Atas

"Berani-beraninya berbicara buruk di belakangku." Batin Jeremy bagaikan masih dapat di baca dalam raut wajahnya.

"A...aku, tidak. Laverna, majikanku itu seseorang yang luar biasa. Dia adalah panutan bagi semua pria idaman. Pintar dalam semua bidang, menembak, bahkan dia mendapatkan gelar doctorate di usia muda." Ucap Philip memuji setinggi langit.

"Tapi kamu bilang dia sampah yang harus ditenggelamkan di dasar palung Mariana." Gumam Laverna mengingat-ingat apa yang diucapkan pria ini sebelumnya.

"Tidak! Dia bukan sampah! Dia pangeran!" Teriak Philip ingin mulut wanita ini berhenti.

"Begitu? Tapi katamu kemungkinan besar dia sebenarnya menderita penyakit---" Kalimat Laverna terhenti kala tubuhnya diangkat paksa oleh Philip. Pemuda yang panik bingung harus bagaimana, dirinya akan menjauhkan Jeremy dari Laverna sementara.

Tapi tidak, pemuda itu semakin diselimuti kekesalan tingkat tinggi."Philip! Turunkan Laverna!" bentaknya, berani-beraninya Philip membawa Laverna seperti pengantin baru.

Dengan cepat Laverna yang menggeliat memberontak, diturunkan olehnya. Ini gila! Untuk pertama kalinya Philip melihat majikannya semurka ini. Entah bagaimana dirinya akan dilenyapkan. Bagaimana cara menenangkan amarah Jeremy? Itulah yang terpenting saat ini.

"Kamu cemburu?" Tanya Laverna yang sudah diturunkan oleh Philip.

"Te... tentu saja tidak!" Tegas Jeremy.

"Lalu kenapa menghentikan Philip?" Tanya Laverna lagi.

"Karena tangan Philip akan menjadi kotor, menyentuh wanita murahan menjijikkan sepertimu." Bisik Jeremy mendekat, kemudian melangkah pergi dengan cepat.

Dirinya tertunduk menarik koper mengikuti pemuda itu. Tidak ada kata atau apapun, dirinya hanya berusaha untuk tersenyum. Inilah impiannya bukan? Menjadi istri seorang Jeremy.

*

Rumah petak yang benar-benar kumuh, di bagian depannya terdapat saluran air, benar-benar mengeluarkan bau menyengat. Kala dirinya membuka pintu, tidak ada ruang tamu sama sekali. Langsung kamar dengan dapur dan kamar mandi dalam.

Apa seperti ini kehidupan Jeremy selama ini?Mungkin lebih baik nanti salah satu restaurannya diberikan atas nama Jeremy, kala dirinya pergi berlibur. Mencari tempat yang tenang, untuk terkubur dalam tanah, tanpa diketahui keluarga dan orang yang dicintainya.

"Dalam perjanjian, kamu tidak boleh memakai asetmu sama sekali. Bahkan hasil kerjamu di perusahaan, hanya bertahan hidup dari berapa pun uang yang aku berikan. Tugasmu sama seperti istri pada umumnya, melayani suaminya, semua pekerjaan rumah harus beres, sebelum kamu berangkat ke perusahaan. Bangun pukul 5 pagi dan tidak boleh tidur sebelum aku pulang." Satu persatu kalimat yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Laverna.

Dirinya berusaha tersenyum."Tapi jika kamu pulang melewati pukul 12 malam, haruskah aku menunggumu?" tanyanya cemas, ini akan memperpendek hidupnya. Hatinya sudah rusak, jika dipaksakan untuk bergadang setiap hari maka...

"Itu pilihanmu! Kenapa juga kamu menjeratku untuk menikah denganku!? Seharusnya kamu berfikir sebelum bertindak. Bodoh!" Hinaan penuh senyuman dari Jeremy.

Namun, entah kenapa hati pemuda itu sakit kala Laverna tersenyum kemudian berucap."Ini memang kewajiban seorang istri pada umumnya. Lagipula ini rumah impianku."

Kewajiban? Dirinya terdiam sejenak, menatap ke arah vas bunga, berisikan bunga lavender di dalamnya. Jeremy telah mempersiapkan segalanya untuk membawa Brownies-nya pulang. Sebuah kediaman megah, dengan halaman yang luas. Tanaman buah yang mereka sukai ada dimana-mana. Ayunan kayu di bawah pohon rindang, agar mereka dapat mengingat masa remaja yang indah.

Bahkan belasan pelayan beserta supir dan security. Rumah indah dengan perabotan bernilai tinggi. Dirinya tidak akan mengijinkan Brownies-nya bahkan untuk mencuci piring.

Tapi Laverna menghancurkan segalanya. Dirinya harus bersabar hingga Laverna menyerah padanya. Agar Jasmine tidak memiliki alasan untuk berpisah lagi kala mereka kembali. Karena Cookies (Jeremy) akan selalu mengasihi Brownies-nya.

"Kamu menghancurkan hidupku. Lihatlah, bagaimana aku akan menghancurkan hidupmu." Bisik pemuda itu, tanpa menemukan jawaban.

Laverna hanya tersenyum."Bukan kamu yang menghancurkan hidupku. Kamu yang memberiku makna, untuk tetap hidup dengan baik."

"Sekarang, bereskan semuanya!" Tegas Jeremy mulai berbaring di sofa bekas yang bahkan telah robek.

Seperti diduga sebelumnya, Laverna melakukan segalanya. Bahkan memasang beberapa foto Jeremy disana untuk menutupi tembok yang kotor. Tapi ada yang aneh, tidak ada satupun foto Laverna. Hanya foto Jeremy saja.

Aneh bukan? Ada alasannya, setelah 90 hari, Laverna tidak ingin Jeremy mengingat tentang dirinya. Jadi lebih baik fotonya tidak ada di tempat ini.

Laverna bersenandung, menyayikan lagu anak-anak, bagaikan ini bukan merupakan beban baginya. Hari pertamanya menjadi istri seorang Jeremy.

"Apa menyenangkan?" Tanya Jeremy yang tengah bermain game di handphonenya.

Laverna mengangguk."Tentu menyenangkan, karena aku membersihkan rumah kita."

"Hanya 90 hari, setelahnya aku akan kembali mendekati Jasmine. Kami tidak dapat dipisahkan bahkan oleh orang sepertimu." Satu persatu kalimat yang mungkin akan menjadi penyesalan seumur hidup bagi Jeremy.

"Benarkah!? Tukang es cendol! Belikan aku es cendol! Aku haus!" Pinta Laverna.

"Aku bartender! Lagipula aku tidak punya uang!" Gerutu Jeremy tidak peduli.

"Aku tidak diperbolehkan menggunakan uangku. Jadi harus menggunakan uangmu. Kamu ingin aku mati kelaparan!" Komat-kamit mulut ibu-ibu Laverna mengomel.

"Nih!" Jeremy memberikan uang 2000 rupiah. Membuat hidup Laverna sengsara, adalah tujuannya bukan?

"Berani-beraninya! Tidak ada beras, tidak ada minyak, tidak ada gas bagaimana mau memasak? Belum beli garam, sayuran dan daging!" Geram Laverna bersenjatakan sapu. Jeremy mengenyitkan keningnya, bukannya dirinya tidak dapat berkelahi. Tapi menampar Laverna sekali saja sudah menjadi tekanan batin semalaman baginya.

"A...aku... tidak ada!" Ucap Jeremy keras kepala.

Pemuda itu digelitik hingga tenaganya berkurang. Tangan Laverna meraba celana dan kantong kemejanya. Hingga benda itu ditemukan.

Sebuah dompet tebal berwarna hitam.

"Kembalikan!" teriak Jeremy, berusaha merebutnya.

Tapi dengan cepat pula Laverna mengambil lima lembar kertas bergambar tokoh proklamator. Kemudian mengembalikan sisanya pada Jeremy. Sedikit? Tidak, ada sekitar lima juta di dalam sana.

"Perampok!" Geram Jeremy.

"Makanya jangan pelit-pelit ke istri!" Ucap Laverna lebih galak lagi.

"Kembalikan 400 ribu!" Perintah Jeremy menadahkan tangannya.

"Tidak! Seratus ribu tidak cukup untuk membeli beras sekarung." Laverna mengernyitkan keningnya, sedangkan Jeremy berdecak kesal. "Seharusnya kamu mati kelaparan saja."

Hingga suara handphone terdengar.

"Siapa?" Tanya Laverna padanya.

Tapi tidak ada jawaban pemuda itu mengangkat panggilan."Sayang..." Ucapnya kembali berbaring.

"Iya...aku juga merindukanmu. Nanti malam pakai baju yang aku belikan ya?"

"Benar! Yang tipis dan berenda itu. Kamu yang tercantik."

"Bahkan tahi lalat di lehermu saja cantik."

"Nanti malam kamu yang diatas ya?"

Kata demi kata yang keluar dari mulut Jeremy, tengah berbicara dengan seseorang di luar sana. Laverna tersenyum, lebih tepatnya berusaha tersenyum. Setidaknya jika tidak dicintai maka akan dilupakan dengan mudah.

Dirinya pergi berlalu, hendak membeli keperluan di rumah ini. Untuk makan malam pertamanya bersama Jeremy. Sakit hati? Itu tidak ada gunanya, karena usianya tidak lama lagi.

*

Sementara di tempat lain. Kala Jeremy mengatakan hal-hal yang menjijikan, Philip yang ada di seberang sana mengernyitkan keningnya.

"Ka... kamu ingin aku apa? Aku diatas?" tanya Philip dengan wajah pucat.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

/Facepalm//Facepalm/ ngebayangin muka nya Philips.. Haha

2025-03-04

0

Mom Dee 🥰 IG : devinton_01

Mom Dee 🥰 IG : devinton_01

/Facepalm//Facepalm/

2024-12-18

0

sansan

sansan

hampir mirip sama novel tawanan cinta Casanova.. yg cewek juga sakit parah.. nanti akhirnya juga JD bucin si cowok nya... semoga makin kebelakang ngga sama ceritanya 💪💪🥰🥰

2024-08-20

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!