Episode 12. Persiapan

Aku kembali melangkah meninggalkan gua Dewi Rubah, menyusuri jalan yang sama dengan perasaan yang lebih lega karena Dewi Rubah bersedia membantuku. Saat itu, teman-temannya yang khawatir sudah terlihat mulai hendak memasuki Hutan ini, membuatku berseru. "Hey, gue balik!"

Semua temanku tercengang saat melihatku, seolah mereka seperti melihat sesuatu. "Ada apa?" tanyaku kebingungan, lalu celingak-celinguk ke kiri maupun ke kanan.

"Enggak-enggak! Engga ada apa-apa," ucap Wijaya sambil menggelengkan kepalanya. "Btw, elu ngapain matiin hpnya, Tolol!"

"Hp gw mendadak matot, ngegas amat lu jadi orang," ucapku kesal.

Segera aku keluarkan Ponselku dan aku coba hidupkan kembali, akhirnya, Ponselku akhirnya menyala lagi, namun sesuatu yang aneh terjadi saat aku mencoba mengaktifkan kembali GPS di ponselku. Layar ponsel terlihat berkedip-kedip dan mencoba untuk mendapatkan sinyal.

"Ada masalah dengan ponsel elu?" tanya David sambil menatap Ponselku.

"Iya, sepertinya ada masalah teknis. GPS-nya nggak bisa diaktifkan," jawabku kesal

"Dasar, ponsel tiba-tiba rusak. Itu baru beli kemarin, loh. Sudah aku bilang, belilah merk Redmi atau XiaoMi, eh elu malah beli Poco," cibir Dian yang membuatku segera menjitak kepalanya.

"Terserah gw lah, kocak!"gerutuku kesal.

"Coba restart dulu, mungkin bisa bantu," usul Wijaya.

Aku mencoba mematikan dan menyalakan kembali ponselku, tetapi tetap saja tidak ada perubahan. Perangkat ini benar-benar mengecewakan sekali. Untung saja misi sudah selesai.

"Dipalu aja HP nya bro, lalu beli yang baru. Ngapain sih, elu beli poco?" gerutu Wijaya kesal kepadaku karena bukannya balik dari sini, malah sibuk mengurus ponsel. "Nanti aja urusannya itu. Sekarang kita harus kembali ke Desa Sarantika dan beristirahat. Besok kita lanjutkan misinya."

Aku setuju dengan saran Wijaya. Memperbaiki ponsel di sini bukanlah ide yang baik, dan istirahat juga sangat diperlukan mengingat besok kami akan menyusuri hutan dan berhadapan dengan siluman Kelelawar dan Laba-laba.

Kami berjalan kembali menuju Desa Sarantika dengan langkah hati-hati, tetap waspada terhadap sekeliling. Tidak ada lagi kejadian aneh seperti sebelumnya, dan suasana desa nampaknya kembali normal. Kami memilih penginapan yang sama untuk menginap.

Pemilik penginapan mendadak menatapku senam begitu aneh. Dia menatapku naik turun sebelum kembali menyapa kami begitu ramah. Karena ini sudah terlalu malam, aku tidak bisa banyak bertanya soal itu.

"Besok pagi kita bersiap-siap, ya. Target kita adalah hutan di sebelah barat Kuburan Cina. Besok kita gas balapan ke kota dulu," ucapku memimpin rapat singkat sebelum kami bubar ke kamar masing-masing.

Aku terus merenung di kamarku. Terlepas dari segala kejadian yang aneh, aku merasa yakin bahwa Dewi Rubah dan Keris Pangeraksa Jiwa akan membantu kami menghadapi siluman Kelelawar dan Laba-laba.

*******************************************

Pagi hari, kami sudah bersiap untuk kembali ke kota, lebih tepatnya menuju ke Kuburan Cina yang letaknya tidak jauh dari sekolah kami. Namun, sebagai anak motor yang menganggap jalanan cuma milik kami, seperti biasanya kita mulai berulah lagi. Di jalanan ini seolah menjadi tempat yang bagus untuk ugal-ugalan lagi seperti dulu dan tololnya ini dilakukan di pagi hari, seolah ga takut dikejar polisi

"Udah lama ga balapan lagi, kita." ucapku sembari memacu gas, menyalip temanku. "Cemen lu bro!" ucapku kepadanya sambil memberikan jempol kebalik.

"Wah, nantangin elu!" teriak temanku yang kemudian balik menyalip. Jalanan desa yang biasanya sepi jadi terdengar sangat bising karena ulah kami. Biasa lah, jiwa anak muda si paling geng Motor.

"Gas poll, guys! Kita rebut juara!" seru David, memacu motornya dengan semangat. Aroma bensin bercampur dengan semilir angin pagi, menciptakan suasana yang begitu khas.

"Bro, waspada ama Polisi ntar," ucap Wijaya yang membuat kami semua tertawa.

Dua jam telah berlalu. Akhirnya kami tiba di rumahku di kota seperti biasa. Masalahnya, perut kami sudah keroncongon, untung saja sempat mampir warung sebelah buat beli nasi bungkus.

Disinilah kami akan rapat lagi, membicarakan soal Rencana yang akan dijalankan. Semua orang kini tengah makan bersama sambil membicarakan sesuatu yang menjadi pokok dari rencana kami

Sambil menikmati nasi bungkus, kami duduk bersama dan memulai rapat kecil. "Jadi, kita harus fokus pada rencana kita untuk menyelamatkan Rangga dan menghadapi siluman Kelelawar dan Laba-laba di hutan barat Kuburan Cina. Dewi Rubah bilang bahwa itu adalah lokasi persembunyian mereka. Ntar siang kalo matahari udah begitu tinggi, kita gas ke Hutan larangan. Saat itu adalah titik rentan mereka," ucapku serius.

"Lalu rencana Sang Dewi Rubah gimana?" tanya Dian merasa penasaran.

"Rencananya begini..." Aku mulai menceritakan rencana Sang Dewi Rubah yang ternyata, mereka semua malah tidak mengerti.

"Maksudnya gimana, bro? Lu masuk ke tengah hutan lalu gimana-gimana?" tanya Seno ngawur.

"Ngerti gak sih kalian?" tanyaku terheran.

"Kaga," jawab mereka kompak, membuatku ingin sekali menjitak kepala mereka semua. "Masa cuma gue doang yang ngerti?" tanyaku kesal

Walaupun teman-temanmu tampak bingung dengan rencana Dewi Rubah, aku tetap menjelaskan dengan sabar dan rinci. Setelah mendiskusikan lebih lanjut, akhirnya mereka mulai memahami rencana yang akan dijalankan.

"Intinya, kita perlu fokus dan tetap waspada. Dewi Rubah akan membantu kita menghadapi siluman Kelelawar dan Laba-laba, dan kita harus bersiap mengikuti petunjuknya," tambahku

"Aku paham. Tugas kita sebagai pancingan doang, sisanya biar dewi Rubah yang urus, gitu kan?" tanya Dian. "Sudahlah bro, akui aja gue paling cerdas."

"Iya-iya. Syukurlah elu ngerti," jawabku dengan nada malas.

"Lalu, gimana perasaan elu pas ketemu dia?" tanya David yang membuatku kembali teringat kemarin malam.

Perasaanku masih campur aduk. Mengingat Dewi Rubah kemarin malam, terutama saat dia memelukku, membuatku merasa antara malu dan terkesan. Aku mencoba menyembunyikan rasa gugup itu dari teman-temanku.

"Hmm, biasa aja sih. Kan cuma Dewi, bukan apa-apa," ucapku mencoba meremehkan.

"Yakin tuh? Aku lihat elu kayaknya agak gugup gitu," goda David.

"Aduh, bercanda aja lu pada. Kita fokus ke misi aja, gak usah ngomongin Dewi Rubah terus," seruku, berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Bro, coba lihat bentuk Keris Pangeraksa Jiwa-nya. Penasaran gue," ucap David.

Aku mulai merasa ragu untuk mencabut Keris itu, mengingat Dewi Rubah telah memperingatkanku agar tidak menggunakannya saat ini karena aku masih lemah, membuatku merasa ragu untuk mencabutnya.

Aku dengar bahwa Keris Pangeraksa Jiwa itu sangat berbahaya jika dipegang oleh anak biasa. Minimal, kekuatan Jiwa mereka harus kuat hanya sekedar untuk mencabut Senjata itu dari sarungnya dan lebih parah lagi, kekuatan Keris Pangeraksa Jiwa sangatlah berbahaya.

Aku memberikan pandangan ragu pada teman-temanku. "Mungkin lebih baik tidak mencoba mencabutnya sekarang. Dewi Rubah sudah memperingatkan bahwa aku belum cukup kuat untuk mengendalikan kekuatannya," kataku berhati-hati.

"Emang berbahaya ya?" tanya Wijaya dengan wajah serius.

Aku mengangguk, "Iya, menurut Dewi Rubah, Keris Pangeraksa Jiwa ini memiliki kekuatan magis yang sangat besar. Kalau tidak dipegang oleh orang yang tepat, bisa menimbulkan masalah."

Episodes
1 Episode 1. Bermula di Hutan terlarang
2 Episode 2. Dia itu Siluman Rubah?
3 Episode 3. Perubahan Besar pada Geng
4 Episode 4. Pijatan 'Tradisional' yang 'menyakitkan'
5 Episode 5. Lagi-lagi Rekan "menghilang!"
6 Episode 6. Sebuah petunjuk
7 Episode 7. Aku terikat dengannya?
8 Episode 8. Membuka Meridian
9 Episode 9. Kebimbangan
10 Episode 10. Keputusan
11 Episode 11. Rencana
12 Episode 12. Persiapan
13 Episode 13. Kejutan
14 Episode 14. Kemenangan
15 Episode 15. Berlatih sampai Tewas
16 Episode 16. Sampai pingsan
17 Episode 17. Misteri di balik sakit yang ibu derita.
18 Episode 18. ini Ulah Dukun yang lebih sakti daripada saya
19 Episode 19. Takdir membantuku
20 Episode 20. Terserang
21 Arc 1 telah Dimulai : Sang Pemburu
22 Episode 21. Pembantu baru?
23 Episode 22. Mereka memiliki Aura
24 Episode 23. Ilmu kanuragan
25 Episode 24. Mempelajari Kanuragan
26 Episode 25. perseteruan
27 Episode 26. Tantangan
28 Episode 27. Kemenangan
29 Episode 28. Purnama
30 Episode 29. Cara menghadapi Wanita?
31 Episode 30. Tentang Pernikahan Manusia-Dewi
32 Pengumuman: Perlambatan Update!
33 Episode 31. Contoh nyata dari Sang Dewi Naga
34 Episode 32. Aura yang tidak hilang? Kita kedatangan tamu tidak Diundang!
35 Episode 33. Dewi Kelinci
36 Episode 34. Rumah Kosong
37 Episode 35. Serangan Aura Pembunuh
38 Episode 36. Pengumpulan Sekutu
39 Episode 37. Perang di Dimensi
40 Episode 38. Puncak Serbuan ke Bangunan tua
41 Episode 39. Ocehan tiga dewi
42 Episode 40. Pesta kemenangan
43 Episode 41. Serangan lagi?
44 Episode 42. Jebakan?
45 Episode 43. Istana bulan
46 Episode 44. Kitab bulan permata Sutasoma
47 Episode 45. ternyata ada 3 jenis dewi Rubah?
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Episode 1. Bermula di Hutan terlarang
2
Episode 2. Dia itu Siluman Rubah?
3
Episode 3. Perubahan Besar pada Geng
4
Episode 4. Pijatan 'Tradisional' yang 'menyakitkan'
5
Episode 5. Lagi-lagi Rekan "menghilang!"
6
Episode 6. Sebuah petunjuk
7
Episode 7. Aku terikat dengannya?
8
Episode 8. Membuka Meridian
9
Episode 9. Kebimbangan
10
Episode 10. Keputusan
11
Episode 11. Rencana
12
Episode 12. Persiapan
13
Episode 13. Kejutan
14
Episode 14. Kemenangan
15
Episode 15. Berlatih sampai Tewas
16
Episode 16. Sampai pingsan
17
Episode 17. Misteri di balik sakit yang ibu derita.
18
Episode 18. ini Ulah Dukun yang lebih sakti daripada saya
19
Episode 19. Takdir membantuku
20
Episode 20. Terserang
21
Arc 1 telah Dimulai : Sang Pemburu
22
Episode 21. Pembantu baru?
23
Episode 22. Mereka memiliki Aura
24
Episode 23. Ilmu kanuragan
25
Episode 24. Mempelajari Kanuragan
26
Episode 25. perseteruan
27
Episode 26. Tantangan
28
Episode 27. Kemenangan
29
Episode 28. Purnama
30
Episode 29. Cara menghadapi Wanita?
31
Episode 30. Tentang Pernikahan Manusia-Dewi
32
Pengumuman: Perlambatan Update!
33
Episode 31. Contoh nyata dari Sang Dewi Naga
34
Episode 32. Aura yang tidak hilang? Kita kedatangan tamu tidak Diundang!
35
Episode 33. Dewi Kelinci
36
Episode 34. Rumah Kosong
37
Episode 35. Serangan Aura Pembunuh
38
Episode 36. Pengumpulan Sekutu
39
Episode 37. Perang di Dimensi
40
Episode 38. Puncak Serbuan ke Bangunan tua
41
Episode 39. Ocehan tiga dewi
42
Episode 40. Pesta kemenangan
43
Episode 41. Serangan lagi?
44
Episode 42. Jebakan?
45
Episode 43. Istana bulan
46
Episode 44. Kitab bulan permata Sutasoma
47
Episode 45. ternyata ada 3 jenis dewi Rubah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!