Episode 4. Pijatan 'Tradisional' yang 'menyakitkan'

Dalam keadaan gelap gulita, aku mencoba menjelaskan pada teman-teman, "Ini bukan rencana kita, dia muncul begitu saja," ucapku dengan nada cemas.

Teman-teman yang sebelumnya asyik bermain PS, kini merasakan ketegangan yang menguasai ruangan. "Gue rasa kita harus segera keluar dari sini," ujar Seno dengan suara gemetar.

Namun, selanjutnya malah tidak terdengar suara apapun lagi, seolah semuanya telah dibungkam, membuatku bingung sekaligus takut.

Situasi semakin tegang, dan perasaan ketidakpastian kembali menyelimuti. Aku segera mengambil Ponselku dan menghidupkan senter, lalu aku mendapati bahwa temanku semuanya malah tertidur pulas begitu cepat!

Lampu mendadak menyala kembali, dan terlihat mereka semua tengah tertidur lelap. Ini sangat tidak normal, melihat bagaimana tadi mereka terlihat energik, kini malah tertidur pulas seperti kelelahan.

Mendadak, tubuhku dipeluk dari belakang, yang segera aku tahu siapa pelakunya. Nyaliku seketika menciut begitu sang pelaku menggerakkan ekornya dan mengelus pipiku. Terasa seperti elusan kucing, namun dia adalah siluman yang membuatku ketakutan.

"Apa yang kau inginkan?" tanyaku kepada gadis siluman ini, yang malah membuat Siluman ini semakin menjadi-jadi dalam memeluknya.

"Jangan khawatir, Putra. Aku hanya ingin memberimu kenyamanan. Aku lihat dari kondisi fisikmu, sepertinya kau adalah lelaki yang mudah mati muda. Apa kau tidak tahu kalau sering begadang ditambah telat makan akan membuat tubuhmu akan lelah dengan cepat?" ujar gadis siluman dengan suara lembut, tetapi aku bisa merasakan kekuatan dalam kata-katanya.

Meskipun merasa takut, aku mencoba mempertahankan ketenangan. "Aku tidak perlu bantuanmu. Kenapa kau muncul tanpa pemberitahuan dan mengacaukan hidupku?"

"Hmm... Aku tidak suka kau menolak bantuan dariku. Jadi, aku akan memaksamu!" Tubuhku langsung dibopong begitu mudah olehnya, dan bagaimanapun aku meronta, aku tidak akan bisa lepas darinya.

"Lepaskan aku!" teriaknya menjerit saat melihat bagaimana dia dengan mudahnya membawaku keluar dari rumah ini.

"Akan aku lepaska kaun setelah kita tiba di hutan larangan!" ucapnya yang membuatku semakin ketakutan dan berusaha meronta, walaupun sia-sia saja.

Dalam keadaan tak berdaya, aku berusaha memahami situasi yang semakin rumit. Gadis rubah siluman ini tampaknya memiliki kekuatan yang sulit untuk ditandingi. Meskipun rasa takut melandaku, aku berusaha mempertahankan keberanian.

"Tolong, beri tahu aku apa yang kau inginkan. Kenapa kau harus membawaku ke tempat yang ingin aku jauhi?," ucapku dengan nada bercampur ketegangan.

"Sebenarnya aku akan memberikanmu pijatan di kaki dan jika aku melakukannya di rumahmu, mungkin saja temanmu akan segera terbangun akibat jeritanmu," jawabnya. "Tubuhmu bermasalah. Aku dapat melihat dengan jelas urat tubuhmu berposisi di tempat ysngbtudak seharusnya, jika dibiarkan akan merenggut umur kau sedikit demi sedikit."

Dalam keadaan tak berdaya, aku mencoba menenangkan diri sambil merenungkan kata-kata gadis rubah siluman. Meskipun cara dia menyampaikan kekhawatiran tentang kondisi fisikku terasa aneh, ada rasa kebaikan di balik kata-katanya.

"Aku tidak mengerti, mengapa kau peduli dengan kesehatanku?" tanyaku dengan kebingungan.

"Karena kau terikat denganku. Di suatu saat nanti, kau adalah tanganku untuk membantumu membereskan para siluman dan menariknya kembali dari hutan larangan," ucapnya yang akhirnya doa berhenti di dalam goa dan dia menurunkanku, namun dia segera mendorongku agar berbaring, lalu meraih kedua kakiku.

"Apa yang kau lakukan?" tanyaku ketakutan. Dia tidak akan mencabut kakiku, bukan?

Dia tersenyum, lalu mulai menekan telapak kakiku dengan jari tangannya. Entah mengapa, tubuhku langsung merespon dengan rasa sakit yang membuatku menjerit.

Rasa sakit menusuk memenuhi tubuhku, dan aku bergidik kesakitan. "Berhenti! Apa yang kau lakukan?" teriakku dengan putus asa.

"Ini hanyalah pijatan tradisional. Seharusnya pijatan ini tidak berpengaruh apa-apa pada kakimu jika dalam keadaan normal, namun sayangnya kondisimu tidak senormal itu. Tidak apa-apa, menjeritlah sekuat tenagamu karena tidak akan ada yang mendengarnya!" Dia terus memijat kakiku dan membuatku semakin menggelinjang karena kesakitan. Rasanya, tubuhku seperti terkena ribuan jarum oleh seseorang ahli tukang urut.

Di hutan larangan ini, aku terus menerus menjerit kesakitan hanya karena pijatannya itu. Aku sudah berupaya untuk melepaskan diri, namun dia mampu menahan tubuhku hanya dengan ekornya yang panjang itu. Hufft, sangat memalukan!

Sementara aku terus merasakan rasa sakit yang tak tertahankan, gadis rubah siluman itu tetap tenang melakukan pijatan yang katanya "tradisional." Kesakitan membuatku semakin lemas, dan kebingungan tentang tujuannya masih menyelimuti pikiranku.

"Apakah kau yakin ini bermanfaat?" tanyaku dengan suara tertekan, mencoba mencari pemahaman tentang proses aneh ini.

"Sakit yang kau rasakan sekarang adalah akibat dari ketidakseimbangan energi dalam tubuhmu. Pijatan ini membantu memulihkan aliran energi yang terganggu," jawabnya tanpa melepaskan pegangan dari kakiku.

Meskipun penjelasannya masuk akal, cara yang dipilihnya sangat menyakitkan. Aku merasakan sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Rasanya seolah tubuhku diuji hingga batasnya

"Kau tahu, hanya dengan menekan bagian urat ini, jika kau menjerit, itu berarti kau kurang tidur," ucapnya sambil memencet bagian telapak kakiku, yang seketika membuatku kembali menjerit.

"Dan dengan menekan bagian ini, jika kau menjerit, itu berarti kau selalu terlambat makan," ucapnya lagi sambil menekan bagian lainnya yang semakin membuat kau merintih kesakitan sampai hampir membuatku ingin menangis!

Rasa sakit itu terus berlanjut, dan aku merasa seperti sedang menjalani penyiksaan fisik. Setiap penjelasan dan tindakan gadis rubah siluman semakin membuatku bingung, apakah ini benar-benar membantu atau hanya menciptakan lebih banyak pertanyaan.

"Kau mungkin merasa aneh sekarang, tetapi ini adalah bagian dari proses penyembuhan. Tubuhmu membutuhkan keseimbangan energi," ucapnya dengan suara yang tetap tenang meski aku berusaha menahan rasa sakit.

Sementara aku mencoba menerima proses aneh ini, gadis rubah siluman tampak fokus pada tugasnya. Anehnya, rasa sakit mulai berkurang secara perlahan, dan tubuhku terasa lebih ringan.

"Rasakan perbedaannya. Ini adalah energi yang kau butuhkan untuk menghadapi takdir yang menantimu," kata gadis rubah sambil berucap, "ah, inilah sumber masalahnya. Mati kau!"

Dia menekan salah satu titik uratku, dan gelombang rasa sakit yang sangat kuat langsung menyerang ke tubuhku, membuat tubuhku semakin bergetar menahan rasa sakit.

Perlahan tapi pasti, rasa sakit itu mulai mereda. Gadis rubah siluman itu menghentikan pijatan dan tersenyum, seolah berhasil mengatasi masalah yang ada di kakiku.

Tubuhku terasa lemah, namun gadis rubah siluman membiarkan rasa sakit itu berlalu. Dia kemudian berkata, "Kau akan merasa lebih baik sekarang. Lakukan istirahat yang cukup dan jangan lupa makan dengan teratur. Kesehatanmu akan menjadi kunci peranmu di masa depan. Sepertinya diharapkan, teriakanmu itu sangat keras dan itu membuatku sangat bersemangat tadi."

Gadis Rubah ini mulai meraih tubuhku yang lemah, lalu membawanya pergi dari hutan larangan dan kembali ke rumahku. "Lain kali, aku akan membantumu membuka Meridian tubuhmu. Jadi, persiapkan dirimu, oke?" ucapnya dengan nada manja yang hanya bisa aku respon dengan mengangguk begitu lemah. Tubuhku ini terasa terlalu lemas hampir pada batasnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Episode 1. Bermula di Hutan terlarang
2 Episode 2. Dia itu Siluman Rubah?
3 Episode 3. Perubahan Besar pada Geng
4 Episode 4. Pijatan 'Tradisional' yang 'menyakitkan'
5 Episode 5. Lagi-lagi Rekan "menghilang!"
6 Episode 6. Sebuah petunjuk
7 Episode 7. Aku terikat dengannya?
8 Episode 8. Membuka Meridian
9 Episode 9. Kebimbangan
10 Episode 10. Keputusan
11 Episode 11. Rencana
12 Episode 12. Persiapan
13 Episode 13. Kejutan
14 Episode 14. Kemenangan
15 Episode 15. Berlatih sampai Tewas
16 Episode 16. Sampai pingsan
17 Episode 17. Misteri di balik sakit yang ibu derita.
18 Episode 18. ini Ulah Dukun yang lebih sakti daripada saya
19 Episode 19. Takdir membantuku
20 Episode 20. Terserang
21 Arc 1 telah Dimulai : Sang Pemburu
22 Episode 21. Pembantu baru?
23 Episode 22. Mereka memiliki Aura
24 Episode 23. Ilmu kanuragan
25 Episode 24. Mempelajari Kanuragan
26 Episode 25. perseteruan
27 Episode 26. Tantangan
28 Episode 27. Kemenangan
29 Episode 28. Purnama
30 Episode 29. Cara menghadapi Wanita?
31 Episode 30. Tentang Pernikahan Manusia-Dewi
32 Pengumuman: Perlambatan Update!
33 Episode 31. Contoh nyata dari Sang Dewi Naga
34 Episode 32. Aura yang tidak hilang? Kita kedatangan tamu tidak Diundang!
35 Episode 33. Dewi Kelinci
36 Episode 34. Rumah Kosong
37 Episode 35. Serangan Aura Pembunuh
38 Episode 36. Pengumpulan Sekutu
39 Episode 37. Perang di Dimensi
40 Episode 38. Puncak Serbuan ke Bangunan tua
41 Episode 39. Ocehan tiga dewi
42 Episode 40. Pesta kemenangan
43 Episode 41. Serangan lagi?
44 Episode 42. Jebakan?
45 Episode 43. Istana bulan
46 Episode 44. Kitab bulan permata Sutasoma
47 Episode 45. ternyata ada 3 jenis dewi Rubah?
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Episode 1. Bermula di Hutan terlarang
2
Episode 2. Dia itu Siluman Rubah?
3
Episode 3. Perubahan Besar pada Geng
4
Episode 4. Pijatan 'Tradisional' yang 'menyakitkan'
5
Episode 5. Lagi-lagi Rekan "menghilang!"
6
Episode 6. Sebuah petunjuk
7
Episode 7. Aku terikat dengannya?
8
Episode 8. Membuka Meridian
9
Episode 9. Kebimbangan
10
Episode 10. Keputusan
11
Episode 11. Rencana
12
Episode 12. Persiapan
13
Episode 13. Kejutan
14
Episode 14. Kemenangan
15
Episode 15. Berlatih sampai Tewas
16
Episode 16. Sampai pingsan
17
Episode 17. Misteri di balik sakit yang ibu derita.
18
Episode 18. ini Ulah Dukun yang lebih sakti daripada saya
19
Episode 19. Takdir membantuku
20
Episode 20. Terserang
21
Arc 1 telah Dimulai : Sang Pemburu
22
Episode 21. Pembantu baru?
23
Episode 22. Mereka memiliki Aura
24
Episode 23. Ilmu kanuragan
25
Episode 24. Mempelajari Kanuragan
26
Episode 25. perseteruan
27
Episode 26. Tantangan
28
Episode 27. Kemenangan
29
Episode 28. Purnama
30
Episode 29. Cara menghadapi Wanita?
31
Episode 30. Tentang Pernikahan Manusia-Dewi
32
Pengumuman: Perlambatan Update!
33
Episode 31. Contoh nyata dari Sang Dewi Naga
34
Episode 32. Aura yang tidak hilang? Kita kedatangan tamu tidak Diundang!
35
Episode 33. Dewi Kelinci
36
Episode 34. Rumah Kosong
37
Episode 35. Serangan Aura Pembunuh
38
Episode 36. Pengumpulan Sekutu
39
Episode 37. Perang di Dimensi
40
Episode 38. Puncak Serbuan ke Bangunan tua
41
Episode 39. Ocehan tiga dewi
42
Episode 40. Pesta kemenangan
43
Episode 41. Serangan lagi?
44
Episode 42. Jebakan?
45
Episode 43. Istana bulan
46
Episode 44. Kitab bulan permata Sutasoma
47
Episode 45. ternyata ada 3 jenis dewi Rubah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!