Rasanya bukan hal yang tabu lagi, dan tak bisa telinga kita tutup dengan kisah Nita dan Cindi atau ada ratusan cerita seperti mereka yang hanya bisa kita dengar dari mulut ke mulut.
Nggak tahu siapa yang harus disalahkan, guru-guru kah? Yang sudah lalai dengan tugasnya sebagai orang tua kedua bagi kami, mungkin mereka sibuk mengurus dikejar target kurikulum atau mungkin mereka sedang menunggu intensif gaji ke-13 yang masih di awang-awang, dan bolak-balik pergi ke ATM hanya untuk memastikan gaji nya sudah di transfer.
Atau kah kami menyalahkan orang tua? Yang mereka pun asik dengan dunianya sendiri. Bapak dengan dalihnya sibuk di tempat kerja sampai tak sempat mendengarkan anak curhat dan melimpahkan beban itu ke ibu yang 48 jam di rumah.
Ah, mungkin aja nggak mudah membendung arus informasi, hingga konten-konten yang tak pantas, masih dengan mudahnya diakses.
Bisa jadi itu kesalahan dari kami, yang sudah tahu perbuatan demikian dilarang agama, kami pun penasaran dan mencobanya, hingga menjadi candu yang tak bisa lepas dari pikiran kami, sebagai PELAJAR AKHIR ZAMAN.
Gw? Gw sendiri mungkin bagian dari ratusan pelajar yang mempunyai kisah seperti ini, dan terpaksa aku lakukan demi menebus air mata ibu dan tak bisa menahan perihnya perut ini.
Ups Sorry! Gw kebabalasan protes, karena saking lamanya menunggu guru muda dan keadaan sekolah sepi. Barulah aku bisa keluar menemui paman muda itu.
Rupanya ada miss, gw kaget liat dia nunggu di tempat yang tadi pagi.
"Maaf pak, saya pikir bapak belum keluar juga tadi, maaf yah pak? habisnya bingung untuk menghubungi bapak, maklum belum bisa beli handphone." Sindiran keras untuk paman muda itu, semoga loh nggak tuli tuan. Kalau ingin lancar komunikasi, yaah keluarkan dong sebagain gaji kamu untuk mendonasikan handphone untuk gw.
"Iya aku maafin." Ucapanya masih masang wajah murung dan sepertinya menahan emosi.
"Senyum dulu dong paak! Kan Sherly minta maaf dan memang nggak tahu harus hubungi bapak bagaimana?" Biasanya lelaki akan memaafkan kalau sedikit kita pasang muka innocent.
Dan gw mencoba menghiburnya dengan memegang kedua pundaknya,"Yuk kita jalan, nanti keburu sore. Dan nggak bisa nikmati waktu."
Eheem, maksud gw nikmati waktu itu bukannya dari pagi kamu sudah tak tahan ingin melepas hasrat elo, wahai Paman!
Ayolah, lepaskan semua, jangan seperti anak-anak yang merajuk lantaran tak dipenuhi keinginannya.
Akhirnya paman muda itu tersenyum dan kadar emosinya sudah sedikit berkurang. Tanpa dipaksa atau basa-basi gw langsung naik ke motor sport nya dengan jok yang agak tinggi bagian belakang, hingga body gw nempel di punggungnya.
Mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi lelaki, setiap kali ngeboncengin cewek, tangannya nggak bisa diam, mulai dari lutut. Ini kan ruang public dan gw cukup risik yang masih berseragam putih abu-abu.
"Pak, nggak enak di liat orang, masih pakai baju sekolah. Terkesan saya main sama om-om lagi, jadi nggak leluasa meluknya."
Tanpa perlu mulut ini berbusah untuk meminta, guru muda itu pun memutar haluannya dan mencari butik untuk membelikan gw baju ganti.
Anehnya, kenapa juga dia yang memilihkan bajunya. Gw cuma bisa pasrah dengan apa yang menjadi pilihannya celana berjenis skinny jeans, dan atasan casual t-shirt sexy v-neck cross straps yang aslinya gw risih dengan model pakaian seperti ini, dengan belahan dada terbuka. Ampuuun! lagi-lagi pasrah dengan keadaan.
Waktu gw keluar dari fitting room naluri lelakinya kian memuncah, dan ia terkesimak dengan penampilan gw.
"Kamu tambah cantik Sherly." Namun ada yang mengusik dan menghilangkan kesan seksi yang dia pilih untuk gw, sepatu yang gw pakai sudah nggak layak, akhirnya dia beliin juga, lengkap hari ini gw di make up over habis doi.
Selagai ia membayar semua di kasir, gw minta izin ke toilet sebentar.
________________Don't Miss It! ______________
Hayo! Sambil nunggu aku di toilet, jangan lupa ya Kak. Agar Serly semangat nulisnya, aku minta kakak tinggalkan komentar yaaah?! Dan jangan lupa vote, like 👍 dan ⭐⭐⭐⭐⭐.
Terimakasih kaka!
Sebentar lagi Serly keluar dari toilet.
________________LO❤E YOU_______________
Pasti ia penasaran dengan penampilan aku, setelah aku sedikit merapihkan rambut. Dan membasuh wajahku yang penuh dengan debu, dan terlihat kusam.
"Kamu terlihat seksi yaank!"
Whats?! Dia manggil aku 'ayank' yang aku sendiri belum memutuskan apa kah aku terima atau tidak. Gampang banget memanggil aku dengan kata sayang.
Kami pun meninggalkan butik tersebut dengan penampilan ku yang berubah, semata biar ia pun lebih pede menggandeng aku, dibandingkan kalau aku memakai seragam sekolah.
Kami pun menuju sebuah mall dan membeli tiket bioskop.
"Kamu suka film horor?" Lagi-lagi ia memaksa aku untuk menerima pilihannya, setelah aku dipaksa memakai pakaian dengan dada terbuka dan membelenggu kebebasanku.
Aku berusaha membiasakan dengan pakaian ini. Kini ia pun memaksakan kembali dengan membeli tiket film horor, menurutku guru muda ini memilih film yang tidak tepat, dan aku tahu apa maksudnya.
Asumi guru muda itu aku akan takut dengan film horor, dan khayalan dia aku akan memeluknya. Ckckck, justru yang lebih horor itu kamu guru muda.
"Iya aku suka film horor." Terpaksa aku memilih apa yang bukan sebuah pilihan.
Pak Guru Yth, kalau mau mancing hormon Testosteron wanita itu bukan pakai film horor, tapi film romantis. Aah kurang gaul guru satu ini, katanya guru biologi tapi salah pilih film.
Ini untuk kedua kalinya aku masuk ke studio bioskop, sebelumnya di traktir Cindi saat baru jadian dengan Chandra. Walaupun belum hafal betul suasanya kalau menonton film horor.
Dan lucunya lagi, guru muda itu memilih kursi paling atas dan pojok, mungkin kalian sudah tahu dari skenario ini semua? Baju dengan dada terbuka, film horor dan kursi paling pojok.
Pasti sudah bisa menebak maksud dari rencana guru muda itu, apa yang akan ia lakukan dengan ku. Kita lihat reaksinya setelah film itu dimulai dan lampu studio di matikan.
Dolby Atmos System begitu apiknya mendesign suara di dalam studio, bukan saja pada dinding studio, suara pun muncul dari langit-langit studio bioskop.
Bersambung >>>
Di Episode Elang Ganas
Pasti kalian sudah bisa menebak apa yang dilakukan guru muda itu, jika kalian ingin Serly melanjutkan cerita ini dan terus ****update**** jangan lupa tinggalkan ****komentar**** dan tulis Next agar Serly semangat menceritakan semua apa yang aku alami.
Tinggalkan like 👍, dan ⭐⭐⭐⭐⭐ serta ❤ untuk menjadikan novel ini bacaan favoritmu.
Terimakasih
Serly Perempuan Penggoda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Dhy_Ayu
Aha.. Apa kah yg kan terjadi pemirsa??
Kita next thor..
Cemunguthhh😘😘
2020-07-09
2
icha salsabila
Semangat kak
2020-07-08
1
Kim Sumi Ryn
lanjut kak .. bikin kepo nih .. aku kasih vote deh .. 😁😁
2020-07-08
2