Mendapat Tatapan merendahkan dari seseorang.

Malam harinya.

Dengan menumpangi ojek online Mita menuju alamat yang baru saja di kirimkan Sari lewat pesan singkat melalui aplikasi hijau miliknya.

Dua puluh menit berada di atas ojek Online akhirnya Mita menemukan alamat kost kosan milik Sari.

"Ayo cepatlah!!! Aku bisa dapat teguran jika datang terlambat." kata Sari ketika Mita baru saja turun dari ojek Online.

"Iya ...iya...." dengan gerakan cepat Mita membayar ongkos Ojek online yang tadi ia tumpangi, sebelum kemudian naik ke atas motor matic yang dikendarai Sari.

Sari yang mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata membuat jantung Mita seperti ingin keluar dari tempatnya karena ketakutan.

Barulah Mita dapat menghela napas lega setelah mereka tiba di sebuah Club malam yang cukup terkenal di kota itu.

"Ayo masuk!!!." Ajak Sari ketika melihat Mita masih diam terpaku.

"Iy_Iya." suara Mita terdengar terbata.

Kelap kelip lampu yang begitu khas dengan sisi gelap dunia malam menyambut kedatangan Mita dan Sari di club malam tersebut. sejujurnya Mita merasa berat sekaligus takut melangkahkan kakinya memasuki tempat itu, namun demi menyelamatkan nyawa sang ibu tercinta Mita melawan semua rasa itu.

Kini Sari mengajak Mita untuk masuk ke dalam sebuah ruangan khusus yang berada di dalam club malam tersebut.

Mita tak langsung mengikuti langkah Sari memasuki ruangan itu, Mita cukup lama berdiri terpaku di ambang pintu seraya menyapu pandangan ke dalam ruangan.

"Masuklah !!!." kata Sari. sari bisa melihat raut wajah ketakutan di wajah Mita saat ini, raut wajah yang tidak jauh berbeda ketika pertama kali ia mendatangi tempat itu.

Mita menganggukkan kepalanya lalu kemudian melanjutkan langkahnya menyusul langkah Sari.

"Duduklah!!! Aku akan ke dalam sebentar untuk bertemu dengan bosku." pamit Sari. Di dalam ruangan yang cukup minim cahaya tersebut ternyata masih ada lagi ruangan pribadi di dalamnya.

Entah apa yang tengah di bicarakan Sari bersama bosnya di dalam sana Mita sendiri tidak tahu. Namun tak berselang lama, Sari tampak keluar dari ruangan tersebut bersama dengan seorang pria yang berpenampilan kemayu.

Pria itu menatap Mita dari ujung kaki hingga ujung rambut sehingga membuat Mita merasa tak nyaman dibuatnya.

"Siapa namamu dan berapa usiamu saat ini???." tanya pria berpenampilan kemayu tersebut pada Mita.

"Nama saya Mita Om dan usia saya saat ini dia puluh satu tahun."

Pria itu mendengus kesal ketika mendengar Mita memanggilnya dengan sebutan Om.

"Panggil Mami saja, Ta." saran Sari dan Mita pun mengangguk paham.

"Baiklah malam ini kamu sudah boleh mulai bekerja!!!." kata pria itu dengan khas kemayu nya.

Kini ia beralih memandang ke arah Sari "antarkan dia untuk mengganti pakaian udiknya ini!!." titahnya dan sari pun mengangguk paham.

*

"Ada apa denganmu??." tanya Sari ketika melihat Mita seperti tak nyaman dengan pakaian yang kini ia kenakan, pakaian yang menurut Mita sangatlah minim bahan. Atasan model satu jari serta panjang bawahannya hanya sebatas p*ha.

"Aku tahu kau pasti tidak nyaman berpakaian seperti ini, tapi percayalah itu hanya sementara saja setelahnya kau pasti akan terbiasa." kata Sari seakan paham dengan apa yang ada di benak Mita saat ini.

Sejujurnya Dari juga tidak tega melihat Mita mengenakan pakaian serba minim seperti ini mengingat Mita tidak pernah berpenampilan seperti itu, namun demi menyelamatkan nyawa ibunya seperti Mita tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran untuk menjadi pelayan di club malam bersama dengannya.

"Sari...Sari....mana anak baru itu???." pria kemayu yang merupakan pemilik Club malam tersebut terlihat menghampiri Sari dan Mita.

"Iya... Saya mami." Paham jika yang dimaksud pria itu dirinya, Mita lantas menjawab.

"Cepat pergi ke room dua puluh, saya tidak ingin tamu sampai marah karena terlambat mendapatkan pelayanan!!." titah pria itu sebelum kemudian berlalu begitu saja Meninggalkan Sari dan juga Mita.

"Baik mi." Kini Sari yang menjawab mengingat Mita masih terlihat diam saja.

"Aku takut, Sar." Mita layaknya anak kecil yang tengah mengadu pada kakak perempuannya di saat merasa ketakutan.

"Tenanglah !!! Cukup layani mereka dengan menuangkan minuman ke dalam gelas, jika mereka bertindak kurang sopan padamu maka pintar pintarlah mencari alasan untuk menghindarinya." pesan Sari pada Mita.

Masih dengan perasaan Dengan ragu Mita mulai mengayunkan langkahnya menuju room yang dimaksud. Mungkin karena tidak bisa mengontrol kecemasannya Mita sampai tidak sengaja menabrak tubuh tegap seseorang.

"Maafkan saya tuan, sungguh saya tidak sengaja." Mita menyatukan kedua tangannya di dada berharap pria itu memaafkan dirinya dan tidak melaporkan kejadian itu pada bosnya.

Bukannya menjawab, pria itu justru menyaksikan penampilan Mita dari ujung kaki hingga ujung rambut, sampai kemudian terdengarlah suara decakan dari bibir pria itu, decakan yang terdengar begitu merendahkan.

Mita yang mendengarnya seperti tidak punya harga diri di hadapan pria itu padahal kenyataannya mereka tidak saling mengenal satu sama lain.

"Maaf tuan, saya permisi." kata Mita, sengaja ingin menghindari tatapan merendahkan dari pria itu.

"Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain menjual t*buhmu pada pria hidung belang." ucapan tajam pria itu sontak menghentikan langkah Mita.

"Saya tidak mengenal anda dan begitu pun sebaiknya, jadi saya rasa tidak ada alasan bagi saya untuk mendengarkan ocehan anda, tuan." Sekuat hati Mita mengucapkan kalimat tersebut padahal kenyataannya jantungnya seperti di tusuk ribuan jarum ketika mendengar kalimat merendahkan dari pria itu untuk dirinya.

Tidak ingin membuat hatinya semakin terluka mendengar ucapan pria itu Mita pun segera melanjutkan langkahnya menuju room dua puluh. Setelah beberapa kali mengetuk pintu, Mita pun memutar handle pintu room. pemandangan pertama yang disaksikan Mita adalah seorang pria bertubuh buntal yang nampak menjentikkan jarinya seakan meminta Mita untuk segera mendekat padanya.

Seperti pesan Sari padanya tadi, Mita mulai melayani pria itu dengan menuangkan minuman ke dalam gelas, namun setelah wine di botol tersisa tinggal setengahnya tangan pria itu mulai tidak bisa di kondisikan ia mulai meletakkan telapak tangannya di atas p*ha Mita, untungnya dengan cepat Mita menepis tangan pria buntal itu.

"Beraninya kau menepis tangan saya..." pria itu seperti tidak terima ketika Mita menepis tangannya dengan sedikit kasar.

"Tolong bersikaplah dengan sopan tuan, jika anda ingin saya menghargai anda maka saya pun begitu." kata Mita dengan nada yang masih terdengar sopan, padahal dalam hati ingin sekali ia menghajar pria kurang ajar itu.

Bukannya mengindahkan peringatan dari Mita, pria itu justru menarik tangan Mita agar mendekat padanya. kesabaran Mita yang kini Hanya tersisa setipis tissue tersebut akhirnya tak sanggup lagi untuk tidak melayangkan kepalan tangannya ke wajah pria itu.

Bug.

"Argh.....dasar wanita j*lang sok jual mahal, kamu pikir saya tidak mampu untuk membayar tubuhmu hah????." merasakan sakit pada wajahnya membuat pria itu spontan meninggikan suaranya.

"Jangankan uang anda tuan, nyawa anda sekalipun tidak akan sanggup membayar harga diri saya." kata Mita saking kesalnya Mita pun turut meninggikan suaranya.

Selamat datang di karya recehku yang baru sayang sayangku......

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

mampir thor

2024-01-19

0

Ira Sari

Ira Sari

jd penasaran lanjuuut

2024-01-04

0

Uthie

Uthie

lanjut 💪

2023-12-24

1

lihat semua
Episodes
1 Situasi yang menuntut.
2 Mendapat Tatapan merendahkan dari seseorang.
3 Seakan mendapatkan angin segar.
4 Tudingan pedas Damar.
5 Perjanjian pernikahan.
6 Hari pernikahan.
7 Menolak bulan madu.
8 Mencari rumah kontrakan.
9 Mencoba menghindari.
10 Paramita Anindita.
11 Meminta Izin suami.
12 Di ketahui oleh Ayah mertua.
13 Akhir dari tudingan menyakitkan.
14 Rahasia papa Anggara.
15 Gugatan perceraian.
16 Dugaan ibu.
17 Mengandung.
18 Lamaran dokter Arjun.
19 Menerima lamaran Pria itu.
20 Bocah tampan.
21 Setelah empat tahun.
22 Saya adalah Ayahnya.
23 Dia, darah dagingku.
24 Ikatan batin antara ayah dan anak.
25 Tidak ingin terpengaruh.
26 Hasil pemeriksaan DNA.
27 Keinginan Farrel.
28 Pembuktian, karena kenyataannya dia adalah putraku.
29 Apa dia cemburu???
30 Kartu Ajaib pemberian Damar.
31 Kedatangan ibu mertua.
32 Om Om Aneh.
33 Menantu dari pemilik rumah sakit.
34 Ungkapan perasaan.
35 Ingin kembali bersama.
36 Keputusan Mita.
37 Menguji Damar.
38 Lembaran baru dalam kehidupan rumah tangga.
39 Kepergok berdua di kamar hotel.
40 Kepergok di kamar hotel.
41 Kembalinya wanita di masa lalu.
42 Mempertanyakan Mahar.
43 LAMARAN.
44 Mencari cincin pernikahan
45 Kedatangan Leana.
46 layaknya seekor anak kucing.
47 Pernikahan Arjun dan Anin.
48 Resepsi pernikahan Anin dan Arjun.
49 Resepsi pernikahan.
50 Beribadah bersama.
51 Dugaan Anin.
52 Keberangkatan Arjun ke Surabaya.
53 Jatuh hati.
54 Menetap di kota yang sama.
55 Villa 1.
56 Vila 2.
57 Datang bulan.
58 Bulan madu kilat yang Gatot.
59 Rumah sakit harapan bangsa.
60 Pulang bersama.
61 Hamil lagi.
62 Melakukan kewajiban.
63 Hama.
64 Mewakili pertanyaan.
65 Sikap posesif.
66 Akhirnya ketahuan juga.
67 Menjadi topik hangat.
68 Sedingin Freezer.
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Situasi yang menuntut.
2
Mendapat Tatapan merendahkan dari seseorang.
3
Seakan mendapatkan angin segar.
4
Tudingan pedas Damar.
5
Perjanjian pernikahan.
6
Hari pernikahan.
7
Menolak bulan madu.
8
Mencari rumah kontrakan.
9
Mencoba menghindari.
10
Paramita Anindita.
11
Meminta Izin suami.
12
Di ketahui oleh Ayah mertua.
13
Akhir dari tudingan menyakitkan.
14
Rahasia papa Anggara.
15
Gugatan perceraian.
16
Dugaan ibu.
17
Mengandung.
18
Lamaran dokter Arjun.
19
Menerima lamaran Pria itu.
20
Bocah tampan.
21
Setelah empat tahun.
22
Saya adalah Ayahnya.
23
Dia, darah dagingku.
24
Ikatan batin antara ayah dan anak.
25
Tidak ingin terpengaruh.
26
Hasil pemeriksaan DNA.
27
Keinginan Farrel.
28
Pembuktian, karena kenyataannya dia adalah putraku.
29
Apa dia cemburu???
30
Kartu Ajaib pemberian Damar.
31
Kedatangan ibu mertua.
32
Om Om Aneh.
33
Menantu dari pemilik rumah sakit.
34
Ungkapan perasaan.
35
Ingin kembali bersama.
36
Keputusan Mita.
37
Menguji Damar.
38
Lembaran baru dalam kehidupan rumah tangga.
39
Kepergok berdua di kamar hotel.
40
Kepergok di kamar hotel.
41
Kembalinya wanita di masa lalu.
42
Mempertanyakan Mahar.
43
LAMARAN.
44
Mencari cincin pernikahan
45
Kedatangan Leana.
46
layaknya seekor anak kucing.
47
Pernikahan Arjun dan Anin.
48
Resepsi pernikahan Anin dan Arjun.
49
Resepsi pernikahan.
50
Beribadah bersama.
51
Dugaan Anin.
52
Keberangkatan Arjun ke Surabaya.
53
Jatuh hati.
54
Menetap di kota yang sama.
55
Villa 1.
56
Vila 2.
57
Datang bulan.
58
Bulan madu kilat yang Gatot.
59
Rumah sakit harapan bangsa.
60
Pulang bersama.
61
Hamil lagi.
62
Melakukan kewajiban.
63
Hama.
64
Mewakili pertanyaan.
65
Sikap posesif.
66
Akhirnya ketahuan juga.
67
Menjadi topik hangat.
68
Sedingin Freezer.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!