Tertidur

...Kala cahaya padam, maka aku hanya dapat meringkuk dalam kesunyian....

...Hidup tapi hanya sekedar hidup. Mencari tubuh kunang-kunang kecilku entah dimana....

Jeremy.

Seperti biasanya juga, dirinya pulang tidak tepat waktu. Baru sekitar pukul 12 malam dirinya kembali. Dengan sengaja membuat Laverna menunggu kedatangannya.

Kala pintu itu terbuka, benar saja Laverna terlihat merapikan pakaiannya. Tubuhnya mengapa semakin kurus? Itulah yang ada dalam otak Jeremy.

Tapi tetap saja egonya berfikir dirinya terjebak dalam permainan kekanak-kanakan ini karena Laverna. Telah sebulan mereka tinggal bersama. Belum ada perubahan apapun juga, dirinya tidak menyakiti Laverna secara fisik, tapi lebih secara psikologis.

"Tidak bekerja?" Tanya Laverna pada Jeremy.

"Tidak! Supaya besok tidak harus memberimu uang." Jawaban dari Jeremy, membuat bagaikan tanduk keluar di kepala istrinya.

"Pakaian laknat ibu mertua." Ancam Laverna, membuat Jeremy menelan ludahnya. Satu kata yang membuatnya takut khilaf, pada akhirnya memberikan 50 ribu rupiah.

"Itu baru suami!" Laverna mengedipkan sebelah matanya."Kenapa mau jatah?" tanyanya.

Pemuda itu menggeleng, selalu saja seperti ini kalah dalam berdebat. Perlahan dirinya duduk, mengambil piring dan nasi berserta lauk dan sayuran sederhana. Dirinya sudah terbiasa seperti ini, harus berpura-pura miskin agar Laverna tidak semakin menempel padanya.

"Tukang es cendol, apa kamu mencintaiku setelah 30 hari?" Tanya Laverna tersenyum padanya.

"Tidak! Sudah aku katakan aku hanya setia pada Brownies!" Tegas Jeremy.

"Omong kosong, kamu tidak pernah setia padaku." Komat-kamit mulut Laverna mengomel.

"Aku setia pada Jasmine." Ucap Jeremy dengan mulut penuh.

"Aku Brownies-mu dan kamu Cookies. Nama panggilan kita karena kue yang sering aku berikan. Dasar buta!" Lagi-lagi wanita itu mengomel.

"Aku tidak buta! Kamu yang berbohong!! Jasmine bahkan menceritakan lebih detail dari pada kamu!" Jeremy meminum segelas air putih terlihat emosi.

"Iya! Aku yang berbohong! Makan saja!" Laverna tersenyum meraih sendok kemudian menyuapi Jeremy. Mungkin lebih baik begini, Jeremy menganggap Jasmine adalah dirinya.

Segalanya akan lebih indah, Jeremy dapat melepas kepergiannya sebagai benalu yang terlepas dari tubuhnya. Dirinya juga dapat pergi dengan ikhlas tanpa ada beban.

"Kapan kamu pergi?" tanya Jeremy tertunduk sejenak. Mengapa seperti ini? Apa dirinya kecewa mengingat hari kepergian Laverna semakin dekat?

"Seperti kataku 60 hati lagi. Aku mungkin akan menjadi istri ke empat salah satu pangeran Arab. Atau aku akan tinggal di California, bertemu pria yang menaiki Hurley Davidson, pria keren dengan jaket kulit dan tampan. Mungkin juga kuat di ranjang..." Laverna tertawa bagaikan membayangkan, sedangkan aura suram keluar dari tubuh Jeremy.

"Kuat di ranjang?" Jeremy mengernyitkan keningnya. Dijawab dengan anggukan oleh Laverna.

"Saat aku menyiapkan kamar pengantin kita, aku benar-benar memperhatikan kekuatan ranjangnya agar tidak roboh, atau rusak." Ucap Laverna tidak tahu malu.

"Aku juga menyiapkan ranjang yang tidak akan roboh oleh guncangan." Tegas Jeremy tidak mau kalah mengingat ranjang di kapal feri nya.

"Ranjang yang tidak akan roboh?" Laverna mengernyitkan keningnya, menunjuk ke arah kamar mereka. Ranjang kayu reot yang bahkan untuk bertahan pun sulit. Mereka berdua harus berhati-hati kala berbaring."Ranjang tua itu? Aku dapat membayangkan betapa hebatnya kemampuanmu."

"Astaga! Tensiku naik." Jeremy berusaha bersabar, menghadapi makhluk ini.

"Aku mau mandi! Buatkan air hangat!" Lanjut Jeremy, ingin membuat hidup wanita ini sengsara.

"Cium dulu!" Ucap Laverna memonyongkan bibirnya.

"Tidak mau!" Tegas Jeremy.

"Katanya Casanova tukang selingkuh. Ciuman seharusnya gampang-gampang saja." Lagi-lagi Laverna tidak dapat membuatnya berkata-kata."Atau mungkin kamu berbohong, mengakunya suhu, ternyata cupu."

"Aku tidak bohong!" Teriak Jeremy.

"Tidak bohong? Kalau begitu tunjukkan bagaimana Casanova berciuman!" Ucap Laverna tidak kalah sengit.

Jeremy menelan ludahnya, dalam hatinya meminta maaf pada Brownies-nya. Ini agak Laverna mengaggap dirinya pria brengsek. Perlahan mendekat mencium bibir Laverna. Tapi ada yang lain kali ini. Laverna berjinjit, mengalungkan tangannya pada leher Jeremy. Memiringkan sedikit kepalanya.

Refleks, pemuda itu memejamkan matanya. Lidahnya menerobos masuk ke dalam mulut Laverna. Dalam otaknya bagaikan tertulis, ini hanya untuk meyakinkan Laverna dirinya seorang Casanova, tukang selingkuh.

Namun ini menjadi semakin aneh, kala bibir itu terlepas untuk menghirup napas sejenak, Jeremy kembali menarik tengkuk Laverna, seakan belum puas. Bagaikan kehausan di tengah padang gurun. Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya, aliran darah lebih cepat.

Ini terasa tenang, sekaligus membuatnya gelisah. Sedikit kenangan masa kecil entah kenapa terbayang kala mata pemuda itu terpejam.

Kenangan kala Brownies-nya menangis, memberikan napas buatan untuknya. Tapi rasa ini hampir serupa, rasa yang membuatnya gila. Membelikan lidahnya, liur yang bercampur tidak terasa menjijikkan. Ini aneh bukan?

Pada akhirnya ciuman mereka terpisah dalam deru napas tidak teratur."Sudah bukan? Aku bahkan biasa melayani wanita berusia 50 tahun! Melayani full service di ranjang!" Dusta sang perjaka.

"Oh...dia membayarmu berapa?" tanya Laverna penasaran.

Jeremy menelan ludahnya berfikir sejenak."50 juta!" jawabnya asal.

Laverna tertawa kencang, menghela napas kasar."Ada salah satu perusahaan yang ingin memenangkan tender, jadi salah satu petingginya ingin menyogokku menggunakan pria bayaran. Seorang pria blasteran dengan mata biru dan rambut pirang. Saat aku bertanya harganya sekali kencan berapa, dia menjawab 25-30, melayani beberapa orang wanita. Seperti semacam pesta hubungan badan." Ucap sang gadis perawan lebih tau tentang hal ini. Mengingat dirinya biasa hendak disogok menggunakan pria.

"Kamu tidur dengannya!?" Tanya Jeremy posesif.

"Tidak! Proposal mereka kacau." Jawaban enteng dari Laverna. Seorang gadis yang menghela napas, mengambil dompet dari laci."Ini! Didalamnya ada lebih dari 200 juta. Aku minta service empat malam."

Jeremy mengernyitkan keningnya, entah alasan apa lagi yang harus diucapkan olehnya."Laverna bagaimana caranya agar kamu menyerah?" tanyanya.

"Setelah 60 hari aku akan menyerah. Kemudian memakai celana jeans, kaos dan jaket hangat, berjalan-jalan keliling Paris. Aku akan mengirimkan oleh-oleh untukmu dan kak Jasmine. Kalian akan kembali bersama tanpa gangguan dariku saat itu..." Laverna tersenyum padanya, senyuman yang entah mengapa tidak dibalas oleh Jeremy.

"Berapa lama kamu pergi berlibur?" Tanyanya.

"Tidak tahu, dari dulu aku hanya bekerja, bekerja dan bekerja. Tidak ada waktu untuk diri sendiri, berjalan-jalan dibawah bunga sakura yang gugur. Atau mungkin menaiki sepeda di bawah daun yang telah kemerahan karena musim gugur, membuat boneka salju. Aku juga ingin berfoto dengan singa di Afrika." Dusta Laverna tertawa, bagaikan membayangkan akan mengelilingi dunia.

"Apa setahun?" Tanya Jeremy menanyakan waktu kedatangan Laverna nantinya.

Laverna tersenyum, benar-benar senyuman yang cerah."Sudah aku bilang, entahlah! Tapi setiap tahun aku akan mengirimkan oleh-oleh, surat dan foto negara yang aku kunjungi."

"Setiap tahun? Apa kamu akan pergi lebih dari setahun?" Tanya Jeremy lagi, merasa ada yang salah dengan dirinya. Bagaikan ada yang mengganjal begitu berat di hatinya.

Laverna mengangguk yakin."Lebih dari setahun..."

"Tidur di bawah hamparan bunga lavender..." batinnya.

Terpopuler

Comments

sansan

sansan

tiap baca novel ini.. bercampur" rasanya.. pengen nangis.. kadang pengen ketawa... keren pokok nya

2024-08-22

0

Bzaa

Bzaa

duhhh Jeremy pen ku getok aja rasany

2024-06-26

0

Bambang Setyo

Bambang Setyo

Makan tuh setia sama jasmine

2024-01-13

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!