Ia terus memburu nafas gw, peluh mulai bercucuran di tubuh. Bandot Tua itu begitu lihainya bermain di antar garis dad gw . Jemarinya begitu kerasnya, hingga ia nggak kuat untuk menahan dan meminta untuk melepas semua.
Dan gw berpikir, ini saat yang tepat jika memang ia mau membayar gw mahal. gw hentikan berburu peluh dengannya.
"Kok berhenti?"
"Bapak mau aku kasih kepera*nanku? Kalau bersedia memberikan aku uang seratus juta dan aku lepas kepera*anaku."
"Bapak siapkan duitnya nanti yah?"
"Ok. Dan sekarang nggak lebih sebatas ini saja yah pak?"
Ia pun memberikan uang sebesar lima juta yang ia ambil dari dalam laci mejanya.
"Pegang dulu untuk uang muka."
gw ambil uang yan ia berikan dan gw masukan ke dalam tas. nggak wajar sih, anak seumuran gw memegang uang sebesar itu. Dan ia pun melanjutkan pertempuran, dan terus memburuh tubuh gw dengan segala posisi, sebatas ia nggakmeminta lebih gw masih layani. Jika sudah nggak wajar, gw tahan sebelum apa yang gw pinta dan ia sepakati diberikannya.
"Eits, nggak boleh lebih pak, sebelum Serli terima seratus juta itu. Serli butuh dan ada yang harus Serli bayar."
gw belum tahu uang sebanyak itu untuk apa yang pasti harga itu yang gw pinta melepas keperawan gw. Ia pun mengerti apa yang gw pinta dan memahaminya. Sepertinya Bandot Tua itu belum puas dengan apa yang ia lakukan kepad gw .
Dan masih terus bermanuver, gw kembali sesak nafas saat tubuh atletis itu beradu dengan tubuh gw, nggak ada lagi jarak bibir gw dengan bibirnya, ia terus menyerang dengan buasnya. Berganti posisi, yang semula di atas sofa ia memindahkan gw di atas meja rapat. Oh, gw meregang sekarang giliran gw yang seperti cacing tersiram air garam. Kembali gw pun mengikuti rythme tubuhnya, sekuat tenaga gw berikan gaya yang ia pinta. Demi uang seratus juta, gw berikan yang terbaik untuk Bandot Tua itu.
"Ayo pak, jangan berhenti...sssh..."
Ia pun terus mendaratkan bibir di telinga, leher, dada, perut dan bagian sensitif tubuh gw. Semua ada batasannya, semua ada nilainnya dan gw bukan gadis bodoh yang dengan enaknya mendonasikan peluh. nggak ada yang gratis, dan maaf gw sudah nggakbisa lagi toleransi dengan air mata, perih dan kesulitan hidup, terlanjur kecebur dan berkubang di lumpur, pantang bagi gw untuk menghentikan langkah ini, gw ridak munafik untuk masalah perut.
Apa ada yang peduli, disaat ibu dan adik gw tengah malam merasakan perih perutnya? Apa ada yang peduli untuk melunasi hutang almarhum ayah gw? Apakah ada yang telinganya peka dengan suara perut tetangga dan orang lain? Percuma menjadi orang baik, sedangkan manusia akan terus mencari kesalahan orang lain. Lupa dengan dosa sendiri, dan merasa paling suci.
gw katakan, dan membenci polisi moral yang kenyataanya?! Mereka akan lebih nggakberadap dari manusia yang katanya beradap. Salah? Yah gw akui, jalan ini salah. Waktu nggakakan toleransi dengan keadaan, keadaan yang mendesak dengan tekanan hidup.
A gw terus melayani Bandot Tua itu, melupakan rasa jijik, dan memberikan semua kepada orang yang bukan atas dasar cinta. Dan banyak oknum yang mengatasnamakan cinta demi apa? Demi memuaskan na*sunya dengan cuma-cuma alias gratisan.
Apa kalian bisa hidup hanya makan cinta? Apa bisa memenuhi kebutuhan hidup kalian hanya dengan janji-janji dan angin syurga? Kenyataanya?! Neraka yang diberikan, menghembuskan angin syurga, membuai perempuan dengan bujuk rayu. Setelah mendapatkan itu semua, seenaknya pergi tanpa dosa dan mencari mangsa baru.
Hi Ladies, waktunya kalian tutup telinga dengan bualan-bualan yang mereka hanya ingin merampas kepera*anan mu, menikmati peluh, bergelut dengan naf*u, merampas hati kalian tanpa ikatan, membelenggu kebebasan atas nama cinta dan janji-janji palsu.
Jangan lemah, berpikirlah dengan akal sehat kalian, hanya modal pulsa dan berpura-pura memberikan perhatian lebih itukah yang disebut cinta? Sekedar chating dan mengingatkan kamu untuk nggaklupa makan, apa dengan begitu perutmu terisi dan merasakan kenyang?
Terus mereka berpura-pura meminta kamu untuk nggakmeninggalkan ibadah, sedangkan mereka sendiri nggak mampu membelenggu hawa nafsunya? Meminta kamu untuk menjaga aurat, sedangkan mereka melu*uti pakaianmu dengan leluasa, semua hanya karena mereka nggakingin kamu direbut lelaki lain dan dengan leluasanya menikmati tubuhmu.
Hi girls, it's time for love to use common sense and forget feelings. Jangan setelah mereka merampas semuanya dari kamu, terus seenaknya mereka pergi meninggalkan kamu, apa yang mereka tinggalkan? Hanya air mata yang tersisa dan sejuta penyesalan yang kamu dapatkan, dan tubuhmu pun hancur tanpa mendapatkan apa-apa, sedangkan mereka?! Akan mendapatkan pengganti kamu dan dengan mudahnya mengusir nama kamu di hatinya, secara paksa.
Itulah yang menyebabkan kalian susah move on, bahkan menutup akal sehat, setelah segalanya kamu berikan, setelah semua sudah mereka renggut, kamu dapat apa? Yah, kamu hanya mendapatkan sisa-sisa harapan yang tertinggal bersama dengan penyesalan dalam hidupmu bukan? Karena apa? Karena kalian sudah diperdaya dengan omongan kosong, dan nggaksedikit mereka yang pasrah dengan apa yang sudah terjadi, bahkan ancaman yang di terima.
Itulah yang menjadikan agw gadis sebagian, bukan gadis pada umumnya. Ups! Gadis? Lupa, sebentar lagi keperawanan gw akan ditebus Bandot Tua yang terkulai lemas di atas meja rapat.
"Aku pamit ya pak? Nggak enak sama Cindi dan Nita yang sudah menunggu." Alasan gw saja karena gw sudah ada janji dengan guru muda. Dan ini sudah telat setengah jam, pasti ia sudah ada di tempat seperti biasa.
"Hati-hati, sisanya bapak cari lagi dalam minggu-minggu ini yah?"
"Iya pak, jangan bohong yah?"
"Masa nggak percaya sama bapak."
Sorry pak, untuk urusan uang nggak ada murid dan kepala sekolah,ini masalah jerit isi perut.
gw perhatikan kanan dan kiri, pastikan bahwa keadaan sudah aman dan nggak ada lagi murid atau guru yang lalu-lalang.
Di ujung gang, guru muda itu terlihat jenuh sepertinya.
"Sorry pak, biasa ada tugas di lab kimia."
Haha, tugas kimia? Kan memang tugas kimia C3H6O2 . Karena memang keluar keringat kan? Rumus kimia keringat Yah Asam Propoinat. Wajar kalau gw tugas Kimia, kalau bilang tugas Biologi, baru mau praktek lagi. Guru biologinya saja lagi di hadapan gw.
"Iya nggak apa kok."
"Yakin nggak apa? Memangnya mau kemana sih Pak?"
"Kemana-mana hatiku senang aja."
"Haha itu mah lagu naik delman."
Iya, dimana-mana mau nya senang.
"Yaudah ayo, nanti keburu nalam pak."
"Justru enakan malam."
"Yeeeiy, kan mau kalau banyak waktu bukannya lebih enak? Ha-ha." Sindir gw.
**Bersambung >>>>
______❤❤Sebelum Lanjut❤❤**_____
Terimakasih yah untuk kamu yang sudah support Serly dengan memberikan Vote dan Like 👍 serta sudah menjadikan cerita Serly bacaan favorit kamu, dengan menekan ❤, biar Serly tambah semangat nulisnya.
**L❤VE YOU
Serly, Perempuan Penggoda**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Noejan
Kluar dah kimia bionya 😂
2020-07-25
1
Kim Sumi Ryn
bener banget kata katanya. Untuk cinta? emang kenyang makan cinta?
Semangat buat up nya kak
2020-07-24
1
HeniNurr (IG_heninurr88)
Lanjut thor...up lgi dan lgi...aq tgu😄😄
2020-07-21
1