Apa?!

Ia pun bercerita banyak tentang keadan rumah tangganya, yang sampai saat ini belum juga dikaruniai anak, usia Pak Esek sudah kepala Empat. Dan pernikahan dengan istrinya itu, sudah memasuki tahun ke tujuh tetapi masih juga tidak memiliki buah hati.

Mendengar hal ini, gw cukup miris sih. Terlalu dini gw mendengarkan cerita yang tak seharusnya menjadi konsumsi remaja seuisi gw . Tapi tak apalah untuk pelajaran gw saat nanti menghadapi rumah tangga. Lama-lama gw tua sebelum waktunya.

"Kamu mau yah jadi simpanan bapak?" Masih saja ia mempertanyakan hal itu, seharusnya Pak Esek tidak perlu lagi mempertanyakan itu terus menerus, dan gw hanya diam tidak mengiyakan, tidak juga menolak.

"Yaah bapak kan tau Serli masih belum cukup umur dan paham betul apa yang pria dewasa inginkan. Bapak juga tau kalau temen-temen Serli banyak lelaki dibandingkan perempuannya. Nanti bapak cemburu lagi, dan terus emosi. Serli itu masih labil paak, gampang berubah-ubah, memangnya bapak mau? Kalo Serli nantinya cuekin bapak?! Kan Serli juga sudah cerita kalau nantinya bapak ribet dengan urusan Serli. Serli itu paak, masih punya ibu dan adik yang harus Serli nafkahi, karena ayah sudah lama meninggal dan gw harus mencicil hutang-hutangnya. Serli juga nggak mau terikat dengan satu orang, takutnya beban Serli itu tidak bisa ditanggung satu orang. Lebih baik begini saja, dan bapak juga nggak harus habis-habisan keluar duit."

"Yaudah kalo itu mau Serli, tapi kalau bapak panggil luangkan waktu yah?"

"Mudah-mudahan Serli luangkan waktu, asal jangan dadakan. Tapi kan bapan bisa setiap hari ketemu gw dan punya banyak alasan memanggil aku ke ruangan bapak."

gw tidak mau menjanjikan yang manis-manis agar siapa pun tak berharap banyak dari ku. Dan gw bebas tanpa terikat, kecuali jika ada lelaki yang nekat dan siap sakit hati, kalau ia jatuh hati kepad gw .

Kami pun meninggalkan ruang karoke tersebut dan gw menuntutnya sampai ke mobil dibantu beberapa petugas keamanan. Tak sengaja gw melihat tulisan, 'Dibutuhkan waiters, PL, LC wanita Freelancer, berpenampilan menarik, usia minimal tujuh belas tahun dan maksimal 25 tahun,hubungi management.'

Apa ini peluang? gw bisa kerja paruh waktu dan sehabis pulang sekolah gw bisa sambil bekerja.Ah, coba nanti siapa tau ini kesempatan gw .

Dengan sedikit khawatir dengan cara mengemudinya karena Bandot Tua itu sudah oleng dan terpengaruh Alkohol.

"Bapak masih kuatkan?"

"Tenang aja Ser, sudah biasa dan bukan lagi anak kecil yang kena minuman langsung tidur."

"Oh yaudah hati-hati, turunkan saya di ujung jalan yang bapak jemput saya tadi siang yah? Biar Serli naik ojek saja nanti."

"Nggak apa-apa gitu?"

"Nggak apa pak."

gw pastikan kondisi tempat gw turun aman dari lalu-lalang orang yang lewat dan barulah gw turun.

"Hati-hati pak, terimakasih untuk hari ini."

"Iya Serli, kamu juga hati-hati."

Fortuner hitam itu pun melaju dengan kencang dan hilang di antara pertigaan jalan. gw mencari tempat untuk mengganti pakaian dan menghapus make up ku. gw tidak mau sampai orang lain tahu. Mereka hanya bisa berkomentar tetapi tidak mau tahu sebarapa perih jalan hidup yang gw jalani, dan untuk menghindari tekanan sikologis ibu jika tahu kalau gw berpenampilang dengan make up, walau bisa saja gw berikan alasan dan pasti ibu bisa nerima, tetapi apa kata tetangg gw nanti?

Manusia hanya bisa berkomentar, tidak mau meluangkan waktu untuk sekedar merasakan apa yang orang lain rasakan. Bahkan tak ada yang namanya ruang diskusi, mirip para penonton sepak bola yang hanya bisa berakta 'beg*, tol*l kepada pemain tetapi ia tidak merasakan bagaimana perjuangan di lapangan hijau. Kamu jangan begitu yah readers, jangan mudah menilai orang hanya dari luarnya saja. Dan jangan membaca buku dari judulnya saja tanpa mau tahu dan meluangkan waktu untuk membaca, memandang dari berbagai sudut agar bijak dalam menilai, semoga kamu pahami itu.

Ingat! Setiap manusia memiliki titik balik dan tolak ukur baik atau buruknya seseorang itu dari ibadah semata, banyak yang lisannya penuh dengan puji-pujian kepada Tuhan, tetapi hatinya tidak tunduk dan sesuai dengan apa yang ia ucapkan. Biarlah orang mau menilai apa, hanya saja karena gw masih ikut dengan orang tua harus menjaga perasaan ibu yang usianya tidak muda lagi.

Selagi asiknya gw berjalan menuju rumah, tiba-tiba lewat si Chandra kekasinya Cindi.

"Woi Serli darimana elo malem-malem?"

"Abis ke apotik beliin nyokap obat, elu darimana? Si Cindi nggak sama elu?"

"Habis main futsal, Si Cindi di rumahnya lah masa iya gw tenteng-tenteng terus.Ayo, daripada jalan gw anterin balik."

Bingung, itu yang tepat jawaban untuk tawaran yang Chandra berikan, karena gw tahu dia pacar sahabatku. Apa kata orang kalau ada yang melihat gw bareng si Chandra.

"Jiaah pake mikir lama lagi! Tinggal nyemplak aja susah."

Lagi-lagi gw memastikan keadaan jalan, dan jika gw rasa aman, barulah gw terima tawaran cowok yang sudah menghisap saripati Cindi itu. Padahal gw sudah sembunyi-sembunyi, ada aja yang mergokin. Kalau gw tak terima ajakannya, nanti dikira sombonglah, jaim lah dan apa pun itu.

Dilema dan ragu, gw pun tahu bagaimana hubungan Chandra dan Cindi bahkan hal gila yang mereka l gw kan. Cindi banya curhat masalah cowoknya itu, dari urusan malaikat dan laknatnya si Cindi gw tahu semua.

"Yaudah siih elo takut banget Ser, nggak ada yang liat ini, tinggal naik terus gw anterin ke rumah elu." Chandra begitu memaksa.

Dan gw pun menerima tawaran pacar teman ku itu, dengan nakalnya ia memainkan rem motor yang gw tahu maksudnya.

"Kalo elo masih mainin rem terus, gw turun disini aja deh."

"Yae..lah, segitu aja marah. Iya nggak gw mainin rem lagi."

Ia pun menuruti apa yang gw pinta dan ia normalkan kembali laju motornya.

"Serli, loh nggak punya pacar apa cuy?! Secars elu kan cantik dan bodi lu keren, bikin merem-melek cowok."

"Siapa yang mau sama gw Chan, udah miskin dan nggak bisa dandan seperti cewek-cewek lain."

"Eeh cowok itu nggak mandang gituan cuy, yang penting elu bisa buat nyaman, dan sama-sama paham. Atau elu mau nggak gw kenalin sama cowok? Tapi udah om-om ? Mau nggak? Dia tajir Ser, jangan pake hati tapi duitin aja cuy! Mau nggak?!"

"Aaah elu apa-apaan siih?! Emang elu kira gw cewek apaan!" Padahal justru sebelum dia bicara seperti itu, sudah dua pria dewasa yang sudah gw layanin, dalam tanda kutip gw sudah jalan dengan mereka.

Bersambung >>>>

_________________😘😘😘_______________

Sampai disini, jangan lupa like 👍 dan Vote serta tinggalkan komentar kamu, serta tebak apa yang akan gw lakukan untuk bertahan hidup. Untuk update ceritanya, jangan lupa tekan ❤ biar Serly semangat bercerita.

Terimakasih kakak,

Lav you ❤

Lanjut...

__________________________________________

Terpopuler

Comments

dewiie gitta

dewiie gitta

semangat😘

2021-02-08

0

Bubu Biyan

Bubu Biyan

lanjut .thor .... 👍👍👍💕

2020-07-18

1

Kim Sumi Ryn

Kim Sumi Ryn

mangsa baru 🤣🤣

2020-07-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!