Keesokan harinya, Damar yang baru saja terbangun dari tidurnya tampak memijat kepalanya yang terasa berdenyut akibat dari sisa reaksi minuman beralkohol yang ditenggaknya semalam.
"Kapan kamu akan bersikap lebih dewasa, Damar??? melihat kamu seperti ini membuat papa semakin yakin untuk mencarikan seorang gadis untukmu." perkataan ayahnya semakin membuat kepala Damar terasa berdenyut.
"Damar sama sekali belum berniat untuk menikah apalagi dengan gadis yang bukan pilihan Damar sendiri, pah." jawaban Damar membuat tatapan ayahnya sontak terhunus tajam padanya.
"Baiklah jika itu menjadi keputusan kamu, tapi kamu juga harus ingat dengan janji Kamu pada papa setahun yang lalu, jika kamu tidak bersedia menikah dengan gadis pilihan papa maka kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun harta papa."
"Tidak bisa begitu pah." Damar terlihat tidak terima dengan keputusan ayahnya.
"Setuju atau pun tidak, keputusan papa sudah bulat. dan pilihannya hanya ada dua, kamu bersedia menikah dengan gadis pilihan papa dengan begitu kamu mendapatkan hak atas perusahaan atau sebaliknya jika kamu menolak itu artinya kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun harta papa." usai mengatakan semua itu dihadapan putranya, tuan Anggara berlalu begitu saja meninggalkan kamar Damar.
Damar yang terlihat kesal itu pun lantas menjadikan bantal guling nya sebagai sasaran tinju.
*
Di rumah sakit.
Mita terlihat mondar mandir di depan kamar operasi untuk menunggui ibunya yang tengah berjuang di atas meja operasi.
Kurang lebih tiga jam akhirnya seorang dokter keluar dari kamar operasi.
"Bagaimana operasi ibu saya, dokter." Dr Atala yang pagi itu mengetuai tim dokter yang memberi tindakan operasi pada Bu Romlah lantas menyampaikan kabar baik pada Mita jika operasi ibunya berjalan dengan lancar tanpa satu hambatan yang berarti. Hanya tinggal menunggu hingga pasien siuman dari reaksi anastesi.
"Terima kasih tuhan." tak hentinya Mita bersyukur karena saat ini ibunya telah berhasil mendapatkan tindakan operasi.
"Terima kasih banyak dokter." tak lupa Mita pun mengucapkan terima kasih pada Atala atas kerja kerasnya untuk menyelamatkan nyawa ibunya
"Tidak perlu berterima kasih karena itu sudah menjadi kewajiban bagi kami sebagai tim medis." sahut Atala dengan seulas senyum.
"Baiklah Kalau begitu saya permisi dulu, Nona." usai memberikan penjelasan tentang kondisi pasien Atala lantas pamit untuk kembali ke ruangan staf dokter.
Mita mengangguk mengiyakan.
*
Sudah dua hari pasca operasi dan kini kondisi Bu Romlah pun semakin membaik. kini ia bahkan sudah mulai bisa turun dari tempat tidur dengan sendirinya dan itu semakin membuat Mita bahagia melihatnya.
Melihat kondisi ibunya yang semakin membaik membuat Mita teringat akan sosok pria baik yakni tuan Anggara yang telah bersedia membayar biaya operasi ibunya. Jika bukan karena tuan Anggara mungkin saat ini ibunya belum mendapatkan tindakan operasi akibat terkendala dengan biaya.
"Terima kasih atas kebaikan anda, tuan Anggara. setelah ini saya akan segera memenuhi janji saya pada anda, tuan." lirih Mita dalam hati ketika melihat perkembangan ibunya yang terbilang cukup signifikan.
*
Malam harinya, Mita meminta izin pada ibunya untuk kembali ke kost kosan mereka sebentar dengan alasan ingin mengambil sesuatu dan ibunya mengiyakannya.
Setibanya di kos kosannya Mita segera membersihkan tubuhnya kemudian mulai membuka kopernya untuk mencari pakaian terbaik miliknya, karena malam ini ia akan memenuhi janjinya kepada tuan Anggara untuk bertemu dengan putranya.
Setelah selesai mengenakan pakaian lengkapnya Mita segera meraih tas selempangnya kemudian meninggalkan kost kosan miliknya menuju alamat sebuah restoran yang siang tadi diberikan oleh tuan Anggara padanya.
Dengan menumpangi taksi Online Mita pun kini telah tiba di alamat yang dituju. Setelah membayar ongkos taksi Mita lantas mengayunkan langkah memasuki pintu masuk utama restoran. dari ambang pintu Mita mencoba mencari keberadaan meja nomor sepuluh. Setelah beberapa saat menyapu pandangan ke dalam restoran kini arah pandang Mita berhasil menemukan meja nomor sepuluh, di mana ada seorang pria yang kini duduk dengan posisi membelakangi nya, pria yang ia yakini adalah putra dari tuan Anggara.
Setelah memantapkan hati Mita pun kembali melanjutkan langkahnya menuju meja nomor sepuluh.
"Selamat malam." mendengar suara seorang gadis Sontak mengalihkan pandangan pria itu dari layar ponselnya.
Deg.
"Anda???."
"Kau."
kedua bola mata Mita melebar dengan sempurna ketika melihat wajah pria yang tak lain adalah pria yang pernah di mengatai dirinya dengan kalimat tak menyenangkan di club, malam itu.
"Jangan bilang anda adalah putranya tuan Anggara." kata Anis yang merasa dunia begitu sempit sampai dia harus kembali bertemu dengan pria bermulut belati itu.
Mendengar kalimat Mita, Damar semakin yakin jika gadis itu adalah gadis yang dimaksud oleh ayahnya.
"Sepertinya papa tidak tahu gadis seperti apa sebenarnya kau ini sehingga papa ingin menikahkan ku denganmu." ucapan pedas Damar tak dapat di tepis oleh Mita mengingat di mana pertemuan mereka sebelumnya.
"Apa kau pikir aku ini pria bodoh yang mau menerima wanita bekas dari begitu banyak pria????."
Nyesek rasanya dada Mita mendengar tudingan Damar namun lagi lagi ia tak dapat menemukan kata-kata untuk menepis semua tudingan miring Damar padanya.
"Silahkan katakan apa saja yang ingin anda tuduhkan pada saya dan silahkan nilai saya sesuai dengan keinginan anda, tuan!! Dan jika anda ingin menolak perjodohan ini sebaiknya anda bicarakan langsung saja pada tuan Anggara. Saya permisi !!." kata Mita sebelum kemudian beranjak meninggalkan Damar yang terlihat menatapnya dengan tatapan bengis.
Tidak terima Mita meninggalkan dirinya begitu saja, Damar lantas menyusul langkah Mita dengan langkah lebarnya.
"Tunggu!!!."
Mita yang kini telah berada di pelataran restoran lantas menghentikan langkahnya ketika mendengar seruan dari Damar.
"Ada apa lagi, apa anda merasa belum puas menghina saya??." tutur Mita tanpa menoleh.
"Kenapa kau memintaku untuk membatalkan perjodohan ini, kenapa tidak kau saja yang memintanya pada papa???."
"Karena aku tidak bisa melakukannya, tuan, tuan Anggara sudah sangat baik pada saya dan saya tidak ingin sampai membuatnya kecewa." setelah mengungkapkan itu semua Mita pun kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Damar yang kini menatapnya dengan tatapan penuh kesal.
"Sial." Damar melayangkan tinjunya ke udara akibat kesal.
Dengan perasaan kesal sekaligus marah Damar segera beranjak ke arah mobilnya yang terparkir, dengan kecepatan di atas rata-rata Damar mulai melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.
Setibanya di rumah tujuan utama Damar adalah menemui ayahnya.
"Ada apa ini???." dahi tuan Anggara terlihat berkerut bingung ketika melihat putranya kembali dengan Kondisi kesal, bahkan Damar Sampai tidak mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang kerjanya.
"Apa maksud papa dengan menjodohkan Damar dengan wanita malam sepertinya, pah???." meski kesal namun tidak membuat Damar sampai bertindak kurang ajar pada ayahnya.
"Jangan sembarangan bicara kamu, Damar!!!." bentak ayahnya seakan tak suka mendengar putranya menghina gadis sebaik Mita. sebagai Dirut rumah sakit tentunya tuan Anggara cukup mengenal sosok Mita dan menurutnya Mita adalah anak baik-baik, mungkin karena keputusasaannya membuat gadis itu sampai bertindak gegabah, akan tetapi tuan Anggara yakin jika Mita tidak seperti yang dituduhkan putranya.
"Damar tidak asal bicara pah, malam itu bahkan Damar melihatnya dengan mata kepala Damar sendiri. wanita itu berada di sebuah Club malam dengan pakaian minim bahan." Damar mengungkapkan apa yang dilihatnya pada ayahnya.
"Damar, belum tentu apa yang kamu lihat itu benar, nak, bisa jadi itu semua hanyalah sebuah kesalahpahaman saja." tuan Anggara mencoba meyakinkan putranya jika Mita tidak seperti yang ia pikirkan.
Tuan Anggara sangat yakin dengan ucapannya sebab malam itu salah seorang anak buahnya yang ia tugaskan untuk mencari keberadaan Damar tidak sengaja melihat Mita di marahi oleh pemilik club akibat menghajar salah satu tamu yang bertindak tidak sopan padanya. Menurut tuan Anggara, jika sekedar di sentuh saja Mita sampai mengamuk bahkan melayangkan tinjunya ke wajah pria itu, apa mungkin Mita mau melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.
Untuk mendukung karya recehku jangan lupa like, koment, vote, give, and subscribe ya sayang sayangku 😘😘😘😘😘 dan jangan lupa untuk memberikan ulasan 🥰🥰🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Helni Lewan
lanjut🙏
2024-02-16
2
Uthie
lanjut 💪
2023-12-24
0
Margareth Wakano
cerita nya bagus 😍🥰 di tunggu kelanjutan nya semangat 💪💪💪
2023-11-22
0