Hari pernikahan.

"Setidaknya menikahi gadis itu lebih baik dibandingkan harus menikah dengan anaknya om Danu." dalam hati Damar yang kini tengah fokus mengemudikan mobilnya kembali ke perusahaan.

Damar memang tidak ingin menikah dengan Mita mengingat ia pernah memergoki gadis itu dengan pakaian minim bahan di sebuah club malam, namun jika dibandingkan dengan anak dari pamannya, Damar lebih memilih menikah dengan Mita. Menurut Damar, jika ia memilih menikah dengan Mita setidaknya ia bisa mendominasi gadis itu, selain itu Mita pun tidak sedang mengandung seperti anak dari pamannya itu.

"Kenapa jalan hidupku harus sesulit ini ??." Damar tak dapat menutupi rasa Frustasinya akibat semua permasalahannya akibat permintaan ayahnya.

*

Tidak terasa waktu terus berlalu, hari pernikahan Damar dan Mita pun tiba. Pernikahan yang digelar secara sederhana tersebut dilangsungkan di kediaman orang tua Damar, mengingat saat ini Mita dan juga ibunya hanya tinggal di sebuah rumah kost kosan.

Tanpa sepengetahuan Damar ternyata ayahnya menyampaikan tentang kabar pernikahannya tersebut pada kedua sahabatnya yakni Hantara dan juga Riko, sehingga di pagi menjelang siang hari itu kedua sahabatnya tampak hadir di kediaman orang tuanya untuk menyaksikan ijab qobul yang akan di langsungkan beberapa saat lagi.

"Selamat bro, sebentar lagi kau akan segera melepas status perjaka tua yang selama ini melekat pada dirimu." seloroh Hantara ketika melihat sahabatnya itu yang kini terlihat tampan dengan stelan jas berwarna putih yang melekat pada tubuhnya.

"Dan ingat, Setelah menikah buang jauh jauh gelar Casanova yang selama ini melekat pada dirimu!!!." Riko yang hari itu juga turut menghadiri acara tersebut ikut menimpali.

Damar hanya mengulum senyum ketika mendengar pesan dari kedua sahabatnya itu.

"Sebuah pernikahan memang tidak selalu berjalan dengan mulus, apalagi pernikahan yang diawali dengan perjodohan. Tapi kau harus ingat, berawal dari perjodohan ataupun tidak sebagai seorang suami kau tetap berkewajiban untuk membahagiakan istrimu, agar tidak sampai terjadi penyesalan di dalam dirimu nantinya!!!." sebagai pria yang mengawali pernikahannya karena perjodohan tentu saja Riko pernah merasakan berbagai macam ujian di dalam pernikahan bersama sang istri, termasuk sebuah penyesalan. Itulah mengapa ia sedikit berpesan pada sahabatnya itu sebelum membina mahligai rumah tangga.

"Bagaimana bisa membahagiakannya jika aku tidak mencintainya???." kalimat itu terucap begitu saja dari mulut Damar sehingga membuat Hantara dan Riko sontak saling melempar pandangan.

"Belajarlah untuk mulai menerima kehadirannya, dengan begitu kau akan mulai membuka hati untuknya!!." Hantara pun kembali bersuara.

"Sepertinya Sampai kapanpun aku tidak akan bisa mencintai gadis itu." ungkap Damar.

Riko tersenyum mendengarnya. "Jangan terlalu percaya diri !!! Mungkin saat ini kau bisa bicara seperti itu, tapi ingat tuhan maha membolak-balikkan hati manusia bisa jadi suatu hari nanti justru kau yang tergila-gila pada istrimu." ujar Riko.

Percakapannya di antar ketiganya akhirnya terhenti sebab waktu untuk melaksanakan ijab qobul bagi Damar sudah tiba.

Di hadapan penghulu baru saja Damar mengucapkan kalimat sakral yang membuat para saksi dan juga anggota keluarga yang hadir di hari pernikahannya itu kompak bersorak.

Sah.

Sah.

Sah.

Suara sah yang bergema di ruangan tersebut masih dapat didengar oleh Mita yang kini berada di kamar pengantin. Entah perasaan apa yang kini di rasakan Mita yang jelas air matanya luruh begitu saja membasahi pipi.

"Apa yang membuatmu menangis??? Apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini, nak???." Bu Romlah yang sejak tadi menemani putrinya di kamar tampak mengusap lembut punggung putrinya.

Merasakan usapan lembut ibunya membuat Mita sontak mengusap air mata di pipinya, lalu kemudian mengukir senyum di wajahnya.

"Mita bahagia Bu, hanya saja Mita teringat Ayah, Bu." Mita berdalih teringat akan sosok ayahnya sehingga membuatnya menangis.

"Jangan menangis nak, jika ayah ada di sini dia pasti sangat bahagia melihatmu menikah." untungnya Mita berhasil meyakinkan ibunya.

Percakapan di antara Mita dan ibunya akhirnya terhenti setelah kedatangan ibunya Damar yang hendak menjemput menantunya itu untuk segera turun ke lantai bawah menemui suaminya.

Dengan di apit oleh ibunya dan juga ibu mertuanya, Mita terlihat menuruni anak tangga dan kedatangannya itu pun sontak menjadi pusat perhatian, kecuali Damar. Bagi Damar secantik apapun istrinya, tetaplah mantan wanita malam pemuas h*srat pria hidung belang di luar sana.

"Aku tidak yakin jika Damar tidak akan jatuh cinta pada istrinya." komentar Riko setelah melihat kecantikan wajah Mita.

"Sama, aku juga tak yakin." Hantara yang duduk di sisi kanan Riko itu pun turut berkomentar.

Tidak terasa hampir semua prosesi acara selesai dan semua anggota keluarga serta tamu yang hadir telah meninggalkan kediaman orang tua Damar.

"Damar istrimu pasti lelah nak, ajaklah dia beristirahat di kamar kalian!!!." kata ayah Anggara pada Damar.

"Baik pah." sebenarnya Damar malas melakukan perintah dari ayahnya itu, namun dengan terpaksa ia pun mengiyakannya.

Kini Damar dan juga Mita beranjak ke kamar milik Damar yang telah di sulap dengan dekorasi pengantin baru.

Damar menghembus napas bebas di udara kala melihat nuansa Kamarnya yang kini kental dengan nuansa pengantin baru.

"Masuklah, aku tidak akan menggigitmu!!! kesal Damar ketika Mita masih berdiri mematung di ambang pintu.

Tanpa merespon ucapan Damar , Mita mulai mengayunkan langkahnya memasuki kamar milik Damar.

"Ada apa???." tanya Damar ketika melihat Mita seperti ingin mengatakan sesuatu.

"Tuan, apa untuk malam ini ibu saya boleh menginap di rumah ini??? Saya janji hanya untuk malam ini saja, besok saya akan segera mencarikan kontrakan baru untuk ibu saya." pinta Mita.

"Terserah, lakukan saja apa yang ingin kau lakukan selagi tidak menggangu ketenanganku!!! lagi pula ini bukan rumahku tapi rumah orang tuaku Jadi tidak perlu meminta izin padaku!!." cetus Damar tanpa menoleh pada lawan bicaranya.

"Terima kasih, tuan." akhirnya Mita bisa sedikit tenang karena ibunya boleh menginap untuk malam ini.

*

"Ibu merasa sungkan menginap di rumah ini, rasanya ibu tak pantas tinggal di rumah mewah seperti ini. Apa tidak sebaiknya kamu antarkan saja ibu kembali ke kost kosan kita, nak???." ungkap Bu Romlah merasa sungkan meski besannya sama sekali tidak keberatan dengan keberadaannya di rumah itu, justru ibunya Damar meminta Bu Romlah untuk tinggal bersama dengan mereka.

"Bu, besok saja ya....lagi pula sekarang sudah larut malam, selain itu kost kosan kita juga jaraknya terlalu jauh, besok Mita akan mencari kontrakan yang baru untuk ibu." Mita berusaha meyakinkan ibunya.

"Baiklah." sahut ibunya.

"Sekarang sebaiknya kamu segera kembali ke kamar, suami kamu pasti menunggu!!!." lanjut ucap Bu Romlah pada Mita.

"Baik Bu." sebenarnya Mita ingin sekali tidur di kamar tamu bersama dengan ibunya, namun hal itu tidak ia lakukan demi menjaga perasaan mertuanya yang begitu baik pada ia dan juga ibunya. Mana mungkin sepasang suami istri tidur di kamar yang berbeda di saat malam pertama, dengan terpaksa Mita kembali ke kamar suaminya.

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

bahasanya bagus👍

2024-12-29

1

Helni Lewan

Helni Lewan

lanjut 👍

2024-02-16

0

Uthie

Uthie

nexxxttt

2023-12-24

1

lihat semua
Episodes
1 Situasi yang menuntut.
2 Mendapat Tatapan merendahkan dari seseorang.
3 Seakan mendapatkan angin segar.
4 Tudingan pedas Damar.
5 Perjanjian pernikahan.
6 Hari pernikahan.
7 Menolak bulan madu.
8 Mencari rumah kontrakan.
9 Mencoba menghindari.
10 Paramita Anindita.
11 Meminta Izin suami.
12 Di ketahui oleh Ayah mertua.
13 Akhir dari tudingan menyakitkan.
14 Rahasia papa Anggara.
15 Gugatan perceraian.
16 Dugaan ibu.
17 Mengandung.
18 Lamaran dokter Arjun.
19 Menerima lamaran Pria itu.
20 Bocah tampan.
21 Setelah empat tahun.
22 Saya adalah Ayahnya.
23 Dia, darah dagingku.
24 Ikatan batin antara ayah dan anak.
25 Tidak ingin terpengaruh.
26 Hasil pemeriksaan DNA.
27 Keinginan Farrel.
28 Pembuktian, karena kenyataannya dia adalah putraku.
29 Apa dia cemburu???
30 Kartu Ajaib pemberian Damar.
31 Kedatangan ibu mertua.
32 Om Om Aneh.
33 Menantu dari pemilik rumah sakit.
34 Ungkapan perasaan.
35 Ingin kembali bersama.
36 Keputusan Mita.
37 Menguji Damar.
38 Lembaran baru dalam kehidupan rumah tangga.
39 Kepergok berdua di kamar hotel.
40 Kepergok di kamar hotel.
41 Kembalinya wanita di masa lalu.
42 Mempertanyakan Mahar.
43 LAMARAN.
44 Mencari cincin pernikahan
45 Kedatangan Leana.
46 layaknya seekor anak kucing.
47 Pernikahan Arjun dan Anin.
48 Resepsi pernikahan Anin dan Arjun.
49 Resepsi pernikahan.
50 Beribadah bersama.
51 Dugaan Anin.
52 Keberangkatan Arjun ke Surabaya.
53 Jatuh hati.
54 Menetap di kota yang sama.
55 Villa 1.
56 Vila 2.
57 Datang bulan.
58 Bulan madu kilat yang Gatot.
59 Rumah sakit harapan bangsa.
60 Pulang bersama.
61 Hamil lagi.
62 Melakukan kewajiban.
63 Hama.
64 Mewakili pertanyaan.
65 Sikap posesif.
66 Akhirnya ketahuan juga.
67 Menjadi topik hangat.
68 Sedingin Freezer.
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Situasi yang menuntut.
2
Mendapat Tatapan merendahkan dari seseorang.
3
Seakan mendapatkan angin segar.
4
Tudingan pedas Damar.
5
Perjanjian pernikahan.
6
Hari pernikahan.
7
Menolak bulan madu.
8
Mencari rumah kontrakan.
9
Mencoba menghindari.
10
Paramita Anindita.
11
Meminta Izin suami.
12
Di ketahui oleh Ayah mertua.
13
Akhir dari tudingan menyakitkan.
14
Rahasia papa Anggara.
15
Gugatan perceraian.
16
Dugaan ibu.
17
Mengandung.
18
Lamaran dokter Arjun.
19
Menerima lamaran Pria itu.
20
Bocah tampan.
21
Setelah empat tahun.
22
Saya adalah Ayahnya.
23
Dia, darah dagingku.
24
Ikatan batin antara ayah dan anak.
25
Tidak ingin terpengaruh.
26
Hasil pemeriksaan DNA.
27
Keinginan Farrel.
28
Pembuktian, karena kenyataannya dia adalah putraku.
29
Apa dia cemburu???
30
Kartu Ajaib pemberian Damar.
31
Kedatangan ibu mertua.
32
Om Om Aneh.
33
Menantu dari pemilik rumah sakit.
34
Ungkapan perasaan.
35
Ingin kembali bersama.
36
Keputusan Mita.
37
Menguji Damar.
38
Lembaran baru dalam kehidupan rumah tangga.
39
Kepergok berdua di kamar hotel.
40
Kepergok di kamar hotel.
41
Kembalinya wanita di masa lalu.
42
Mempertanyakan Mahar.
43
LAMARAN.
44
Mencari cincin pernikahan
45
Kedatangan Leana.
46
layaknya seekor anak kucing.
47
Pernikahan Arjun dan Anin.
48
Resepsi pernikahan Anin dan Arjun.
49
Resepsi pernikahan.
50
Beribadah bersama.
51
Dugaan Anin.
52
Keberangkatan Arjun ke Surabaya.
53
Jatuh hati.
54
Menetap di kota yang sama.
55
Villa 1.
56
Vila 2.
57
Datang bulan.
58
Bulan madu kilat yang Gatot.
59
Rumah sakit harapan bangsa.
60
Pulang bersama.
61
Hamil lagi.
62
Melakukan kewajiban.
63
Hama.
64
Mewakili pertanyaan.
65
Sikap posesif.
66
Akhirnya ketahuan juga.
67
Menjadi topik hangat.
68
Sedingin Freezer.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!