Sengketa Lahan

...Bau tanah yang tercium, derai suara hujan memberikan ketenangan....

...Menonggakkan kepala menatap bagaimana caramu mencintaiku. Memeluk tanah yang tandus ini, kasih tanpa imbalan....

...Hanya menyatu dalam dekapanku....

Jeremy.

Philip mengernyitkan keningnya. Sungguh insiden yang luar biasa, kekasih Satya dan Jeremy ternyata orang yang sama.

Dirinya menipiskan bibir menahan tawanya. Tapi tidak dapat menyalahkan siapapun.

"Majikanku menjadi simpanan," gumamnya, menyadari Satya sudah bertunangan lebih dari 4 tahun lalu. Ini akan menjadi berita besar.

Dirinya segera menghubungi Jeremy. Benar-benar sebuah lelucon bukan? Tapi pertama-tama majikannya tidak boleh datang dalam kondisi emosional.

Mengatur suaranya sendiri, hingga panggilan terhubung.

"Ada apa? Aku sedang menunggu Laverna berangkat. Baru aku akan menghubungimu nanti." Ucap seseorang di seberang sana.

Philip mengernyitkan keningnya, menghela napas kasar."Tuan! Klien kita membuat kesepakatan dengan perusahaan lain. Aku melihat mereka bicara di restauran hotel."

"Gampang! Seperti cara biasa, kita tinggal---" Kalimat Jeremy disela.

"Sekarang tidak dapat menggunakan trik itu lagi! Aku membutuhkan bantuanmu! Datang ke Daun Hotel sekarang juga!" Tegas Philip mematikan panggilan sepihak.

Bukannya bagaimana dirinya tidak begitu menyukai Jasmine. Hanya tidak suka saja, bagaimana wanita yang selalu berpura-pura lemah itu dapat begitu beruntung.

"Gila!" Ingin rasanya Philip menjerit, mengingat bonus yang akan diberikan oleh Valery, jika dapat memperbaiki hubungan Laverna dan Jeremy.

Calon ibu mertua jahat? Mungkin itulah Valery. Tidak menyukai Jasmine sama sekali, lebih menyukai Laverna sekali melihat profil, pendidikan, bagaimana reputasinya. Ditambah bertemu secara langsung.

Tapi memang begitulah seorang ibu bukan? Daripada cinta yang omong kosong bagi mereka yang telah menikah bertahun-tahun, lebih menyukai seseorang yang bagi mereka sepadan dengan anaknya.

Istilahnya anaknya sempurna, harus mendapatkan pasangan sempurna.

*

Menunggu beberapa puluh menit mengingat jarak rumah Jeremy dan hotel yang tidak begitu jauh. Dirinya tidak dapat membiarkan mereka pergi begitu saja.

Ini harus! Harus ketahuan agar Valery membelikan mobil baru untuknya. Persetan dengan istilah cinta pertama.

Kala Jasmine dan Satya baru datang dari ruang ganti, tengah menikmati sarapan. Saat itulah Philip datang.

"Satya!" Panggilnya berjalan mendekat."Boleh aku bergabung?" Ucap Philip memindahkan piring dan minuman miliknya.

"Satya, dia siapa?" Tanya Jasmine mengernyitkan keningnya. Menatap penampilan Philip dari atas sampai bawah yang dilapisi barang-barang branded.

"Namanya Philip, dia asisten temanku." Jawab Satya menyuapi Jasmine dengan potongan buah.

Mata wanita itu tidak henti-hentinya menatap ke arah Philip. Tampan, kaya, tapi sayangnya sahabatnya Satya. Tidak aman untuk memiliki pacar sahabat dari kekasih, itulah prinsipnya.

"Maaf! Kamu dicoret dari daftar pria idamanku." Batin Jasmine, menyuapi Satya menggunakan bacon.

"Wah... tunanganmu cantik ya?" Puji Philip, menghela napas kasar. Betapa malangnya Satya dan Jeremy, mungkin yang beruntung hanya Gery diantara mereka bertiga.

"Kami berencana menikah tahun ini." Ucap Satya tersenyum mengecup dahi Jasmine.

"Sayang! Kamu tau kan? Laverna tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuanku." Tolakan dari Jasmine secara tidak langsung.

Philip mengernyitkan keningnya. Tanda keunguan terlihat di leher mereka berdua. Sudah pasti semalam mereka melakukannya. Ingin rasanya Philip melihat wajah patah hati majikannya.

"Bagaimana jika kamu hamil? Orang dewasa ada di hotel berdua seperti ini. Pasti... maaf keceplosan." Philip tertawa kecil berusaha mencairkan suasana, kala menanyakan pertanyaan sensitif.

"Dia selalu meributkan itu!" Ucap Satya pada Philip, melirik ke arah Jasmine yang selalu menyuruhnya menggunakan pengaman. Jujur saja, dari dua tahun lalu dirinya telah hendak melamar Jasmine. Tapi ribuan alasan diucapkan olehnya.

"Untung saja Jeremy seperti biksu yang menghindar setiap ingin dipeluk atau dicium. Jujur saja, Jeremy mungkin selama-lamanya tidak akan memiliki keturunan." Batin Philip, mengingat bagaimana tingkah Jeremy yang terlihat tidak nyaman kala bersama Jasmine.

Pemuda yang mengambil handphone-nya kala sebuah pesan masuk. Tentang Jeremy yang menanyakan tempat keberadaannya.

Namun, balasan aneh dikirimkan oleh Philip.

'Tuan, nanti anda harus tenang. Berpura-pura lah tidak mengenal saya. Saya sedang bicara di area restauran hotel dengan klien dan perusahaan yang merebut tender proyek anda.'

Tidak ada balasan, tapi ada tanda jika pesan yang dikirimnya telah dibaca. Tinggal menunggu pertunjukan apa yang akan terjadi hari ini.

"Siapa?" Tanya Satya.

"Biasa bos muda yang bodoh. Tanah yang rencananya mau dibelinya untuk perkebunan jagung tenyata tanah sengketa. Untuk saja bosku belum menanam bibit jagungnya." Philip menghela napas kasar, bagaikan frustasi.

"Memang berapa luas tanahnya? Dimana lokasinya? Mungkin aku bisa membantunya. Kamu tahukan keluargaku punya banyak koneksi." Tanya Satya penasaran.

"Tanahnya kurang bagus juga. Aku dan nyonya besar sudah menemukan tanah lain yang lebih bagus, tanpa sengketa untuk ditanami jagung." Jawaban serius dari Philip, sedikit melirik ke arah lahan sengketa, maaf salah, bukan lahan sengketa. Tapi Jasmine.

*

Memakai pakaian santai, karena tidak ingin proyek berharganya direbut. Bahkan mengenakan sandal jepit, sampai di tempat ini bersama motor tua yang memang rencananya digunakan untuk menipu Laverna.

Mata semua orang di lobby tertuju padanya. Pasalnya ini merupakan hotel berbintang lima. Mengapa ada tamu yang... aneh masuk.

Setelah mendapatkan balasan pesan dari Philip dirinya segera menuju area restauran hotel.

Proyek apa? Apa pengadaan barang-barang impor? Atau pesanan bahan baku yang tidak sesuai? Banyak yang terlintas di fikirannya.

Hingga langkahnya terhenti.

Menatap ke arah pasangan yang duduk saling merangkul, berhadapan dengan Philip.

Jemari tangannya mengepal. Dirinya ingin tahu dan meminta penjelasan. Janji belasan tahun yang dipegangnya bagaikan tidak berarti di mata Jasmine. Brownies yang dicintainya.

Melangkah dengan cepat, hingga tiba di hadapan mereka. Wajah Jasmine seketika pias, pucat pasi kala menatap kehadirannya.

"Jeremy!" Ucap Satya tersenyum padanya.

"Di... dia siapa?" Tanya Jeremy pelan, tidak ingin segala impiannya berakhir hanya karena kata salah paham.

Sementara Jasmine tertunduk berusaha menyembunyikan wajahnya.

"Mampus! Mampus! Mampus!" Batin Jasmine untuk pertama kalinya mendapatkan situasi seperti ini.

"Dia tunanganku. Kamu taukan? Tunangan yang aku ceritakan. Tahun ini aku akan melamarnya lagi dan lagi." Itulah jawaban Satya. Tidak sakit hati sama sekali, hanya saja merasa telah dikhianati.

"Tunangan? Kalian bertunangan 4 tahun lalu bukan?" Tanyanya yang memang tidak mengetahui wajah bahkan nama dari kekasih sahabatnya. Mengingat dirinya di luar negeri kala Satya bertunangan.

"Iya! Dia wanita dewasa dan tercantik yang pernah aku temui." Puji Satya penuh kebanggaan.

Ternyata dirinya lah yang orang kedua. Berada diantara Satya dan Jasmine. Sahabat? Dirinya memiliki hubungan dengan kekasih sahabatnya? Ini memalukan! Menjijikkan, baginya.

Mungkin karena ini juga, Jasmine melepaskannya menikah dengan Laverna begitu mudah.

Sedangkan otak Jasmine berputar cepat. Bagaikan IQ-nya mendadak tinggi. Memilih antara Satya dan Jeremy? Jeremy memang lebih tampan. Tapi Satya lebih dewasa dan mapan, walaupun juga termasuk tampan. Jadi demi masa depan dirinya, maka...

"Jeremy! Itu kamu! Satya dia bartender di club'malam yang sering aku kunjungi." Ucap Jasmine membuat alasan, berpura-pura tidak kenal.

"Bartender?" Satya malah tertawa."Dia pewaris---" Kalimat pemuda itu terhenti, kala Philip menutup mulutnya, kemudian menariknya.

"Ada hal yang harus aku bicarakan dengan Satya." Ucap Philip tersenyum, masih menarik Satya pergi.

Sementara Jeremy masih menatap ke arah Jasmine. Kini hanya tinggal mereka berdua.

"Kita putus..." Dua kata keluar dari mulut Jasmine, mengakhiri segalanya.

Terpopuler

Comments

Alfia Amira

Alfia Amira

sama ajh weeeh 🤣🤣🤣

2024-12-14

0

Abimanyu Rara Mpuzz

Abimanyu Rara Mpuzz

🤣🤣🤣 perumpamaan

2024-08-02

0

Bzaa

Bzaa

Jasmine melepas batu mulia demi batu kali

2024-06-26

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!