...Langit pagi, membawa semangat, menghapus dukaku. Membawaku berlari di atas rumput basah....
...Tertawa bersama, satu-satunya malaikat yang aku rindukan. Namun, kala senja tiba, suara mesin mobil terdengar. Menjemput kepergianmu....
...Bintang menyambut malamku, membuatku yang tidak dapat melihat, tersenyum menanti hari esok....
...Tapi kala mata ini telah dapat melihat, hanya duka yang aku berikan pada malaikatku. Menghempaskan tanganmu yang memelukku....
...Lelah? Apa itu yang kamu rasakan, hingga memilih berbalik, tertidur bersama bintang?...
...Menyakitkan jika harus melihatmu dari bawah sini. Tenggelam dalam penyesalan....
Jeremy.
Kala dirinya kembali, Laverna sudah tidak ada di rumah mereka. Pakaian? Sarapan? Segalanya sudah disediakan olehnya.
Dirinya terdiam sejenak, menghela napas kasar. Ini terjadi karena tingkah kekanak-kanakan dari Laverna. Andai saja Laverna dapat lebih dewasa, mencintai bukan berarti memiliki bukan? Laverna sudah manfaatkan kebaikan hati Jasmine untuk kepentingannya sendiri.
Melangkah menuju dapur usai sarapan. Mencuci piringnya sendiri, tapi ada yang aneh. Ada sisa darah di wastafel, tidak banyak, mungkin karena penggunanya tidak bersih saja.
Apa Laverna sempat memasak daging? Itulah hal pertama yang ada di benaknya. Tapi menu sarapan saat ini adalah telur. Pada akhirnya Jeremy membersihkan sedikit bercak darah tanpa curiga sedikitpun.
"Es cincau jorok!" Gerutunya kesal.
Menyiapkan dirinya untuk pergi ke kantor. Hanya membersikan dirinya, karena Philip yang akan datang membawa pakaiannya.
Tidak ada yang salah dari perilaku Laverna. Bahkan tidak begitu menuntut, pakaian dicuci tangan oleh istrinya, lengkap disetrika rapi, sarapan tersedia di atas meja. Rumah ini begitu bersih, bahkan Jeremy tidak menemukan celah untuk menjadikan Laverna istri yang buruk.
Menyerahkan anak cabang perusahaan pada menantunya, apa itu yang akan dilakukan Dimitri? Jika itu pria lain pasti akan berubah fikiran dan memperlakukan Laverna dengan baik. Tapi pemuda ini tidak kekurangan harta sama sekali. Hanya saja, wajahnya berusaha tersenyum, mengingat masa remajanya yang indah. Cinta pertama yang dahulu tidak dapat dilihatnya, Brownies-nya.
Handphonenya berbunyi pertanda Philip telah menunggunya di jalan utama. Melangkah pergi dengan cepat, pergi dari rumah kecil itu seperti biasanya. Tidak menyadari rumah yang akan menjadi kenangan menyakitkan untuknya suatu saat nanti, untuk selalu merindukan penghuninya.
Jika saja dirinya melangkah lebih lambat, jika saja dirinya dapat mengetahui segalanya di masa ini. Tapi itu hanya kata jika, karena Cookies melanggar janji setianya pada Brownies.
Gedung perkantoran itu terlihat pada akhirnya. Seperti biasanya, Philip masuk melalui pintu utama, sementara dirinya masuk melalui pintu belakang.
Melangkah dengan cepat menekan tombol lift. Beberapa pegawai wanita terlihat penasaran dengan Jeremy yang entah bekerja di departemen mana.
Hingga pada akhirnya, kala membuka pintu ruangannya. Kedua temannya berada di tempat ini.
"Satya! Gery!" Ucapnya duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka.
Tiga orang dari jurusan berbeda, tapi kuliah di kampus yang sama, tepatnya beberapa tahun lalu di negara lain. Satya, kini menjadi seorang pilot, karena menghindar tidak ingin mewarisi perusahaan orang tuanya. Sementara Gery menjadi partner bisnis Jeremy.
"Jimy! Perusahaan orang tuamu makin besar saja! Boleh minta pinjaman dana?" Tanya Satya terkekeh, pada Jeremy.
"Kenapa? Pacarmu minta macam-macam lagi?" Tanya Jeremy, mengingat betapa borosnya tunangan dari sahabatnya.
"Aku hanya bercanda! Dia memang boros tapi masih di batas wajar. Aku masih bisa menghidupinya." Satya kembali tertawa kecil.
"Baru segitu saja, pacarku yang sekarang ada jatah uangnya sendiri. Kali ini aku yakin, akan sampai ke jenjang pernikahan!" Ucap Gery penuh semangat.
Satya dan Jeremy mengernyitkan keningnya. Malas bicara dengan Casanova yang berganti wanita bagaikan berganti baju ini.
"Aku serius... semalam kami melakukannya. Ini bekasnya!" Ucap Gery menunjukkan cakaran Jasmine di bagian lehernya.
"Kamu pakai pengaman?" Tanya Jeremy.
"Selalu!" Celetuk Gery tertawa, membuat Satya dan Jeremy lebih malas lagi bicara dengannya.
"Bagaimana denganmu? Apa dia masih menolak untuk menikah?" Tanya Jeremy pada Satya.
Satya menghela napas kasar, menatap ke arah cincin pertunangannya."Aku sering bepergian ke luar negeri. Terkadang aku tidak yakin apa dia setia? Karena, setiap aku melamarnya, dia hanya mengatakan untuk menunda pernikahan dulu. Karena adiknya yang tidak bisa mengurus perusahaan tanpanya. Dia seorang kakak yang baik juga mandiri."
"Siapa nama tunanganmu, jika aku mengenal keluarganya aku mungkin bisa mengancam adiknya." Ucap Gery penuh semangat.
"Tidak! Jangan katakan! Nanti dia merebutnya! Karena itu aku juga tidak pernah mengatakan nama cinta pertamaku." Peringatan Jeremy untuk Satya membuat Satya bungkam.
"Seperti biasa kalian pelit! Tapi apa kalian tidak penasaran dengan nama pacar baruku?" Tanya Gery mengernyitkan keningnya.
"Tidak!"
"Tidak!"
Jawab mereka serempak.
"Siapa yang mau bertemu dengan pacar sebulanmu! Paling bulan depan ganti lagi." Komat-kamit mulut Satya mengomel.
"Tidak akan ganti! Ini akan sampai ke tahap pernikahan!" Tegas Gery.
Mereka bertiga kemudian tertawa bersama.
"Memang bagaimana karakter kekasih kalian?" Tanya Philip sebagai satu-satunya orang yang jomblo.
"Dia mandiri, cantik, dewasa dan penuh kasih." Ucap Satya membayangkan tentang Jasmine.
"Dia cantik, manja, dapat membuat jiwa posesifku bangkit." Kini giliran Gery membanggakan Jasmine-nya.
"Dia lembut, tidak memikirkan kekurangan orang lain, begitu naif, hingga aku takut akan ada orang jahat yang menipunya." Ucap Jeremy, mencampurkan ingatan tentang Brownies-nya dan Jasmine.
"Paling penting setia."
"Setia!"
"Setia itu harus."
Ucap mereka bertiga hampir bersamaan. Sedangkan Philip menghela napas kasar, merasa dirinya sebagai seseorang yang paling tidak beruntung.
Sandal jepit saja punya pasangan. Bagaimana bisa dirinya menjadi jomblo akut?
"Tuan! Aku serius tentang keinginanku mendekati mantan istrimu (Laverna) setelah perceraian kalian." Ucap Philip tidak ingin menjadi jomblo sendirian.
"Tidak boleh!" Tegas Jeremy.
"Kamu menikah?" Tanya Satya merasa dirinya tidak diundang.
Jeremy mengangguk."Cinta pertamaku adalah kakaknya. Tapi adiknya memohon pada sang kakak yang naif hingga berhasil menjebakku. Tapi hanya 90 hari, kami akan bercerai setelah 90 hari."
"Apa istrimu cantik?" Tanya Gery menyipitkan matanya.
"Tidak boleh!" Jeremy berucap penuh ketegasan. Bisa-bisa Laverna akan tertipu oleh play boy cap ikan asin ini.
"Aku hanya bertanya, lagipula pacarku yang sekarang begitu cantik. Ukuran dari atas sampai bawahnya sempurna." Gery menghela napas berkali-kali.
"Kalian harus berfikir lebih dewasa, tidak ada kriteria yang lebih baik dibandingkan wanita penyayang." Satya meminum tehnya dengan tenang.
Sementara Philip terdiam sejenak. Tiga pria yang terlihat sempurna. Satya, seorang pilot yang terlihat dewasa, pria penyayang bagaikan akan menjadi suami sekaligus ayah yang baik.
Sedangkan Gery, memiliki wajah menarik, prilaku misterius yang membuat pecinta bad boy takluk. Wanita mana yang tidak tertarik dengan wajah rupawan, status serta rayuannya.
Satu lagi, tentu saja majikannya Jeremy. Terlahir di keluarga konglomerat yang kayanya 8 tanjakan 9 tikungan. Seorang genius muda yang biasanya pintar. Memiliki pesona pemuda cerdas, berwajah manis.
Dapat dikatakan, satunya pria dewasa berseragam, satunya lagi pria bad boy dengan motor sportnya, terakhir tuan muda yang bahkan memiliki segalanya.
"Wajar saja mereka punya pacar sedangkan aku tidak. Aku memang kurang beruntung." Gumam Philip, merasa Tuhan terlalu kejam padamnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Tatiek Faruq
oalah sekalinya jasmine sama gery dan satya juga, menunggu mereka ber4 berjumpa, jeremy, gery, satya dan jasmine, auto menyesal si jeremy, mudahan blm terlambat sadar ttg laverna
2024-11-20
1
Eka Awa
owalah ini sekuel dari sugar dady si cupu to
2024-03-31
0
Putri Nunggal
ternyata 3sekawan ini mencintai wanita yang sama dan di permainkan olehnya
2024-02-12
0