••••

Di sebuah gudang bekas, sepertinya sudah tidak di pakai dan di tinggalkan.

Terlihat 3 preman yang istirahat disana, mereka sedang menikmati meminum anggur dan tertawa riang gembira.

"Greg, Fart... Sebelum kita memberikan gadis ini itu klien, bagaimana kalau kita tiduri terlebih dahulu?"

"Ide bagus Char... Kita bisa menggunakannya terlebih dahulu sebelum menjualnya. bagaimana dengan mu Greg..."

Kedua preman yang memiliki tubuh kurus dan besar menyarankan untuk bisa meniduri gadi kecil hasil dari tangkapan mereka.

Mereka berdua lalu meminta pendapat seseorang bernama Greg yang terlihat seperti pemimpin mereka.

di pojokan ruangan gudang bekas tersebut, terlihat seorang gadis yang lengan dan kakinya di ikat dengan tali, sementara kepalanya di tutupi oleh karung.

Gadis kecil dengan rambut putih yang di urai panjang sebahu hanya terdiam dan tidak bisa melakukan apa apa, karena dia sedang di kekang. Terlebih lagi di lehernya telah di pasangkan kalung yang memiliki efek penonaktifan kekuatan ilahi.

Ini adalah kalung artefak yang di ciptakan hanya untuk menahan narapidana agar tidak bisa kabur dari penjara.

Karna pembuatannya sama sekali tidak sulit, kalung artifak tersebut jadi sangat lumrah dan sering di jual belikan di kota tanpa hukum ini.

"Char, Fart. Lebih baik kalian tidak melakukan apa apa terhadap gadis itu, dia adalah gadis yang tidak normal."

Di sisi lain pria yang bernama Greg itu tidak ingin mengacaukan segalanya hanya karna masalah sepele seperti meniduri gadis itu.

Walaupun memang dia yang berhasil menangkapnya, tetapi dia merasa ada yang aneh dengan targetnya kali ini.

Greg masih merasa penasaran dengan gadis tersebut, ia merasa gadis itu bisa dengan mudah menghindari tangkapannya. Namun entah mengapa gadis itu malah membiarkan dirinya tertangkap hingga seperti ini.

"Greg, sepertinya kau butuh liburan. Bagaimana kalau menggunakan gadis itu sebagai gantinya, dengan begitu kau mungkin akan lebih rileks."

"Diam lah dan jangan sampai kau menyentuhnya, atau kau sendiri yang akan tahu akibatnya loh!!!"

"Baiklah baiklah..."

Rekan rekannya pun mematuhi apa yang di katakan oleh Greg dan mulai mengurungkan niat mereka.

Setelah beberapa jam berlalu, mereka berdua merencanakan sesuatu kepada Greg dan akhirnya mereka secara diam diam mengkhianati Greg serta membunuhnya.

"Kau kira kami akan mematuhi ucapan sampah mu itu hah..."

"Kau benar Fart, kita harus memanfaatkan segala yang ada. Jarang jarang kita mendapat misi untuk menangkap gadis setengah matang seperti ini, hahahaha."

Mereka berdua melihat kearah Jasad Greg dan membuangnya begitu saja, setelahnya mereka berjalan untuk menghampiri Gadis tersebut dengan mata yang terlihat sangat berbinar binar. Seperti melihat sebuah harta karun. Namun tiba tiba...

...****************...

...----------------...

Kediaman Keluarga Laxion, Jam 07.00.

"Luna belum datang ya."

"Ya, kau benar bu. Helter, bisakah kamu memanggil Luna untuk sarapan bareng...?"

"Baik tuan."

Helter, kepala pelayan yang sudah 20 tahun melayani keluarga Laxion menerima perintah Count Claus ayah Luna, dan segera bergegas untuk pergi menuju kamar Luna.

Tok, Tok, Tok...

"Nona Luna."

Tok, Tok, Tok...

Selang 5 menit, Helter tidak mendengar suaran dari dalam kamar Luna dan mencoba untuk mengetuknya lebih keras.

Tok, Tok, Tok...!!!

"Nona Luna...!!!"

Merasa panggilannya belum di respons sama sekali, Helter lalu berusaha untuk mendobrak pintu kamar Luna.

Bruk...!!!

Bruuk...!!!

Duarr...!!!

"Nona Luna?!"

Helter masuk kedalam kamarnya karena merasa khawatir dengan nona mudanya, dan setelah di dalam kamar. Ia tidak menemukan satu orang pun di dalamnya.

"Gawat, apa yang terjadi kepada nona Luna. Aku harus melapor kepada Tuan."

Helter berlari keluar kamar dan kembali keruang makan.

"Ada apa Helter? Kenapa kamu berlarian seperti itu?"

Count Claus terkejut setelah melihat Helter kembali, dan berlarian di koridor rumahnya.

"Tuan, Nona Luna... Tidak ada di kamarnya!!!"

"Apa!!!"

"Luna...!!!"

Wild kakak Luna dan Maria Ibunya segera bergegas kekamar Luna dengan wajah panik dan tegang, sementara Count Claus sendiri tetap tenang dan mulai membaca keadaan.

"Hanzo..."

"Baik Tuan, apa perintah anda."

3 orang dengan pakaian hitam dan wajahnya tertutupi masker, tiba tiba muncul di belakang Count Claus.

"Segera pimpin seluruh Hanzo yang tersisa dan tolong carilah anakku Luna di sekitar kediaman ini serta di seluruh kota ini. Jika kau tidak menemukannya selama 1 jam, kembalilah dan mulai membuat persiapan."

Count Claus memerintahkan para Hanzo di belakangnya untuk mencari Luna di di setiap tempat, bahkan dia juga telah mengambil keputusan selanjutnya jika para Hanzo tidak bisa menemukannya.

""Baik Tuan.""

Setelah menerima perintah, para Hanzo segera menghilang dan membentuk tim untuk pencarian Luna yang telah menghilang dari kamarnya.

Jam 12 Siang.

Di dalam ruangan kerja Count Claus, terlihat dirinya sedang berdiskusi dengan Maria dan Wild tentang hilangnya Luna.

"Ayah, aku berasumsi kalau yang menculik Luna adalah orang orang dari kota tanpa hukum itu."

Count Claus dan Maria berpandangan satu sama lain, dah akhirnya Count Claus mengangguk pelan.

"Sepertinya begitu Wild, karna itulah aku akan mengirim Hanzo untuk menginvestigasi wilayahnya. Kebetulan aku juga memiliki kenalan dengan salah satu pemimpin di sana."

Count Claus mencoba untuk menenangkan Wild yang terlihat sangat panik akan hal ini, dia merasa bertanggung jawab karna selama ini dia telah melakukan sesuatu yang sangat jahat kepada Luna.

Saat itu jarak hubungan di antara mereka sangatlah jauh bahkan jika mereka adalah kakak beradik namun disaat hubungan mereka kian membaik, Adik nya malah di culik dan nyawanya juga terancam.

"Ayah!! Menginvestigasi tempat itu membutuhkan waktu yang lama!! Bagaimana jika mereka..."

"Kakak, ada pepatah yang mengatakan kalau ucapan itu adalah doa. Apakah kamu ingin ucapanmu barusan menjadi kenyataan...?"

"Tapi Ibu..."

Maria memotong ucapan Wild dengan ideologynya sendiri, namun itu saja masih belum cukup untuk Wild yang sangat mengkhawatirkan Adiknya kenapa napa akibat insiden ini.

"Tuan, kami ingin melaporkan satu hal."

Hanzo tiba tiba muncul di belakang Count Claus dan hendak melaporkan sesuatu.

"Kenapa?"

"Ada gerakan intervensi dari Organisasi dari ibu kota di dalam kawasan wilayah kita."

"Organisasi dari ibu kota? Siapa mereka? Pihak Gereja hitam? Atau si Bayangan itu? Tapi mereka kan sedang bertarung satu sama lain, jadi tidak mungkin kah. Atau mungkin..."

"Anda benar tuan, mereka adalah dari Organisasi Black Hole."

Count Claus, Maria, dan Wild terkejut setelah mendengar laporan dari Hanzo baru saja datang itu.

"Ck, kira kira apa yang mereka cari di wilayah ku. Kalau begitu, aku akan datang menemuinya."

"Ayah, aku akan ikut denganmu..."

Ketika Count Claus menetapkan dirinya akan menemui pemimpin dari mereka, Wild langsung mengajukan diri untuk ikut bersama ayahnya.

"Wild kau belum-, Tidak." Count Claus berhenti sejenak dan memikirkan, apakah dia akan membawa Wild Atau tidak. Setelah beberapa detik kemudian.

"Baiklah, Tapi Maria. Aku ingin kamu untuk tidak pergi dari tempat ini."

Count Claus akhirnya mengizinkan Wild untuk pergi namun dia langsung menahan istrinya untuk tetap di kediaman mereka.

"Baiklah sangat, kalau begitu aku akan menyiapkan masakan kesukaan Luna ketika dia pulang..."

Selang beberapa jam kemudian.

Maria tersenyum lembut, ketika melihat Suami dan Anaknya pergi.

Setelah masuk kedalam rumahnya, dia tidak bisa menahan senyumnya lagi. Karna merasa sangat khawatir kepada Luna, dia berdoa untuk keselamatan seluruh keluarganya.

...****************...

...----------------...

"Nona Darkness. Apakah anda akan pergi dari tempat ini?"

Di suatu tempat di kedalaman lautan pohon di arah timur dari kekuasaan Count Claus El Laxion, terdapat sebuah Gua besar atau mungkin bisa di sebut tempat pelatihan calon anak buah Luna.

"Nona Darkness. Apakah anda akan pergi dari tempat ini?"

"Rafael kah. Tentunya aku akan pergi sebentar."

"Bolehkah Kita berdua ikut bersamamu, nona Darkness?"

"Tidak boleh. Aku memang mengakui kekuatan kalian berdua, tapi apakah kalian yakin akan meninggalkan adik adik kalian demi ikut bersamaku."

Terlihat Klon Luna atau yang mereka sebut Darkness sedang bersiap siap untuk berangkat kesuatu tempat, sementara itu Rafael dan Ball meminta untuk ikut bersama dengannya.

"Bolehkah Kita berdua ikut bersamamu, nona Darkness?"

"Tidak boleh! Aku memang mengakui kekuatan kalian berdua, tapi apakah kalian yakin akan meninggalkan adik adik kalian demi ikut bersamaku."

Darkness menolak usulan Ball dengan sedikit keras.

"Hm, kalian sepertinya sangat keras kepala sekali ya... Kalau begitu, aku akan memberikan ujian yang paling akhir... Setelah kalian lulus dari ujian ini, maka aku akan mengajak kalian untuk membantuku di luar sana di dunia luar sana. Bagaimana? Apakah kalian akan mengikuti ujian ini?"

Darkness sedikit menyerah setelah melihat mata antusias mereka.

Jika saja dia meninggalkan mereka berdua dalam keadaan seperti ini, mereka berdua pasti akan membuntutinya dari belakang.

Karena itu dia akan memberikan penawaran kepada mereka berdua untuk memberikannya misi terakhir kepada mereka.

"Huh, Nona Darkness berkata misi terakhir dan terakhir terus dari kemarin..."

"Kalau di hitung, ini sudah ke 18 ujian terakhir yang anda ucapan loh, nona Darkness."

Keduanya cemberut dan mengingat tentang kata kata Darkness yang sering berkata ujian terakhir dan terakhir.

"Hihi, maaf maaf. Soalnya kalian selalu melebihi ekspetasi ku. Jadi aku malah semakin ingin menguji kalian, hihihi."

Darkness tersenyum seperti gadis polos yang telihat di wajahnya, membuat kedua orang di sana menjadi ikut tersenyum kepadanya.

"Ini, bener kok ujian paling paling terakhir. Aku ingin kalian berdua memimpin semua orang yang ada di sini untuk merebut sebuah ..."

...****************...

...----------------...

"Luna kah..."

Di tempat yang amat gelap dan tidak terdapat cahaya sama sekali, muncul sesosok bayangan hitam dan hanya mata merah menyalanya saja yang terlihat.

"Aku mengetahui kalau kau pasti akan menghiburku, tapi ini lebih dari menghiburku. Kau tahu itu?"

Sosok bayangan itu melihat kearah layar yang menampilkan seluruh kejadian yang akan dibuat oleh Luna selanjutnya, sosok tersebut selalu memperhatikan gerak gerik Luna.

"Tolong hibur lah aku terus, dan cepatlah untuk menjadi kuat. Setelah itu, datanglah kehadapan ku, Luna El Laxion. Aku yakin hanya kau lah yang bisa memecahkan masalah ini..."

Dia mengalihkan tatapannya ke arah 2 partikel cahaya kecil yang terlihat samar di kegelapan tersebut.

Kedua partikel sihir itu merespon ucapan sosok bayangan hitam itu dengan berkedip 3 kali dan mulai bersinar lebih redup dari sebelumnya.

...****************...

...----------------...

Hacih...

Hacih...

Bersin dua kali?

Pasti ada yang sedang membicarakan aku di suatu tempat ya...

Dan seperti yang aku dengar dari ucapan mereka, ini seperti kisah antara teman yang mengkhianati salah satu temannya untuk mendapatkan satu wanita.

Hm, mungkin jika di jadikan novel atau film ini akan menjadi drama yang sangat bagus di mata publik, tapi dari pada itu. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu dengan kalung ini.

Ketika aku bersin, mereka berdua terlihat tertawa dengan cara yang aneh. Aku tidak mengetahui apa yang dimaksud dari tawanya itu, tapi sepertinya salah satu dari mereka menyentuh kakiku.

Hm, perlahan lahan lengannya merayap ke betis dan lutut ku.

Apakah ini yang namanya pemerkosaan?

Aku tidak terlalu mengerti tentang itu, tapi mereka melakukan sesuatu yang lebih dari para peraba itu.

Pokoknya aku harus menghentikan pergerakan mereka dulu, tapi bagaimana ya.

Jika yang ku dengar adalah kalung ini adalah Artifak yang bisa menahan kekuatan Ilahi, maka hanya ada satu yang bisa ku lakukan.

Deep...

Tidak apa ini?

Kenapa tubuhku jadi panas seperti ini?

Tidak apa yang terjadi?

Tentakel Lust, kenapa dia aktif di saat seperti ini.

Ketika aku merasa, gaunku telah di angkat oleh mereka. Sepertinya mereka menurunkan kewaspadaannya.

Kalau begitu...

"Envy..."

Aku memanggil salah satu tentakelku untuk meredam efek dari Lust ini, memang sangat di sayangkan tetapi aku harus menjaga sesuatu yang berharga bagiku.

Untuk kedua orang yang sedang menatapku, ya aku memang hanya merasakan hal itu. Tapi banyak yang mengatakan kalau intuisi wanita itu selalu benar, jadi firasat ku saat ini pasti sudah benar.

Ayo tidak sedikit lagi...

Ck, mereka mulai merambah ke area pahaku.

Padahal mereka seharusnya mengerti dengan urutannya bukan...

"Oy oy lihat Char... Ini..."

"Ya, sudah semakin basah. Apakah dia sedang magang untuk lepac*r?"

"Ck, lepaskan aku bajingan."

Aku berteriak kepada para bajingan ini untuk menghentikan apa yang mereka ingin rencanakan sesuatu terhadap tubuhku.

Ini bukan berarti aku sedang ingin, tapi ini adalah efek dari Lust.

Lihat saja, jika kalian menyetuh sesuatu yang tidak boleh di sentuh oleh sembarang orang... Akan ku bunuh kalian...

Di tengah perang di antara kedua tentakel Luna, dia juga sedang mencoba untuk mengambil jalan keluar dari apa yang akan terjadi kepada dirinya.

Terpopuler

Comments

RATU REINKARNASI

RATU REINKARNASI

Σ(゚Д゚;)

2024-04-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!