"Bro, elu dimana sekarang? Gw udah keluar dan elu mending cepetan keluar dari hutan larangan! Semua geng kita udah keluar semua tinggal elu aja yang belum! Percaya ama gue, bro! Hutan itu beneran mistis! Oh, ya! Kalo ketemu gadis cantik, mending ga udah diladenin, bro! Fokus aja tujuan untuk keluar dari hutan itu, soalnya Dia itu Siluman!"
Begitulah yang aku dengar dari panggilan telepon si David yang membuatku terdiam sejenak, mencerna kata-kata David. "Siluman? Apa maksudmu? Kan siluman itu ga ada, Woy!" ucapku masih pada ponsel itu, masih sulit percaya dengan apa yang aku dengar. Namun, ponsel itu kembali mati total, membuatku geram bukan main.
Gadis cantik itu tiba-tiba langsung mendekap tubuhku dari belakang, sambil berbisik di telingaku dengan nada yang membuatku merinding. "Dia benar. Hutan ini memiliki makhluk-makhluk yang tak terduga. Aku adalah salah satunya," ungkapnya dengan tenang.
Hatiku berdegup kencang mendengar pengakuan gadis itu. Aku berusaha untuk tetap tenang meskipun kebingungan dan rasa takut mulai menyergap. "Apa maksudmu bahwa kau adalah salah satunya?" tanyaku dengan suara bergetar. Aku sudah dibekap olehnya dari belakang dan rasanya aku sudah masuk ke dalam jebakannya.
Mendadak, aku mulai melihat adanya ekor panjang yang membelai pipiku. Ekor ini terasa sangat lembut, namun justru membuatku semakin merasa merinding dan ketakutan. Itu tidak terlihat ada satu, melainkan ada sembilan. Jangan-jangan, dia adalah....
"Aku adalah siluman Rubah," jawab dia yang membuat nafasku tertahan. Tubuhku merasa merinding ketakutan, rasanya, aku berharap bahwa ini dalam mimpi. "Jangan takut, karena kau lebih baik daripada temanmu, membuatku ambil keputusan bahwa kau milikku!"
"A-apa?" Aku terbelalak kaget mendengar ini. Apa itu berarti, Siluman ini telah menargetkan dirinya? Sangat gawat! "Jangan ketakutan begitu. Aku dapat membaca pikiranmu, loh!"
"Lepaskan aku," pintaku dengan nada memohon. "Aku masih belum mau mati!"
"Tidak, kau adalah milikku, jadi aku akan melakukan apapun yang aku mau padamu," ucapnya yang terdengar manja. "Aku pikir, kau adalah lelaki menyebalkan, namun setelah menguji kau sedari tadi, kau itu ternyata baik dan polos juga. Aku suka itu!"
Sudah tidak ada harapan! Aku sudah tertipu olehnya. Aku terjebak dan harapanku sekarang hanyalah... Aku ingin pulang!
"Kau mau pulang?" tanya dia dengan nada manjanya. Walaupun begitu, rasanya, ini tidak akan membantuku untuk menurunkan rasa takut, dan putus asa ini.
Dalam kebingungan dan ketakutan, aku mencoba mencari cara untuk keluar dari situasi ini. Bahkan, aku sampai melupakan logat elu-gue di hadapannya. "Aku hanya ingin pulang, tolong lepaskan aku," pintaku lagi dengan suara penuh keputusasaan.
Gadis rubah itu melepaskan dekapannya dan berdiri di depanku. "Kau benar-benar polos, anak manusia. Aku akan membantumu pulang, tetapi ingatlah bahwa kita akan selalu terhubung, pikiran kita akan selalu terbuka satu sama lain."
Aku merasakan ekor rubah itu menyentuh dahiku sebentar, dan tiba-tiba, semuanya berubah. Aku merasa seperti diseret oleh kekuatan magis, dan dalam sekejap mata, kami berdua berada di pinggir hutan.
"Kau kembali di duniamu, anak manusia," ucap gadis rubah itu. "Tetapi ingatlah, kita telah terikat. Jangan lupakan aku."
Aku hanya bisa mengangguk, masih tercengang oleh pengalaman yang baru saja terjadi. Tanpa sepatah kata, gadis rubah itu lenyap ke dalam kegelapan hutan.
Aku segera menemui teman-temanku yang sudah menunggu di luar hutan. Mereka terkejut melihatku muncul begitu saja.
"Bro, elu gila, di mana elu tadi? Gue kira elu ga keluar lagi dari hutan ini" tanya David dengan wajah khawatir.
"Aku... gue baru saja keluar dan nemu pengalaman yang aneh," jawabku, memilih untuk merahasiakan perihal gadis rubah siluman.
"Elu ga ketemu Gadis cantik, kan?" tanya David yang dimana dia sendiri malah mengompol. Sangat memalukan.
"Uh... pernah liat, tapi gue abaikan karena elu yang beritahu. Memangnya dia siluman apa?" tanyaku yang malah tertarik pada pengalamannya. Apa yang telah Aku alami ini telah membuka mataku bahwa Siluman dan makhluk gaib itu beneran ada, hanya saja dia bersembunyi di dunianya.
"Dia siluman Rubah! Untung gue segera sadar, makanya saat dia ambil minuman, gue segera kabur!" ucap David.
Saat mendengar cerita David, aku merasa lega bahwa aku berhasil menghindari kejadian yang lebih rumit. Hati ini masih tercampur aduk, tetapi pengalaman di dalam hutan larangan mengajarkanku untuk lebih waspada terhadap hal-hal yang tak terduga.
"Sialan, untung lo cepat sadar, bro! Kita harus lebih hati-hati lagi ke depannya," kataku, mencoba menenangkan diri sendiri. Melihat David yang masih menahan malu, aku menambahkan, "Dan next time, jangan sampe dateng ke sini lagi, dah! Yang lainnya gimana?"
"Kita semua ngeliat hantu, makanya segera keluar dari Hutan ini," ucap para geng lainnya. "Ini semua karena sikampret David nih!"
David segera melotot kepada mereka tanda tidak terima. "Lah, malah nyalahin gue!"
Namun, reaksi temannya langsung nyolot. "Kalo bukan gegara elo yang masuk ke hutan ini, pasti kita-kita ga perlu repot-repot nyariin elu ke hutan larangan ini!"
"Udah-udah! Kita harus cepat pulang. Bahaya jika terus nimbrung di hutan ini!" ucapku melerai mereka.
Setelah kejadian itu, kami segera meninggalkan hutan larangan di desa ini dan pulang ke kota. Pengalaman mistis di dalam hutan menjadi pembelajaran berharga bagi kami semua. Meskipun awalnya tidak percaya, kini kami menyadari bahwa dunia ini masih menyimpan misteri yang sulit dijelaskan.
Pulang ke kota, suasana hati masih terasa berat. Pengalaman melihat gadis rubah siluman membuatku terus memikirkannya. Bagaimana mungkin hal seperti itu terjadi? Dan apa artinya bahwa kami "terikat"?
Dalam perjalanan pulang, David mencoba memberikan penjelasan tentang pengalaman mistisnya. "Gue yakin, ada kekuatan supranatural di hutan itu. Gue ga nyangka bakal ketemu siluman Rubah!"
"Ngeri juga ya, David! Ini semua gegara elu yang usil masuk hutan larangan," sahut salah satu anggota geng.
Aku langsung memandang ke jalanan sambil fokus mengendarai motor, merenung tentang kejadian di dalam hutan. Entah mengapa, rasa penasaran dan ketertarikan terhadap dunia mistis semakin tumbuh di dalam diriku.
Sampai di kota, kami berpisah dan setiap anggota geng motor pulang ke rumah masing-masing. Kejadian itu tetap membekas di pikiran kami, meninggalkan tanda tanya besar.
Malam itu, aku duduk sendirian di kamarku, mengingat kembali setiap detail peristiwa di hutan. "Apa yang sebenarnya terjadi? Dan mengapa aku merasa terhubung dengan gadis rubah itu?" pikirku dalam diam.
Aku mulai melihat jam, yang ternyata sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Aku putuskan untuk mulai memaksakan diri untuk tertidur walaupun sulit, namun semuanya menjadi berubah saat aku merasa seseorang memeluk tubuhku dari belakang.
Saat itu terjadi, kantuk langsung menyerang, memaksaku untuk segera tertidur tanpa tahu siapa yang telah memelukku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments