.
"Kalian juga akan menjadi bawahan ku dan akan membantuku untuk membuat organisasi untuk menghancurkan Kerajaan ini, baik itu dari luar atau dari dalam."
Setelah bergumam seperti itu dia melanjutkan perjalanannya menyusuri Laboratorium yang ada di balik pintu, setelah dia menemukan pintu laboratorium lain.
Luna segera melewatinya dan dia menemukan Laboratorium lain namun di tempat ini sepertinya ada sedikit perbedaan.
Laboratorium itu terdapat banyak sekali monster yang tahan di Aquarium besar dan selang yang memancar ke tubuh seorang anak laki laki dan perempuan di tengah tengahnya.
Belum lagi pertahanan di tempat ini sangatlah ketat dan sepertinya sulit di tembus, banyak Homunculus yang berjaga di tempat itu dan mulai memperhatikan keberadaan Luna yang baru saja datang.
Tapi sayangnya, karna pemiliknya belum memberi perintah kepada mereka, Homunculus yang menyadari keberadaan Luna malah menghiraukannya dan terus berjaga.
"Inilah kesalahan dari sebuah alat tempur yang sangat kuat, tapi tidak memiliki kesadaran sendiri. Sebelum menerima perintah, mereka tidak akan bisa bereaksi kepada penyusup sepertiku."
Luna berjalan dan mulai membunuh senyap setiap orang orang di tempat itu, dan akhirnya membunuh si pemilik para Homunculus itu. Para Homunculus yang terlepas dari ikatan sang tuan mereka langsung berjatuhan dengan dengan sendirinya.
membuat para Profesor di sana terkejut bukan main, dia lalu membunuh seluruhnya orang di sana dan mulai melepaskan kedua orang yang sedang menjadi objek percobaan di dalam Aquarium besar.
"Ini sangat lah mudah."
Namun seketika Luna merasakan banyak sekali hawa membunuh di sekitarnya.
Homunculus yang tadi tergeletak mulai berdiri dan mulai menyerang Luna yang berada di tengah tengah ruang tersebut.
Karna ke 12 tentakelnya memegang 12 orang yang sedang di selamatkan, Luna kini hanya memiliki 2 tentakel hanya bisa di buat untuk menahan dan menangkis seluruh serangan Homunculus tersebut.
Ada sekitar dari 30 Homunculus dan 1 orang yang baru saja datang dan bersembunyi di balik pintu sembari memerintahkan seluruh Homunculus di ruang itu.
"Satu satunya cara untuk bisa menyingkat ini adalah dengan membunuh pemimpin yang mengendalikannya. Tapi,"
Luna mulai terdesak karna dia tidak bisa mengandalkan tentakelnya lagi, bukan hanya dia harus melindungi calon anak buahnya, ia juga harus bisa bertahan menghadapi serangan dari 30 Homunculus di depannya.
Scene kembali ke kamar penginapan Luna dan memperlihatkan Luna yang sedang terbaring di tempat tidur sembari menutup mata kanannya.
"Ini sangat merepotkan. Klon yang ku kirim itu hanya memiliki setengah, tidak. Bahkan kekuatannya tidak mencapai setengah dari kekuatan asliku."
Luna mulai berpikir apakah dia harus memberi bala bantuan atau tidak kepada klon nya.
"Hm, mungkin aku harus menggunakan Sihir teleportasi. Tapi aku belum terlalu paham dengan sihir itu, karna sangat rumit dan perlu untuk mempelajarinya secara bertahap tapi,"
Dia bisa saja menteleportasikan klon nya, tetapi dia telah memprediksikan kalau yang akan berteleportasi nanti hanyalah klon nya saja.
Tiba tiba di jendela kamarnya terlihat sesosok bayangan dengan wajah yang tertutup kabut hitam.
"Penyusup, tidak. Walaupun aku sedang fokus kepada klon ku yang sedang bertarung di sana, aku tidak pernah menurunkan kewaspadaan ku di sini."
Setelah berpikir panjang Luna akhirnya angkat bicara.
"Siapa kau...?!"
Luna bertanya kepada sosok bayangan itu untuk mengetahui identitasnya, tentu saja Luna juga tidak mengharapkan jawaban darinya. Karena di dalam pikirannya adalah.
Mana ada penyusup yang akan menyebutkan identitasnya sendiri kepada targetnya, namun harapan Luna kembali setelah mendengar balasan dari sosok itu.
"Akulah yang mengirimkan dirimu kedunia ini."
"Hah...!!!"
Luna mematung dengan ucapan yang di katakan oleh sosok bayangan itu hingga tak bisa berkata kata lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
RATU REINKARNASI
👍
2024-04-26
0
RATU REINKARNASI
baru mau bilang kok cuma 5 anaknya, biasanya kerajaan yang isi orang-orang sengklek semua pasti banyak selir, ternyata masi dalam proses pembuatan 🗿
2024-04-26
0
Ndaka
wow
2024-02-21
0