Salah Kirim

...Viona dan Shrek? Cerita yang indah bukan? Kala putri Viona yang cantik, diselamatkan oleh sang Oger....

...Dirimu bagaikan putri Viona bagiku. Tapi sayangnya aku bukanlah Shrek. Aku mungkin adalah price charming. Putus asa dalam cinta yang tak terbalaskan....

...Bagaikan putri duyung yang terjatuh ke dasar laut, menjadi buih hanya untuk terbang ke Surga....

...Karena, kala Tuhan memanggil... cinta adalah sebuah keikhlasan......

Laverna.

"Sebaiknya kamu tinggal di rumah sakit." Ucap Windy menghela napas kasar menatap ke arah sahabatnya.

Tidak ada yang menyadari, matanya menguning, kulitnya terlihat pucat, ditambah dengan tubuhnya yang kurus, tapi perutnya sedikit membuncit.

60 hari, tinggal 60 hari lagi dirinya bersama Jeremy. Tapi selama ini belum juga ada perubahan. Suaminya pulang larut malam, membuatnya bergadang menunggu kedatangannya. Seperti dalam perjanjian, finansial? Itu tidak penting baginya, karena dirinya selalu memiliki cara merebut uang dalam dompet Jeremy.

Tapi impiannya untuk memiliki malam pertama yang indah mungkin sudah pudar. Dirinya akan terlihat aneh memakai pakaian yang ditujukan Valery lagi, mengingat bagian perutnya yang sedikit membuncit. Penyakitnya ini tidak boleh ketahuan, tidak boleh ada orang yang menangisi kematiannya.

Biarkan semua orang berfikir jika dirinya berkeliling dunia dengan seorang pria asing, menikah, hidup bahagia, entah di belahan bumi bagian mana.

Laverna tertunduk mengepalkan tangannya, kemudian berusaha tersenyum."Tidak, banyak urusan di perusahaan yang harus segera aku selesaikan. Termasuk perencanaan tahun ini. Karena beberapa bulan lagi aku sudah akan pergi."

"A...apa Jasmine belum juga dapat belajar tentang perusahaan?" Tanya Windy, menahan tangisnya.

Laverna menggeleng."Nanti juga dia akan belajar bertanggung jawab setelah aku tidak ada. Semuanya akan berjalan seperti seharusnya."

Pada akhirnya air mata Windy menetes juga, dirinya sudah berusaha, bahkan mencari donor ke luar negeri. Tapi tidak ada hasil, jikapun ada golongan darah tidak sesuai. Kemungkinan yang kecil, waktu benar-benar sempit. Jikapun berhasil menemukan donor, operasi yang dilakukan akan semakin berbahaya, karena kerusakan hati yang meluas. Harapan hidup sahabatnya menipis detik demi detik.

"La... Laverna, katakan pada ayahmu, dia akan berusaha keras mencarikan donor untukmu. Bahkan jika harus membeli organ manusia secara ilegal." Ucap Windy kehilangan akal.

"Windy! Sadar! Kamu seorang dokter! Tidak seharusnya berkata begitu. Tapi walaupun ayahku mengetahuinya, hasilnya akan tetap sama. Karena aku tidak ingin mengorbankan nyawa seseorang demi keselamatanku." Kalimat Laverna berusaha tersenyum.

Pembelian organ manusia secara ilegal? Itu bukan sebuah opsi untuknya. Jika tidak ada donor hidup yang bersedia menyumbangkan hatinya, maka dirinya akan tetap menunggu donor mati, seperti sekarang ini. Tapi jika Tuhan memanggilnya, dirinya dapat berkata dengan bangga pada Tuhan, dirinya sudah berusaha untuk tetap hidup, walaupun tidak bisa.

Menerima donor ilegal hanya untuk hidup? Tidak, dirinya lebih baik kembali ke tempat-Nya.

"Ta...tapi... tidak ada yang peduli padamu! Ayahmu hanya mencari cara agar kamu kembali! Kakakmu nona muda manja! Ibumu tidak benar-benar mencintaimu! Dan bahkan suamimu benar-benar brengsek!" Teriaknya emosi.

"Aku tau, yang benar-benar mencintaiku hanya mendiang ibu kandungku. Karena itu aku akan bahagia dalam dekapannya. Tidak menginginkan cinta siapapun lagi. Aku dapat menjadi anak bandel di Surga nanti. Merasakan bagaimana ibuku menarik telingaku." Laverna terkekeh, candaan yang malah membuat Windy menangis semakin kencang.

"Laverna...a...aku akan mencarikan donor! Pasti ada masih ada waktu. Masih ada..." Ucap Windy terisak, kemudian menghela napas kasar."Tapi jika aku menemukan donor, jangan pernah kembali pada keluargamu. Tetaplah berpisah dengan suamimu. Kita dapat hidup bersama dan mengadopsi anak."

"A...aku bukan apel makan apel, bukan bagian dari kaum pelangi. Jangan-jangan kamu menyukaiku?" Laverna bergidik ngeri mendorong sahabatnya.

"Tidak lah! Kamu perempuan! Tentu saja tidak menyukaimu! Aku hanya berfikir untuk menjadi wanita mandiri, mengadopsi anak tanpa menikah. Kalau bisa membesarkan anak laki-laki yang keren." Ucap Windy membanggakan imajinasinya.

"Benar kamu tidak menyukaiku?" Tanya Laverna, dengan cepat Windy mengangguk, tapi kemudian menggeleng.

"Kalau kamu pria aku akan menempel padamu. Sudah pintar, good looking, kaya, dingin di depan karyawan, tapi humoris di hadapan orang terdekat. Kalau kamu pria, akan ada ratusan wanita yang mengantri untukmu." Jawab Windy yakin.

"Kalau begitu, di kehidupan yang akan datang aku akan terlahir menjadi pria agar bisa menjadi seorang playboy." Laverna tertawa kencang. Membuat Windy memukul bahunya.

"Jangan bicarakan soal kematian lagi!" Geram Windy menghela napas kemudian tertunduk sejenak.

"Kamu masih memikirkan dia?" Tanya Laverna.

Windy mengangguk."Karena itu aku tidak akan menikah. Kamu tau bagaimana rasanya menjadi bahan taruhan? Bahkan keperawananku dan kesetiaanku dulu sudah dimilikinya. Tapi dengan mudahnya dia mengatakan, karakter kami tidak cocok. Dia hanya pria congkak. Semua pria memang brengsek, karena itu jika kamu berhasil aku sembuhkan, kita tinggal di luar negeri."

Laverna tersenyum menggenggam jemari tangan Windy."Aku tidak mengenalnya. Tapi aku yakin dia kehilangan permata yang begitu berharga."

Windy mengangguk, memeluk sahabatnya. Dirinya hanya berharap Laverna tetap hidup."Aku mengutuknya, agar merasakan rasa sakit yang aku rasakan. Aku mengutuknya agar dia jatuh cinta pada seorang wanita yang memiliki banyak kekasih. Aku mengutuknya, aku mengutuknya." Itulah kutukan sang mantan.

*

Sementara di tempat lain Gery bersin beberapa kali, menatap ke arah Jeremy yang tengah bertukar kabar dengan cinta pertamanya.

"Kamu flu?" Tanya Jeremy padanya.

"Tidak!" Jawaban Gery penuh senyuman.

"Berhentilah menjadi seorang Casanova, sebelum kamu menderita penyakit menular." Sebuah sarana dari Jeremy.

"Sudah aku bilang, aku akan menikah dengan pacarku yang sekarang. Ini kami sedang berkirim pesan." Ucap Gery meraih handphonenya.

"Jujur saja, pernah kamu memiliki penyesalan sebagai seorang playboy?" Tanya Jeremy ingin tahu.

Gery menghela napas kasar."Pernah! Karena aku mencampakkan wanita yang aku cintai. Pernah aku mencoba untuk kembali, tapi dia tidak seperti dulu lagi. Gadis manja yang manis. Karena itu aku mencari yang seperti dirinya dari pada kembali padanya."

"Logika darimana? Seharusnya kamu kembali padanya. Setahun? Dua tahun lagi, mungkin kamu akan melihat dia sedang mengandung anak dari pria lain." Ucap Jeremy tengah berkirim pesan dengan Jasmine.

"Saat itu istriku juga sudah hamil." Gery yang juga berkirim pesan dengan Jasmine terkekeh.

Namun kedua orang ini mengerutkan keningnya bersamaan.

'Sayang, sejak kapan kamu memanggilku honey?' Pesan yang dikirimkan oleh Jeremy pada Jasmine.

'Honey, kita sedang membicarakan soal pertunangan. Kenapa jadi tenang perlakuan ayah mertua?' Itulah pesan yang dikirimkan oleh Gery.

Sementara di tempat lain, Jasmine yang tengah makan malam dengan Satya mengernyitkan keningnya. Dirinya salah kirim, pesan yang seharusnya balasan untuk Jeremy dikirim pada Gery. Sedangkan pesan untuk Gery dikirim pada Jeremy.

"Mampus! Mampus! Mampus! Bagaimana caranya membuat alasan!" Batinnya, membalas dengan cepat.

'Hanya ingin saja, agar lebih mesra...' Balasannya untuk Jeremy.

'Masalah pertunangan tentu saja ada hubungannya dengan perlakuan ayahku padamu. Karena kamu yang terpenting di dunia.' Balasan yang dikirimkannya pada Gery.

"Siapa yang menghubungimu?" Tanya Satya yang tengah mengiriskan daging untuknya.

"Biasa! Laverna dia memang agak manja dan bergantung padaku." Jasmine tersenyum, kemudian, mengelap sisa saus di sudut bibir Satya."Aku mencintaimu..."

Terpopuler

Comments

s

s

tentang*

2024-12-09

0

s

s

berkeinginan juga, tapi syng di negara konoha ini : bisa adopsi anak asalkan dengan salah satu syarat yaitu pernikahan

2024-12-09

1

Abimanyu Rara Mpuzz

Abimanyu Rara Mpuzz

3sekawan bego🤣

2024-08-02

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!