"Hah, apa yang dia katakan?"
Sementara itu, Luna masih bingung bagaimana dia menjawab pernyataan Knight tersebut.
"Baik lah."
"Nona muda. Apakah anda serius ingin melanjutkan duel ini?"
"Ya, aku sih tidak mau lagi. Tapi kalau di tolak sekarang bakal repot sih kedepannya." Pikir Luna tapi,
"Tidak apa tuan Knight. Aku sendiri memang ingin di latih juga sih."
Luna kembali mempersiapkan dirinya dan memposisikan pedang di genggamannya, sementara kapten Knight itu mengeluarkan pedang di dalam sarung pinggangnya. Sepertinya dia kali ini akan menggunakan pedang asli.
<
Wuusshh...
Angin terhempas kesegala arah dengan Knight itu menjadi pusatnya, pedangnya mengeluarkan cahaya berwarna kuning ke emasan, menandakan bahwa dia kini telah menggunakan kekuatan ilahinya.
Para Knight yang menonton jalannya duel mereka berdua terkejut dengan apa yang dilakukan olehnya, kenapa dia menggunakan kekuatan ilahinya hanya untuk berduel dengan seorang gadis muda. terlebih lagi gadis itu adalah anak dari tuannya.
"Kapten!!! Memakai kekuatan ilahi untuk melawan nona muda itu terlalu berlebihan loh. Anda tidak perlu-"
"Diam!!! Dan perhatikanlah caraku untuk menggunakan kekuatan ilahi ini dengan benar! Kau sendiri tidak bisa mengontrol kekuatan ilahi mu kan."
"Itu benar, tapi. Menerapkan latihan kepada nona muda yang tidak punya kekuatan ilahi, bukankah sangat berlebihan?"
Luna mulai merenung kan tentan apa yang di ucapkan Knight wasit itu, dan mencoba untuk menyusun semua di kepalanya.
"Kekuatan ilahi? Aku tidak memiliki kekuatan ilahi? Apa yang di maksud dengan kekuatan ilahi ini?"
Luna sekarang masuk kedalam pemikirannya tentang kekuatan ilahi tersebut.
"Mungkin aku akan mencari tahunya setelah duel ini, kalau memang benar aku tidak memiliki kekuatan ilahi. Maka bisa di pastikan itulah penyebab, mengapa aku bisa sampai di perlakukan seperti ini?"
Setelah menetapkan apa yang akan dilakukan olehnya setelah ini, Luna mulai kembali untuk bersiap.
"Sudah lah tidak apa apa Tuan Wasit. Aku tidak merasa keberatan dengan itu."
"Nona muda?"
"Itu benar, Alison. Kau harusnya mengerti tentang hal itu bukan?"
"Jadi namanya adalah Alison kah. Mungkin dia adalah orang pertama yang sangat peduli denganku. Aku mungkin akan mengangkat dia sebagai Knight pribadi di masa depan."
"Baiklah, kalau nona muda tidak keberatan. Kalau begitu."
Alison mulai menghela nafas dan mulai menjulurkan lengannya.
"Ready..."
Angin semakin berhembus kencang di sekitar Knight itu, bukti bahwa dia sangat percaya diri dengan kekuatan ilahinya sangatlah besar.
"Setelah dia bergerak maju, aku akan menahan seluruh serangannya dan mulai mencari titik lemahnya."
Setelah Knight itu menyusun strategy untuk mengalahkan Luna, ia lalu melihat tubuh mungil Luna yang sangat elegan dengan kuda kuda berpedang nya.
"Aku tadi tidak fokus karena aku terlalu meremehkannya, tapi sekarang. Aku akan membuatnya hancur dan patuh atas semua keinginan ku. Haha, mempunyai budak seperti dia mungkin akan lebih menguntungkan, setelah aku di keluarkan dari tempat ini."
Rencana dia kedepannya, sangatlah jahat. Bahkan melebihi ekspetasi Luna.
Awalnya memang benar, dia hanya ingin membalas dendam tentang apa yang telah terjadi kepada rekannya yang telah menjalankan misi untuk membunuh Luna. Tapi setelah dia berduel dengan Luna dan kalah, dia mulai menjadi penasaran dan sangat terobsesi dengan Luna.
"Sungguh, aku ingin mendengar rintihannya malam ini. Setelah aku melumat seluruh tubuhnya."
"Fight..."
Mereka berdua maju dan saling menebas satu sama lain. Luna membuat serangan awal dan seperti apa yang di prediksi oleh Knight itu, serangan Luna berhasil di hindari.
Slaasshh...
Knight itu lalu membungkukan tubuhnya dan siap untuk menebas Luna yang telah melakukan kesalahan. Pada waktu singkat itu, Knight tersebut mengayunkan pedangnya.
Slasshh...
Triiing....
Pedang bercahaya Knight itu dapat di tahan oleh pedang Luna, tapi dampak yang di terima oleh Luna sangat lah besar.
Karena Knight itu memakai kekuatan ilahi, sementara Luna tidak hanya kekuatan asli. Tebasan pedang Knight itu bisa saja mematahkan pedang Luna jika Tentakelnya tidak melapisi pedangnya. Namun tentakelnya bergerak sendiri untuk melindungi pedangnya agar bisa bertahan.
Luna juga hampir terhempas akibat dampak penggunaan kekuatan ilahi Knight itu. Setelah menahan pedang Knight, Luna mundur untuk mengambil jarak dari serang beruntun.
∆∆∆
Fov Luna.
Huh, apa yang harus kulakukan untuk mengalahkannya.
Aku memandangi Knight itu yang telah mundur beberapa meter untuk menjauh dari ku.
Aku mengintruksikan Tentakelku untuk tidak membunuh Knight ini dan diam diam mengacungkan pedangku setinggi mataku mengarahkannya kepada Ksatria itu.
Jika dia bisa menangkis serangan ku kali ini, maka aku lah yang kalah. Bukan kalah dari tekhnik pedang atau apapun, melain perbedaan kekuatan ilahi yang dia miliki.
Mengusir semua keraguan dari pikiranku, aku memfokuskan diri menjadi satu dengan pedangku.
"Huh, anda bahkan bisa bertahan sampai saat ini, nona muda. Tapi, Sekarang saatnya bagiku untuk untuk serius!"
Apanya yang 'bagiku untuk serius'. Kau sudah serius dari awal bukan?
Aku tidak menjawab ucapnya dan melompat kearah Knight itu.
Menebasnya secara vertikal dari atas kebawah, Knight itu dengan sigap menghindar dan mencoba untuk membalikan serangan. Namun serangan ku belum berakhir, kau tahu?
Pedangku yang hendak membentur tanah di tahan oleh tentakelku untuk memantulkan bilah pedangku dan melakukan tebasan kembali keatas.
Nasib baiknya Knight itu mengurungkan niatnya untuk menyerang balik dan secara reflek dia menghindari pedangku. Mungkin aku sedikit memotong poninya saat ini.
Memanfaatkan keterkejutannya si Knight itu, aku mengacungkan pedangku kearah lehernya dan mendeklarasikan kemenangan.
"Tuan Knight. Aku menang."
-Woaa... Keren nona muda keren.
-Kau benar! Apakah nona muda memiliki kekuatan ilahi?
-Aku tidak melihat dia menggunakan kekuatan ilahi.
Entah mengapa para Knight yang menonton duel ku bersorak untukku, aku juga melihat keatas jendela kalau kakak dan ibu serta ayahku melihat duel ini.
Aku melihat mereka dengan tentakelku, jadi mereka tidak mengetahui aku melihat mereka.
Aku juga sebenarnya bisa berbagi pandangan dengan para tentakel ini, jika aku memfokuskan diri.
Aku melihat seluruh orang terkejut, tidak peduli dengan itu. Aku bergegas untuk mengistirahatkan tubuhku yang mulai lelah. Namun ketika aku menjauhi Knight itu.
"Brengsek kau! Kau mau mempermalukanku apa!."
Knight itu menembakan senjata api miliknya langsung kearah ku.
Door...
Peluru itu melesat kearah ku, namun Knight bernama Alison di sisi lain menghalangi jalur peluru dengan tubuhnya.
Aargghh...
Knight Alison tertembak di punggungnya dan tetap bertahan sembari memelukku.
Door...
Door...
Door...
Tiga tembakan selanjutnya menghasilkan peluru yang sangat sulit ditahan, tapi.
Tring...
Tring...
Tring...
Tentakelku bergerak untuk melindungi punggung Knight Alison tersebut.
"Apa?"
Aku berusaha melepaskan pelukannya, dan kemudian melemparkan pedangku kearah Knight yang memegang pistol tersebut.
Aku melemparkan pedang itu dengan teknik melempar pedang seperti di anime yang aku tonton di kehidupanku sebelumnya ketika masih menjadi laki laki.
Pedang ku tepat sasaran mengenai pistol tersebut, hingga terpental jauh darinya. Aku memanfaatkan keterkejutannya, dengan berlari kearah Knight itu. Tentunya aku juga di bantu oleh para tentakel, jadi aku bisa berlari lebih cepat.
Memukul wajahnya, aku mendorong tubuhnya terjatuh. Setelahnya aku menghujaninya dengan pukulanku, tentunya aku juga di bantu oleh tentakelku agar pukulanku menjadi terasa berat.
1, 2, 3, 5 pukulan, giginya patah.
7, 9, 10 pukulan, Tulang hidungnya patah.
15, 18, 20 pukulan, darah mulai keluar dari mata, hidung dan mulutnya, seluruh wajahnya mulai memar.
Aku terus menghujaninya dengan pukulanku, tidak ada Knight lain yang melerainya, kecuali si pria yang mengaku sebagai kakakku itu.
Dia melompat turun dari balkon kamarnya.
∆∆∆∆
"Luna hentikan! Dia bisa mati loh!"
"Kenapa tuan muda, apakah kamu ingin membelanya?"
Luna tidak memperdulikan apa yang di katakan oleh Wild dan terus memukul wajah Knight itu, hingga seluruh gaunnya terciprat oleh darah Knight tersebut.
"Tapi ini sudah keterlaluan, Luna. Apakah kau ingin mencoreng nama keluarga kita lagi...!"
Luna menghentikan pukulannya dengan lengannya, namun masih memukuli wajah Knight tersebut dengan tentakelnya.
"Sepertinya, efek yang di timbulkan oleh tentakel ini tidak bisa di lihat oleh orang lain."
Setelahnya dia menatap mata kakaknya.
"Sejak kau menganggap ku Saudara hah?!"
Wild kakaknya terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Luna, dia sedikit syok karena di tembak dengan fakta yang tidak bisa di hindari lagi.
Setelah itu, Luna beranjak berdiri dengan lengan dan gaun hitamnya yang penuh dengan darah. Luna lalu berjalan kesamping kakaknya yang masih syok
"Kau yang menyuruh para pelayan untuk memperbudak ku, menyiksa ku dan menutupi apa yang mereka lakukan terhadapku... Dan sekarang, apakah aku bisa menganggap mu sebagai saudara?"
Setelah berada di samping kakaknya, dia lalu membisikkan kata kata tersebut kepada Wild dengan nada pelan.
Setelah melewatinya, dia berhenti sejenak dan menoleh kebelakang.
"Anda tenang saja, satu bulan dari sekarang aku juga akan di asingkan bukan? Jadi anda tidak perlu mengkhawatirkan hal tentang aku yang mencoreng nama keluarga lagi, kan?"
Luna lalu pergi dari tempat itu dan langsung pergi kekamarnya, ia di sambut oleh ibunya. Namun Luna mengabaikannya dan segera pergi kekamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
RATU REINKARNASI
mantap, jangan kasi kendor sifat dingin mu, karena seluruh keluarganya, termasuk ayah/ibunya juga bersalah karena tidak memperhatikan keadaan luna yang sebelumnya
2024-04-25
1
RATU REINKARNASI
sedikit perbaikan thor, kurang kata "Kapan"
2024-04-25
0
RATU REINKARNASI
mantap inilah yang aku suka dari mc yang nggak naif, nggak suka ya bunuh, kalo suka ya bolehlah dijadikan perisai hidup sementara (ʘᴗʘ✿)
2024-04-25
0