SM 59

Hari yang di tunggu pun tiba.

Alat pemotong kayu sudah datang. Wisnu menemui Riska di rumahnya. Segera Riska mengarahkan nya langsung ke tempat lokasi saja. Ia sudah mengatakan akan menyusul bila terjadi sesuatu.

Sesuai arahannya, Wisnu pun langsung ke TKP dan mulai memotong kayu tersebut.

Ratna yang sedang istirahat di kediamannya, setelah baru saja pulang dari kota. Memasang pendengarannya dengan tajam ketika sayup-sayup mendengar suara pemotong kayu dari arah belakang pekarangan.

"Siapa yang menebang kayu?." gumamnya seorang diri di ruang tengah.

"Eh, kenapa suaranya terdengar jelas dari belakang rumah sih?." Narti masih berbicara sendiri. Posisinya masih rebahan di atas kursi empuk di ruang tamu.

Lalu perempuan yang sudah memiliki tiga orang cucu itu bangun dari posisi rebahannya di atas sofa. Di bawa langkah kakinya menuju pintu belakang- dapur. Derita pintu terdengar jelas. Pertanda bahwa daun pintunya telah terbuka.

Setelah memastikan dengan benar bahwa suara senso itu dari arah belakang rumahnya, maka Narti pun berlari terbirit-birit ke arah belakang dengan penuh emosi. Darahnya menggelegak hingga ke ubun-ubun. Dadanya naik turun sebab menahan letupan amarah dari dalam.

"Hei lancang siapa yang menyuruh memotong kayu jati ini?." Narti tergopoh-gopoh dari depan. Tunggang langgang dia berlari menuju orang-orang yang sedang sibuk bekerja memotong kayu.

Ya, setengah berlari Narti menghampiri mereka. Karena terkejut dan penuh emosi sampai tanpa sadar Narti menyingsing rok nyaris sampai di atas betis. Sementara tangan kiri membawa sebilah kayu yang ia temukan di jalan.

Sebilah senjata tersebut dia acung-acungkan kepada tukang pemotong kayu yang sedang bekerja. Sayangnya mereka semua acuh. Bukan, tidak menyadari kedatangannya, bukan. Tapi para pekerja memang sudah di jelaskan Wisnu. Sehingga mereka tidak kaget sama sekali.

"Woi... pada budeg kalian semua ya! Ada orang ngomong tidak di dengarkan." Suara Narti di tengah bisingnya suara pemotong kayu.

Wisnu sudah tahu…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hem.. ngereog tuh si Narti..

2024-06-17

0

Dimas Satria Wahyu Nugroho

Dimas Satria Wahyu Nugroho

good job Riska👍👍👍bikin BI Narti malu,,,sapa suruh ngambil uang yg bukan haknya

2023-10-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!