Terbangun di pagi hari yang cerah, Luna berusaha untuk beranjak berdiri dari tempat tidurnya.
Setelah itu dia mandi dan lekas untuk keluar kamarnya untuk sarapan bersama ibunya.
"Selamat pagi bu, ini pagi yang sangat cerah ya."
Setelah sampai di meja makan, Luna menyapa ibunya yang telah menunggu dirinya untuk sarapan bersama. Ayah dan kakak Luna tidak hadir karna masih berada di ibu kota untuk mengurus kekacauan yang telah Luna buat di sana.
Setelah sarapan, Luna beranjak ke taman untuk menikmati teh di pagi hari beserta mencicipi manisan manisan yang di beli oleh ibunya di ibu kota kemarin.
Setelah menyesap cangkir tehnya, tak terasa jam telah menunjukan ke angkat 11. Luna mulai mengingat kalau dia masih memiliki 2 orang calon anak buahnya yang masih dalam perjalanan ke kota tanpa hukum, karena rasa penasaran Luna sangat tinggi. Ia menutup mata kanannya untuk melihat keadaan kedua orang tersebut.
Terlihat mereka sedang bersantai di tepi sungai dan beristirahat sambil memakan hasil buruan mereka.
"Huh, mungkin aku harus menjemput mereka agar semuanya berkumpul di markas rahasia ku." Ucapnya setelah melihat keduanya masih dapan keadaan sehat.
Luna mengarahkan tentakelnya untuk menembus tembok belakang dan mulai membuat Klon nya lagi.
Setelah ia membuat Klon baru, dia memerintahkan klon tersebut untuk berangkat untuk menjemput kedua orang itu.
...****************...
...----------------...
Setelah sampai di sana, Luna tidak menyangka kedua anak itu sedang bertarung dan hendak dikalahkan oleh pria tampan dengan teknik yang sedukit aneh.
Luna memperhatikan dengan jelas teknik itu untuk memahami apa yang telah digunakan olehnya.
"Benang sihir? Tidak pembuatan benang sihir kah, ini sama seperti sihir perubahan slime tapi versi yang lebih lemah dari slime."
Setelah mengetahui trik yang di gunakan oleh musuh, Luna melihat keduanya telah di tahan oleh pria itu, dan pria tersebut hendak mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Alat teleportasi. Akan gawat jika calon anak buah ku di masa depan akan di rebut kembali oleh mereka. Mungkin aku harus turun tangan disini."
Luna segera mengarahkan ketiga tentakelnya untuk bertujuan membatalkan pria tersebut mengaktifkan alat teleportasi nya.
Segera pria itu mengerti kalau dia akan diserang, dan mulai bertindak untuk menghindari serangan Luna.
Luna lalu membuat cross bow kecil di tangannya dan membuat anak panah kecil dari sihir perubahan slime nya, setelah itu dia menembakan anak panah slime tersebut hingga menghancurkan alat teleportasi yang di pegang oleh pria tersebut.
"Siapa kau, tapi dengan melihat rambut dan matamu. Aku bisa bisa mengerti kalau kau adalah yang mengacau di pabrik itu ya..."
Pria itu bisa menebak Luna yang telah menyerang dan telah menghancurkan Pabrik, atau lebih tepatnya adalah Laboratorium.
Luna segera keluar dari tempat persembunyiannya dan menunjukan dirinya.
Walau dia memakai masker slime yang berbeda ketika dia menghancurkan Laboratorium, tetapi dengan rambut seputih salju dan mata merah menyalanya. Pria itu mengenali Luna baik.
Luna melayang beberapa senti meter dari tanah untuk bisa setara dengan pria itu.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan sikap siap tempur, namun pria itu mengusulkan sesuatu kepada Luna.
"Hai, anak kecil yang manis. Aku akan menawari mu untuk bergabung dengan Organisasi Black Hole. Bakat mu untuk menjadikan bahan eksperimen seperti mereka menjadi berguna sangatlah di butuhkan oleh Organisasi loh."
Pria itu mulai menyebut sesuatu yang sangat berguna bagi Luna, yaitu adalah nama dari Organisasi yang akan menjadi targetnya.
Sembari berbicara, pria itu menggerakan jempol kakinya di dalam sepatu dan tiba tiba saja benang tak terlihat mengarah langsung kebagian belakang Luna.
Tentakel Luna bereaksi dan menangkis benang tersebut sehingga membuat pria itu heran di dalam pikirannya.
"Dia bisa menahannya kah! Tapi bagaimana caranya?" Gumam pria tersebut setelah serangan diam diamnya di hentikan oleh Luna.
"Aku adalah pelindung kerajaan ini... Jadi aku akan dengan sangat serius menolak penawaran anda." Ucap Luna menolak tawaran pria itu.
"Dia mengalihkan perhatian dengan berbicara sembari mengerakan benangnya untuk menyerangku ya, pria ini lumayan cerdik juga." Gumam Luna di dalam pikirannya setelah merasakan kalau tentakelnya bereaksi karna ada serangan tak terduga dari belakangnya.
dengan mereka berdiri berhadapan saja, kini mereka telah melakukan perang tak kasat mata antara Tentakel vs Benang.
"Kau berbicara tentang melindungi kerajaan. Tetapi kau mencoba untuk melepaskan mereka. Apa kamu bercanda? gadis kecil."
Pria itu memprovokasi Luna dengan menyalahkan ucapan Luna tentang melindungi kerajaan ini.
Luna tidak gentar dan terus menjawab.
"Melindungi kerajaan yang telah terkotori oleh tangan dari organisasi seperti kalian adalah hal yang bodoh. Yang aku maksud adalah pelindung kerajaan di masa depan yang lebih baik dari sekarang."
Luna menjawab dengan percaya diri bahwa ada kemungkinan setelah mendengar ucapan pria itu, Kerajaan sekarang telah di atur di belakang layar oleh mereka.
Pria itu tersenyum dan mulai mengerakan kesepuluh jari kakinya untuk menyerang Luna. Namun tentakel Luna bisa mengimbangi kesepuluh benang tersebut dan mulai melakukan serangan balik.
"Mencampur benang utama menjadi puluhan benang umpan... Setelah itu menyerang balik dengan benang utama kah, sungguh teknik yang sangat cerdik." Gumam Luna setelah serangannya di gagalkan oleh pria tersebut.
"Dia bisa membaca pergerakan benang ku dengan mudah dan berhasil menyerang balik menggunakan teknik yang belum ku ketahui kah. Siapa gadis misterius ini?" Pria itu terkejut karna gadis di depannya bisa menyerang balik dalam keadaan tertekan oleh serangan benang tak kasat matanya.
"Sepertinya pembicaraan ini tidak ada gunanya."
Pria di hadapannya berkata kepada Luna yang sedang melayang di hadapannya sembari menangkis seluruh serangannya.
"Kau benar tentang itu. Kalau sudah seperti ini, apakah kau akan terus membicarakan tentang omong kosong seperti itu?"
Luna membalasnya dengan tenang dan tidak terlihat tertekan oleh serangan beribu ribu benang di sekitarnya.
"Kalau begitu aku akan membawamu dengan paksa dan menundukan mu setelahnya. Kau tidak keberatan kan?"
"Kalau begitu, aku akan membuat itu tidak akan pernah terjadi lagi. Oh iya, aku hampir lupa memberitahumu. Alat teleportasi dan kedua orang yang telah kau tangkap telah aku bereskan loh. Sekarang aku tidak akan menahan diri lagi."
Luna memberitahu segala sesuatu yang telah dia lakukan kepada pria di hadapannya bahwa dia telah membebaskan kedua calon anak buahnya yang terjebak di dalam benang pria itu.
Pria itu terkejut dan berusaha melihat kearah dua orang yang telah di tangkapnya tadi.
Tak membuang kesempatan itu, Luna melompat kearah pria tersebut dan mulai melakukan gerakan menutup kepalanya dengan pedang slime nya
Pria itu dengan mudah menghindari pedang tersebut dan mengeluarkan pedang dari udara tipis.
Tring...
Suara dentingan pedang beruntun terdengar dalam 2 detik, dibarengi dengan perang tentakel dan benang yang membuatnya sangat sengit.
Pria itu melompat mundur karna terkejut dengan teknik pedang yang di gunakan Luna.
"Gaya berpedang keluarga kerajaan? Walaupun teknik yang dia gunakan masih di tahap pelatihan awal, tapi dia bisa menyempurnakan gerakan, kecepatan, kekuatan dan segalanya. Sungguh menakutkan." Gumam pria itu di dalam pikirannya, Setelah mengetahui gaya berpedang Luna adalah gaya pedang keluarga kerajaan.
Luna juga terdiam sejenak dan mulai memperhatikan postur tubuh pria tersebut.
"Ck, jika aku menggunakan tubuh asliku. Aku akan mengalahkannya dalam tebasan pedang dibagian terakhir itu. Sepertinya aku harus melakukan pelatihan untuk menggunakan klon ku ini." Gumam Luna di dalam pikirannya yang merasa kesulitan mengakhiri pertarungan ini dengan cepat.
"Serangan yang bagus gadis kecil, aku akan mengakui kekuatanmu itu. Tapi waktu untuk bermain main sudah habis, saatnya aku menunjukan perbedaan kekuatan di antara kita."
Pria itu mulai menyiapkan pedangnya dengan sinar berwarna emas di bilah nya, setelah itu dia melompat kearah Luna yang sedang bersiap untuk menahan.
Di saat tentakel Luna sedang terdesak dia kini harus menghadapi pengguna kekuatan ilahi tipe petarung yang memegang pedang dengan artifak yang tingkat tinggi.
"Ck, tidak ada pilihan lain kah..." Batin Luna berkata demikian dan mulai melapisi tentakel nya dengan energy sihir yang telah dia kumpulkan sewaktu di Laboratorium sebelumnya.
Luna menutup mata dan mulai mengambil ancang ancang untuk menghadapi pria yang sedang meluncur kearahnya.
Tring...
Crak...
"Berakhir sudah gadis kecil..."
Tubuh Luna terpotong menjadi dua bagian dan terjatuh ketanah seperti boneka yang talinya telah di putus.
"Hm, kalau begitu. Sekarang tinggal membawa mayatnya dan aku akan mendapat penghargaan dan kursi ke 8."
Pria itu mulai mendekati tubuh Luna yang terpotong menjadi dua, dia lalu meraih rambutnya setelah itu dia memotong lehernya.
Mengangkat kepala tanpa tubuh itu dan mulai mendekatkannya dengan wajahnya.
"Jika kau mengikuti ucapanku dan patuh untuk ikut denganku tanpa perlawanan, semua ini tidak akan menimpa diriku gadis kecil, cuih..."
Pria itu meludahi wajah Luna dan mencoba memasukannya kedalam cincin penyimpanan nya.
...****************...
...----------------...
"Hm, masih kalah ya... Haha, tak apa lah. Yang terpenting adalah."
Luna asli melihat kedua orang yang telah di selamatkan olehnya dari cengkraman pria tadi, setelah itu dia membuat klon lain untuk membawa keduanya ke markas yang telah dia buat di dekat area kota tanpa hukum.
Setelah itu Luna bergegas masuk kedalam rumahnya karna matahari telah semakin panas, dan dia masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat dari dan menguji teknik yang telah dia pahami dari pria tadi.
"Benang sihir kah. Ketika aku melihatnya di anime atau komik, benang sihir ini terlihat sangat OP dan efficient."
Seperti pembentukan slime, pembentukan benang juga masuk kesalah satu kekuatan ilahi tipe pembuat.
Harus menggunakan ketelitian untuk membuat benang yang sangat tipis namun tajam, Luna membayangkan benang yang dia pakai untuk mengadu layangan sewaktu masa kecilnya dan terus membuatnya setipis mungkin.
"Jika pria tadi membuatnya tidak terlihat dangan menggabungkannya sihir Invisible kedalam benangnya, maka aku harus membuat benang yang sangat tipis untuk tidak bisa terlihat mau itu dengan penglihatan normal atau mata deteksi."
Luma memperhitungkan kelemahan tentakelnya sangatlah mudah di deteksi karna ukurannya yang sangat besar, dan membuat benang setipis mungkin yang tidak bisa di deteksi.
Setelah jam menunjukan ke angka 16.00, Luna keluar dari kamarnya dan mencari ibunya di halaman depan.
Ia melihat ibunya sedang pesta minum teh bersama wanita dari keluarga bangsawan lain nya, mereka terlihat sangat asik berbicara dengan wanita yang seumuran dengannya itu.
Luna sungkan untuk menemuinya dan mulai bergegas menuju gerbang rumahnya untuk keluar dan jalan jalan.
Di depan gerbang Luna di datangi oleh Knight penjaga gerbang, dan dia mulai bertanya kepada Luna.
"Nona muda Luna? Apakah ada sesuatu yang membuat anda kesini di sore hari seperti ini?"
Salah satu penjaga gerbang bertanya kepada Luna yang baru pertama kali mendekati gerbang kediamannya sendirian.
"Aku ingin berjalan jalan diluar rumah tuan Knight, soalnya aku sangat bosan berdiam diri dirumah."
Kedua Knight yang menghampiri Luna memandang satu sama lain dan mencoba untuk memahami apa yang telah di katakan Luna.
Mereka sangat heran, mengapa gadis pendiam seperti Luna ingin berjalan jalan di luar zona nyamannya.
Itu karna sebelum Luna meninggal dan bereinkarnasi kembali, dia tidak pernah keluar rumah dan selalu berdiam diri di kamarnya.
Bukan hanya tidak pernah keluar gerbang dan berjalan jalan, bahkan dia tidak pernah keluar untuk bermain di taman keluarganya seperti sekarang.
Dan kini Luna yang meminta untuk bermain keluar gerbang telah membuat para Knight terheran heran.
"Apakah aku tidak di izinkan?"
Karena para Knight itu terdiam, Luna mencoba untuk mencari kepastian tentang di izinkan atau tidaknya dia untuk bermain keluar gerbang.
"Aahh, ehh... Tentu saja di izinkan nona, tapi."
"Anda harus menerima untuk dikawal oleh kami, akan sangat gawat kalau anda di culik orang orang orang jahat nanti."
Keduanya saling bersahutan satu sama lain untuk menjelaskan kepada Luna untuk membawa pengawal.
"Kalau begitu aku akan memilih orang itu, dia yang akan mengawal ku di luar."
Luna menunjuk salah satu dari Knight yang sedang duduk di pose penjaga.
"Kalau tidak salah nama dia adalah Alis alis apalah itu, dia adalah orang yang aku tunjuk sebagai wasit dalam duel ku dengan kapten Knight kala itu "
"Alison... Kesini kau..."
"Ba-baik, pak..."
Knight dengan postur tubuh dewasa awal datang menghampiri Luna dan kedua Knight atasannya.
"A-ada apa, Pak..."
"Hm, apakah dia setakut itu dengan Kapten Knight ini. Tapi yang terpenting adalah aku ingin mendapat pengalaman untuk berkeliling kota ini. Sewaktu aku berkeliling di kota tanpa hukum, para penduduknya kurang lebih adalah pencopet dan peraba. Sedangkan di ibu kota banyak sekali orang orang tajir berkeliaran. Aku penasaran dengan orang orang di kota yang di kelola oleh ayahku."
Setelah Knight Alison setuju untuk mengawal Luna, para Knight langsung membuka gerbang besi kediamannya.
Luna segera melangkah dengan di ikuti oleh Knight Alison untuk berkeliling kota.
Banyak sekali orang orang biasa yang berlalu lalang di jalan itu, sebenarnya Knight Alison mencoba untuk memperingati para penduduk agar segera minggir dan membuka jalan untuk Luna.
Karena Luna adalah memiliki status sebagai putri dari keluarga Laxion, maka itu sudah sewajarnya untuk para penduduk untuk membuka jalan untuknya. Tapi Luna menghentikan Knight itu dan mulai berjalan di trotoar pinggir jalan.
Luna melihat kedalam gang sempit, terlihat ada seorang pengemis yang duduk di pintu masuk gang tersebut, namun Luna tidak memperhatikan pengemis itu dan melihat kearah bagian terdalam dari gang.
"Tuan Knight, apakah kejadian seperti ini sering terjadi di kota ini?"
Luna bertanya kepada Knight yang mengawalnya dengan rasa penasaran.
"Kejadian? Memangnya apa yang terjadi nona muda?" Jawab Knight itu sembari memiringkan kepalanya heran dengan pertanyaan Luna.
"Hah, apakah dia mencoba bermain bodoh, Tidak. Dia sepertinya tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi sesuatu selain niat buruk yang di arahkan kepadaku dan dirinya ya."
Luna memperhatikan tempat itu sebentar dan mulai berjalan kembali untuk menjauhi tempat itu, Knight yang masih terheran mulai mengejar Luna dan mengikutinya dari belakang. Mereka mampir ke toko obat yang sangat sepi pengunjungnya.
Luna berkeliling dan mulai melihat lihat kearah obat yang di panjang rak rak kayu toko tersebut.
Tujuannya adalah untuk menunggu pelayan atau pemilik toko tersebut menghampirinya. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya salah satu pria muda sekitar umur 17 tahun mendatangi Luna dan Knight yang berada di belakangnya.
"Selamat datang di toko kami nona muda dan tuan Knight. Apa ada yang bisa saya bantu?"
Dengan senyum ramah pemuda itu menawarkan jasanya untuk melayani Luna.
"Hm, aku ingin tahu. Kenapa toko ini sangat sepi? Padahal ketika aku melewati jalan di bagian utara, ada toko obat yang sangat ramai pelanggannya." Luna mulai bertanya dengan nada penasaran kearah pemuda itu.
Jika di lihat dari wajah pemuda itu, dia adalah pemuda yang sedikit tampan dengan rambut pirang bermata hijau zamrud.
"Jika dia hidup di dunia lamaku, aku yakin akan ada pihak produser artis yang bakal merekrutnya menjadi model." Pikir Luna membayangkan wajah pemuda itu jika hidup di dunia lamanya.
"Maaf nona muda, itu karna toko kami sangat kekurangan bahan untuk membuat obat. Jadi toko kami kalah saing dengan toko sebelah."
Pemuda itu menjawab jujur saat di tanya oleh Luna, berbeda dari toko di dunia sebelumnya.
Jika si pelayan atau si pemilik toko di tanya seperti itu, pasti mereka akan langsung marah kepada orang yang bertanya. Namun di dunia ini sepertinya sangat mementingkan kejujuran.
"Apakah kamu pemilik toko ini?"
"Tidak, saya hanyalah cucu dari nenek saya yang telah menjalankan toko obat ini nona."
"Apakah kau mengetahui siapa aku?"
"Hm, maaf nona. Aku tidak pernah melihat wajah cantik seperti anda sebelumnya."
"Ck, kenapa aku malu setelah mendengar kata murahan itu. Ingat Luna, kau itu dulunya seorang laki laki, Tidak. Ini mungkin insting seorang anak perempuan yang pertama kali melihat pria dengan tipe yang disukai sedang memuji dirinya." Luna lalu menekan rasa malu di dalam dirinya dan mulai mengeluarkan botol ramuan obat yang telah dia jarah dari para bandit kala itu.
"Apakah di toko atau toko sebelah sana, ada yang memiliki ramuan obat seperti ini?"
Luna memegang botol ramuan mewah dengan cairan biru di dalamnya, lalu menunjukan kepada pemuda itu. Mata pemuda itu melebar dan terlihat seperti terkejut dengan apa yang dia lihat.
"I-ini, tidak, tidak mungkin!"
"Itu mungkin, kalau bisa aku ingin kamu memanggil nenek mu? Aku ingin sedikit bernegosiasi bisnis dengannya."
"Baik nona muda, kalau begitu ikuti saya keruang tamu di sebelah sana."
Pemuda itu semakin bersemangat setelah melihat ramuan yang dibawa oleh Luna.
Setelah sekitar 10 menit menunggu, muncul seorang nenek dan pemuda tadi sembari membawa secangkir teh.
"Jadi apa yang bisa saya bantu nona muda?"
Nenek keriput duduk di kursinya dan bertanya kepada Luna yang duduk di seberangnya, nenek itu bergegas menghampiri Luna karna menurut cucunya. Luna telah membawa ramuan tingkat tinggi dan hendak bernegosiasi dengan tokonya.
"Aku- ehem. Saya ingin berbisnis dengan anda."
"Tentang ramuan tingkat tinggi yang di katakan oleh cucuku?"
Nenek keriput itu menebak apa yang Luna katakan sebelumnya, dan Luna juga pasti telah memprediksi hal itu. Dia berpikir orang mana yang akan melewatkan ramuan tingkat tinggi yang akan di jual oleh Luna kepadanya. Terlebih lagi adalah Luna hanya seorang gadis kecil yang mungkin akan gampang sekali menghadapinya.
...****************...
...----------------...
Di sore hari di gang sempit terlihat seorang perempuan yang sedang di ikat di kedua tangan dan kakinya.
"Bos... Kita sepertinya telah mendapatkan mangsa, bagaimana kita gunakan dulu sebelum pergi menjualnya?"
Pria paruh baya meraih rambut gadis itu dan mulai menjilat wajah gadis yang telah terikat sangat erat tersebut.
"Bodoh, apakah kau mengurangi nilai harganya. Kita sedang berbicara tentang si Kaisar Marcus, kau tidak boleh menganggapnya remeh."
"Tapi Bos."
"Lakukan saja apa yang kalian inginkan. Tapi jika suatu saat nanti saudara atau kerabat kalian menjadi target buruan orang orang itu, aku tidak akan tanggung jawab."
Bos dari para penculik itu yang telah mengetahui sifat dari Marcus seperti apa, mulai angkat tangan jika anak buahnya melakukan hal yang seperti mengotori barang yang akan di jualnya.
"Baik lah bos, kalau begitu kapan kita akan berangkat ke kota tanpa hukum?"
"Lebih cepat lebih baik, kita sudah memiliki 3 barang minggu ini. Sebaiknya kita harus menjualnya secepat mungkin kepada mereka."
"Siap..."
Setelah memerintahkan keempat anak buahnya untuk bersiap, bos bandit itu mengambil botol minuman keras dan menenggak botol itu.
"Kwahh... Yang terpenting adalah kita harus tetap konsisten untuk mencari barang seperti ini."
Tap...
"Kalau kita yang di percaya untuk menyusup ketempat ini tidak bekerja keras."
Tap...
Tap...
Bos perampok itu berbicara sembari menikmati minuman keras yang dia minum dengan menutup matanya.
"Jika kita semua telah bekerja tapi mengacaukannya di bagian akhir, maka kalian akan di anggap tidak berguna baginya."
Tap...
"Kwaaah... Minuman ini sangat menyegarkan... Bagaimana menurut kalian."
Ketika bos penculik itu menoleh kearah anak buahnya, dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan. yaitu adalah seluruh anak buahnya telah kehilangan kepala mereka masing masing, termasuk dengan pengemis yang telah dia sewa untuk menjaga area sekitar tempat itu.
"Ti-tidak, A-apa yang sedang terjadi di tempat ini?"
Tap...
Tubuh Bos penculik itu langsung terjatuh lemas tanpa kepala, mereka terbunuh dengan cara misterius.
"Hm, ini... Aku sangat tidak percaya dengan semua yang aku lihat ini."
Seseorang wanita usia 20 tahun yang berada sangat jauh dari tempat kejadian itu, memperhatikan para penculik dari melalui alat pengintai dari jarak jauh.
"Apakah ini adalah ulah si Ratu Vampir itu, tapi mengapa dia mengacaukan rencana ku. Aku harus melaporkannya kepada Tuan Marcus."
Setelah dia berasumsi kalau Ratu vampir lah yang telah mengacaukan rencananya, dia segera bergegas memakai alat teleportasi untuk menjauh dari wilayah kekuasaan keluarga Laxion. Setelah dia menghilang, muncul kelima Hanzo yang telah melacak keberadaannya.
"Ck, dia kabur kah..."
"Sepertinya begitu."
"Kalau begitu, kita harus tetap waspada terhadap serangannya. Musuh kita adalah di kembar Marco dan Marcus itu, ini hanya bisa di tangani oleh tuan Claus. Jadi kita yang telah di tugaskan sebagai tim keamanan harus mengawasi area ini dengan hati hati."
"Siap..."
Mereka lalu menghilang dari tempat itu dalam sekejap mata, dan mulai beroperasi di segala tempat yang mencurigakan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
RATU REINKARNASI
kalo begitu buatlah benang seukuran nano atau atom😉
2024-04-26
0
Rei
MC buat beberapa klon, terus klonnya itu disuruh buat berpencar untuk berlatih dan meniru tehnik² orang lain secara sembunyi².
pasti mcnya bakalan op parah kalau kek gitu. terlebih lagi tubuh utama MC bisa bermalas-malasan.
2024-02-27
1