'Ilmu Kebatinan' Ajaran Sang 'Dewi Rubah'
"Berhentilah, anak muda!"
Di jalanan, tampak sekelompok geng motor sedang melaju di jalanan menuju hutan. Mereka bermaksud masuk ke sana untuk mendatangi lokasi terakhir anggota geng motor yang hilang. Ini adalah Geng motor yang aku pimpin sejak awal masuk SMP.
Ini menunjukkan pukul 23.56, sudah tengah malam. Menurut rekan geng motor yang aku rintis ini, dia mengatakan, temanku masuk ke hutan ini lalu tidak pernah kembali.
Saat perjalanan kali ini, seseorang telah menghadang jalanku. Dia adalah sosok kakek tua yang terlihat masih sehat bugar. Aku tidak mengerti, mengapa dia menghentikanku.
"Anak muda, ini adalah hutan larangan. Jangan masuk ke hutan ini sama sekali atau kalian akan menanggung hal terburuk," ucapnya
"Ada apa, Kek?" tanyaku terheran. "Memangnya ada apa di dalam sana?"
"Anak muda. Hutan ini adalah wilayah kekuasaan Siluman gaib yang sangat kuat. Janganlah berhemat untuk memasukinya, walaupun dengan alasan yang besar sekalipun."
"Takhayul!" Aku sama sekali tidak percaya dengan hal itu.
"Aku tidak percaya! Lagipula, kami datang cuma buat cari temanku yang tersesat di Hutan ini. Kakek sebaiknya tidak mengganggu kami! Semuanya, Ayo masuk!" Aku tidak memperdulikan ucapan kakek itu, karena aku tidak peduli apapun selain menemukan anggota geng motorku yang hilang.
"Astafirulah'aladzim. Anak muda itu benar-benar keras kepala. Aku rasa, Konsekuensi yang buruk akan segera menimpa mereka semua. Padahal masih muda, sayang sekali," ucapnya yang langsung menghilang.
Aku kini memasuki hutan itu bersama semua temanku, dengan lampu senter yang membekali mereka. Merasa bahwa hutan ini terlalu luas, aku merenung sejenak. "Coba berpencar. Hutan ini terlalu luas, sementara waktu kota udah mepet nih! Gue bakal nyari ke situ, sisanya berpencar," ucapku sembari menunjuk ke suatu arah
"Harusnya sih begitu, tetapi kaubtifak takut tuh ke sana sendirian?" tanya temanku.
"Ya elah, begini aja takut, mending jadi banci aja tuh!" cibir aku yang membuat mereka langsung tertawa. "Sudah, gue ke sana dulu. Semoga berhasil ketemu, kalo tidaj, kasian tuh orang tua dia."
Dengan langkah mantap, aku memasuki bagian hutan yang gelap. Suasana hutan yang sunyi dan gemuruh daun kering di bawah langkahku membuat hatiku berdebar-debar. Namun, tekad untuk menemukan temanku memandu setiap langkahku.
Tak lama kemudian, aku mulai mendengar suara aneh di tengah hutan yang membuat bulu kudukku merinding. Meskipun hatiku berdegup kencang, aku terus melangkah maju. Semakin dalam aku masuk, semakin tebal pula kegelapan di sekitar.
Di tengah hutan ini, aku menyusuri hutan sambil berteriak, "David, dimana elu?!" Namun, langkahnya terhenti saat melihat sesuatu yang membuatku sangat tidak percaya dengan apa yang aku lihat.
Di hadapanku, ada seekor Rubah putih yang terkurung di dalam jebakan, hanya saja dia punya 9 ekor. "Buset, ada kyuubi!" ucapku terkejut saat melihatnya. Segera aku dekati dia untuk memastikan hal itu, dan ternyata memang benar ada Rubah dengan sembilan Ekor.
Aku langsung merogoh saku, dan menemukan ponselku, namun malah mati total, padahal tadi masih full battery. "Sayang banget deh, padahal mau photo!" ucapnya menggerutu kesal.
Jujur saja, aku sama sekali tidak percaya hal gaib apapun, bahkan rubah sembilan Ekor ini aku rasa terjadi karena penyimpangan gen ataupun mutasi. Sayang sekali... padahal ingin aku foto dan aku tunjukkan ke anggota geng aku bahwa aku menemukan Rubah yang mengalami penyimpangan. Ini disebut Rubah legendaris? Tidak! Itu hanya terjadi karena penyimpangan gen!
Aku mulai jongkok, mencoba menatap Rubah ini, yang kelihatan sekali tampak ketakutan, membuatku semakin percaya bahwa dia adalah Rubah hasil eksperimen. Rasanya, ingin sekali aku merawatnya, hanya saja dia adalah Rubah, bukan seekor kucing. Orang tuaku pasti sangat tidak setuju.
Aku mulai membuka perangkap Rubah itu dan mengeluarkannya dari sana, lalu segera mengusirnya. "Pergilah jauh-jauh dan jangan sampai terkena perangkap lagi!" ucapku kepadanya yang langsung berlari ke kegelapan hutan."
Aku lanjutkan perjalananku, sampai tiba-tiba ponselnya hidup sendiri tanpa sebab. Bukankah tadi mati total? Bagaimana ponsel ini bisa hidup? Begitu pikirku.
Seketika, terdengar suara desiran daun dan langkah kaki di belakangku. Aku berbalik cepat, tapi tak ada apa-apa. Hatiku mulai measa gelisah. Namun, aku terus melanjutkan perjalanan, mengabaikan rasa ketidaknyamanan yang melanda.
Setelah beberapa saat, aku tiba di sebuah tempat yang terasa aneh. Di tengah hutan, ada sebuah terang yang memancar, mirip seperti cahaya bulan purnama yang memantul di permukaan air. Aku mendekatinya, dan di tengah cahaya itu, aku melihat bayangan seseorang gadis yang sangat cantik jelita.
"Buset, di hutan begini kok ada gadis cantik seperti dia?" tanyaku kepada diri sendiri. Aku mulai berniat untuk melangkah lebih jauh, namun seketika aku teringat sesuatu. "Hey Fokus! Tujuan gue kan nyari temen gue yang ilang. Masa iya harus putar setir? Eh,, coba gue tanya ke dia aja. Siapa tau dia tau sesuatu."
Aku coba mendekatinya, lalu mulai bertanya, "mbak, pernah liat teman gue yang make jaket seperti ini, tingginya 150 an senti, dia juga suka bawa tas Hello kitty ga?"
Ya, temanku itu sejatinya adalah Wibu, tas nya saja ada karakter anime Oishi no ko yang aku Sebut aja itu Hello kitty.
"Gadis itu menoleh ke arahku dan menunjukkan paras cantiknya yang membuatku terpana. 'Buset, cantik bener ni cewek anjir. Tapi kok bisa ada di tengah hutan begini, yak?" tanyaku di dalam benak.
"Aku sempat melihatnya. Ayo ikuti aku," ucapnya lalu berjalan ke arah tenggara. Aku seolah terpikat olehnya dan mulai mengikuti gadis ini.
"Kemarin malam, aku menemukan dia tersesat, lalu aku antar ke gubukku. Entah apa yang terjadi, dia malah menghilang," ucapnya.
Aku mendengarkan cerita gadis cantik itu dengan hati-hati, semakin yakin bahwa dia mungkin tahu sesuatu tentang temanku yang hilang. Kami berjalan melalui hutan yang semakin lebat, cahaya bulan purnama membentang di atas pohon-pohon.
Sesekali, aku melihat bayangan-bayangan aneh di sekitar kami, tapi aku memilih untuk mengabaikannya. Pikiranku lebih fokus pada misi menemukan temanku yang hilang.
"Kami harus berhati-hati," ujarnya tiba-tiba. "Hutan ini memiliki energi mistis, dan sesuatu yang tidak biasa terjadi setelah dia menghilang."
Kami tiba di sebuah gubuk kecil yang terletak di dalam hutan. Aku melihat bekas-bekas pertarungan di sekitar gubuk itu, memberikan petunjuk bahwa sesuatu yang tidak wajar terjadi di sini.
"Dia hilang di dalam hutan ini, di tengah-tengah keanehan yang tak bisa dijelaskan," ucap gadis itu dengan serius. "Aku merasa bahwa ada kekuatan gelap yang mencoba mencengkeram hutan ini."
Tiba-tiba, suasana di sekitar kami berubah. Angin berhembus dengan keras, dan daun-daun kering berputar-putar di udara. Aku merasa adanya kehadiran yang tidak terlihat.
"Awas! Sesuatu datang!" kata gadis itu sambil menarik tanganku dan ditarik agar masuk ke gubuknya itu. Sejenak, aku bingung dengan kata-katanya barusan dan aku mulai mencoba memikirkannya walaupun tidak berhasil.
"Untuk sementara, tinggalah sementara di gubukku. Aku akan mengambilkan minum untukmu. Di luar sedikit berbahaya," ucapnya sembari berlalu. Aku lihat, gubuk ini terasa cukup horor untuk dilihat, maklum karena belum pernah melihat gubuk ini.
Sementara menunggu gadis itu kembali, aku merenung tentang segala kejadian aneh yang terjadi sejak memasuki hutan ini. Perasaan waspada dan rasa penasaran terus menyelimuti pikiranku.
Ketika gadis itu kembali dengan segelas air, sungguh mengejutkan karena dia mengenakan bra tipis sampai bauan tubuh yang tidak seharusnya dilihat itu terekspos. Mataku langsung tertuju ke arah bagian ini, sampai akal sehat segera memperingatkanku. "Mbak... ganti baju, ya? Kok pake baju yang ga sopan gitu?" tanyaku kepadanya. Meskipun aku dibilang badboy, namun aku termasuk badboy yang masih tahu batasan.
"Kau tertarik pada tubuhku?" tanya dia dengan senyumannya yang misterius.
"Tidak tertarik. Gue lebih suka fokus pada tunuanku, bukan pada hal lain. Jika kau terus menggodaku begitu, aku akan pergi meninggalkanmu!" ucapku Kesal. Secara bersamaan, ponsel aku berbunyi. Itu adalah telepon dari david, teman satu geng aku yang Hilang!"
Segera aku angkat panggilan telepon itu. "Halo, David, elu dari mana saja,hah? Kita semua cemas nyariin elu dasar Wibu! Kalau mau masuk ke hutan bilang dulu napa!" rutukku kesal
Namun obrolan berlanjut yang kemudian membuatku merinding sampai hampir saja menjatuhkan ponselku. "David, elu... nge-humor ya?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
🍾⃝ʙͩaᷞiͧ ǫᷠiͣɴƓǫɪɴƓ 💞🇵🇸
wuiiiiih ada baca an baru nih
.🥳🥳🥳🥳
2023-12-27
0