Ibukota Kerajaan.

gggrrrr...

"mahkluk lemah sepertimu berani menginjakan kaki di tempat ini, sadarilah dirimu..."

Monster dengan bentuk seperti kadal raksasa memiliki panjang 7 meter dengan mata emas dan bersisik hitam. Sepertinya menghalangiku untuk masuk kedalam lautan pohon ini.

Aku sempat berpikir untuk membunuhnya, tapi aku mungkin akan mengurungkannya.

Halo teman teman, namaku adalah Luna El Laxion. Tanpa aku sadari, aku sepertinya telah bereinkarnasi menjadi wanita 6 bulan yang lalu.

Luna pada awalnya adalah gadis yang penurut dan penyayang sekarang telah berubah menjadi wanita yang galak, tapi aku bukan lah tomboy ya...

Walaupun di bagian dalam diriku adalah pria, namun sepertinya libidoku kini telah berubah menjadi wanita.

Aku juga tidak tahu mengapa, tapi aku baru menyadari hal itu ketika aku melihat tubuh telanjang dada Wild atau mungkin kakak laki laki ku tadi pagi.

Aku secara tidak sengaja melihatnya karna suatu kecelakaan, aku tidak ingin menceritakan hal itu karna memang sangat memalukan.

Sepertinya, setelah insiden aku memiliki kekuatan ilahi. Kakak ku mengusulkan kepada ayah untuk memecat seluruh pelayan yang bekerja di kediamanku. Itu sepertinya adalah bentuk dari permintaan maaf yang dia lakukan kepadaku.

Yah, aku juga tidak terlalu peduli tentang itu sih. Yang berarti untuk sekarang aku hanya bisa fokus tentang pembalasan dendam ku kepada kerajaan.

Diskriminasi terhadap orang orang yang tidak memiliki kekuatan ilahi, tidak hanya itu, sepertinya masih banyak lagi.

Setelah aku bertanya kepada ayahku tentang orang orang yang bernasib di asingkan sepertinya mereka di kumpulkan ke Kota tanpa hukum untuk menjadi budak atau pelacur di sana.

Luna juga sepertinya dia hendak di kirimkan ke Kota tanpa hukum itu, tapi ayahku menolaknya dan dia mendapatkan sanksi penurunan gelar bangsawan nya dan di usir untuk mengurus tanah di wilayah pinggiran kerajaan. Itulah mengapa alasan kakakku membenciku.

Setelah aku memiliki kekuatan ilahi semuanya mulai berubah, mulai dari nama keluarga yang kembali membaik di mata orang orang. Belum lagi di wilayah ku sekarang sudah jarang ada bandit yang berkeliaran.

Yah, pada dasarnya adalah itu karna aku yang memburu mereka. Jadi anggap saja itu sebagai ucapan terima kasih kepada orang tuaku yang telah mendukungku hingga sekarang.

Baik sekarang sudah cukup untuk cerita mengenai keluargaku, sekarang aku harus menghadapi kenyataan.

Seekor Naga Bersisik hitam sepertinya mulai marah dan mencariku di setiap penjuru hutan ini. Itu semua karna aku telah membantai para Monster di daerah kekuasaannya.

"Tuan Naga yo. apakah kamu tidak memiliki pekerjaan lain."

"Manusia keparat... Akan ku bunuh kau."

Menyemburkan api dari mulutnya, namun tentakelku dengan sigap menahan dan memakan api tersebut.

Gluttony memanglah sangat berguna untuk pertahanan, Aku lumayan menyukainya karna tentakel itu bisa memakan apapun dan mengkonversikannya untuk menaikan staminaku.

Aku melompat kearah Naga itu dan hendak memukulnya, namun naga itu terbang ke langit dan menghindarinya. Aku sedikit penasaran dengan tindakannya karna menurut buku yang aku baca di perpus, Naga adalah makhluk yang percaya diri akan kekuatan nya. Tapi sekarang ada Naga menghindari serangan tinjuku dengan terbang.

Purity dan lover ku membuat sayap tak terlihat untuk membantuku mengejar Naga tersebut.

Diatas udara aku saling berbenturan dengan Naga itu, hingga menciptakan dampak dan gelombang kejut yang sangat kuat di setiap benturannya.

Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan, tapi jika aku ingin membunuh Naga ini. Aku sudah melakukannya dari pertama aku bertemu dengannya, namun untuk sekarang aku ingin sedikit berdansa untuk melatih keahlian berpedang ku dan seberapa kuatnya aku tanpa tentakel.

Sebagai gantian dari tentakelku, aku menggunakan sihir perubahan dari slime untuk melindungi tubuhku.

Hari ini adalah hari pertamaku untuk menggunakan ini sebagai senjata terbaruku. Aku telah bereksperimen dengannya selama seminggu terakhir ketika aku melihat petarung Slime waktu itu. dan aku menyebutnya "dress combat dress"

Biarkan aku untuk menjelaskan.

Aku yang memiliki "Pemahaman" bisa menggunakan atau meniru seluruh Kekuatan Ilahi yang di miliki oleh orang lain di dunia ini.

Itu menandakan kalau "Pemahaman" ini adalah Kekuatan Ilahi terkuat di dunia.

perubahan slime ini sebenarnya adalah suatu keahlian yang di miliki oleh pemilik Kekuatan Ilahi "Pembuat", namun orang orang di dunia ini terlalu meremehkan perubahan slime dan bergantung kepada perubahan besi atau baja.

Aku sendiri tidak menyangkal gagasan itu karna memang benar, perubahan slime itu sangat sulit untuk di kendalikan. Jika kau ingin bisa menggunakan perubahan slime ini, kau harus menjalankan seratus arus metode melalui imajinasi dan penggambaran mu, namun itu hanya bisa mencapai hingga 10% saja dari kekuatan aslinya. Tapi dengan itu saja pun, slime ini sudah cukup keras dan sudah bisa di bandingkan dengan baja besi atau bahkan mithril.

Hasil dari eksperimen ku ini telah mencapai 50% dari kekuatan aslinya, bahkan sekarang aku bisa berbenturan dengan sisik dan kuku naga yang sekeras adamantite. Logam tingkat atas.

Bahkan api Naga saja tidak bisa merobek dress combat slime ku, ini adalah inovasi terbaru tentang pakaian gaun wanita.

Ehem, sepertinya ini sudah saatnya aku mengakhiri dansa ini.

Aku menggunakan tentakelku untuk memukul Naga tersebut hingga dia jatuh kebawah, melihatnya terbentur dengan sangat keras saja sudah membuatku sangat bersemangat.

"Sudah saatnya kita mengakhiri permainan ini, Dragon..."

Naga itu melihat kearah ku, sepertinya dia ingin menyemburkan api dari mulutnya lagi tapi.

"Wahai orang yang kuat... Aku minta maaf atas semua yang telah aku lakukan kepada anda."

Orang kuat?

Aku, orang kuat?

"Permintaan maaf mu saja tidak akan bisa di terima untuk membayar semua kebodohanmu itu. Jika kita bisa bertemu di kehidupan kedua, maka-"

"Tidak tidak tidak... Aku berjanji akan setia kepadamu, setidaknya, ampuni hamba mu ini nyonya..."

"Hm, aku tidak bisa melihat apa yang berharga dari dirimu itu. Setidaknya tunjukanlah sesuatu yang bisa membuatku berubah pikiran. Jadilah Naga yang baik dan matilah dengan tenang."

......................

"Ini dia, aku bisa mencium jejak aura yang di keluarkan nya."

Pria berotot berkepala botak mulai mempersiapkan diri dari markasnya dan bergegas untuk menuju ketempat seseorang yang sedang bertarung beribu ribu kilo meter.

Pria botak ini adalah salah satu dari keempat Kaisar, bernama Gideon. Targetnya kali ini tentu saja Luna yang yang sedang bertarung dengan Naga di lautan hutan.

Setelah dia bergegas dia melihat seekor Naga yang terlihat di pojokan oleh gadis kecil dengan rambut putih sedang terbang.

Perlahan Gideon mulai memakai alat sihir terbang di kalungnya yepat ketika Luna sedang ingin membunuh Naga itu.

Tanpa mengucapkan satu kata pun yang keluar dari mulut Gideon, dia langsung meninju Luna dengan kekuatan penuhnya.

Luna menerima semua pukulan itu dengan Dress slime nya lalu terpental beberapa meter jatuh ketanah, namun Luna dengan sigap menyeimbangkan dirinya dan mulai terbang menjauh dari Gideon.

Dengan napas ringan, Gideon menyebarkan auranya, penuh dengan semangat juang.

Setelah selesai dia melakukannya, Gideon segera mengejar Luna dengan kecepatan gila dan berhasil menyusul Luna.

Ketika Luna hendak menahan pukulan Gideon dengan tentakel, dia menghilang dan muncul kembali di belakang Luna.

Dengan sigap Luna menghindar dan berusaha menebas kepala Gideon, namun sebelum pedang slime nya sampai di leher, Gideon menghilang lagi.

Kejadian terus berulang hingga membuat Luna menjadi tidak sabar, setelah membaca setiap serangan yang di lancarkan oleh Gideon. Luna akhirnya berhasil membenturkan tentakelnya ke tinju Gideon.

satu tentakel saja sepertinya cukup untuk menempatkan satu luka pun pada pukulannya yang diresapi aura yang pekat.

Sejenak Gideon mundur dan menjaga jarak dari Luna sembari merasakan luka di kepalan tinjunya.

"Ck, sakit juga. Sudah berapa lama aku tidak merasakan sakit seperti ini sebelumnya."

Bergumam di dalam hati, Gideon turun dan berdiri di puncak pohon yang tinggi.

"Jadi ini yang di katakan kekuatan misterius dia ya. Hm, menarik."

"Tidak menyerang?"

Setelah Gideon bergumam tentang kekuatan misterius yang di katakan oleh salah satu anak buahnya yang selamat dari serangan Luna sebelumnya, dia mendengar suara halus namun dingin yang di lontarkan dari jarak 10 meter dihadapannya.

Gideon melihat seorang gadis dan memiringkan kepalanya dengan tatapan kosong di kedua matanya yang berwarna merah darah.

Sejenak Gideon merasakan hawa dingin di di sekujur tubuhnya yang berotot.

"Menarik, Tadinya aku tidak akan menggunakan kekuatan penuhku tapi."

Gideon mengeluarkan pedang Mithril dari udara kosong, dan membentangkannya kearah Luna.

"Meskipun tubuhnya kecil dan terlihat seperti anak anak, tapi memiliki kekuatan yang cukup untuk sepenuhnya menghindari seluruh serangan ku dengan hanya memprediksinya saja."

Luna di hadapanya mulai merentangkan lengannya kearah Gideon dan dalam sekejap mata, Gideon merasakan hawa membunuh yang amat kuat datang kearahnya dari segala arah.

Pertempuran itupun terus berlanjut tapi aku akan menutupnya dulu di sini.

Kembali ke seminggu sebelum Luna di hampiri oleh Naga dan Gideon.

Saat ini aku ayah dan ibuku telah sampai di perbatasan ibu kota Kerajaan.

Jika dalam situasi normal, kami memerlukan 3 hari perjalanan dari wilayah kamu menuju ke ibu kota. Tapi kali ini hanyalah memakan waktu 5 menit saja dan kita telah sampai di perbatasan.

Ini semua berkat alat teleportasi yang di dimiliki oleh Kerajaan, sepertinya Kerajaan ini lebih maju dari yang terduga.

Tubuhku yang dulu mungkin tidak akan bisa menahan perpindahan dimensi ruang dan waktu alat ini, namun aku yang sekarang bisa melewatinya karna aku sudah sering berlatih kekuatan fisik di kota tanpa hukum.

Karna Sihir Teleportasi adalah sihir yang rumit dan harus menyatukan ruang lokasi dan waktu lokasi, belum lagi jika tubuhmu tidak mencukupi untuk menahan gesekan ruang tersebut. Tidak bisa di pungkiri kalau tubuhmu akan terpotong potong di dalamnya.

Akan sangat merepotkan bukan. Jika kalian menggunakan alat Teleportasi namun hanya bagian atas kalian yang berhasil sampai ke tujuan, sedangkan tubuh bagian bawah kalian masih tertinggal di tempat awal.

Lanjut ke cerita, kali ini tujuanku adalah Royal Academy. Tempat berkumpulnya para anak bangsawan tingkat tinggi. Namun alasanku datang kesini bukan lah bersekolah, melainkan pihak keluargaku mendapat undangan dari kepala sekolah untuk datang ke festival yang di adakan di Academy.

Berkaitan dengan asal Kerajaan ini, konon negara ini didirikan oleh seorang jenius muda dan orang suci. Oleh karena itu, ketika keadaan darurat terjadi di negara ini, disarankan agar para bangsawan memimpin pertarungan. Dan sekolah inilah yang tempat bagi anak anak bangsawan untuk melatih seluruh kemampuan bertarung, mau itu berkelompok atau individu.

Setelah 1 jam perjalanan dari perbatasan ke ibu kota, sepertinya aku baru sampai di Akademi.

Setelah memasuki Gerbang Academy, para penjaga langsung datang dan meminta Kartu undangan dari pihak Academy.

"Tuan Claus, selamat datang di Royal Academy. Sesuai dengan peraturan sekolah, anda di haruskan untuk menunjukan surat undangan atau semacamnya. Bolahkah saya melihatnya kedalam kereta anda Tuan.

Beberapa saat kemudian, aku menyadari tatapan mereka terfokus pada kepala aku dan aku sedikit mengerti alasannya. Sepertinya mereka memang tidak mengenalku sebagai anak dari bangsawan.

"Tuan Claus, anak gadis yang bersama anda?"

tepat seperti apa yang aku katakan, identitas ku memang di sembunyikan oleh pihak kerajaan dan para Bangsawan.

"Oh dia adalah anak ku."

"Luna El Laxion."

Aku segera memperkenalkan diri setelah ayah mengisyaratkan aku untuk melakukannya.

Beberapa orang di belakang secara terbuka menunjukkan rasa jijik mereka, yang membuat aku merasa tidak nyaman.

"Kalau begitu, silakan masuk Tuan. dan nikmatilah kunjungannya."

"Terima kasih."

Setelah pintu di tutup kembali, aku bisa merasakan kalau ayahku sedang kesal karna perlakuan mereka.

Oh iya. ngomong ngomong setelah ayahku mengirim laporan tentang aku yang berhasil membangkitkan kekuatan ilahi, mereka langsung membatalkan accelerasi masuk kesekolah ku.

Aku juga tidak ingin terlalu menonjol di mata semua orang dan terlepas dari semua itu, aku berencana menghabiskan waktu aku untuk menjadi murid biasa pada umumnya. Tapi mungkin itu akan sangat sulit mengingat kakakku yang pernah di hina karena aku yang sebagai adiknya tidak memiliki kekuatan ilahi.

Setelah sampai, kami turun dari kereta dan mulai berjalan untuk langsung ketempat tujuan. Yakni stan yang di adakan oleh kelas kakakku.

Satu demi satu, siswa melihat kearah ku dengan tatapan bingung, mereka mungkin bertanya tanya siapa aku sebenarnya.

Ketika aku menatap balik mereka, entah mengapa anak laki laki seumuran kakakku ada yang terdiam, ada yang mengalihkan pandangannya, dan ada yang melambaikan tangan kearah ku.

"Luna, kamu sepertinya sangat populer ya."

"Ah, tidak. ibunda meledekku ya."

Aku berpura pura tersipu malu oleh apa yang ibuku, para anak laki laki yang melihatku tersipu mulai semakin bersemangat. Sedangkan para anak perempuan di sana juga hampir sebagian sama, namun ada juga yang memasang tatapan persaingan kepadaku.

Setelah sampai di kelas Kakakku, kami di sambut oleh wanita dengan pakaian pelayan mewah.

Ketika masuk kedalam, ternyata mereka sedang menyajikan drama tentang Pahlawan dan yang mengalahkan Raja iblis untuk menyelamatkan sang Putri.

"Sungguh ini adalah drama yang sangat pasaran dan mudah di tebak di akhir ceritanya."

"Eh, apa yang kamu katakan sayang?"

Aku secara tidak sengaja bergumam dari bibirku, ibuku yang mendengar sedikit mulai bertanya kepadaku apa yang aku gumam kan.

"Memang, ini adalah drama yang terlihat mudah di baca. Namun ini adalah drama yang sangat bersejarah di dunia ini anakku."

Ayahku yang mendengar jelas gumaman ku mulai ikut dalam pembicaraan.

"Akan lebih bagus jika di akhir ceritanya ada sedikit perubahan ayah, misalkan sang pahlawan yang berhasil mengalahkan Raja iblis telah terkena racun yang perlahan menghancurkan tubuh pahlawan tersebut.

Aku memberikan Ide yang ku pikirkan tentang beberapa anime dan komik yang aku baca di kehidupan sebelumnya.

"Hm, itu menurutku akan menjadi bad ending sayangku. Cerita seperti itu sulit untuk di terima oleh para penggemarnya."

"Benar juga sih, tapi jika kita menambahkan plot untuk sang Putri tersebut. Mungkin akan lebih bagus di kalangan penonton.

"Hm, mungkin akan ada yang menyukai cerita itu. Namun semua orang di dunia ini pasti menyukai Pahlawan kan."

"Hehe, anda benar juga Ayahanda."

Setelah kami di sungguh kan minuman, kakakku mulai mendekat kearah kami.

"Ayahanda, Ibunda dan Luna. Kalian sudah sampai yah. Selamat datang di acara kelasku."

Dengan sopan Kakakku membungkuk hanya untuk formalitas di mata semua orang.

Setelah saling tanya jawab. Drama pun di mulai dan seperti yang ku tebak di awal, drama ini memanglah gampang di tebak.

Setelah masuk ke penginapan yang telah di sewa, aku merasakan hawa membunuh yang terpancar dari luar penginapan.

Itu bukan di arahkan kepadaku namun kearah lain, Jiwa penasaranku mulai merambah dan aku keluar kamar lewat jendela lantai 3.

Aku langsung masuk ke gang sempit dan berjalan mengikuti hawa membunuh tersebut.

Aku mengintip sedikit dan ada seorang gelandangan yang sedang terpojok oleh beberapa Knight.

Aku menajamkan pendengaran ku dan mulai menguping ini pembicaraan mereka.

"Janganlah melawan atau ini akan lebih menyakitkan."

"Tidak... Aku tidak akan membiarkan kalian membawa anakku."

Sepertinya ini permasalahan tentang Knight yang berusaha mengambil anak dari seorang gelandangan tersebut.

Pertarungan tak seimbang itu pun berlanjut dengan seorang gelandangan melawan 5 Knight.

Gelandangan itu dengan sigap berhasil mengimbangi kelima Knight itu, tidak.

Disaat gelandangan itu sudah serius sejak awal, kelima Knight itu hanya mempermainkan dan menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh gelandangan itu dengan zirah beratnya.

Hm, aku tidak tertarik untuk membantu mereka. Mungkin aku akan kembali kepenginapan.

Itulah yang aku ingin lakukan, tetapi ketika aku hendak kembali. Aku merasakan hawa membunuh tadi semakin pekat dan Intens.

Ketika aku melihat kearah lain selain pertarungan antara gelandangan melawan kelima Knight itu, aku mendapati seorang gadis berusia 16 tahun terbaring lemah di tumpukan sampah.

∆∆∆∆

"Aku harus melindungi tuan Putri dengan segala yang aku miliki.

shaaa....

Seorang pria berteriak sembari menyerang Knight yang berada di jangkauan serangannya. Namun Knight itu dengan sigap menghindar dan mundur, dia lalu di gantikan oleh rekannya yang lain.

"Oy oy, lihat dia. Sepertinya dia telah kehabisan nafas."

"Hahaha, orang bodoh dan lemah ini sepertinya sudah gila."

Mereka mencemooh pria tersebut dengan tawa dan canda mereka.

"Sebaiknya kita harus membunuh dia sebelum ada seseorang yang melihat ini."

Mata pria itu terbuka lebar melihat seseorang yang berjalan menghampiri dari belakang Knight itu dan dengan mudahnya membunuh 2 orang Knight yang berada di urutan paling belakang.

Ketika pria itu lengah, salah satu Knight itu mulai menendang perutnya hingga terpental kebelakang. Berbarengan dengan itu, 2 Knight di belakang juga tertusuk oleh sesuatu yang tidak terlihat.

"Oy oy, jangan berani meremehkan kami dengan memalingkan wajah seperti itu bajingan." Teriak Knight tersebut dan segera untuk menarik pedang dari sarungnya.

"kapten Jar, Membunuhnya seperti ini tidak apa apakah?"

Knight itu meminta izin kepada temannya atau mungkin kaptennya, namun ucapannya tidak di jawab oleh sang kapten tersebut.

Knight itu penasaran dan melihat kebelakang, dia mendapati anak gadis yang cantik dengan rambut putih dan pupil mata berwarna merah.

"Selamat Malam Tuan Knight, dan Selamat tinggal."

Knight itu tertusuk di bagian kepala dan mayatnya entah menghilang kemana, mayat para Knight sebelumnya pun tidak ada bahkan bercak darahnya pun menghilang.

"A-anda siapa?"

pria berusia 18 itu bertanya kepada gadis muda tersebut. si gadis berhenti berjalan dan berdiri dengan pose tegap sembari menatap pria itu dengan mata merahnya, perlahan bibir gadis itu terbuka dan suaranya mulai terdengar jelas di telinga pria itu.

"Kau ingin kekuatanku?"

Terpopuler

Comments

RATU REINKARNASI

RATU REINKARNASI

bukannya ditolong malah di benci emang agak sengklek otak kakaknya

2024-04-25

1

RATU REINKARNASI

RATU REINKARNASI

dahlah🗿

2024-04-25

0

Ndaka

Ndaka

Auto death🤣

2024-02-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!