7. Empty Chair

Betis mulus bertumit tinggi mencuat keluar dari celah pintu sebuah mobil mewah berwarna hitam. Visualnya yang glamor namun lepas, bermandikan remang keemasan mentari ketika dia berada di luar. Seorang gadis berambut hitam ikal yang mengenakan setelan seragam khusus pelajar Akademi Exousia berjalan menembus keramaian koridor sekaligus tumpukan tatapan tak bersahabat yang mengarah padanya. Telinganya yang beranting bintang tak jarang menangkap bisikan yang dengan sengaja diperkeras.

Langkahnya menjurus ke kantin indoor lantai satu. Seperti biasa, sudut ruangan adalah meja pilihannya. Tatapan mereka masih menyundutkan api. Tapi ia sudah terbiasa dengan panasnya, dan mencoba untuk terus mengabaikan. Kumpulan bola mata itu, dan lidah setajam bilah itu, tak akan sanggup untuk membakarnya. Lagi.

Mengambil ponsel dari tas tangan, ia menuliskan pesan berisi lokasinya terkini kepada seorang teman. Kemudian ia membuka website berita. Gempa tektonik yang terjadi di wilayah Utara Aplistia menempati headline, berdampingan dengan gerakan dermawan Countess Swarovske yang mengepalai donasi untuk para korban bencana.

Semuanya baik-baik saja, paginya masih setenang genangan kopinya yang baru datang. Sampai tumpukan suara napas tercekat mengacaukannya.

Tujuh orang murid berjalan memasuki kantin. Wajah mereka adalah deskripsi nyata dari standar kesempurnaan di masyarakat. Kantin digetarkan oleh karisma mereka.

"Apakah harus selalu seperti ini setiap kali mereka muncul?" Gadis itu tidak bisa mencegah dirinya untuk memutar mata selagi menyeruput kopinya.

Ketujuhnya menempati meja paling tengah, memberi akses bagi para penghuni kantin untuk lebih leluasa mengagumi mereka. Terutama subjek yang menempati kepala meja; seorang lelaki berambut cokelat perunggu dengan wajah campuran antara Eropa dan Timur Tengah. Alis dan bibir tebalnya adalah jaring yang menjerat setiap bola mata untuk terus menatap dan mengaguminya.

Tidak ada bangsawan yang tidak mengenal lelaki itu; salah seorang dari sembilan belas keturunan kerajaan yang bersekolah di Akademi Exousia.

Kopinya tinggal separuh gelas. Tak lama, dari arah pintu barat kantin, seorang siswi berambut cokelat tebal mulai mengikis jarak ke tempatnya berada. Kehadiran gadis itu sukses mengalihkan perhatiannya dari ketujuh 'artis' itu dan mengembalikan semangat paginya.

Senyumnya merekah begitu melihat dia mendatanginya, sorot dingin di mata hitamnya perlahan mencair. Diangkatnya sebelah tangan dan dilambaikannya untuk menarik perhatian gadis itu, yang langsung mempercepat langkah dan tersenyum simpul saat menyapanya, "Pagi, Junigra."

"Ah, sudah lama aku tidak mendengar suaramu, Rhea." Bibir merah Juni merekah saat menyambut kedatangan temannya.

Rhea mengambil duduk di seberang Juni. "Yeah... apa boleh buat? Bukankah kau akan selalu sulit dihubungi jika sudah bersama Kai? Bagaimana liburan kalian di Rhode Island?" Sekalipun suaranya selembut beludru, Juni tahu persis Rhea sedang menyindir, dan ia langsung merona akibat perkataannya yang tepat sasaran.

Perhatian Rhea teralihkan oleh tas Juni, "Oh! apakah itu..."

Juni tersenyum lebar dan menyentuh tasnya dengan bangga. "Edisi terbatas rancangan Putri Ingrid Enochlei."

"Perangnya pasti mengerikan."

"Lebih dari mengerikan! Hanya ada seratus di Aplistia. Aku harus berebut dengan lebih dari lima puluh ribu antrian. Website-nya bahkan sampai crash lebih dari setengah jam."

"Maaf menyinggung, tapi tidak ada yang istimewa dari desainnya." Lagi-lagi kalimat menusuk dengan penyampaian sehalus syair. Cuma seorang Rhea yang bisa membuat hinaan terdengar manis.

Juni mengibaskan tangannya, "Desainnya tidak penting. Siapa yang mendesain yang penting."

Rhea mengangkat bahu, "Aku masih tidak mengerti mengapa kau begitu memuja putri itu."

"Aku memang tidak menyukai para keturunan kerajaan, tapi Putri Ingrid adalah pengecualian. Dia dermawan; seorang donatur tetap untuk anak-anak dan hewan yang kelaparan, berprestasi di bidang akademik, dia sangat cantik—"

"Baiklah, baiklah, sekarang aku mengerti. Kau tidak bisa mengharapkanku untuk selalu update tentang mereka. Ngomong-ngomong, apa Zeze sudah tiba?"

Mata hitam Juni langsung melayang ke pintu masuk setelah pertanyaan itu terlontar. Rhea mengikuti arah pandang Juni dan menemukan Zeze berdiri di ambangnya.

Didampingi banyak pandangan, Zeze melenggang dengan mantap ke meja Juni dan Rhea. Saat melewati meja ketujuh 'artis' itu, mata birunya tak sengaja tertumbuk pada mata hazel Sang Pangeran yang menatapnya secara terang-terangan. Seperti yang bisa diduga, Zeze-lah orang pertama yang berpaling. "Kalian lama sekali," gerutunya saat mengambil duduk di samping Rhea.

Juni terkekeh. "Anak ini sudah tiba sejak sebulan yang lalu," jelasnya ke Rhea. "Entah ada apa sehingga dia terburu-buru sekali."

"Ini pertama kalinya aku satu misi dengan Kak Rhea," kata Zeze. Suaranya terdengar seperti gumaman akibat segumpal permen karet yang sedang digilas gigi-giginya.

"Memangnya kalian sudah pernah satu misi sebelumnya?" Tanya Rhea kepada mereka berdua.

Zeze mengangguk, mengoleskan kuteks merah ke kuku-kukunya. "Aku meminta Juni untuk membantu timku mengurus pertemuan tahunan para bangsawan."

"Oh, misi yang waktu itu. Kukira kalian tidak sengaja bertemu di jalan dan datang bersamaan." Gadis berambut cokelat itu menyikut Zeze, "Bagaimana rasanya bersekolah?"

Zeze terkekeh dan lantas memeluk Rhea dari samping. Rhea membalasnya, mengusap punggung adiknya dengan lemah lembut.

Zeze adalah yang termuda di antara mereka. Hubungannya dengan setiap anggota Énkavma baik-baik saja, tetapi Rhea adalah satu-satunya kepada siapa ia bisa dengan nyaman berbagi persoalan yang berkaitan dengannya sebagai perempuan. Memiliki Rhea merupakan sebuah hadiah tersendiri untuknya. Sejak bergabungnya Rhea lima tahun silam, warna baru datang ke dalam kehidupannya. Pertama kalinya ia mendapatkan seorang teman perempuan yang usianya tidak terlampau jauh darinya. Dikelilingi oleh orang dewasa membuatnya mual.

Bel masuk menyudahi kebersamaan mereka. Ketiganya beranjak dari kantin, menaiki eskalator menuju kelas masing-masing. Sesampainya di lantai tiga, Rhea dan Juni keluar berbarengan dari area eskalator, sehingga membuat Zeze terpaksa mengikuti tindakan mereka.

Ditatapnya kedua gadis itu dengan sorot bingung. "Mengapa kalian berhenti di sini?"

"Karena kelas kami terletak di lantai ini," jawab Juni. "Kami dua tahun lebih tua darimu, kau ingat?"

Rhea tersenyum, menjelaskan dengan lembut, "Kami adalah siswi Tahun Keempat, Ze."

Zeze berkedip dua kali. "Oh, benar... sistem di sini berbeda dari sekolah pada umumnya." Murid di Exousia akan memasuki kelas Tahun Pertama pada usia 15 tahun. Dari Tahun Pertama hingga Tahun Kedua, mereka akan diberi materi pelajaran umum. Sesampainya di Tahun Ketiga, mereka sudah dianjurkan untuk mengambil jurusan sesuai kemampuan dan minat masing-masing hingga Tahun Keenam (politik, hukum, dan bisnis paling direkomendasikan).

Menelah rasa kecewa, Zeze kembali menunggang eskalator. Begitu tiba di koridor lantai empat, ia langsung memasang headphone yang menggantung di lehernya, menghindari bisikan tak jelas.

Dua menit kemudian ia sudah duduk di kursinya. Alunan musik membawanya tenggelam dalam lirik dan juga nada sehingga membuatnya telat menyadari kehadiran sang guru di dalam kelas. Wanita itu tidak masuk seorang diri, dia diekori seorang siswa berkacamata yang berjalan dengan kepala tertunduk.

"Jika kau absen tanpa izin sekali lagi, kau akan diberi skors, Mr. Leios. Kemungkinan terburuknya adalah dikeluarkan dari sekolah," guru itu menegur tanpa menoleh ke belakang, atau lebih tepatnya, melihat siswa berkacamata itu bukanlah suatu hal yang dia inginkan.

"Saya mengerti, Ma'am." Siswa itu mengangguk patuh lalu berjalan ke arah bangkunya, masih dengan kepala tertunduk dan kedua tangan mencengkeram erat tali ransel. Celaan dan hinaan dalam tatapan dapat dirasakannya datang dari segala penjuru.

Kakinya dicegat oleh uluran kaki seseorang. Kejadian itu begitu mendadak, sulit dicegah, dan kini hidungnya dapat dengan tepat mencium dinginnya lantai.

Gelak tawa membahana melingkupi ruangan. Kehebohan yang diciptakan sukses besar mengusik lagu favoritnya.

Zeze melepas headphone-nya dengan risih, mendongak dan mendapati pemandangan seorang siswa yang sedang tengkurap di lantai, bergerak canggung, berupaya bangun. Mungkin dia terjatuh lalu ditertawakan, pikirnya, mengedikan bahu dan memilih kembali kepada irama. Aku juga sering melakukan itu pada Zafth dan Obi.

Sementara Zeze salah paham menganggap perundungan itu sebagai gurauan, lelaki tersebut masih berjuang untuk bangkit dengan memijakkan kedua telapak tangannya ke lantai. Penglihatannya buyar bak tersayat pisau. Sepertinya kacamatanya retak lagi. Harus berapa kali ia membeli kacamata?

Sorak-sorai itu masih mengudara. Sang guru tampak tak berminat menghentikan kegaduhan di kelas yang dia bina, justru terkesan tidak peduli.

Perlu perjuangan untuk kembali memijakkan kaki. Dia berharap semoga itu yang terakhir, setidaknya untuk hari ini.

Pemutar musik tengah mengalunkan lagu rock kesukaannya, kepala Zeze mengangguk-angguk pelan mengikuti irama. Sesekali matanya terbungkus mendalami euforia.

Kursi di sebelah kanannya ditarik. Merasakan gesekannya, Zeze menghentikan aktivitasnya dan membuka mata. Perlahan, curiga, ia menoleh ke samping.

Waktu membeku. Tubuhnya kaku. Lidahnya kelu. Kupingnya tuli. Semuanya terasa lumpuh mendadak. Hanya mata birunya yang masih sanggup bekerja, menatap dia yang mematung di samping meja.

Dia membalas tatapannya, melalui sebuah kacamata yang tampaknya telah retak. Tangannya masih memegang sandaran kursi yang semula ditariknya, dan tiba-tiba saja, tekad untuk menduduki kursi itu menghilang.

Sumber: Benfeld Aristide Briand Primary School / Lionel Debs Architectures

Terpopuler

Comments

Erin Susanto

Erin Susanto

thor kalo di manga judulnya apa ?

2020-06-26

2

Gabby

Gabby

aaa... apakah itu Glen

2020-06-14

4

lihat semua
Episodes
1 1. Burn • [ VOLUME 1 ]
2 2. Started
3 3. Cracked Mask
4 4. Fiancé
5 5. Whisper
6 6. Academy
7 7. Empty Chair
8 8. Untitled
9 9. Goddess
10 10. Orange
11 11. Idiot
12 12. Red Rose
13 13. Smooth Criminal
14 14. New Toy
15 15. Heaven Is A Place Where Nothing Ever Happens
16 16. Punishment
17 17. Misner Space
18 18. Light
19 19. Deal
20 20. Cemetery
21 21. Rozeale Ankhatia
22 22. If It Was You
23 23. Old Friend
24 24. Falling
25 25. Imbalance
26 26. Struggle
27 27. The Healer
28 28. Reset
29 29. Fairytale
30 30. Forgotten
31 31. Debutante
32 32. Silly
33 33. Artemis
34 34. Partner In Crime
35 35. Nuts
36 36. Framed
37 37. Cola
38 38. Bored
39 39. Variable
40 40. Help!
41 41. Zero
42 42. Trick Or Treat?
43 43. The Game
44 44. Chapter Two
45 45. Continued
46 pengumuman: CAST
47 46. Discussion • [ VOLUME 2 ]
48 47. Lust
49 48. Home
50 49. Right Side
51 50. Riddle
52 51. Decode
53 52. Sweet Seventeen
54 53. Spring Cup
55 54. Mystery
56 55. Mr. Rious
57 56. Interrogation
58 57. Database
59 58. Dancing
60 59. Suspect
61 60. May, 1st
62 61. UNO
63 62. Damn
64 63. Wait For Me
65 64. Sacrifice
66 65. Bloody Rose
67 66. Raflesia
68 67. Lottery
69 68. Racing
70 69. Asanatha
71 70. Bury The Hatchet
72 71. Tree
73 72. The Winner
74 73. Healed
75 74. Reminisce
76 75. Andromeda
77 76. Grim
78 77. Farewell
79 78. Encounter
80 79. Sleep
81 80. Once Upon A Time
82 81. Prison
83 82. Open
84 83. Falsity
85 84. Second Meeting
86 85. Axiom
87 86. Helpless
88 87. Misfortune
89 88. Animus
90 CHAPTER BONUS [1-A]
91 CHAPTER BONUS [1-B]
92 CHAPTER BONUS [2-A]
93 CHAPTER BONUS [2-B]
94 CHAPTER BONUS [3-A]
95 CHAPTER BONUS [3-B]
96 CHAPTER BONUS [4-A]
97 CHAPTER BONUS [4-B]
98 89. Funeral • [ VOLUME 3 ]
99 90. Crestfallen
100 91. Agreement
101 92. Pizza Delivery (Part 1)
102 93. Pizza Delivery (Part 2)
103 94. Narrow (Part 1)
104 95. Narrow (Part 2)
105 96. Possessed
106 97. Sorrow (Part 1)
107 98. Sorrow (Part 2)
108 99. Jack O'Lantern
109 100. Beginning Of The End
110 101. Laxity
111 102. Savior
112 103. Hostage
113 104. Bad Idea
114 105. Underestimate
115 106. Memorials
116 107. Solving
117 108. Misunderstanding
118 109. Curiosity Killed The Cat
119 110. Agony
120 111. Distancing
121 112. Foolish
122 113. Fall To Pieces
123 114. Aphrodite
124 115. Loosing Grip
125 116. Insanity
126 117. Ruthless
127 118. Ignorance
128 119. Hypocrisy
129 120. Complicated
130 121. Dignity
131 122. Stupidity
132 123. Catacombs
133 124. Absurd
134 125. Backlash
135 126. Vanished
136 127. Break Free
137 128. Darkness In The Light
138 129. Ambush On All Sides
139 130. Mare's Nest
140 131. Tenet
141 132. Clandestine
142 133. Judas
143 134. Sinister
144 135. Desire
145 136. Ares
146 137. Embrace
147 138. Up In The Air
148 139. Prejudice
149 pengumuman: LIST TOKOH
150 140. Diverge
151 141. Noticed
152 142. Float Kiss
153 143. Liars
154 144. Reunion
155 145. The Answer
156 146. Liberated
157 147. Carnage
158 148. Vendetta
159 149. 1 Stone For 2 Birds
160 150. Better Place
161 151. Pleasure
162 152. Trust & Hope
163 153. Rest
164 154. Good & Bad News
165 155. Bald Cypress
166 156. Leave
167 157. Painful
168 158. Invitation
169 159. A Guest
170 160. Piece Of Art
171 161. Aware
172 162. Journey
173 163. Inland
174 164. Westafo Hall
175 pengumuman: BREAK
176 165. Madam Derba
177 166. Good Side
178 167. The Stage
179 168. Breakfast • [ VOLUME 4 ]
180 169. Deception
181 170. Evaluate
182 171. Dissent
183 172. Gratuitous
184 173. Departure
185 174. Voyage
186 175. Almost
187 176. Anger
188 177. Scratches
189 178. Discover
190 179. Out of Control
191 180. Perforce
192 181. Her
193 182. Myth
194 183. Him
195 184. Bleeding
196 185. Perfidy
197 186. Take Me Out of This Town
Episodes

Updated 197 Episodes

1
1. Burn • [ VOLUME 1 ]
2
2. Started
3
3. Cracked Mask
4
4. Fiancé
5
5. Whisper
6
6. Academy
7
7. Empty Chair
8
8. Untitled
9
9. Goddess
10
10. Orange
11
11. Idiot
12
12. Red Rose
13
13. Smooth Criminal
14
14. New Toy
15
15. Heaven Is A Place Where Nothing Ever Happens
16
16. Punishment
17
17. Misner Space
18
18. Light
19
19. Deal
20
20. Cemetery
21
21. Rozeale Ankhatia
22
22. If It Was You
23
23. Old Friend
24
24. Falling
25
25. Imbalance
26
26. Struggle
27
27. The Healer
28
28. Reset
29
29. Fairytale
30
30. Forgotten
31
31. Debutante
32
32. Silly
33
33. Artemis
34
34. Partner In Crime
35
35. Nuts
36
36. Framed
37
37. Cola
38
38. Bored
39
39. Variable
40
40. Help!
41
41. Zero
42
42. Trick Or Treat?
43
43. The Game
44
44. Chapter Two
45
45. Continued
46
pengumuman: CAST
47
46. Discussion • [ VOLUME 2 ]
48
47. Lust
49
48. Home
50
49. Right Side
51
50. Riddle
52
51. Decode
53
52. Sweet Seventeen
54
53. Spring Cup
55
54. Mystery
56
55. Mr. Rious
57
56. Interrogation
58
57. Database
59
58. Dancing
60
59. Suspect
61
60. May, 1st
62
61. UNO
63
62. Damn
64
63. Wait For Me
65
64. Sacrifice
66
65. Bloody Rose
67
66. Raflesia
68
67. Lottery
69
68. Racing
70
69. Asanatha
71
70. Bury The Hatchet
72
71. Tree
73
72. The Winner
74
73. Healed
75
74. Reminisce
76
75. Andromeda
77
76. Grim
78
77. Farewell
79
78. Encounter
80
79. Sleep
81
80. Once Upon A Time
82
81. Prison
83
82. Open
84
83. Falsity
85
84. Second Meeting
86
85. Axiom
87
86. Helpless
88
87. Misfortune
89
88. Animus
90
CHAPTER BONUS [1-A]
91
CHAPTER BONUS [1-B]
92
CHAPTER BONUS [2-A]
93
CHAPTER BONUS [2-B]
94
CHAPTER BONUS [3-A]
95
CHAPTER BONUS [3-B]
96
CHAPTER BONUS [4-A]
97
CHAPTER BONUS [4-B]
98
89. Funeral • [ VOLUME 3 ]
99
90. Crestfallen
100
91. Agreement
101
92. Pizza Delivery (Part 1)
102
93. Pizza Delivery (Part 2)
103
94. Narrow (Part 1)
104
95. Narrow (Part 2)
105
96. Possessed
106
97. Sorrow (Part 1)
107
98. Sorrow (Part 2)
108
99. Jack O'Lantern
109
100. Beginning Of The End
110
101. Laxity
111
102. Savior
112
103. Hostage
113
104. Bad Idea
114
105. Underestimate
115
106. Memorials
116
107. Solving
117
108. Misunderstanding
118
109. Curiosity Killed The Cat
119
110. Agony
120
111. Distancing
121
112. Foolish
122
113. Fall To Pieces
123
114. Aphrodite
124
115. Loosing Grip
125
116. Insanity
126
117. Ruthless
127
118. Ignorance
128
119. Hypocrisy
129
120. Complicated
130
121. Dignity
131
122. Stupidity
132
123. Catacombs
133
124. Absurd
134
125. Backlash
135
126. Vanished
136
127. Break Free
137
128. Darkness In The Light
138
129. Ambush On All Sides
139
130. Mare's Nest
140
131. Tenet
141
132. Clandestine
142
133. Judas
143
134. Sinister
144
135. Desire
145
136. Ares
146
137. Embrace
147
138. Up In The Air
148
139. Prejudice
149
pengumuman: LIST TOKOH
150
140. Diverge
151
141. Noticed
152
142. Float Kiss
153
143. Liars
154
144. Reunion
155
145. The Answer
156
146. Liberated
157
147. Carnage
158
148. Vendetta
159
149. 1 Stone For 2 Birds
160
150. Better Place
161
151. Pleasure
162
152. Trust & Hope
163
153. Rest
164
154. Good & Bad News
165
155. Bald Cypress
166
156. Leave
167
157. Painful
168
158. Invitation
169
159. A Guest
170
160. Piece Of Art
171
161. Aware
172
162. Journey
173
163. Inland
174
164. Westafo Hall
175
pengumuman: BREAK
176
165. Madam Derba
177
166. Good Side
178
167. The Stage
179
168. Breakfast • [ VOLUME 4 ]
180
169. Deception
181
170. Evaluate
182
171. Dissent
183
172. Gratuitous
184
173. Departure
185
174. Voyage
186
175. Almost
187
176. Anger
188
177. Scratches
189
178. Discover
190
179. Out of Control
191
180. Perforce
192
181. Her
193
182. Myth
194
183. Him
195
184. Bleeding
196
185. Perfidy
197
186. Take Me Out of This Town

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!