O..Oh...Kamu Ketauan

Suara Maria Oentoe, artis era tujuh puluhan menjadi khas "Mohon perhatian Anda, pertunjukan film di teater segera dimulai. Para penonton yang telah memiliki karcis dipersilakan untuk memasuki ruangan teater,"

Saat lampu studio dimatikan, posisi duduk guru muda itu berubah kian mendekat, dan pembatas kursi pun diangatnya, hingga tak ada jarak gw dan dia. Semakin rapat, Gw nggak bisa bohingin keadaan gw saat itu, disaat jemarinya beraksi dan piknik dari wahah, leher dan belahan dada yang saat ini terbuka lebar lantaran pakaian yang ia pilihkan untuk gw.

Gw kira hanya guru muda itu saja yang terlihat agresif, Gw juga perhatiin sisi kiri dan di depan, pasangan muda-mudi lainnya pun asik menikmati suasana gelap-gelapan. Jadi teringat istilah," jika dua muda-mudi yang bukan muhrimnya berdua-dua an, maka yang ketiganya adalah syaitan." Lalu berapa banyak syaitan di dalam studio ini? Silahkan kalian hitung sendiri yah?

Nyaris guru muda itu membuatku tak berkutik dengan lihai jemari tangannya. Entah memang sudah terbiasa atau memang naluri biologisnya yang mengajarkan ia? Atau karena terlalu banyak membaca alat reproduksi yang ia ajarkan sampai sebegini penasarannya.

Mau bagaimana lagi? gw ngerasa terpojok dan dibungkam dengan keadaan, masa iya gw harus teriak," Tolooong...tolong, saya dilecehkan!" bisa-bisa gw dianggap perempuan dungu.

Gw begini, dikarenakan nggak mau mendengar lagi tangisan Ibu di setiap harinya, dan setiap kali mendengar kata 'lapar' yang keluar dari mulut mungil Ade gw. Semakin gw ingat itu, semakin bikin gw nggak puas dan ingin segera mengakhiri penderitaan ini. Gw harus membayar hinaan mereka, yang tega mulutnya melukai hati ibu. Gw korbanin itu semua demi ibu dan ade gw.

Ups! Gw lupa dan harus ke toilet, dan terpaksa meninggalkan Elang ganas yang terus mengincar anak itik yang sudah nggak berdaya dan kehabisan nafas.

Karena tingkahnya sudah tak wajar, sementara biarlah dia kepanasan seperti cacing tanah yang tersiram air garam. Ada senjata pamungkas yang gw harus siapkan, sebagai penangkal Elang ganas itu.

Ada sesuatu kejadian yang membuat gw kaget, gw berpapasan dengan Kepala Sekolah, Pak Hardi dan dia ngenalin wajah gw, karena memang sering di panggil ke ruangannya, disamping memang gw juga pengurus OSIS dan juga siswi yang sering ditegur masalah uang buku, SPP atau apa pun itu yang berhubungan dengan biaya administrasi.

"Sherly, ngapain kamu disini? Sama siapa?" Ia pun terkejut dengan pakaian gw yang tak wajar itu. Aku lihat sebelum menegurku ia sudah menelan ludah melihat penampilan gw yang nggak bisa ia lihat saat di sekolah.

"Eh bapak, lagi main aja pak! Sama temen lagi nonton."

Bapak sendiri ngapain di toilet bioskop? Pasti lagi nonton juga, jangan bilang bapak punya sambilan jadi petugas kebersihan atau ticket, atau jangan-jangan bapak scurity toilet...hahaha.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, pas gw lihat ada Bu Ros keluar dari toilet wanita. Jelas kini, mereka berdua sedang asik nonton bioskop.

"Eh ibu, ada disini juga?"

"Kamu ngapain disini?"

Yaah nontonlah bu, masa iya di bioskop liat kuda lumping. Yang pantas tanya begitu itu aku lah buuu! Ngapain juga bapak dan ibu ada di gedung bioskop. Masa iya ada agenda studi banding atau jangan bilang pura-pura razia.

"Lagi nonton juga bu."

Dan anehnya, guru super killer itu manggil gw dan ngasih uang selembar lima puluh ribu, gw nggak tahu apa maksudnya.

"Sherly sini, ini untuk kamu beli pop corn yah?"

Haha gw tahu maksudnya sekarang, seolah uang itu untuk tutup mulut, agar apa yang gw lihat nggak perlu dibicarakan lagi. You know-lah Ser! Cara orang dewasa pacaran.

Oh dunia! Inikah yang disebut," Guru kencing berdiri, murid kencing berlari?!" ah masa bodo terlau sibuk aku dengan dosaku sendiri, biarlah itu menjadi urusan mereka. Yang terpenting, aku tidak mengusik kehidupan mereka.

"Terimakasih pak." Jangan menolak rezeki pamali.

Dan gw ninggalin mereka, gw nggak mau berpikiran buruk. Bisa saja, mereka tak sengaja berpapasan dan bertemu, that is simple mamen!

______________⚠️Perhatian⚠️______________

"Jauhi gosip dan sibukan diri untuk bercermin dengan aib yang kita kerjakan, bukan sibuk mengurusi aib orang lain."

___________________⭐⭐_________________

Gw kembali duduk di sisi guru muda, dan dalam posisi di sudut ruang.

"Lama banget ke toiletnya." Mungkin saja posisi yang semula 'up' kembali 'down' seperti anak kecil yang sedang asik dengan mainan baru nya, tiba-tiba mainan itu diambil. Sudah kebayang ekpresi wajah anak itu? Sama seperti ekspresi wajah guru muda itu.

"Seperti nggak tahu aja bapak, namanya toilet umum." Gw mencoba menutupi apa yang baru saja aku lihat di toilet, Pak Hardi dan Bu Ros. Sengaja gw sembunyikan aib itu, bukankah ketika kita menutupi aib seseorang maka aib kita akan disembunyikan Tuhan?

Sorry mamen, biar aku terlihat binal alias nakal gini, waktunya mata pelajaran agama tidak tidur, salah satu mata pelajaran yang tersisa di sekolah, setelah PPKN di tiadakan, itu juga kalau gurunya masuk, terkadang dalam satu bulan Pak Muji terhitung jari mengajar di kelas kami.

Mata gw tertuju pada tayangan layar di depan, film horor yang gw sendiri benar-benar nggak tahu siapa pemerannya, dan alur ceritanya seperti apa. Bagaimana gw bisa nonton, gw harus melayani apa yang Elang ganas pinta.

Awas aja! Kalo loh nggak menempati janji. Gw sumpahin mendadak impoten, Ha-ha. Harusnya gw doakan semoga mendapat pasangan yang tepat. Gw tahu apa alasan ia memilih film horor? Karena hanya di film horor itu kejadiannya selalu malam, dan suasana di dalam studio menjadi gelap. Yah, adegan siangnya paling 10-15%.

Kita hitung mulai dari satu yah? Seberapa lama jemarinya bisa diam,ok? 1....2.....3...Apa gw bilang, hanya dalam hitungan ke tiga kepalanya bersandar di bahu. Tangan kanannya melingkar di atas pundak, yang jadi pertanyaan gw ? Sejak kapan yah jari tangan ini punya mata? Kok hafal betul dengan celah dan lubang.

Yang gw tahu ia itu guru biologi, tetapi mengapa tanganya begitu kreatif? Mungkin sewaktu kuliah ia salah mengambil jurusan, yang harusnya pendidikan kesenian dan keterampilan.

Dan yang gw heran, kedua tangannya seperti sudah saling komunikasi, dan mengatur job desk nya masing-masing. Tangan kanan melingkar di pundak gw, dan yang kiri menjalar dari dengkul sampai pangkal paha.

Eits, Inget Bung! Semua ada aturan main dan batasan-batasan tertentu. Gw tahan tangan kirinya agar tidak main nyelonong masuk. Perasaan yang gw pakai ini celana jeans ketat, baru aja dia beliin.

Bersambung >>>

Apakah gw akan memberikan kehormatan yang gw punya demi guru muda yang baru satu hari gw kenal ?! Apa sih yang ia pinta dari gw?

Jangan lupa Vote, Like 👍, dan ⭐⭐⭐⭐⭐ serta tinggalkan komentarnya ya kakak. Agar Sherly semangat nulisnya.

L❤VE YOU

Sherly Perempuan Penggoda.

Terpopuler

Comments

Elda Zahrotu Syifa

Elda Zahrotu Syifa

mantaf ceritaxa

2020-08-24

0

Kim Sumi Ryn

Kim Sumi Ryn

lanjut kak ngakak ni bacanya 🤣🤣

2020-07-09

1

Kashin Koji

Kashin Koji

semangat terus thor 💪

2020-07-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!