Episode 3. Perubahan Besar pada Geng

Di sekolah ini, aku bersama anggota geng telah berkumpul bersama, tentunya membahas soal kejadian kemarin malam. Suasana masih tegang sejak kejadian misterius di hutan larangan. Aku dan anggota geng berkumpul untuk membahas pengalaman kami.

"Bro, kemarin malam itu beneran keterlaluan. Kita semua bisa aja ketemu makhluk halus gitu," ujar Seno, salah satu anggota geng motor yang masih terlihat cemas.

"Gue setuju, kita harus lebih hati-hati ke depannya. Ini bukan main-main," sahut salah satu anggota geng. "Gue lihat hantu, serem banget ampe bikin kami ngibrit seperti kecepatan motornya Rossi!"

Namun, pikiranku masih terpaku pada gadis rubah siluman. Aku merasa ada sesuatu yang belum terungkap sepenuhnya. Apa hubunganku dengan makhluk itu? Apa arti terikat yang dia sebutkan?

"Percaya nggak, geng? Aku tadi pagi ketemu gadis jelmaan rubah siluman lewat di sekitar rumahnya Putra," ucap David, mencoba memberitahu sesuatu.

Teman-teman langsung memandang David dengan pandangan bingung. "Eh, lo nggak bohong kan? Siluman rubah itu ternyata berpencar ampe di luar hutan larangan?" tanya salah satu dari mereka.

David mengangguk serius. "Gue serius, sebenarnya gadis itu yang membuat gue terheran lalu aku ikuti dia sampai berakhir dengan masuk ke hutan larangan. Tetapi tadi pagi dia malah terlihat di sekitar kompleks perumahan elu, Putra. Kan kompleks itu masih ramai, tuh!"

Aku terkejut mendengarnya, " Lu serius?"

"Iya, serius gue, sumpah! Apa jangan-jangan dia mengincarmu?" tanya David lagi. "Bro, aku sarankan kalo ketemu dia mending abaikan aja deh. Kalo kaga, bisa ilang Hati elu ntar. Gue aja hampir ilang, untung kabur duluan."

Pikiranku semakin kacau. Gadis rubah siluman itu tampaknya tidak hanya terkait dengan kejadian di hutan, tapi juga muncul di sekitar tempat tinggalku. Apa yang sebenarnya dia inginkan?

"Mungkin kebetulan, kali!" ucapku, sambil mengingat kejadian aneh di jam 3 pagi. Tentu aku ingat betul, seseorang memelukku dari belakang, mendadak memicu rasa kantuk berat menyerang. Tidak lupa dengan saat aku bangun, langsung mendapati sekujur tubuhku tercium bau Rubah yang menyengat. 'Tidak, sebaiknya aku merahasiakannya dulu dari teman-temanku ini,' ucapku di dalam benak.

Dalam upaya untuk menjaga rahasia kejadian di pagi hari, aku berusaha menenangkan pikiran sendiri. Meskipun David dan teman-teman memberikan peringatan, aku masih merasa ada yang disembunyikan gadis rubah siluman itu.

"Ayo, jangan seriusin terus. Mungkin ada penjelasan lain," kata salah satu anggota geng motor, mencoba meredakan ketegangan di antara kami.

Namun, Seno dengan serius menambahkan, "Kita harus tetap waspada. Bukan hal biasa jika makhluk seperti itu berkeliaran di sekitar kita."

Kami terus membahas kejadian tersebut, mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikiran kami. Apa yang sebenarnya terjadi di hutan larangan? Apa tujuan asli dari siluman Rubah ini?

"Kalau dilihat-lihat, Siluman ini cantiknya diluar nalar coyy, Yukime aja lewat!" ungkap David yang malah membahas kecantikan siluman ini, membuat anggota geng aku beramai-ramai mengetik kepalanya dengan buku. "Dasar Wibu. Kalo ga stres, pasti C*bul nih anak!"

"Iya, dia cantik," ucapku yang membuat semua menoleh ke arahku. "Dia adalah siluman, dengan solusinya, dia pasti bisa menjadi gadis Cantik."

"Pada intinya, ini adalah bukti nyata bahwa mereka benar-benar ada. Btw, apa mungkin Mermaid, Vampire, Elf, dan masih banyak lagi itu ada juga?" tanya Dian yabg membuat kami tertegun.

"Yang paling sering dirumorkan cuma Mermaid doang, sih. Bahkan ayahku bilang memadu itu beneran ada," ucapnya. "Tetapi dia ga secantik Mermaid di TV sih. Kata ayahku, dia itu kek nenek dan kakek tua, dan hidungnya pesek banget!" ucap David membenarkan.

"Ayahmu pernah lihat?" tanyaku penasaran. "Ayahku juga mengatakan hal yang sama."

"Katanya pernah. Entah bisa dipercaya atau kaga, keberadaan Siluman Rubah putih berekor sembilan itu saja udah jadi bukti nyata kalo ada kemungkinan makhluk seperti itu telah ada," jawab Davin.

"Intinya, jangan lagi kita melintasi hutan terlarang. Cukup hari ini saja kita menginjak tanah itu, selanjutnya jangan sok berani lagi, fakta kemarin itu sudah membuka mata kita semua," ucapku.

"Tetapi bro, sebaiknya kita perlu menjauhi Kuburan Cina juga, deh. Katanya, geng saingan kita, satu per satu anggotanya ilang di situ," ucap Dian.

"Iya, bro. Aneh banget dunia ini," ucap Seno sambil merasa merinding.

"Btw, Nanti malam, kita ditantang balapan nih, berani ga, kita balapan lagi?" tanya Rio.

"Jangan, deh. Mending cukup sampe di sini ugal-ugalan kita. Kalo udah malem mending kita di rumah aja, bahaya kalo masih lanjut," saran Seno.

"Memang sih, kalau takut, mending lahirnya jadi perempuan aja, tetapi kalo urusan hal gaib, gue rela lahir jadi perempuan daripada ketemu makhluk gaib itu," ucap David.

"Yaudah, kita fokus ke urusan lain aja ya, guys. Ga papa kita kehilangan identitas geng motor, agar kita semua masih idup bareng, David ilang aja kita udah panik banget. Lagian ga selamanya kita akan terus ugal-ugalan juga," ucapku lagi sembari melemas. "Nanti malam mending main PS aja kita. Dirumahku aja mainnya, soalnya rada takut sendirian di sana gue!"

"Iya, sih. Ortu elu di luar negri sekarang dan elu pasti trauma sejak di hutan larangan itu, ditambah Gadis jelmaan itu mulai terlihat di sekitar kompleks perumahan elu," ucap David.

Kami sepakat untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat memicu kejadian mistis lagi dan fokus pada aktivitas positif seperti bermain PS malam ini. Meskipun masih ada kebingungan tentang makhluk halus, setidaknya kami mencoba menjauhi risiko.

Pergolakan batin masih menghantui, terutama setelah berbagai kejadian di hutan larangan dan pertemuan dengan gadis rubah siluman. Namun, kami berusaha menenangkan diri dengan kegiatan sehari-hari.

Malam itu, di tengah permainan PS, kami merasa lega bisa melupakan sejenak ketegangan yang ada. Namun, bagian dari pikiranku masih terus memikirkan gadis rubah siluman dan misteri yang mengelilinginya.

Aku mulai menatap keluar jendela, dimana aku merindukan rasanya balapan lagi, namun setelah apa yang terjadi akhir-akhir ini, aku tidak berani ambil resiko. Perlu diingat berita tentang hilangnya anggota geng motor dari geng sebelah hanya karena melintasi tempat yang di cap Mistis di malam hari.

Pertimbangan untuk menjauhi risiko dan fokus pada kegiatan yang lebih positif memang menjadi langkah bijak. Meskipun masih ada ketidakpastian tentang keberadaan makhluk halus, kalian sepertinya mencoba menemukan keseimbangan antara kewaspadaan dan hidup normal.

Sambil bermain PS, obrolan kami berlanjut, membicarakan berbagai hal dari kejadian di hutan hingga rencana masa depan. Dalam kebersamaan itu, kami mencoba melupakan sejenak ketegangan yang pernah kami alami.

Namun, takdir memiliki rencana lain. Ketika malam semakin larut, tiba-tiba listrik di rumahku padam. Ruangan menjadi gelap gulita, hanya terdengar suara-suara kecil dari teman-teman yang mencoba menemukan pijakan.

Tiba-tiba, di tengah kegelapan, terdengar suara lembut yang membuat bulu kudukku merinding. "Kalian semua bermain tanpa mengundangku, Putra?"

Aku langsung mengenalinya. Itu adalah suara gadis rubah siluman. Tetapi pertanyaannya membuatku terpaku, "Bagaimana dia bisa ada di sini? Apa dia mengikuti aku sampai ke rumah?"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Episode 1. Bermula di Hutan terlarang
2 Episode 2. Dia itu Siluman Rubah?
3 Episode 3. Perubahan Besar pada Geng
4 Episode 4. Pijatan 'Tradisional' yang 'menyakitkan'
5 Episode 5. Lagi-lagi Rekan "menghilang!"
6 Episode 6. Sebuah petunjuk
7 Episode 7. Aku terikat dengannya?
8 Episode 8. Membuka Meridian
9 Episode 9. Kebimbangan
10 Episode 10. Keputusan
11 Episode 11. Rencana
12 Episode 12. Persiapan
13 Episode 13. Kejutan
14 Episode 14. Kemenangan
15 Episode 15. Berlatih sampai Tewas
16 Episode 16. Sampai pingsan
17 Episode 17. Misteri di balik sakit yang ibu derita.
18 Episode 18. ini Ulah Dukun yang lebih sakti daripada saya
19 Episode 19. Takdir membantuku
20 Episode 20. Terserang
21 Arc 1 telah Dimulai : Sang Pemburu
22 Episode 21. Pembantu baru?
23 Episode 22. Mereka memiliki Aura
24 Episode 23. Ilmu kanuragan
25 Episode 24. Mempelajari Kanuragan
26 Episode 25. perseteruan
27 Episode 26. Tantangan
28 Episode 27. Kemenangan
29 Episode 28. Purnama
30 Episode 29. Cara menghadapi Wanita?
31 Episode 30. Tentang Pernikahan Manusia-Dewi
32 Pengumuman: Perlambatan Update!
33 Episode 31. Contoh nyata dari Sang Dewi Naga
34 Episode 32. Aura yang tidak hilang? Kita kedatangan tamu tidak Diundang!
35 Episode 33. Dewi Kelinci
36 Episode 34. Rumah Kosong
37 Episode 35. Serangan Aura Pembunuh
38 Episode 36. Pengumpulan Sekutu
39 Episode 37. Perang di Dimensi
40 Episode 38. Puncak Serbuan ke Bangunan tua
41 Episode 39. Ocehan tiga dewi
42 Episode 40. Pesta kemenangan
43 Episode 41. Serangan lagi?
44 Episode 42. Jebakan?
45 Episode 43. Istana bulan
46 Episode 44. Kitab bulan permata Sutasoma
47 Episode 45. ternyata ada 3 jenis dewi Rubah?
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Episode 1. Bermula di Hutan terlarang
2
Episode 2. Dia itu Siluman Rubah?
3
Episode 3. Perubahan Besar pada Geng
4
Episode 4. Pijatan 'Tradisional' yang 'menyakitkan'
5
Episode 5. Lagi-lagi Rekan "menghilang!"
6
Episode 6. Sebuah petunjuk
7
Episode 7. Aku terikat dengannya?
8
Episode 8. Membuka Meridian
9
Episode 9. Kebimbangan
10
Episode 10. Keputusan
11
Episode 11. Rencana
12
Episode 12. Persiapan
13
Episode 13. Kejutan
14
Episode 14. Kemenangan
15
Episode 15. Berlatih sampai Tewas
16
Episode 16. Sampai pingsan
17
Episode 17. Misteri di balik sakit yang ibu derita.
18
Episode 18. ini Ulah Dukun yang lebih sakti daripada saya
19
Episode 19. Takdir membantuku
20
Episode 20. Terserang
21
Arc 1 telah Dimulai : Sang Pemburu
22
Episode 21. Pembantu baru?
23
Episode 22. Mereka memiliki Aura
24
Episode 23. Ilmu kanuragan
25
Episode 24. Mempelajari Kanuragan
26
Episode 25. perseteruan
27
Episode 26. Tantangan
28
Episode 27. Kemenangan
29
Episode 28. Purnama
30
Episode 29. Cara menghadapi Wanita?
31
Episode 30. Tentang Pernikahan Manusia-Dewi
32
Pengumuman: Perlambatan Update!
33
Episode 31. Contoh nyata dari Sang Dewi Naga
34
Episode 32. Aura yang tidak hilang? Kita kedatangan tamu tidak Diundang!
35
Episode 33. Dewi Kelinci
36
Episode 34. Rumah Kosong
37
Episode 35. Serangan Aura Pembunuh
38
Episode 36. Pengumpulan Sekutu
39
Episode 37. Perang di Dimensi
40
Episode 38. Puncak Serbuan ke Bangunan tua
41
Episode 39. Ocehan tiga dewi
42
Episode 40. Pesta kemenangan
43
Episode 41. Serangan lagi?
44
Episode 42. Jebakan?
45
Episode 43. Istana bulan
46
Episode 44. Kitab bulan permata Sutasoma
47
Episode 45. ternyata ada 3 jenis dewi Rubah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!