Akhir konflik dan Keluarga.

Meninggalkan medan pertempuran keempat Kaisar itu, aku menukar tubuh ganda ku dengan tubuh asliku.

Setelah itu, aku berada di kediaman dengan membawa ketiga wanita yang aku selamatkan.

Ketika aku di bawa pulang dengan di gendong oleh kakakku, aku langsung di peluk oleh ibuku.

"Luna apakah kamu tidak apa apa? Apakah kamu di sakiti oleh mereka?"

Pertanyaan pertanyaan yang ibuku sampaikan sembari meneteskan air matanya membuat aku merasa bersalah.

Dari awal, aku ini memang tidak pernah di culik.

Ya mungkin penculikan itu ada benar juga, karna ketiga preman sebelumnya. Tapi aku memang sengaja untuk di culik kala itu.

Itu adalah murni rasa penasaran dan demi memajukan perjanjian ku dengan kak Umbrella.

Isi perjanjiannya adalah.

'Dia yang akan menghabisi si kembar itu dengan tangannya sendiri, dan aku pun mengiyakannya tapi di saat itu aku hampir di perkosa loh oleh mereka.

Ya, itu adalah kesalahan yang sangat fatal menurutku. Siapa sangka kan kalau efek samping Lust akan membuat semua rencana ku menjadi kacau.

Yang terpenting sekarang adalah keselamatan tubuh asliku, mungkin aku akan meniru kekuatan khusus milik si Marco itu dan membagi menjadi 2 klon yang akan beroperasi untuk bergerak di belakang layar.

Setelah sampai di kamarku, aku mandi dan membakar seluruh pakaianku yang telah terjamah oleh kedua preman brengsek itu.

Padahal aku sangat menyukai pakaian Elaina ku, tapi karna preman brengsek tadi. Aku akan membakarnya hingga menjadi debu, dan melupakan ingatan mengerikan kala itu.

Setelah mandi aku melihat jam menunjukan keangka 12 siang.

Aku lalu terbaring ditempat tidur dan menutup mataku.

"Huh, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan. Mungkin ingin tertidur sejenak untuk mengistirahatkan tubuh." Gumam ku saat terbaring di tempat tidur.

Oh iya, ketiga wanita itu. Tapi karna sekarang aku sudah lelah, mungkin aku akan mengajukannya besok sajalah.

Aku menawarkan mereka bertiga untuk menjadi pelayan pribadiku.

Hoaaahh...

Kalau begitu selamat siang dan selamat tidur semuanya.

...****************...

...----------------...

Di tengah pertarungan Marcus Vs Umbrella, kini telah mencapai Klimaks.

Mereka bertarung dengan gaya bertarung mereka masing masing, dimana Marcus hanya fokus untuk melayangkan pedang terbang dan Umbrella yang kian lama kian menjauh karna kewalahan untuk menghadapinya pedang terbang tersebut.

Jika pertandingan ini akan sedikit lebih lama, maka Marcus akan kalah karna pendarahan di lengannya kanannya yang putus.

Umbrella memanfaatkan itu untuk menyiksa Marcus dan membiarkannya mati secara perlahan, tapi ekspresi Umbrella kini menjadi sedikit terdesak.

"Ck, mau sampai kapan kau menghindar seperti itu wanita gila..." Ucap Marcus sembari melemparkan pedang terbangnya kearah Umbrella.

Umbrella dengan sigap menghindari seluruh pedang tersebut ada beberapa yang dia tangkis oleh pedangnya, dan di gerakan akhir dia menghilang sekejap dan muncul di hadapan Marcus sekali lagi dan menebasnya.

"Oy, kau pelacur kerajaan. Mengapa kau tidak kembali ke istana dan memberikan kepalamu kelapa si Raja itu, karna kau telah kabur dari sana."

"Jangan pernah kau mengungkit hal itu lagi bajingan."

Tring...

Pedang Umbrella di tangkis oleh pedang di lengan kiri Marcus dengan gerakan yang sangat cepat dan gemilang.

Keduanya lalu melompat mundur dan mencari jarak, Marcus menghentikan gerakan pedang terbangnya untuk berbicara dengan Umbrella.

"Bukankah jabatan mu sebagai Permaisuri dari raja terdahulu, seharusnya tetap di berada di istana harem sang Raja. Walaupun umur mu sudah melebih 35 tahun tapi Raja pasti akan mengangkat mu menjadi selir tingkat tingginya loh. Bukan kah kedengaran sangat bagus untuk mengisi waktu luang di hari tua mu."

Umbrella mulai menunduk dan terlihat menahan emosinya, dia mengingat perkataan anaknya atau Raja dari kerajaan ini. Sewaktu Umbrella masih tinggal di dalam istana harem raja terdahulu.

...****************...

...----------------...

Kembali ke 5 tahun yang lalu.

Seorang anak muda dengan yang seumuran dengan Luna sedang memasuki sebuah gerbang bangunan yang sangat terkenal di wilayah ibu kota.

Ibu kota Kerajaan Freygrad adalah kota yang sangat luas dengan banyak sekali bangunan bangunan penting di daerah selatannya.

Tempat yang sangat terkenal di ibu kota adalah Istana harem, lahan seluas 2500 hektar yang di bangun hanya untuk menampung selir dan para pelayan.

Total orang orang di dalam Istana harem tersebut adalah 250 selir dan 750 pelayan wanita, hampir tidak ada laki laki yang bekerja di sana selain para kriminal yang telah di pasangkan kalung budak dan sudah kehilangan kemaluannya (di Kebiri).

Selir selir disana rata rata adalah anak bangsawan dan putri mahkota kerajaan yang telah di taklukan oleh raja generasi ke 3 saat terjadinya perang dunia di dunia lain ini.

Tidak akan ada penyusup yang bisa masuk ketempat itu, karna ada jebakan dimensi yang mengelilinginya.

Jika ada seseorang dari luar yang mencoba masuk tanpa izin, orang tersebut akan masuk kedalam dimensi lain seperti dimensi Laboratorium yang Luna temukan sebelumnya.

Tempat ini di bangun oleh Raja generasi kedua dan di turunkan kepada generasi selanjutnya yaitu anaknya di generasi kelima, namun sekarang tempat itu di ambil oleh penerus generasi keenam selah beberapa insiden yang terjadi di kerajaan ini.

Umbrella yang berasal dari negri tetangga yang telah di taklukan oleh Raja terdahulu adalah salah satu dari selir Raja kelima, dan dia di angkat menjadi permaisuri oleh Raja karena kecantikannya.

Dengan perjanjian diplomat, Umbrella menerima hal tersebut karena dia memang menyukai Raja kelima dari kerajaan Freygard.

Perjanjiannya itu mengatakan kalau Umbrella akan di bebaskan setelah dia mencapai usia 30 tahun, namun karna mereka berdua telah menyukai satu sama lain. Akhirnya Umbrella sedikit melupakan perjanjian tersebut hingga ada satu insiden yang tidak mengenakan terjadi di kerajaan Freygard.

Raja kelima di bunuh dan tahta kerajaan Freygard telah di rebut oleh putra mahkota atau mungkin anaknya sendiri.

Putra mahkota yang telah menjadi Raja tersebut lalu mengambil alih Istana harem itu, dan dengan rezimnya. Raja sekarang banyak sekali memaksa para bangsawan kerajaan bawahannya untuk memberikan anak mereka untuk menjadi selir haremnya, belum lagi selir dari ayahnya juga masih di tahan karna hasratnya besar Raja keenam ini.

Umbrella merasa sakit hati karna suami tercintanya di bunuh oleh anaknya sendiri mulai kembali ke istana harem dan tinggal disana untuk menunggu perjanjian yang telah ia lupakan dulu.

Setelah Umbrella berusia 30 tahun, dia menyerahkan petisi untuk kebebasannya sesuai dengan perjanjiannya saat itu dan berharap di kembalikan kekediaman nya di tempat asalnya. Itu lah yang di inginkan olehnya tapi,

Anak laki laki berusia 12 tahun itu memasuki salah satu istana di bagian tenggara, yakni adalah tempat kediaman Umbrella.

Umbrella menyambut anaknya dengan sikap hormat, bukan seperti ibu menyambut anaknya tetapi seperti pelayan yang menyambut sang raja.

Duduk di tahta istana kediaman Umbrella Anak laki laki itu mulai menyampaikan titahnya.

"Ibu... Tidak. Umbrella El Antonios. Aku datang ketempat ini karna ingin membahas tentang perjanjian mu dengan ayah... Tidak, Raja terdahulu. Apakah kau mengingat perjanjian itu?"

Anak kecil itu adalah anak dari Umbrella dan Raja terdahulu, tetapi dia sudah menghilangkan panggilan hormat kepadanya dengan memanggil nama depan.

Itu harus dilakukan untuk membuktikan kalau Raja adalah makhluk yang berbeda dari orang lain, makhluk yang berasal dari surga dan setiap kata katanya di anggap sebagai titah dari surga.

"Benar, isi perjanjian tersebut adalah. Kerajaan Freygard akan melepaskan selir yang sudah berada di umur 30 tahun lebih, Yang mulia."

Umbrella mengerti hal itu dan memanggil anaknya sendiri dengan panggilan Yang mulia.

"Hm, kalau begitu ini akan berlangsung dengan cepat... Hm, tapi ngomong ngomong aku akan merubah sedikit perjanjian itu."

Mata Umbrella yang tertutup sembari tertunduk menjadi sedikit terbuka, tapi tidak mengangkat kepalanya karna peraturan yang telah turun temurun.

Ketika menghadap sang Raja, dilarang mengangkat kepala sebelum di perintahkan. Jika melanggar maka orang tersebut akan di penggal di tempat.

"Itu adalah perjanjian yang di sampaikan oleh Raja terdahulu kepadamu, bukan perjanjian yang ku buat sendiri. Karna kau adalah wanita yang sangat pintar dan kuat, belum lagi kau bisa jadi ahli strategy dan juga memiliki kekuatan kekuatan ilahi yang langka. Aku akan memberikan posisi yang tepat untuk semua hasil kerja kerasmu."

Umbrella yang mendengar anaknya sendiri berkata seperti itu mulai merasakan firasat yang sangat buruk dan terburuk.

"Aku akan memperpanjang jabatan mu sebagai selir ku, tidak. Sebagai permaisuri ketiga ku."

Deg.

Hati Umbrella sedikit terguncang atas ucapan yang di katakan oleh anaknya.

"Yang mulia, tidak. W____. Apakah kamu sungguh berkata seperti itu terhadap ibu kandungmu sendiri...?"

Tidak bisa menahan emosi dengan perkataan yang di sampai kan oleh anak kandungnya sendiri, Umbrella bertanya kepada sang Raja yang memiliki hubungan ibu dan anak.

Seketika salah satu Knight berpakaian zirah putih maju kedepan dan menegur Umbrella.

"Beraninya makhluk rendahan sepertimu berkata seperti itu kepada Yang mulia Raja-"

Namun ucapan Knight itu di hentikan oleh Knight hitam dengan menegur balik.

"Diamlah, kita sedang berada di hadapan Makhluk agung...!!!"

"Black Knight! Apakah kau akan menerima jika raja surgawi tertinggi kita di bantah oleh makhluk rendahan seperti dia. Walaupun dia adalah ibu dari Yang mulia, dia seharusnya bersyukur karna telah di perpanjang masa jabatannya!"

"White Knight, aku mengerti situasi ini. Tapi kita sekarang sedang berada di pertemuan resmi! Apakah kau orang bodoh yang menyela titah Yang mulia berdasarkan ego mu sendiri."

Keduanya berdebat di aula tahta dengan emosi mereka, hingga keduanya mengeluarkan aura yang memancar keluar dan membuat suasana di aula tersebut menjadi tegang.

"Black Knight diam lah..."

Alih alih menghentikan White Knight, Sang Raja menghentikan Black Knight dengan nada seorang anak kecil. Namun terpancar aura membunuh yang besar dari dalam kalimatnya.

Keduanya langsung terdiam setelah mendengar teguran dari anak kecil tersebut.

"Black Knight. Apakah kau mengerti ucapanmu barusan? Aku adalah Makhluk mulia, tidak perduli itu orang terdekatku. Dilarang untuk membantah ucapanku. Aku bahkan telah menghukum ayah bodohku karna dia menentang ku. Dan sekarang Aku akan memberimu hukuman karna telah bersikap tidak sopan kepadaku setelah ini."

"Saya mohon maaf Yang mulia."

"White Knight. Perintahkan anak buah mu untuk membawa Black Knight keruang hukuman! Atas titah ku, aku akan memberikan hukuman 1000 cambuk rantai panas kepada Black Knight. Sampai kan itu kepada Algojo di sana."

"Baik Yang mulia."

Sesaat setelah itu, Black Knight di bawa oleh para anak buah White Knight keruang hukuman.

"Sekarang... Bagaimana Umbrella? Apakah kau akan menerima ucapanku atau tidak? Itu adalah pilihan untukmu. Namun kamu pasti harus mengingat satu hal, jika sampai kau menolaknya."

Umbrella menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya kembali, dia sudah siap menerima takdirnya dengan jawaban yang telah dia siapkan untuk pernyataan sang Raja atau lebih tepatnya anaknya sendiri.

Setelah mempersiapkan dirinya, Umbrella mengangkat kepalanya untuk pertama kalinya.

Biasanya hal itu dilarang dan jika ada seseorang yang bertindak seperti itu kepada Sang Raja, mereka akan langsung di penggal di tempat.

Ketika para Knight di sisi kanan kiri hendak maju untuk memenggal kepala Umbrella, mereka di tahan oleh lengan Sang Raja untuk mengurungkan pemenggalan nya.

"Jadi apa jawabanmu Umbrella?"

"Ucapan anda adalah titah langsung dari surga, menolaknya sudah menjadi dosa besar untuk saya. Jadi saya akan menjawab dengan menolak tawaran anda Yang mulia."

Suasana hening mulai tersebar di aula tersebut.

Umbrella masih memiliki hati nurani dan tidak ingin menikahi anaknya sendiri dengan iming iming harta dan jabatan tinggi. Karna itu dia menolak perkataan anaknya, walaupun dia akan mengetahui konsekuensinya adalah kematian dirinya sendiri.

"Hm, kau berani berkata seperti itu kepadaku?"

"Saya sudah siap menerima hukuman mati Yang mulia."

Umbrella tertunduk lagi dan bersiap jika dia akan di penggal di tempat.

"Huh, tadinya aku tidak ingin melakukan hal seperti ini terhadap ibu kandungku sendiri. Tapi apa boleh buat."

Sang Raja menggelengkan kepalanya dan menepuk tangannya sekali, muncul portal dimensi seperti kaca tembus pandang.

"Angkat kepalamu dan lihatlah kearah sana."

Umbrella mengangkat kepalanya dan matanya kian melebar setelah melihat apa yang ada di dalam portal tersebut.

"Yang mulia, bukankah perjanjian saat itu..."

"Aku bilang itu adalah perjanjian yang di sebutkan oleh Raja terdahulu kan. Ayah bodoh yang dengan mudahnya di kendalikan oleh rakyat jelata sepertimu. Jika kau menolak pernyataan ku, maka orang yang berada di dalam sana akan mati di tambah aku akan mengerahkan pasukan untuk melakukan penyerangan genosida terhadap kerajaan asalmu."

"Ap..."

Di dalam portal tersebut terlihat ayah ibu Umbrella yang dalam keadaan pingsan.

Sang Raja telah mengambil antisipasi terhadap penolakan Umbrella untuk menjadi permaisurinya dengan cara menyandera keluarganya.

Umbrella yang sangat menyayangi keluarganya di hadapkan dengan dua pilihan yang sangat berat.

"Pilihlah pilihan yang terbaik untuk mu. Menolak artinya membunuh seluruh keluargamu, atau menerimanya dengan keselamatan keluargamu. Pilih lah dengan bijak."

Sejak awal Umbrella memang tidak memiliki pilihan selain menerima tawaran anaknya sendiri untuk menjadi permaisurinya dan menjadi istri anaknya sendiri.

"Ba-baiklah. Sa-saya a-akan me-nerimanya."

Dengan berat hati Umbrella akhrinya menerima pernyataan anaknya sendiri untuk menjadi permaisurinya dengan alasan agar orang tuanya di bebaskan. Sang Raja tersenyum akan kemenangannya dan melanjutkan ucapannya.

"Haha, tapi karna kau telah menolak sekali. Jadi aku akan mengubah sedikit tawaranku."

Umbrella yang sudah dalam keadaan lemas tidak memperdulikan apa yang di ucapkan oleh sang Raja itu, dia hanya memikirkan keluarganya yang di sandera oleh cucu mereka sendiri.

"Aku akan menempatkan mu sebagai budak ku sebagai gantinya. Kau harus menebus kesalahan karna telah membantah peryataan dari surga. Persiapkan dirimu untuk itu."

Setelahnya, Umbrella yang sudah putus asa di tarik paksa oleh para Knight dan lemparkan kedalam pribadinya. Sesaat setelah itu sang Raja masuk kedalam kamarnya dan keadaan yang paling memalukan untuk Umbrella di mulai dari sana.

Kenangan yang membuatnya sangat depresi yang di alami selama 3 tahun berturut turut, hingga saat dia berumur 33 tahun keadaan mulai berubah.

...****************...

...----------------...

"Aku memang sudah menduganya, tapi aku masih heran dengan perkataan si Marcus itu."

Aku kini berada kamar setelah aku terbangun dari tidur.

Aku juga sedikit penasaran dengan pertarungan mereka berempat, dan akhirnya aku memata matai mereka dengan klon yang ku tempatkan di kota tanpa hukum.

Aku memang sudah menduga kalau Marcus ini adalah orang kiriman dari kerajaan, tapi aku tidak menyangka Kak Umbrella adalah permaisuri dari Raja sebelumnya.

Dan menurut dari perkataan Marcus, dia di lamar oleh Raja saat ini. Yang berarti adalah anak kandung Umbrella sendiri...

Sungguh, kerajaan yang sudah hancur dan sudah tidak memiliki adab...

Apakah orang orang di kerajaan ini menerimanya dengan lapang dada oleh kebijakan si Raja ini?

Aku penasaran dengan kisah masa lalu Kak Umbrella, tapi jika melihat dari ekspresi kak Umbrella sekarang aku pasti dia tidak ingin mengungkit lagi kejadian masa lalunya.

Tok Tok Tok.

Pintu kamarku di ketuk oleh seseorang, mungkin Pak Helter yang mengetuknya.

Ketika aku melihat jam, jam sudah mencapai angka 4.

Ini bukan waktunya makan malam, tapi kenapa dia mengetuk pintu kamarku ya.

Jika dilihat lihat, engsel pintu kamarku sepertinya sedikit rusak?

Tapi yang terpenting adalah aku harus membukakan pintu untuknya.

Aku bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke pintu kamar, membuka pintu kamar dan aku melihat seorang pria paruh baya.

Tepat seperti dugaanku, dia adalah Helter.

"Kenapa pak Helter? Apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?"

"Nona muda Luna. Anda dipanggil oleh Tuan Claus untuk menghadap ke ruangan kerjanya, di sana juga ada Nyonya Maria dan dan Tuan Wild."

Oh, paling mereka ingin memeriksa keadaanku setelah aku istirahat karna kejadian penculikan tersebut.

"Baiklah Pak Helter, bisa antar aku keruang ayah?"

"Dengan senang hati, Nona muda."

Pria paruh baya yang seharusnya pensiun karena umurnya, namun dia masih saja melayani keluarga ini. Sungguh lelaki yang sangat setia dengan tuannya.

Itu lah pendapatku tentang Pak Helter ini, setelah berjalan dan sampai keruangan kerja ayah.

Pak Helter mengetuk pintu ruangan tersebut.

"Masuklah."

Terdengar suara ayah dengan nada sigap, dia sepertinya mengetahui kalau yang datang adalah Helter.

"Selamat sore Ayah, Ibu, dan Kak Wild."

"Luna duduklah, dan Helter siapkan teh kesukaan Luna."

Kak Wild lebih antusias dari biasanya, mungkin dia telah merubah pandangnya terhadapku.

Senyumnya tidak menunjukan kepalsuan seperti pertama kali aku bertemu dengannya.

Aku penasaran dengan lanjutkan pertempuran keempat Kaisar, tapi hari hari bersama keluarga saat ini adalah yang terpenting.

Di kehidupan ku sebelumnya, aku tidak pernah tau bagaimana rasanya punya ayah ibu dan saudara.

Jadi mungkin aku akan memanfaatkan tubuh gadis ini untuk mendapatkan kasih sayang keluarga sebelum nanti dia mengambil tubuh ini kembali.

Aku tidak sepenuhnya yakin. Apakah Luna yang asli akan mengambil tubuh ini kembali? atau tidak tapi,

Apa salahnya jika aku menikmati kehidupannya, setelah bereinkarnasi ke dalam tubuhnya. Walau tubuhku sekarang adalah tubuh seorang gadis, tapi pada dasarnya hampir sama saja dengan laki laki.

Aku sepertinya belum masuk kedalam masa puber karna aku belum pernah mendapatkan Haid pertamaku di tubuh ini.

Banyak wanita di kehidupan pertamaku yang berkata kalau haid pertama itu sakit, tapi sebagai laki laki di kala itu.

Aku tidak pernah memikirkannya lebih lanjut tentang rasa sakitnya.

Jadi aku harus mempersiapkan diriku untuk itu...

Setelah Pak Helter kembali dengan seorang pelayan yang membawakan nampan teh dan sedikit manisan pembicaraan pun mulai berjalan seperti biasanya.

"Luna, ayah ingin bertanya sesuatu. Ayah mengerti pengalaman buruk mu karna telah di culik pasti sangat lah menyakitkan tapi."

Seperti yang aku duga, ayahku pasti menanyakan hal tentang penculikan itu.

Sebenarnya kasus penculikan ini adalah hal yang mustahil...

Mengapa aku bilang seperti itu, karna keamanan yang di terapkan di keluarga ini sangatlah ketat.

dengan tersebarnya Hanzo di seluruh pelosok kediaman ini, sangat mustahil untuk bisa menyusup kedalam.

Bahkan ada artifak anti teleportasi yang terpancar seluruh kediaman ini, aku menyelinap keluar malam hari juga sedikit kerepotan.

Karna itu, ayahku pasti menanyakan tentang detail dari kasus penculikan ini kepada si korban agar tidak akan ada kejadian seperti ini di masa mendatang.

"Baik lah ayah aku akan menceritakan semuanya, tapi aku punya satu permintaan."

Aku tidak mendengarkan ucapan ayahku, dan memotongnya dengan membuat permintaan.

"Kenapa Luna? Apa yang kamu inginkan?"

"Aku ingin menjadikan mereka bertiga untuk menjadi pelayan pribadiku."

Luna mengeluarkan ketiga wanita yang telah dia selamatkan di hotel cinta saat itu, tindakannya membuat seluruh orang di dalam ruangan terkejut dan bertanya tanya.

Apakah Luna memiliki kekuatan dimensi?

Karna cincin penyimpanan tidak akan bisa menyimpan makhluk hidup di dalamnya.

Suasana hening tersebar di ruangan itu.

Terpopuler

Comments

RATU REINKARNASI

RATU REINKARNASI

anying emosi gw cok🖕

2024-04-27

0

Cloe Char

Cloe Char

Nagih

2024-02-19

0

Cloe Char

Cloe Char

Up teruz

2024-02-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!