Episode 14. Kemenangan

Dewi Rubah berdiri di hadapan kami dengan tatapan tajamnya. Kedua Siluman terlihat kesakitan dan terkejut oleh serangannya.

"Kalian meremehkan kekuatan manusia terlalu jauh. Ini adalah pertaruhan yang kalian sendiri pilih," ucap Dewi Rubah dengan suara tenang.

Kami yang tadinya ketakutan, kini merasa lega melihat Dewi Rubah hadir. Kepercayaan dan harapan mulai tumbuh kembali di hati kami.

"Tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian," ujar Siluman Laba-laba sambil berusaha bangkit.

Namun, Dewi Rubah dengan cepat bergerak dan memutar tubuhnya. Seakan tanpa terlihat, dia mengeluarkan sebuah sinar cahaya yang membuat kedua Siluman itu terdiam dan kemudian jatuh tak berdaya.

"Kalian lupa, ada kekuatan yang lebih besar di luar kemampuan kalian," kata Dewi Rubah sambil mengarahkan pandangannya ke arah kami.

"Kami datang untuk mengakhiri kejahatan kalian. Rangga harus dibebaskan," ucapku dengan tegas.

Dewi Rubah mengangguk, "Kita tidak punya waktu untuk berlama-lama. Mari kita selesaikan ini."

Dengan sigap, Dewi Rubah mengarahkan kami menuju tempat persembunyian kedua Siluman tersebut. Hutan barat Kuburan Cina yang semula gelap dan mencekam, kini terasa lebih terang dengan kehadiran Dewi Rubah.

Perjalanan kami melalui hutan berlanjut, dan Dewi Rubah terus memberikan arahan agar kami tidak tersesat. Kami merasa ada kekuatan yang mendukung kami, dan itu memberikan semangat baru untuk menyelesaikan misi ini.

Tiba di tempat persembunyian, kami disuguhi pemandangan yang sulit dipercaya. Tempat ini dihiasi oleh kegelapan dan energi negatif yang begitu kuat. Rangga terlihat terdiam dan terikat di sebuah pohon besar.

Dewi Rubah berbicara, "Ini adalah pusat kekuatan mereka. Kalian harus memutus sumber energinya untuk melemahkan mereka."

Kami mengangguk dan bersiap-siap. Dewi Rubah memimpin serangan dengan kekuatan magisnya, sedangkan kami menggunakan keberanian dan kerja sama. Setiap kali Dewi Rubah mengirimkan serangan, kami mengikuti dengan serangan fisik.

Terdengar suara gemuruh dan energi negatif yang menguap saat Dewi Rubah berhasil memutuskan sumber energi tersebut. Kedua Siluman terlihat semakin lemah.

Saat energi negatif terputus, Rangga terlihat membebaskan diri dari ikatan dan tersungkur. Kami segera menghampirinya.

Segera kami mendekatinya, dan kami tepuk pipi nya untuk menyadarkannya, namun sepertinya Rangga masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.

"Cek nadinya, coba," ucap Wijaya, membuatku mulai menyentuh denyut nadinya. "Normal," jawabku.

"Untung dia bisa kita selametin sekarang," ucap David dengan senyum lelah.

"Untung ada Dewi Rubah yang nanti kita. Kalo kaga, entah sampai kapan temen kita diginiin oleh kedua Siluman laknat itu," jawabku sambil menatap Dewi Rubah yang tengah bersiap untuk menyelesaikan kedua Siluman.

Dewi Rubah mengeluarkan mantra dan memindahkan kedua Siluman ke dimensi lain yang tidak dapat diakses oleh manusia. "Mereka akan mendapatkan hukuman sesuai perbuatan mereka di sana."

Dewi Rubah tampak tenang setelah berhasil memindahkan kedua Siluman. Dia kemudian mendekati kami yang tengah merawat Rangga.

"Terima kasih, Dewi Rubah. Tanpa bantuanmu, kami tidak akan bisa menyelesaikan ini," ucapku penuh rasa syukur.

Dewi Rubah tersenyum, "Kalian telah membuktikan bahwa keberanian dan tekad dapat mengatasi bahkan kekuatan supernatural. Kalian adalah pilihan yang tepat untuk menghadapi mereka."

Kami bahu-membahu merawat Rangga yang masih tidak sadarkan diri. Dewi Rubah dengan lembut menyentuh dahinya, dan tiba-tiba Rangga membuka mata dengan perlahan.

"Jangan gerak dulu, bro. Lu masih lemah," tegur Wijaya kepada Rangga.

"Putra, ingatlah untuk menyisakan waktu mulai malam besok untuk pengajaranku. Tidak peduli apa alasanmu, aku tidak akan mentolerir apapun. Ingatlah dengan janjimu," ucap Dewi Rubah yang kemudian dia berbalik.

Aku mulai menggaruk kepalaku, sambil tertawa konyol. "Jangan khawatir, Dewi. Mulai besok akan aku pastikan untuk menerima pengajaran darimu."

"Baguslah kalau begitu," ucapnya lalu menatap ke atas awan. "Aku akan kembali, namun besok malam, akan aku jemput dirimu." Dewi Rubah kemudian menghilang dengan cahaya samar, meninggalkan kami dalam suasana yang damai.

Aku tersenyum dengan semua ini, namun mendadak temanku menatapku dengan perasaan iri. "Beruntung banget lo sumpah, ampe dapet ajaran dari si Cantik seperti Dewi Rubah," cibir David cemburu..

"Tenang aja lu, David. Bakal gue akan sharing ilmunya pada elu semua," ejekku sambil tertawa.

"Ya ampun, gak sabar nunggu malam nanti!" celetuk Wijaya dengan mata berbinar-binar. "Buat balapan lagi," lanjutnya yang kami tertawa mendengarnya.

"Yah, tapi hanya untuk Malam ini doang besok gue udah siap menerima pengajaran," ucapku.

"Jangan lupa Sharing bro, apa aja yang Dewi Rubah ajarin ke elu sama perasaan elu ama dia," ledek Dian. "Sejak ketemu Dewi Rubah, elu selalu salah tingkah."

"Apanya yang salah tingkah? Gue biasa aja," jawabku mencoba pura-pura cuek sambil merahasiakan perasaanku pada Dewi Rubah. "Yuk balik ke rumah gue. Kita pesta buat rayain kemenangan kita. Bisa ngibulin Siluman sekaligus ngalahin mereka, termasuk pencapaian luar biasa, loh!"

Tapi teman-temanku tidak terkecoh, mereka tersenyum-senyum dengan jelas mengetahui bahwa ada sesuatu di balik ketenanganku.

Rangga yang tadinya hanya diam, kini terlihat sangat bersyukur, akhirnya bisa lepas dari jeratan Siluman itu. Saat malam itu, dia tidak menyangka terseret oleh Siluman itu dan ngerasain tidak ada harapan.

"Gas pesta, beli Pizza dan Coca-cola. Putra yang traktir," ucap Seno seenak jidat begitu saja, membuatku kesal.

Kami segera kembali dari Kuburan Cina dan di sana ditemukan suasana tidak lagi menakutkan seperti sebelumnya. Semuanya telah berakhir dan aku bersama semua temanku sebagai geng motor kini lebih aman menikmati situasi jalanan.

"Kota ini geng motor atau Tim SAR, sih? Udah dua kali kita nyari orang Hilang, kek bukan geng Motor aja, kita," ucap Dian mengingat semua perjalanan hidup kami baru-baru ini.

"Keduanya," ucapku sambil meraih helm dan menaiki motor serta melakukan Starter.

Tidak aku sadari, Dewi Rubah memandang kami dari kejauhan. Senyuman indahnya terukir di sudut bibirnya, jika seseorang melihatnya, dia pasti akan terpana "Putra, kau memang berbeda dari orang lainnya," ucapnya.

Akhirnya, kami pulang dengan perasaan lega dan penuh syukur. Semua perjuangan dan rintangan akhirnya terlewati. Setibanya di rumah, kami merayakan kemenangan kami dengan penuh sukacita.

Pesta kecil di rumahku menjadi momen yang menyenangkan. Pizza, Coca-cola, tawa, dan cerita-cerita lucu mengisi kegiatan Sore kami. Rangga, yang sudah pulih sepenuhnya, ikut merayakan kemenangan bersama kami.

"Minum, bro!" ucap David sambil mengangkat gelas Coca-cola.

"Jangan kebanyakan minum, entar elu mabok. Putra juga yang repot," cibir seno yang membuat semua orang tertawa.

"Ini Cola, bukan Bir, kocak! Mana bisa bikin mabok!" gerutu David kesal

"Ntar malam jadi balapan? Sebagai ucapan perpisahan kita karena si Putra udah ga bisa lagi nimbrung malem-malem bareng, soalnya bakal diajak kencan sama Dewi Rubah. Benar gak, put" tanya Dian kepadaku yang membuat semua orang kembali meledak dengan tawa.

"Iya-iya, cibir aja gue terus ampe kenyang," ucapku kesal. "Gue cuma belajar ama dia doang, elu katakan kencan. Iri bilang, boss!"

"Btw, Rangga, dimana perasaan elu pas dibawa siluman itu?" tanya Wijaya penasaran.

"Buruk banget rasanya, sumpah. Gue ga bisa ngejelasinnya kek gimana, dah. Rasanya tuh, ga ada harapan buat bisa keluar," cerita Rangga.

"Makanya kalo udah di larang jangan balapan, jangan dilanggar," ucap David. "Untung calon bini Putra bantu tuh.

Mendengar ucapan David sontak membuatku bersemu merah, segera aku tutupi dengan perasaan marah. Aku gerakkan tanganku untik menjitak kepalanya. "Calon bini kepalamu! Dia itu Dewi dan gue cuma manusia biasa," jawabku kesal.bercampur malu.

Tawa riuh kembali menggema di antara kami. Meskipun telah melewati situasi yang sulit, kami bisa tertawa bersama. Kebersamaan ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Episode 1. Bermula di Hutan terlarang
2 Episode 2. Dia itu Siluman Rubah?
3 Episode 3. Perubahan Besar pada Geng
4 Episode 4. Pijatan 'Tradisional' yang 'menyakitkan'
5 Episode 5. Lagi-lagi Rekan "menghilang!"
6 Episode 6. Sebuah petunjuk
7 Episode 7. Aku terikat dengannya?
8 Episode 8. Membuka Meridian
9 Episode 9. Kebimbangan
10 Episode 10. Keputusan
11 Episode 11. Rencana
12 Episode 12. Persiapan
13 Episode 13. Kejutan
14 Episode 14. Kemenangan
15 Episode 15. Berlatih sampai Tewas
16 Episode 16. Sampai pingsan
17 Episode 17. Misteri di balik sakit yang ibu derita.
18 Episode 18. ini Ulah Dukun yang lebih sakti daripada saya
19 Episode 19. Takdir membantuku
20 Episode 20. Terserang
21 Arc 1 telah Dimulai : Sang Pemburu
22 Episode 21. Pembantu baru?
23 Episode 22. Mereka memiliki Aura
24 Episode 23. Ilmu kanuragan
25 Episode 24. Mempelajari Kanuragan
26 Episode 25. perseteruan
27 Episode 26. Tantangan
28 Episode 27. Kemenangan
29 Episode 28. Purnama
30 Episode 29. Cara menghadapi Wanita?
31 Episode 30. Tentang Pernikahan Manusia-Dewi
32 Pengumuman: Perlambatan Update!
33 Episode 31. Contoh nyata dari Sang Dewi Naga
34 Episode 32. Aura yang tidak hilang? Kita kedatangan tamu tidak Diundang!
35 Episode 33. Dewi Kelinci
36 Episode 34. Rumah Kosong
37 Episode 35. Serangan Aura Pembunuh
38 Episode 36. Pengumpulan Sekutu
39 Episode 37. Perang di Dimensi
40 Episode 38. Puncak Serbuan ke Bangunan tua
41 Episode 39. Ocehan tiga dewi
42 Episode 40. Pesta kemenangan
43 Episode 41. Serangan lagi?
44 Episode 42. Jebakan?
45 Episode 43. Istana bulan
46 Episode 44. Kitab bulan permata Sutasoma
47 Episode 45. ternyata ada 3 jenis dewi Rubah?
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Episode 1. Bermula di Hutan terlarang
2
Episode 2. Dia itu Siluman Rubah?
3
Episode 3. Perubahan Besar pada Geng
4
Episode 4. Pijatan 'Tradisional' yang 'menyakitkan'
5
Episode 5. Lagi-lagi Rekan "menghilang!"
6
Episode 6. Sebuah petunjuk
7
Episode 7. Aku terikat dengannya?
8
Episode 8. Membuka Meridian
9
Episode 9. Kebimbangan
10
Episode 10. Keputusan
11
Episode 11. Rencana
12
Episode 12. Persiapan
13
Episode 13. Kejutan
14
Episode 14. Kemenangan
15
Episode 15. Berlatih sampai Tewas
16
Episode 16. Sampai pingsan
17
Episode 17. Misteri di balik sakit yang ibu derita.
18
Episode 18. ini Ulah Dukun yang lebih sakti daripada saya
19
Episode 19. Takdir membantuku
20
Episode 20. Terserang
21
Arc 1 telah Dimulai : Sang Pemburu
22
Episode 21. Pembantu baru?
23
Episode 22. Mereka memiliki Aura
24
Episode 23. Ilmu kanuragan
25
Episode 24. Mempelajari Kanuragan
26
Episode 25. perseteruan
27
Episode 26. Tantangan
28
Episode 27. Kemenangan
29
Episode 28. Purnama
30
Episode 29. Cara menghadapi Wanita?
31
Episode 30. Tentang Pernikahan Manusia-Dewi
32
Pengumuman: Perlambatan Update!
33
Episode 31. Contoh nyata dari Sang Dewi Naga
34
Episode 32. Aura yang tidak hilang? Kita kedatangan tamu tidak Diundang!
35
Episode 33. Dewi Kelinci
36
Episode 34. Rumah Kosong
37
Episode 35. Serangan Aura Pembunuh
38
Episode 36. Pengumpulan Sekutu
39
Episode 37. Perang di Dimensi
40
Episode 38. Puncak Serbuan ke Bangunan tua
41
Episode 39. Ocehan tiga dewi
42
Episode 40. Pesta kemenangan
43
Episode 41. Serangan lagi?
44
Episode 42. Jebakan?
45
Episode 43. Istana bulan
46
Episode 44. Kitab bulan permata Sutasoma
47
Episode 45. ternyata ada 3 jenis dewi Rubah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!