Cis!Yakin itu Cinta?

Padi sudah terlihat menguning, dan rantingnya kian merunduk. Dewi Sri nampak bersuka-cita, dan terlihat senyumnya melepas senja. Akankah ani-ani dengan jahatnya merampas senyum itu, dan membiarkan sawah meninggalkan ranting? Setelah memisahkannya dengan padi yang menguning.

Lupakan Dewi Sri yang kini menanti padi yang dirampas oleh ani-ani. Semua terbias dengan canda dan tawa anak menyambut senja. Jangan sampai senyum mereka dirampas mega yang berganti malam yang pekat. Sebab malam itu jahat!

Jujur aja, bingung dengan sikap gw, yang enggan menatap pagi. Tetapi takut gelap itu datang, telinga dan mata ini enggan mendengar rintihan Fadil, dia Ade gw, yang nggak kuat menahan lapar. Pasti dia akan membangunkan Ibu yang sudah terlelap tidur, hanya tak kuat menuggu pagi datang.

"Sudahlah de, jangan bangunkan ibu. Biarlah ibu istirahat malam ini. Kakak buatkan teh manis hangat yah?" gw tahu kalo dia lapar, dan sisa nasi hari ini untuk Ibu buatkan nasi goreng.

Kebiasaan kita, ketika malam datang, dan lapar pun datang. kita itu cuma mengganjalnya dengan teh manis hangat, itu pun hanya memakai gula satu sendok saja. Jika stok gula habis? Terpaksa kami minum teh tubruk, dan tanpa gula.

Setelah gw negosiasi dengan Fadil, akhirnya ia bersedia gw buatkan teh manis hangat. Masih terlalu polos baginya untuk tahu, bahwa hidup itu keras.

Fadil tidak pernah tahu dan memang tidak mau tahu, dengan kesulitan hidup yang kami hadapi. Dan aku pun bungkam tidak ingin ia tahu, aku tidak ingin merampas masa kanak-kanaknya dengan apa yang orang dewasa pikirkan serta rasakan.

Setelah kenyang dengan teh manis hangat, biasanya ia tertidur pulas. Aku perhatikan nyenyaknya tidur mereka, dalam satu kasur yang sesak dengan kami bertiga. Setiap gw terbangun malam hari, tidak ingin mengusik tidur keduanya.

Gw tahu, betapa mahal dan berartinya istirahat Ibu dan Ade. Karena hanya ketika mereka tertidur pulas, dalam mimpilah mereka bahagia. Gw akan gw biarin, tidur mereka terusik dengan suara gaduh yang akan mengejutkan dan membangunkan mereka.

Ya Allah, panjangkan usia Ibu dan adikku hingga mereka merasakan indahnya dunia. Jangan ambil nyawanya sebelum aku bisa mengukir senyum di bibir mereka.

Hanya itu yang aku bisa sampaikan pada Tuhan, disaat melihat perut mereka dan memastikan bahwa mereka masih bernafas. Khawatir esok tak aku jumpai ibu dan ade. Bagi gw harta yang paling berharga yang gw miliki hanya mereka berdua. Yah, harapan terakhir yang gw punya. Bagaimana pun gw harus memikirkan jalan keluar semua ini, biarlah gw yang menjadi tumbal untuk hidup dan senyum mereka.

Fix, gw putusin akan mencari pendapatan sebisa mungkin, dengan yang gw miliki saat ini. Apa lagi yang gw miliki selain masa belia dan tubuh serta parasku yang menawan.

gw pikir tampang gw tak jelek-jelek amat dan body gw cukup padat berisi. Dada dan bok*ng yang besar. Apa sih yang diliat lelaki kalau bukan dari tiga itu. Wajah, dada dan bok*ng, bukan? Gw terus perhatiin cermin dan perhatikan tubuh ini, aset berharga yang gw punya. Jangan terus bersedih sayang, sebentar lagi kita cari pundi-pundi rupiah.

Jangan bodoh! Dengan buaian lelaki yang mengatasnamakan cinta, demi mendapatkan tubuhmu secara cuma-cuma. Mereka tidak pernah tahu, air mata dan kepedihan hidup yang kamu rasakan, sayang.

Yakin? Masih ada cinta untuk si miskin seperti gw?! Yakinkah? Ada lelaki tajir yang mau menerima kemalangan hidup? Dan gw tahu siapa pria yang akan aku coba ambil hatinya.

Orang baik pun kalau sudah diteriakan maling, dan terlanjur dituduh yang tidak-tidak ia akan nekat, dan memutuskan hukuman yang tepat untuk dirinya, terlanjur terperosok dalam lautan, mengapa tidak berusaha berenang? Atau pasrah tenggelam? Atau pasar terbawa arus? Hingga dahan yang rapuh pun akan digapainya.

Yah, itu yang gw rasakan. Entah gw ini bagian dari yang mana? Mengikuti air mengalirkah? Hingga akhirnya hanyut terbawa arusnya. Atau gw harus berenang dengan segala keterbatasan alat, dan lemahnya tubuh ini? Hingga akhirnya keletihan yang menenggelamkan diri gw.

Maka aku memilih menjadi pendayung atau nahkoda yang tangguh dan handal, mereka terlahir bukan dari air yang tenang, justru mereka tangguh dan handal karena belajar menaklukan badai.

Deal, gw harus melawan kepedihan, pesakitan, air mata, hinaan dan caci maki. Peduli apa pun kata mereka. Yang jangankan salahnya kita, benarnya pun akan terus mereka cari salahnya, bukan?

Ok Sherly, kadang tidak harus tertidur dahulu agar kita bisa bermimpi, tugas kita selanjutnya menghapus air mata, lupakan luka dan sambut mentari pagi hari dengan senyuman. Kamu harus percaya, bahwa jika kamu murung, maka dunia akan terlihat sedih. Jika kita tersenyum, maka dunia pun akan tersenyum untuk kita.

Istirahatlah, rebahkan tubuh mu yang sudah letih dengan keadaan. Besok pagi, kamu harus tersenyum. Sebab modal kamu hanya tersenyum saja dan tebarkan pesona.

Hanya nurani dan hati kecil yang menjadi teman diskusi malam ini. Besok gw akan siap menyambut pagi, dan menguatkan hati Ibu lagi karena semua akan baik-baik saja.

_________________😘😘😘_______________

Sampai disini, jangan lupa like 👍 dan ****Vote**** serta tinggalkan komentar kamu, serta tebak apa yang akan aku lakukan untuk bertahan hidup. Untuk update ceritanya, jangan lupa tekan ❤ biar Serly semangat bercerita.

***Terimakasih kakak,

Lav you ❤

Lanjut***....

__________________________________________

Gw harus sadar bahwa tak selamanya harus membenci datangnya pagi, dan mengutuk hari. Gw yakinin diri, bahwa tidak ada satu pun manusia yang terlahir ke bumi ini tanpa Tuhan sertakan rezeki, jodoh dan kematiannya sendiri.

Rezeki, sekalipun Tuhan sudah titipkan untuk kita dan mengaturnya sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan, bukan keinginan. Hanya saja, untuk tercapainya segala keinginan kita pun harus berusaha lebih, dengan apa yang kita miliki. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dalam dirinya, seperti apa yang aku katakan di malam tadi. Bahwa gw memiliki keindahan paras dan tubuh, potensi itulah yang harus aku maksimalkan, dan bagaimana caranya agar mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Jodoh, ia sudah Tuhan siapkan juga dan yakinlah bahwa di waktu yang tepat dan kita akan temukan jodoh itu. Kalau gw? Entahlah siapa yang kelak akan menjadi pasangan hidup, entah pengusaha, entah dari kalangan selebritis, atau tokoh. Bisa jadi, salah satu dari pembaca kisah ku. Hehehe....

Dan ini yang paling gw takutin, kematian. Mau bersembunyi dimana pun, dan dalam keadaan bagaimana pun. Ia akan terus mengintai kita. Kalau Sherly boleh memilih, gw mau mati dalam pelukan kamu aja, hahaha....

Ok, Sherly pamit dulu sama ibu dan berusaha menenangkannya. Just Momment...

"Ibu, Sherly pamit yah? Berangkat sekolah dulu. Ingat, kita harus kuat hadapi hidup dan masa-masa sulit kita. Dan jangan perlihatkan kesedihan ibu di depan Fadil, dia masih kecil dan belum cukup untuk tahu kehidupan itu keras Bu."

"Hati-hati di jalan Nak," begitu lembut suara ibu , setelah mencium tangan dan kedua pipinya, gw pun berangkat sekolah dengan kendaraan kedua kaki gw ini.

Selagi asiknya menikmati perjalan dan hangatnya pagi ini. Langkah kaki gw terhenti dengan suara deru knalpot motor yang gw hafal, motor siapa itu.

Pak Irawan, sudah gw duga, guru Biologi statusnya single dan selalu menjaga penampilannya.

"Ada apa lagi, atau seperti kemarin mewarkan tumpangan? Ataaauuu jangan-jangan ada maksud tertentu!? Ah, itu hanya ge-er nya aku saja."

"Ser, mau bareng nggak?"

"Aah malu Pak, kemarin juga anak-anak ngomongnya nyelekit dan bikin sakit hati."

"Aaah, jangan dengarkan omongan mereka. Kalau memang kita tidak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas murid dan guru."

Gw sedikit tarik ulur, agar tidak terkesan, Gw tertarik dengan tawarannya. Saat ini Bapak bisa bilang begitu, tapi mana aku tahu hati Bapak.

"Ayolah, daripada kamu capek jalan."

"Justru sehatan jalan kaki pak."

Gw terus jalan tanpa perdulikan ajakanya, tetapi tetap saja ia terus membuntuti.

"Bener nih nggak mau? Sudah jinak kok...hahaha." Sindirnya.

"Yaudah ikut deh pak, tapi turunin saya jauh dari pintu gerbang sekolah yah? Males banget saya dengar omongan mereka."

"Ok, nanti bapak turunkan jauh dari sekolah."

Sepanjang jalan gw udah duga ada maksud dari ini semua. Ia mencoba ngerayu gw untuk sekedar ngajak jalan, makan lah. Gw berusaha mengalihkan pembicaraanya, "Minyak wangi bapak apa sih? Wangi banget dan enak di hidung."

"Polo Sport merknya, kamu suka yah? Nanti kita ke store nya dan bapak belikan untuk kamu juga, biar wanginya samaan. Hari minggu atau pulang sekolah bagaimana?"

Heem, dasar lelaki terus saja mencari celah agar gw jatuh dalam pelukannya. Dan gelagat aneh itu aku rasakan, saat dia bertanya," Sherly di sekolah siapa cowoknya?" Gw tahu kemana arah pembicaraan loh.

"Nggak ada pak, lagi juga mana mau sama Serly, cewek miskin yang jauh dari make up."

"Nanti kita beli pakaian yang bagus dan make up, biar kamu terlihat cantik." Benar-benar tidak ada jerahnya, hanya untuk menaklukan dan mengiyakan apa yang menjadi keinginannya.

Dan gw tahu, kalau lelaki semacam ini, ketika sudah dapat mangsa dan bosan, ia akan tinggalkan lalu mencari mangsa yang lain. Dari cara dan ambisinya saja sudah gw rasakan. Inilah target aku untuk tidak terpedaya olehnya dan mendapatkan modal pertama.

"Bagimana Ser? Kapan kamu ada waktu kita belanja kebutuhan Sherly."

Bersambung >>>

Hayo menurut temen-temen, apa gw akan turuti kemaunya atau menolak ajakan Pak Irawan.

Terus ikuti ceritanya yah? Jangan lupa Vote. like dan plis tinggalkan kesan di kolam komentar. Agar Sherly terus memacu jantung kamu.

Terpopuler

Comments

dewiie gitta

dewiie gitta

semangat Thor

2021-02-08

1

Kim Sumi Ryn

Kim Sumi Ryn

asikkk nih .. turutin haha ..🤣🤣🤣

lanjutttt terussss..

2020-07-08

0

Instagram @nonashitha

Instagram @nonashitha

lanjutttt thor

2020-07-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!