Terlihat di seorang wanita sedang menaiki tangga luar panjang yang terhubung ke kesebuah panggung.

Gaun pengantin putih yang dikenakan wanita itu membuatnya terlihat cantik, dan tidak ada yang bisa berhenti menatapnya.

Di kursi penonton yang berada dibawah panggung, semua orang yang hadir memandanginya dengan mata takjub. Meskipun sebagian kecil dari mereka ada yang menatap dengan cara sebaliknya, Tetapi Wanita tersebut tidak peduli semua tatapan itu dan terus berjalan menaiki panggung.

Pada lantai bawah paling ujung, pria sekaligus tunangan wanita tersebut sedang menunggunya kedatangan.

Pria itu terlihat tersenyum kemenangan, karna akhirnya bisa menikahi orang yang selama ini dia sukai. Disisi lain Wanita tersebut terlihat tanpa ragu untuk mengambil keputusan untuk menikah dengan pria tersebut.

Begitu dia selesai menaiki tangga, dia berdiri di depan podium pendeta dan di samping sang pria yang menunggunya.

Wajahnya begitu mempesona dengan pipi berwarna merah muda dan wajah yang terlihat putih bersih dari yang terlihat, rambut putih bermata merah nya ikut menghiasi kecantikannya.

Salju berhenti turun kemarin malam dan sekarang satu-satunya yang terlihat dari langit biru adalah cahaya matahari yang hangat.

Dia tidak lagi ragu.

Dia tidak menyesal, tidak takut.

Ya, dia sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Mereka menatap satu sama lain, atau lebih tepatnya. Hanya pria itulah lah yang melihat Wanita itu, karna si wanita hanya memejamkan matanya tanpa membukanya sedikitpun.

Lonceng yang indah berbunyi di iringi dengan pianis yang terdengar merdu. Pendeta mulai membaca kitab suci. Kemudian dia menunggu sumpah.

"… Apa kamu bersumpah untuk selalu saling mencintai, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan juga sakit, sampai maut memisah kan kalian?"

Pendeta itu mengucapkan sumpah yang di arahkan kepada pria yang sangat di kagumi di kerajaan ini, yakni Pangeran After El Nix Freygrad. Karna dia adalah mempelai laki laki.

"Aku bersumpah".

Dengan nada yang sedikit kuat dan gagah, dia mengatakan sumpahnya dan mengikat janji kepada sang wanita di sampingnya. Wanita tersebut adalah Luna El Laxion.

Kemudian perhatian pendeta mulai tertuju kepada Luna.

Tiba tiba saja, Angin sejuk bertiup ke seluruh ruangan. Mengguncang rambut indah yang berwarna putih. Ketika angin itu mencapai dirinya, Luna tersenyum, dan…

"... Aku-".

Di arah pandangannya, Luna melihat kepala sang pendeta di hadapanya terpental keatas setelah di tebas oleh benda tajam. Sesaat setelah itu, peluru melesat kearah tepat ke arah wajah Luna, dia secara reflek mulai menutup mata.

Luna tidak merasakan apa apa setelah dia menutup matanya, setelah dia memastikan kondisi sudah amat.

Luna perlahan membuka matanya dan dia mendapati dirinya yang tertidur di penginapannya.

"Mimpi kah..."

Luna memegangi kepalanya dan untuk mengistirahatkan dirinya dari mimpi anehnya itu.

Setelah sedikit tenang ketukan di pintu kamarnya mulai terdengar dan Luna mulai bersiap untuk membuka pintu.

...----------------...

...****************...

Ngomong ngomong aku semalam mimpi apa ya?

Aku menikah?

Dengan Laki laki?

Jangan bercanda Oy...

Kini aku sedang berada di kereta kuda untuk menuju ke arena pertandingan.

Karna Festival di Royal Academy ini juga akan menampilkan pertarungan antara siswa, terlebih lagi kakakku juga ikut dalam kompetisi ini.

Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan pertandingan itu, tapi ya. Mungkin aku juga sedikit tertarik untuk melihat bagaimana anak anak yang umurnya lebih tua dariku bertarung.

Ayahku memberikan surat undangan dan kita telah berada di ruangan VIP no 1.

Aku melihat sekeliling, ini sangatlah menakjubkan dengan lantai bersih dan aula penonton yang terkesan mewah.

Setelah kami duduk di tempat banyak sekali keluarga bangsawan pusat berperingkat tinggi menghampiri ayahku.

Mereka menunjukan rasa persahabatan yang kuat kepada ayahku. Namun aku mengetahui kalau itu hanyalah gerakan penjilat.

Para bangsawan itu hanyalah mengincar Kakakku untuk menjadi menantu mereka, walaupun kakakku itu memang sedikit egois. Tetapi dia memanglah populer dan banyak sekali di pandang oleh banyak keluarga bangsawan lainnya.

Bukan hanya penampilan tapi juga, kecerdasan, keterampilan berpedang, dan seluruhnya. Kakakku adalah nomor satu di seluruh tahun ajarannya.

Setelah aku muak dengan pencitraan mereka, aku mulai meminum teh yang telah di sediakan oleh pelayan.

"Hm, harumnya."

Ketika aku mendekatkan cangkir yang berisi teh itu ke hidungku, aku mencium bau yang sangat harum dari teh hangat itu.

"Nikmatilah sayang, jangan malu malu, ini ada manisan juga untukmu."

"Terima kasih Ibunda."

Setelah menyesap secangkir teh aku berusaha untuk mengambil biskuit coklat yang di sediakan dan memakannya.

Teh di dunia ini tidak lah manis karna tidak memakai gula, sebagai gantinya kita bisa menikmati manisan manisan untuk menyatukannya dengan teh kualitas tinggi.

Tak lama kemudian para bangsawan itu mulai kembali ketempat duduknya dan ada seorang laki laki remaja dengan pakaian mewah mulai mendatangi ayahku.

Aku rasa pernah melihat dia di suatu tempat, oh iya aku lupa.

Dia ada di mimpiku semalam, namanya kalau tidak salah.

"Selamat pagi pangeran After. Sungguh suatu kehormatan putra mahkota seperti anda mau mendatangi keluarga rendah ini."

Ayahku membungkuk di ikuti oleh ibuku, aku yang sedikit tertinggal mulai ikut juga membungkuk kepada sang pangeran.

Dia adalah orang yang sangat...

Menurutku sih dia biasa saja, tapi kita coba lihat kearah lain.

Banyak sekali gadis gadis seumuran atau bahkan lebih tua dariku menatapnya dengan tatapan terpesona.

"Sudah lama kita tidak bertemu Tuan Claus. Saya minta maaf soal kejadian saat itu, sehingga anda harus di pindahkan dari pusat ibu kota ke wilayah anda."

Pangeran itu menyapa ayahku dan kemudian membungkuk untuk meminta maaf.

Para bangsawan pusat lainnya tercengang dengan tindakan sang pangeran yang rela menundukan kepalanya kepada ayahku.

"Oh Yang mulia, tolong angkatlah kepala anda. Sungguh lancangnya kami karna telah membuat anda menundukan kepala seperti itu."

"Hm, baik lah kalau begitu. Ngomong ngomong."

Sang pangeran melihat kearah ku dengan mata penasaran.

"Dia adalah anak kedua saya, Yang mulia."

"Luna El Laxion. Senang bisa bertemu dengan anda Pangeran After."

Sungguh, aku paling tidak suka sikap formal seperti ini. Kalau boleh aku mending duduk di kursi semi VIP saja dan bisa bertindak dengan bebas.

"Sungguh cantik, ehem... Kalau begitu Tuan Claus, bagaimana kalau kita membahas tentang-".

Setelah sang pangeran bergumam sedikit dan mulai mengalihkan pembicaraannya kepada ayahku. Bagi Ibu dan Ayahku, mungkin gumaman kecil itu tidak akan terdengar. Tapi di telingaku yang sangat tajam gumaman nya terdengar jelas.

Aku tidak peduli dan mengalihkan pandangan ke arena, sepertinya pertandingannya telah dimulai.

Kakakku sepertinya akan menjadi pembuka acara dengan melawan seorang anak yang memakai zirah dada, lengan dan kaki.

"Zirah itu, apakah itu tidak merepotkan dia?"

"Oya, apakah Nona Luna tidak menyukai pria yang memakai zirah perang?"

Ketika komentarku tentang zirah keluar dari mulutku, sang pangeran mulai menimpali ucapanku.

"Eeh, gimana ya. Aku merasa bahwa zirah itu malah akan menjadi penghambat baginya?"

Karna sudah terlanjur aku mulai mengobrol dengannya, secara tidak terduga itu sikapku yang seperti ini membuat semua mata tertuju kepadaku.

Huh, sungguh tidak enaknya berbicara dengan orang seperti ini.

"Hm, tapi bukankah zirah itu bisa melindungi tubuh saat berperang. Jadi menurutku itu tidaklah terlalu merepotkan juga."

Sang pangeran melanjutkan pembicaraannya dengan argumennya sendiri.

"Itu untuk berperang bukan? Jika itu untuk duel."

Setelah berkata seperti itu, Aku memberi isyarat kepada pangeran untuk melihat kearah pertandingan.

Terlihat Kakakku sedang bersiap dengan pedang biasanya.

(Mulai...)

Kakakku dan anak dengan zirah itu maju terlihat ada sedikit perbedaan kecepatan yang membuat jelas pertandingan itu tidak lah seimbang.

Kakakku mengambil Tebasan ke bagian perut anak dengan zirah itu dan membuatnya menang dalam sekali serang.

"Perbedaan berat tubuh ya... Tapi itu bukannya si anak tersebut tidak memakai artifak atau sihir dan semacamnya? Jika dia memakai itu, ada kemungkinan dia akan menang bukan?"

Sang pangerang mengerti dengan apa yang aku maksud, dan mulai menyangkut pautkan nya dengan menambahkan alat alat sihir semacam artifak.

Sungguh bodoh.

"Bukankah pertandingan ini dilarang untuk mengunakan alat seperti itu?"

"Hahaha, kamu benar juga. Aku sepertinya mulai salah paham tentang mu selama ini."

Aku tidak mengetahui apa yang dia pikirkan tentangku, dan juga tidak peduli dengan itu semua.

Segera aku mengalihkan pandanganku dengan menyesap teh yang masih tersisa di cangkirku.

"Apakah anda menyukai teh tersebut?"

Ck, pangeran sialan ini. Walaupun semalam aku bermimpi akan menikah denganmu, di kenyataan itu tidak akan terjadi kan?

Ya, Sudahlah.

"Ya, aku menyukainya pangeran After. Hm, ngomong ngomong apakah anda tidak itu dalam kompetisi ini?"

Aku bertanya kepadanya untuk mencari topik dan dengan siasat untuk mengusirnya secara halus.

"Oh iya, aku memang mengikuti kompetisi ini di pertandingan kelima nanti. Apakah kamu akan melihatnya?"

"Hm, tentu saja. Aku ingin melihat pangeran yang gagah dengan mengayunkan pedang dan mengalahkan peserta lainnya."

Aku membalasnya dengan sedikit tersenyum untuk tidak memperlihatkan diriku yang sudah muak dengannya.

Ck, kalau aku di perbolehkan untuk memotong lidahku ini, maka aku akan melakukannya sekarang.

"Haha, kalau begitu. Tolong lihatlah dan nantikan lah. Aku pasti akan memenangkan kompetisi ini hanya untukmu

Dia tertawa senang dan mulai mendeklarasikan dirinya kalau dia akan menjadi pemenangnya.

Ayahku dan ibuku mulai terkejut mendengar deklarasi yang di ucapkan oleh dia.

"Ahh, yaa. Semangat lah."

"Kalau begitu nona Luna, aku akan kembali dan mempersiapkan diriku untuk pertarungan yang akan aku tunjukan kepadamu."

"Ya, hati hati. Pangeran."

Setelah dia pergi aku berpikir akhirnya aku bisa bernafas lega, tapi aku salah tentang itu.

"Luna sayang apakah kamu naksir kepada putra mahkota?"

"Ayah sepertinya sudah salah paham..."

"Itu benar sayang, anak kita kan masih kecil. Jadi dia tidak mungkin naksir dengan pangeran After."

"Ibu..."

Sepertinya ayahku sudah salah paham, tapi ibuku mengerti kalau aku memang tidak akan memiliki apa apa dengan bocah pangeran itu.

"Tapi, itu mungkin jika saja jika Luna telah berusia remaja."

"Ibu, bukan seperti itu."

Hah, gara gara pangeran sialan itu aku jadi harus kelelahan seperti ini.

Tapi mungkin aku harus bersyukur juga, karna aku melihat pertandingan ini. Pertandingan babak pertama ini sangatlah membosankan, tapi aku bisa mempelajari sedikit gaya berpedang dari setiap keluarga bangsawan lainnya.

Setelah itu, ayah dan Ibu bertemu dengan kakakku dan sesudahnya kami bertiga pulang ke penginapan untuk menantikan hari esok, serta pertandingan babak kedua 8 besar.

...----------------...

...****************...

Di gelap malam yang sangat sunyi terlihat seorang pemuda dan seorang gadis kecil sedang berjalan di tengah hutan.

"Shopia, apakah anda masih kuat berjalan. Jika sudah lelah mending kita istirahat disini untuk sementara."

Sang pemuda yang menopang gadis kecil untuk bisa berjalan mulai menanyakan kondisi dari gadis yang di topang.

"Maafkan aku kak Cris, aku sepertinya sudah tidak tahan lagi."

"Baiklah kalau begitu kita akan istirahat terlebih dahulu disekitar sini. Setelah itu-."

Perkataannya pemuda itu terpotong karna dia merasa kalau mereka sedang di ikuti oleh seseorang.

"Apapun yang terjadi, aku harus melindungi Shopia walau nyawaku taruhannya."

Pemuda itu menemukan goa dan bergegas masuk kedalam goa tersebut.

"Shopia tunggulah di tempat ini. Aku akan memeriksa kebagian luar."

"Em, Hati hati Kak."

"Ya, aku akan berhati hati."

pemuda itu mulai keluar dari goa itu dan mulai melihat ke area sekitarnya.

"3 tidak, lima orang kah."

<>

Pemuda itu langsung mengaktifkan Skill nya dan mulai merasakan seluruh orang yang telah bersembunyi di area sekitarnya.

Matanya memerah dan giginya mulai membuat 4 taring dua di bagian atas dan dua di bawah, dia lalu menggoreskan pisaunya ke urat nadi di pergelangan lengannya dan darah yang keluar dari luka tersebut membuat bilah yang amat tajam.

"Dengan kekuatanku yang telah bangkit, aku bisa membantai mereka dengan mudah."

Hahahaha.

Huahahahaha.

Dia tertawa dan mulai melesat dengan kecepatan kilat menuju kearah lima orang tersebut.

-Oyy, diaaa!!!

Satu orang yang paling dekat dari tempatnya berdiri, terkena tebasan dari bilah darah pemuda tersebut.

"Semuanya! Siap berperang!"

Guwaaa...

"Apa?"

Teriakan instruksi dari sang kapten Knight itu di balas dengan teriakan keputusasaan dari para anak buahnya.

Aaarrrgggg...

Ggarrrhhh.

Setiap anak buahnya terbunuh, menyisakan dia seorang yang masih bertahan.

<>

Kapten Knight itu mulai mengaktifkan Artifak di seluruh perlengkapannya, sesaat setelah itu dia berbalik dan mulai menangkis bilah darah dari pemuda yang di kejar nya.

"Bocah sialan."

<>

Knight itu membalas dengan menebaskan pedang artifak di lengannya kearah pemuda itu dengan gerakan yang amat cepat karna di barengi dengan kekuatan ilahinya.

Crraakk...

Pemuda itu tidak menghindar dan akhirnya tertebas pedang itu. Tubuhnya yang terpotong menjadi dua bagian muai menyatu kembali dengan amat cepat.

"Kekuatan ini pemberian ini sangat berguna! Bahkan aku tidak merasakan sakit sama sekali." Gumam pemuda itu dan mulai mengambil jarak dari Knight tersebut.

Dia lalu mengingat orang yang telah memberikan kekuatannya di malam kemarin.

...----------------...

...****************...

"Kau ingin kekuatanku?"

Gadis muda dengan rambut putih bermata merah terang tiba tiba datang dan mulai menawari kekuatan kepada pemuda itu.

"Kau-"

"Apa yang telah kalian lakukan…?"

Suara Gadis itu bergema seolah berasal dari gemerlapnya malam itu sendiri.

"Apa…?"

Pemuda itu berpikir sejenak, lalu mengerti dengan apa yang dia katakan.

"Aku… Berdua, itu"

Dia membalas dengan terbata dan gadis di hadapannya melihat kearah rekannya yang terbaring di belakang dia.

"Aku hanya ingin melindungi dia, adikku… Aku ingin dia menikmati indahnya dunia ini dimana dia tidak harus menjadi bahan mainan para orang orang keji disana. Tapi aku sekarang tidak bisa mewujudkan itu, dan-"

"Apakah kau menyerah dengan keadaan sekarang ini…?"

"Hah?"

“Apakah kau tidak ingin memberikan keindahan dunia ini kepadanya…?”

"Bukan berarti aku ingin semua berakhir seperti ini…"

Dia mengepalkan genggaman tangannya. Pemuda itu ingin memberikan yang terbaik kepada adiknya yang telah banyak menderita.

Dia masih melakukannya, bahkan sampai

sekarang. Tapi tidak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk itu karna dia sendiri hanyalah orang yang lemah.

"Jika kau memiliki keinginan untuk membahagiakan adikmu… maka aku akan memberikan kekuatan ini kepadamu." Ucap Gadis itu.

Dia mengacungkan lengan kedepan dengan membuka telapak tangannya, muncul sihir merah kehitaman berkumpul di atas telapak tangannya.

"Aku akan memberimu kekuatan dan perlindungan untuk kalian berdua, tapi dengan satu syarat."

“Kekuatan? Perlindungan?"

"Ya, kau bisa mewujudkan semua harapanmu dengan kekuatan yang akan ku berikan ini."

Mata pemuda itu melebar seakan dia terpesona oleh gadis itu dan mulai ada sedikit harapan di hatinya.

Sihir merah kehitaman mulai bersinar keseluruh area itu, hingga membuat cahaya rembulan sedikit memudar karna kepadatan sihirnya.

"Apa aku bisa menciptakan masa depan yang indah dengan kekuatanmu?"

"Jika kau menjadi pengikut ku dan bekerja untukku. Bukan hanya kau bisa menciptakan kebahagiaan, tapi kau juga akan bisa membalas dendam kepada seluruh orang yang telah menyakitimu dan adikmu."

Pemuda itu terkejut dengan apa yang di ucapkan gadis tersebut dan mulai tertarik dengan apa yang dikatakannya tentang membalas dendam kepada mereka semua.

Ditengah pemikirannya yang amat panjang, sehingga membuat gadis dihadapannya terlihat tampak bosan. Tiba tiba sihir itu memudar dan hendak menghilang.

"Eh, apakah dia akan pergi."

"Aku... Aku menginginkannya… aku ingin kekuatan itu, apapun bayarannya."

Pemuda itu mulai menyetujui penawaran gadis tersebut dan mulai berdiri dengan kedua kakinya.

"Baiklah…"

Semburan sihir merah gelap, langsung menuju kearah pemuda itu dan adiknya.

Kehangatan kekuatan tersebut menekan energy sihir adiknya yang mengamuk berhasil memadamkannya.

Dia yang mengira adiknya sudah tidak memiliki harapan karna kekuatan sihir yang bocor keluar dari tubuhnya, Akhirnya bisa bernafas lega karna itu berhasil di tekan oleh sihir gadis itu.

Jika gadis itu tidak muncul, maka adiknya akan mati terbakar oleh kekuatan sihirnya sendiri. Itu sangat kuat

dan adiknya yang sekarang tidak bisa mengendalikannya, tapi sekarang dia sudah terlihat mendingan.

"Luar biasa… apakah kau-, tidak. Apakah anda Mahkluk yang mulia?"

Pemuda itu terkagum dia dengan apa yang dilakukan oleh gadis itu dan mulai berpikir kalau gadis itu adalah seseorang yang mulia.

"Mengamuk lah di bawah namaku… Dan buktikan padaku… bahwa kau memiliki kekuatan untuk bisa bertarung dan membalas apa yang telah mereka lakukan kepada kalian."

"Nama anda? Aku ingin bertanya tentang nama anda."

Pemuda tiba-tiba menyadari bahwa dia tidak bisa melihat gadis itu mulai memudar dari tempatnya berdiri, itu menandakan kalau dia akan pergi dari tempat ini. Namun pemuda itu mulai bertanya tentang nama dari gadis itu.

"Darkness, sang pemburu kegelapan."

Setelah menjawab gadis itu mulai terlihat tembus pandang dan sedikit berkata kepada pemuda tersebut.

"Jika kau ingin selamat, maka keluarlah dari tempat ini dan pergilah ke barat atau lebih tepatnya kota tanpa hukum. Aku akan menemui kalian berdua untuk melatih kalian agar bisa menjadi pengikut ku.

Gadis itu sepenuhnya menghilang dan hanya menyisakan suaranya terakhir dari dirinya yang terdengar oleh pemuda itu.

"Ingat satu hal… Kekuatan sejati bukanlah berasal dari kekuatan pemberian saja, tetapi dari caramu berlatih dan dengan digunakan untuk melindungi apa yang menurutmu paling berharga."

Dan dengan itu, kehadiran gadis bernama Darkness itu lenyap sepenuhnya.

Pemuda itu mendapati dirinya sendirian di gang sempit itu.

Dia bisa merasakan di dalam aliran darahnya, kalau dia mulai bisa mengendalikan seluruh darah di dalam tubuhnya.

Jumlah sihir yang belum pernah terjadi sebelumnya berputar di aliran darahnya.

Pemuda itu lalu merasakan ada beberapa Knight yang datang dari kedua arah dan mengepung dirinya.

Jika dia yang sebelumnya, dia mungkin akan menyerahkan hidupnya dan tidak bisa berbuat apa apa. Tapi sekarang.

"Menyerah lah dan jatuhkan senjatamu atau kau akan merasakan sakit yang lebih parah dari ini."

Pemuda itu tersenyum dengan ucapan Kapten Knight itu, dia masih memiliki waktu untuk bermain dan mencoba kekuatan barunya.

Pemuda itu menggoreskan pisaunya ke pergelangan tangannya dan mulai melompat secepat kilat menuju sang kapten Knight serta memenggal kepalanya.

Setelah kematian Kapten mereka, sekelompok Knight lainnya yang tercengang, mulai terpotong potong menjadi beberapa bagian. Darah para Knight itu memenuhi area sekitar, mereka mati bahkan sebelum mereka menyadari apa yang terjadi kepada mereka.

Setelah membasahi tempat itu dengan darah, pemuda itu menggendong adiknya dan pergi dari tempat itu menuju kelokasi yang di berikan oleh gadis mulia tadi.

kembali kemasa sekarang. Pemuda itu masih saja menghindari serangan dari pedang artifak yang lancarkan oleh Kapten Knight itu.

"Menyerah lah dan tunduk lah Vampir sialan! Ini semua adalah perintah beliau untuk membawa vampir ternak yang telah melarikan diri dari kandangnya."

"Ck, ternak katamu. Sialan..."

Pemuda itu datang menyerang kapten Knight tersebut dengan amarah yang meluap, Kapten Knight lalu melancarkan serangannya kepada pemuda itu dan berhasil melukainya dengan banyak tebasan yang memotong motong tubuh pemuda itu. Namun tubuh pemuda itu terus menyatu kembali dan akhirnya bisa mendekat kearah Kapten Knight itu.

Craak...

Aaarrgg...

memutilasi kedua lengan dan kedua kakinya, Kapten itu mulai berteriak kesakitan.

"Aku minta tolong! Tolong ampuni aku! Aku tidak ingin mati di sini! Keluargaku masih menungguku di rumah? tolong ampuni aku!"

kapten itu merengek dengan mengeluarkan air mata di wajahnya, dia menangis dengan meminta permohonan untuk nyawanya.

Pemuda itu menatapnya dengan mata merah menyala dan mulai mengangkat lengannya.

Ketika dia hendak membunuh Kapten itu, dia tiba tiba menghentikan lengannya karna satu lah. Wrath nya berhenti dan bentuk tubuhnya mulai terlihat seperti sebrlumnya.

"Aku akan menyembuhkan mu tapi beritahu tentang beliau yang kau sebutkan tadi?"

Pemuda itu memberikan kesempatan untuk Kapten Knight itu dengan syarat dia harus membeberkan siapa orang di balik semua ini.

"Put-putra mahkota, pangeran After..."

"Begitulah. Kalau begitu. Ini adalah ramuan penyembuh untukmu. Aku membuatnya sendiri untuk berjaga jaga jika aku dan adikku sakit."

Pemuda itu lalu meminumkan obat itu kepada Kapten Knight itu, namun bukanya penyembuhan yang di dapatkan tapi malah seluruh lukanya mengering dan mulai perih dan menyakitkan.

aaaaarrrggg....

Pemuda itu meninggalkan kapten Ksatria itu yang berteriak kesakitan dan mulai kembali goa tempat adiknya beristirahat.

...****************...

...----------------...

"Vampir kah..."

Ditempat tidur yang empuk, Luna terbaring dengan sebelah mata sebelah kirinya tertutup.

Mata sebelah kirinya tengah melihat pertarungan pemuda dan Kapten Knight yang baru saja selesai.

"Dan juga, Pangeran After kah, dibalik orang ini semua, tidak. Mungkin di balik pangeran itu ada orang yang berhasil memanipulasinya."

Setelah Luna memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, dia mulai ketiduran di kasurnya.

Terpopuler

Comments

RATU REINKARNASI

RATU REINKARNASI

sip, kalo bisa jangan deh oke! (ʘᴗʘ✿)

2024-04-26

0

RATU REINKARNASI

RATU REINKARNASI

syukurlah cuma mimpi gw kira nikah beneran, ntar nggak serulah ketika luna bantai² Kekaisaran malah nikah, yang ada ngebucil, mending skip kalo ngebucin

2024-04-26

0

RATU REINKARNASI

RATU REINKARNASI

hah.... gimina?, coba ulangin lagi? LUNA nikah? Σ(゚Д゚;)

2024-04-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!